The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 60 - Kehancuran


__ADS_3

"Arrgghh...!" Asura masih mencoba bertahan dari serangan Dramist, tapi perlahan ia terdorong ke lubang besar di dinding.


"Pergilah dari dunia ini...!" Teriak Dramist semakin kuat menembakan sinar energi dari pedang legendarisnya.


"Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi! Aku sudah tidak sanggup lagi!" Batin Asura perlahan tangannya mulai melemah. Akhirnya cengkeramannya ke lantai terlepas dan ia terpental ke luar.


"Arrgghh.... Hah... Hah... Akhirnya selesai juga." Kata Dramist kelelahan sambil menyangga badannya dengan berpegangan pada pedang. Seluruh ruangan penuh dengan asap akibat pertarungan mereka.


Tiba-tiba sebuah angin besar dari luar berhembus di sekitar ruangan itu, menyingkirkan asap yang memenuhi ruangan.


"Apa itu!?" Tanya Dramist terkejut.


Dari lubang di dinding, Dramist melihat sesuatu yang besar naik ke atas. Ternyata itu adalah bentuk naga Asura yang setengah terluka.


"Bagaimana bisa!? Aku lupa dia adalah ras naga!" Kata Dramist terkejut dalam hati.


"Gwwaaaaahhh.....!!!!" Auman Asura terdengar sangat menggelegar. Lalu ia langsung meluncur dan menerobos masuk ke dalam ruangan dengan bentuk naganya.


Dinding tempat itu hancur dan Asura masuk menerjang Dramist. Dramist mencoba menghindar, tapi kedua kaki depan Asura langsung menanggkapnya.


Asura terus terbang menerobos seluruh dinding di istana sambil membawa Dramist di depan agar terhantam oleh dinding-dinding di sana.


"Arrggghh...!!!" Dramist mencoba melawan, tapi ia terus gagal karena berkali-kali tubuhnya menghantam dinding sampai hancur.


Mereka terus terbang menerobos seluruh istana, Dramist juga terus di tabrakkan pada dinding dan lantai oleh Asura.


...*****...


"Elemen Racun!" Teriak Izuru menebas dengan pedangnya yang terbalut oleh kabut berwarna ungu.


"Tidak... Aku sudah sejauh ini...!" Teriak Shiori mengarahkan tangannya yang terluka ke depan dan benang-benang keluar dari tangannya.


Tapi Izuru lebih cepat dari gerakan Shiori. Alhasil tangan Shiori terpotong oleh pedang Izuru.


"Tidak... Ini tidak mungkin terjadi..." Batin Shiori seperti melambat di udara bersama Izuru.


Shiori lalu melirik ke arah Putri Clara yang juga tengah melihatnya. "Kau..." Mata Shiori tiba-tiba menjadi merah seluruhnya, lalu dari punggungnya keluar 8 benda panjang hitam seperti kaki laba-laba.


"Kau...! Ini semuanya karena kau, bocah baj*ngan....!" Teriak Shiori melesat ke arah Putri Clara dengan sangat cepat.


"Putri...!" Teriak Izuru di belakang mereka.


Shiori sudah berada di depan Putri Clara dan bersiap untuk menyerangnya dengan kaki laba-labanya. Putri Clara tidak bisa menghindar dan hanya bisa melihat Shiori di depan matanya.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah guncangan sangat besar muncul di sana dan membuat langit-langit bangunan runtuh. Dinding dan lantai retak membuat Shiori menghentikan serangannya.


"Apa ini!?" Tanya Izuru melihat sekeliling ruangan yang mulai runtuh.


...*****...


Ruangan berguncang dengan sebuah di tengahnya, bebatuan jatuh kemudian menimpa kristal misterius itu.


"Ehh...!? Apa yang terjadi?" Tanya salah satu prajurit di dalam istana. Kemudian semua prajurit tersadar kembali dari hipnotis. Namun tempat itu masih bergetar sangat kuat dan hampir runtuh.


"Ada apa ini!? Semuanya ayo keluar!" Teriak salah satu prajurit berlari ke jalan keluar sambil melindungi kepala mereka dari bebatuannya jatuh.


Semua prajurit keluar dari gerbang pintu istana, semua warga juga segera menjauh dari istana. Mereka kembali melihat ke arah istana yang hampir runtuh itu.


"Istananya akan runtuh!?" Kata Rin terkejut.


"Mereka masih ada di dalam kan!?" Tanya Iona.


"Aku harus menyalatkan putriku!" Kata Ratu mencoba berlari ke arah istana. Tapi di hentikan oleh semua yang ada di sana.


"Ratu, ini sangat berbahaya!"


"Tapi Putriku Clara masih ada di dalam!" Kata Ratu memberontak.


Istana itu berguncang semakin kuat dan tiba-tiba atap istana hancur, lalu muncul Asura terbang ke atas dalam bentuk naganya.


"Lepaskan aku naga bodoh! Edthernos Blast...!" Teriak Dramist yang masih di tahan oleh Asura. Ia lalu menebaskan pedangnya ke arah salah satu sayap Asura.


"Gwaaaahhh....!" Raung Asura, sayapnya terluka karena serangan Dramist. Asura lalu jatuh kembali ke bawah dan berubah kembali menjadi bentuk menusia.


"Lebih baik aku berubah menjadi kabut!" Kata Dramist jatuh menghadap ke bawah. Saat ingin berubah, ia melirik ke atas dan melihat tinju Asura berada tepat di depan wajahnya. "Tidak bisa! Ini terlalu dekat, aku tidak akan sempat!"


"Divlisi Fotias, tingkat kedua....!" Teriak Asura meninju wajah Dramist dengan sarung tangan besi berapinya.


"Uggghhh....! Arrrrggghhhh...!" Wajah Dramist terkena pukulan Asura dan langsung meluncur turun dengan sangat cepat.


Dramist jatuh seperti meteor dan mendarat sangat keras di istana sampai masuk ke bagian paling bawah. Dramist akhirnya tersungkur dengan penutup wajahnya yang hancur.


...*****...


"Putri!" Izuru berlari ke arah Putri Clara dan lantai tempat itu langsung runtuh.


Mereka melayang beberapa detik di udara bersama bebatuan istana yang hancur.

__ADS_1


"Aku tidak peduli lagi! Akan kubunuh semua yang ada di depanku!" Teriak Shiori meluncur ke arah Izuru dan Putri Clara.


Izuru segera menangkis serangan Shiori dengan pedangnya. Shiori lalu menggunakan kaki di punggungnya untuk menyerang Izuru dari atas.


"Arrgghh...!" Teriak Izuru kesakitan saat kaki laba-laba Shiori menusuk bahu dan punggungnya.


"Kau akan mati bersamaku, Izuru....!" Teriak Shiori.


"Hentikan...!" Putri Clara muncul dari balik Izuru, lalu menusuk perut Shiori dengan anak panah.


"Ugghhh...."


"Jangan sakiti teman-temanku lagi....!!!" Teriak Putri Clara dengan wajah marah.


"Aku.... Dikalahkan oleh dua bocah...." Batin Shiori.


Mereka semakin dekat dengan tanah, hanya dengan beberapa detik mereka mendarat dengan kepulan debu di mana-mana.


...*****...


Shiori juga mendarat di depan Dramist yang sudah tersungkur tak berdaya. Ia lalu mendekat dan mengambil pedang legendaris milik Shun kembali. Asura lalu berjalan pergi dari Dramist.


Saat ia tengah berjalan menjauh, tiba-tiba Dramist berdiri di belakangnya dengan menunjukan wajah aslinya. Mulutnya terbuka lebar lalu mengeluarkan sebuah tentakel panjang dengan taring runcing di ujungnya. Tentakel itu melesat ke arah kepala Asura.


"Matilah kau...! Hahahaha....!" Teriak Dramist dengan tertawa terbahak-bahak.


"Kapan kau ingin belajar?" Tanya Asura langsung memegang tentakel itu sebelum mengenainya. Ia lalu melesat ke arah Dramist dan melepaskan pukulan ke arah wajahnya sekali lagi.


Suara retakan tulang terdengar saat tinju Asura mengenai wajah Dramist. "Rasa sakit ini, rasa sakit yang benar-benar menyenangkan...!" Teriak Dramist lalu terpental sangat jauh keluar dari istana. Ia lalu mendarat di sebuah rumah warga. Tubuhnya sudah tidak bergerak lagi, ini sudah selesai...


...*****...


Izuru dan Putri berhasil mendarat di tanah tanpa terluka, tapi tidak tahu dengan Izuru, karena dia berada di bawah Putri.


"Kak Izuru, kamu tidak apa!?" Tanya Putri Clara menyingkir dari atas Izuru.


"Aduh... aku tidak apa-apa." Jawab Izuru perlahan bangun. "Aduh, punggungku!"


"Ugghh..." Shiori juga terbaring tak berdaya di sana dengan darah yang keluar dari mulutnya. Izuru dan Putri Clara berjalan mendekati Shiori yang tampak lemas.


"Jadi, semua perjuanganku sudah berakhir...?" Tanya Shiori dengan suara lemah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2