The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 54 - Dua Pertarungan Sengit


__ADS_3

"Asura, kami masuk dulu." Kata Izuru lalu masuk ke dalam ruang tahta bersama dengan Putri Clara.


Asura ada di sana bersama dengan Dramist. Asura lalu melirik ke punggung Dramist, ia melihat sebuah gagang pedang yang tidak asing. Benar, itu adalah gagang pedang legendaris milik Shun.


"Jadi orang ini yang membawa pedangnya? Itu artinya dia adalah targetku. Kalahkan makhluk kabut itu, ambil pedangnya, bantu Izuru, lalu kalahkan Shiori. Dengan itu semua prajurit akan sadar kembali dan penghalang di sekeliling kerajaan akan hilang. Semuanya akan kembali normal." Kata Asura dalam hati.


...*****...


"Jangan sentuh dia...!" Teriak Izuru melepaskan benang-benang yang mengikat tubuhnya dan segera berlari ke arah Shiori.


Shiori dengan santai menoleh ke belakang dan mengarahkan tangannya ke depan. Benang-benang keluar dari berapa lubang yang ada di punggung tangannya dan melesat ke arah Izuru. Izuru segera menarik pedangnya dan memotong benang yang datang sembari berlari.


Tiba-tiba sebuah kilatan benang terlihat dari bawah. Izuru langsung berhenti dan segera menebas benang-benang yang datang dari bawah. Satu kali tebasan memotong semuanya, tapi sebuah percikan darah berterbangan. Ternyata tangan kiri Izuru terkena benang yang berasal dari atas.


"Arrrgghhh....!" Desah Izuru kesakitan. Benang itu menembus kulit dan daging tangan Izuru. Ia segera memotong benang itu dengan pedangnya dan kemudian berlutut kesakitan sambil memegangi tangan kirinya.


Shiori berbalik kembali ke arah Putri Clara. "Apa kau pasti juga ingin dunia ini terbebas dari peperangan, kami bisa menciptakan dunia seperti itu dengan bantuan mu." Kata Shiori menempelkan busur legendaris ke pipi Putri Clara.


"Tidak, aku tidak mau!" Kata Putri Clara ketakutan.


...*****...


Suara keributan terdengar dari ruang tahta, dan itu menarik perhatian Dramist di sana. Dramist segera berjalan depan pintu dan hendak membukanya dan masuk.


Asura memakai sarung tangan besinya yang ada di punggungnya dan mengeluarkan aura api dari kedua sarung tangan itu. Dari punggung Asura juga keluar dua buah sayap naga berwarna merah. Sayap itu mengepak dan seketika Asura meluncur maju ke arah Dramist.


"Apa!?" Dramist menoleh ke arah Asura. Tapi ia tidak sempat menghindar dari terjangan Asura yang langsung memegangi kedua bahu Dramist dan mereka berdua melesat ke lorong. "Sial, pedang legendaris ini akan jatuh jika aku berubah menjadi kabut sekarang!" Kata Dramist terseret di udara.


Mereka terus terbang melesat di lorong, sampai akhirnya Asura mengarahkan mereka ke bawah dan membenturkan Dramist ke lantai, sampai menembus ke ruangan di bawahnya.

__ADS_1


Dramist lalu jatuh ke lantai bawah. "Ternyata kau naga itu!?" Kata Dramist.


Asura yang tengah terbang perlahan menginjakkan kakinya ke lantai. "Serahkan pedang itu atau akan kuambil dengan kekerasan!" Kata Asura dengan kuda-kuda bersiap.


Dramist lalu berdiri dan menarik pedang legendaris di punggungnya. "Kau pasti sudah tahu jawabanku kan? Ayo kita selesaikan ini gadis naga!"


"Baiklah, sudah lama aku tidak bertarung." Kata Asura lalu di kedua sarung tangan besinya mengeluarkan aura api yang menyala-nyala.


Asura melesat maju ke arah Dramist dan langsung membuka kepalan tangannya. Kuku besar yang terbakar menebas ke arah Dramist, tapi sebuah cahaya emas bersinar dan menyilaukan mata sesaat. Saat melihat, ternyata pedang sudah menangkis serangan Asura.


"Anak itu tidak bisa menggunakan pedang ini dengan benar. Akan kutunjukan kekuatannya yang sebenarnya...!" Kata Dramist menghempaskan tangan Asura dari pedangnya. Lalu pedang itu di angkat ke atas tinggi-tinggi. Cahaya emas memancar dari pedang itu.


Pedang legendaris dengan kekuatan besar di tebaskan tepat ke depan. Asura tampak terkejut dan segera melindungi diri dengan kedua tangannya.


Energi dari pedang itu meledak di atas kedua tangan Asura, aura dari pedang legendaris meledak ke seluruh ruangan itu dan juga membuat lubang pada lantai atas. Tapi, saat asap tebal perlahan menghilang, Asura masih bertahan dengan kokoh.


"Ternyata kau tangguh juga." Kata Dramist.


"Apa!?" Dramist terkejut dan segera mundur beberapa langkah. Ia lalu menebaskan pedangnya ke depan dan membuat api yang membakar tubuhnya padam. "Beraninya naga rendah sepertimu membakarku!"


"Aku belum selesai!" Kata Asura melesat ke arah Dramist.


Dramist tersenyum dan langsung mengarahkan pedangnya lurus ke depan. Asura yang melihat itu langsung menahan pedang itu dengan kedua tangan. Pedang itu seketika bercahaya dan ekspresi terkejut muncul di wajah Asura.


"Terimalah ini...!" Teriak Dramist mengeluarkan ledakan energi berwarna emas yang melontarkan Asura ke belakang sampai dindingnya hancur berkeping-keping.


...*****...


Shiori yang tengah berdiri di depan Putri, tiba-tiba terkejut menyadari Izuru bersiap menebas di belakangnya.

__ADS_1


"Elemen Racun...!" Teriak Izuru, lalu pedangnya mengeluarkan sebuah asap berwarna ungu. Izuru kemudian menebas ke arah Shiori.


"Kau masih kuat berdiri walau benang ku menembus lenganmu." Kata Shiori menangkap pedang Izuru dengan benang-benangnya.


Izuru lantas melepaskan pedangnya dan segera mendekat ke arah Shiori. "Tahan nafas mu Putri! Elemen Racun...!" Teriak Izuru dan tangannya mulai mengeluarkan asap ungu tebal yang kemudian di sebarkan ke arah Shiori.


"Jadi kau pengguna elemen lemah itu? Kau tidak akan bisa mengalahkan ku hanya dengan itu." Kata Shiori mundur untuk menghindari racun Izuru.


Tiba-tiba tangan Izuru menarik erat busur legendaris yang di bawa oleh Shiori. Tapi Shiori tidak melepaskan busur itu dan tarik menarik dengan Izuru.


"Lepaskan busurnya!" Kata Izuru terus menarik busur itu. Ia lalu melompat dan menendang ke arah Shiori.


"Serangan jarak dekat tidak akan mengenaiku!" Kata Shiori lalu benang-benang muncul dari belakang dan menusuk kaki Izuru sampai menembus.


"Arggh... Masa bodoh....!" Teriak Izuru tetap menendang walau dengan kakinya yang terluka.


"Apa..!?" Tendangan Izuru dagu Shiori dengan keras dan membuatnya berdiri lemas bersandar di sudut ruangan. Busur legendaris dilepaskan lalu jatuh ke tangan Izuru.


Benang-benang yang menangkap pedang Izuru perlahan menghilang dan menjatuhkan pedang itu. Izuru menangkap pedangnya dan kemudian pergi ke Putri Clara.


"Kau nekat menyerang ku walau kakimu terluka?" Tanya Shiori.


Tapi Izuru tidak menghiraukannya dan tetap fokus untuk melepaskan Putri Clara.


"Sudah kuduga kau lebih dari yang kukira." Kata Shiori tersenyum lalu kedua tangannya merentang menyentuh dinding. Benang-benang keluar dari lubang di punggung tangan Shiori dan mulai merambat ke seluruh dinding ruangan itu. "Ketenangan tingkat tinggi, buatlah benangku lebih tajam dari segala pedang di dunia ini. Jaring merah..." Kata Shiori lalu benang-benangnya berubah menjadi merah.


Izuru melihat sekelilingnya yang terkepung oleh benang-benang merah. "Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Izuru.


"Hanya sesuatu yang indah." Jawab Shiori mengarahkan tangannya ke atas, lalu kumpulan benang-benang di atas Izuru bergerak dan membantuk pola-pola rumit. Izuru melihat ke atas dengan waspada. Tangan Shiori di arahkan ke bawah dan kumpulan benang-benang itu jatuh ke arah Izuru dengan cepat.

__ADS_1


Izuru langsung melompat mundur menghindari terjangan benang-benang itu, tapi bahu kirinya terkena sayatan salah satu benang itu dan suara gemericik besi terdengar.


Bersambung...


__ADS_2