The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 104 - Ancaman mulai Terjadi


__ADS_3

"Memangnya ada masalah apa?" Tanya Iona terkejut mendengar perkataan Profesor J.


"Karena ada beberapa kelompok yang tidak menyukai para Ras lain tinggal di Fhsyle. Untuk detailnya kalian tanya saja pada Lauren." Jelas Profesor.


"Yang Profesor katakan itu benar. Orang-orang banyak yang membuang sampah ke bawah sini, bahkan sampai ada orang yang di serang." Kata Lauren menyambung penjelasan Profesor.


"Tapi aku masih melihat banyak orang di bar tadi?" Tanya Izuru.


"Sebenarnya ada lebih banyak orang lagi, tapi mereka semua banyak yang memutuskan untuk pergi." Jawab Lauren.


"Tenang saja, kita tidak akan lama di sini. Setelah aku melukis tempat ini, kami akan pergi." Kata Destra.


Pintu di belakang mereka terbuka lagi dan kali ini yang muncul adalah Gabriel.


"Permisi!" Katanya lalu membuka kedua bagian pintu itu dan terlihat dua orang pelayan membawa nampan berisi piring makanan.


Izuru dan yang lain segera menyingkir dari depan pintu dan membiarkan mereka masuk mengantarkan makanan.


"Sudah sampai ternyata. Ayo ke ruang makan semuanya!" Ajak Profesor.


Semuanya kemudian masuk ke sebuah ruangan dengan meja besar. Ada banyak barang-barang di atas meja itu, seperti baru saja digunakan untuk bekerja. Profesor segera menyingkirkan semua benda-benda di sana dan makanan diletakan.


"Silahkan kalian semua makan! Nak Asura, semoga kau suka daging domba. Aku kurang tahu makanan apa yang di sukai Ras Naga." Kata Profesor.


"Tidak apa-apa, aku bisa makan semua daging kok."


"Senang mendengarnya. Ayo duduk Lauren, Gabriel juga." Kata profesor mempersilahkan Lauren dan Gabriel duduk.


"Profesor bagaimana?" Tanya Gabriel.


"Aku sudah makan tadi. Kalau begitu silahkan di nikmati, aku akan menunggu di meja kerja." Kata Profesor lalu pergi keluar dari ruangan itu.


Di sana semuanya duduk berhadapan dan tersaji satu per satu makanan yang terlihat mewah. Satu orang yang tidak ada di sana, yaitu Destra.


Profesor keluar dan menutup kembali pintu ruangan yang digunakan untuk makan, ia lalu melihat Destra yang sedang melihat keluar jendela kaca besar di belakang meja kerja Profesor.


"Kau masih terlihat muda ya?" Kata Profesor duduk di kursinya dan memutarnya ke arah jendela.


Destra kemudian berbalik dan menjawab. "Pantas saja kau bisa mengenaliku dengan usiamu itu."


"Kau masih mabuk-mabukan seperti dulu?"


"Sudah tidak sering. Sekarang aku fokus melukis dan memahat, kadang juga ikut berpetualang bersama anak-anak itu." Jawab Destra.

__ADS_1


"Kulihat kau merawat anak itu dengan baik." Kata Profesor membicarakan soal Meiro.


"Begitulah."


"Kau tidak memiliki niat untuk memulangkannya ke asalnya?" Tanya Profesor.


"Kalau dia mau, akan aku lakukan. Tapi, sampai saat ini dia tidak pernah bilang ingin pulang." Jawab Destra kembali melihat ke luar jendela.


"Suatu saat nanti, mau tidak mau dia harus kembali. Kau tidak bisa terus merawatnya."


"Bisa kau tidak membicarakan hal itu? Inilah yang membuatku muak bicara denganmu."


"Oh, maaf kalau aku membuatmu tidak nyaman."


"Yah, sudahlah lupakan saja. Ngomong-ngomong apa urusanmu datang ketempat ini?"


"Aku punya pekerjaan di sini, untuk memperbaiki artefak sihir yang menerbangkan Fhsyle." Jawab Profesor.


"Jadi tempat seindah ini akan jatuh, begitu?"


"Semua yang tercipta pasti akan hancur, termasuk Fhsyle. Tapi tidak dalam waktu dekat. Ini hanya semacam tindak persiapan untuk kemungkinan terburuk."


"Kalau tentang kebencian Ras Malaikat itu benar atau kau hanya ingin aku cepat-cepat pergi dari sini?" Tanya Destra menoleh ke arah Profesor.


"Itu sungguhan." Jawab Profesor singkat dengan serius.


"Entahlah, tapi sepertinya aku dalam posisi aman karena tugas tadi."


Destra kembali melihat keluar jendela. Terlihat sebuah benda hitam yang terbang dari arah pulau-pulau kecil di seberang. "Apa itu?" Tanya Destra.


Tiba-tiba benda itu melaju dan menghantam kaca jendela sampai pecah. Suara terdengar sangat menggelegar di tengah suasana yang sunyi. Destra yang melihat serpihan kaca terbang di depan matanya langsung melakukan posisi tiarap di lantai. Profesor yang tidak berada terlalu dekat dengan jendela hanya berbalik dan melindungi kepalanya.


Mendengar suara itu semua yang tengah makan di ruangan lain segera keluar dan melihat keadaan.


"Profesor! Apa yang terjadi..!?" Tanya Gabriel segera mendatangi Profesor dan Destra.


Destra yang tiarap di lantai segera mengangkat wajahnya dan perlahan berdiri. Destra tampak terkena banyak serpihan kaca yang menggores banyak bagian di wajahnya.


"Apa-apaan itu tadi..!?" Tanya Destra masih dalam keadaan panik.


"Destra, kau tidak apa-apa!? Hey wajahmu berdarah banyak sekali!" Kata Izuru.


"Kacanya tiba-tiba saja pecah saat kami bicara di sini." Kata Profesor.

__ADS_1


"Ada batu yang terbang ke arah jendela!" Kata Destra sambil mengelap wajahnya yang terluka.


Asura dan Lauren membawa Destra dan Profesor pergi dari sana. Sementara Izuru dan Gabriel mencari batu yang Destra maksud, mereka berdua menemukannya di bawah meja. Saat di ambil ternyata cukup besar, sebesar bola bowling.


Izuru lalu melihat ke arah kaca jendela yang hampir pecah seluruhnya itu, angin kencang masuk menerbangkan kertas-kertas di atas meja. Izuru tidak sengaja melihat seseorang di dataran seberang, ada beberapa orang di pinggir dan kemudian mereka pergi, mungkin karena sadar Izuru melihat mereka.


Destra duduk di meja makan untuk menenangkan diri dari kejadian tadi. Lauren juga memberikan kain untuk mengelap luka di wajahnya. Destra melihat piring makanan yang sudah di makan setengah, ia lalu menariknya dan memakannya.


"Hey semuanya, aku melihat ada beberapa orang di dataran seberang. Mereka sepertinya melihat ke arah sini." Kata Izuru.


"Mereka pasti orang-orang yang membenci Ras lain tinggal di sini." Kata Lauren.


"Apa kita bisa melapor pada seseorang?" Tanya Destra.


"Tidak bisa, pemimpin Fhsyle ini sebelumnya bilang kalau dia tidak menjamin apapun selain tempat tinggal di sini." Kata Profesor.


"Jadi tidak ada jaminan keamanan untuk Ras lain?" Tanya Izuru.


"Iya, bahkan untukku." Jawab Profesor.


"Tapi ini sudah benar-benar keterlaluan! Padahal Profesor Jawberg ingin membantu dengan meneliti cara untuk memperbaiki Fhsyle di masa depan. Kenapa mereka tidak pernah mau mengerti?" Kata Lauren merasa kesal.


"Sepertinya kita memang harus pulang!" Kata Asura.


"Asura benar, lebih baik kita pulang dari pada keadaan semakin memburuk!" Kata Izuru.


"Hey! Enak saja kalian mau pergi setelah semua ini!" Kata Gabriel terlihat marah.


"Apa maksudmu?" Tanya Izuru.


"Ini tidak pernah terjadi sebelumnya! Sampai kalian datang, tepatnya sejak Naga itu datang!"


"Gabriel!" Tegur Lauren.


"Apa maksudmu itu? Jelas-jelas kami yang menjadi korban!" Balas Izuru berhadapan dengan Gabriel.


"Itu karena kalian membawa makhluk itu ke tempat ini! Dan aku yakin kau sudah tahu tentang Ras Naga. Orang paling bodoh pun tetap akan mengingat apa yang mereka lakukan di masa lalu."


"Lalu apa hubungannya dengan temanku!?"


"Tentu saja dia pasti sama seperti leluhurnya!"


Mendengar perkataan Gabriel itu membuat Izuru sangat marah, ia mengepalkan tangannya dan maju selangkah lebih dekat.

__ADS_1


"Tutup mulutmu itu!" Teriak Izuru tiba-tiba memukul pipi Gabriel dengan keras. Semua orang di sana terkejut bukan main.


Bersambung...


__ADS_2