
Nathasia terlihat panik dengan tatapan kosong, hal itu membuat Izuru kebingungan di sana. "Gawat! Kalau boneka ku terlihat sedang membawa anak bangsawan itu pasti tidak akan pulang dengan utuh. Jaraknya dari sini sangat jauh, aku juga tidak membekalinya senjata." Pikir keras Nathasia.
Sementara itu anak bangsawan itu terus memberontak dan membuat tubuh boneka itu terlihat bergetar. Pria itu merasa aneh melihat sesosok wanita itu hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya. Ia lalu berjalan ke depan boneka itu agar bisa melihat wajahnya.
Sebelum pria itu melihat wajahnya, boneka itu berbalik arah belakang dan langsung berjalan pergi, jadi pria itu tidak sempat melihat wajah boneka itu. Ia di sana melihat sesosok wanita yang asing pergi begitu saja tanpa merasa curiga sedikit pun.
Boneka itu berhasil menghindari pria itu. Sadar kesempatan untuk melarikan diri sudah jauh Anak Bangsawan itu memberontak semakin kuat dan terus berusaha berteriak. Suara teriakan kecil itu bergema di lorong yang sunyi dan terdengar oleh pria yang tadi.
Pria itu yang awalnya tidak curiga kini terus menatap dengan penuh pertanyaan wanita yang berada beberapa meter di depannya. Boneka itu segera mencekik leher anak itu agar membuatnya berhenti bersuara.
Perlahan kepalanya menoleh kebelakang melihat pria itu. Melihat tatapan boneka itu membuat kecurigaan pria itu semakin kuat, dengan segera ia mengambil langkah seribu ke arah boneka itu.
Boneka Nathasia langsung berlari dari kejaran pria itu. Mereka terus berlari melewati banyak lorong dan ruangan. Pria itu tidak pernah berhenti mengejar dan boneka itu tidak bisa berlari lebih cepat karena tengah membawa anak bangsawan itu.
Sampai akhirnya sampai di sebuah belokan yang terdapat jendela setelahnya. Saat pria itu berbelok, tiba-tiba dari belakang di dorong dengan keras ke arah jendela sampai pecah.
Pria itu jatuh, tetapi ia berpegangan kaki boneka. Sebelum terseret, boneka itu melemparkan anak bangsawan itu. Mereka berdua akhirnya tergantung di pinggir Fhsyle yang saat itu anginnya sedang sangat kuat.
Perlahan jahitan pada kaki boneka itu mulai terlepas satu per satu dan akhirnya pria itu jatuh.
*****
Nathasia langsung menjatuhkan diri ke kursi dengan perasaan lega. "Sialan! Satu orang saja sudah membuat repot." Ucap Nathasia dalam hati.
"Kau itu kenapa?" Tanya Izuru untuk sekian kalinya.
"Tidak apa-apa, aku hanya kejang sesaat. Seperti kataku tadi, jangan terlalu percaya pada Ras Malaikat." Jawab Nathasia sambil menuangkan air ke dalam gelasnya.
"Aku tidak peduli tentang itu, yang terjadi sekarang membuat hubungan antar ras di sini menjadi semakin buruk. Dan aku juga yakin, pelakunya adalah penduduk di area bawah. Jujur aku juga tidak percaya padamu."
"Oh kau berani juga mengatakan itu. Kalau kau tidak percaya, kau bisa memeriksa rumahku ini sendiri. Aku tidak keberatan kok." Ucap Nathasia dengan santai.
Izuru berdiri dan mengatakan. "Baiklah, akan aku lakukan!"
__ADS_1
Ia lalu pergi dari hadapan Nathasia dan masuk ke salah satu lorong. Izuru kemudian melihat sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka, cahaya lampu minyak juga terlihat keluar dari celah pintu. Izuru membuka pintu itu perlahan, ia melihat sekilas lalu masuk.
Di sana hanya kamar tidur normal, tapi kebersihannya tidak terlalu baik. Di lantai terlihat bekas lumpur kering dan banyak sampah berserakan.
"Apa dia benar-benar bisa tidur di tempat seperti ini?" Tanya Izuru heran.
Mengalihkan padangan ke meja di sudut ruangan, sebuah gulungan kertas dan sebuah pena bulu. Izuru mendekat ke arah meja itu, ia penasaran dengan isi gulungan kertas itu. Memastikan tidak ada siapapun di sana, Izuru segera mengambil kertas itu dan membukanya.
Izuru membaca dengan perlahan berhubung dia belum terlalu fasih membaca tulisan di dunia itu. Saat sampai di pertengahan, tangan Izuru perlahan mulai gemetar dan keringat menetes dari dahinya.
"Dia... Salah satu mereka...?" Tanya Izuru dalam hati.
Dalam percakapan itu menyebutkan bahwa Nathasia bekerja di bawah perintah Hira, orang yang hampir menghancurkan seluruh kota Spanric. Izuru dengan cepat menyembunyikan surat itu di sakunya, ia lalu membuka jendela di ruangan itu.
Nathasia masih duduk sambil terus berkomunikasi dengan bonekanya. Bonekanya itu sekarang tengah berada dalam posisi aman, jadi Nathasia bisa tenang untuk saat ini. Ia lalu berniat memeriksa Izuru. Tapi, saat ia ingin berdiri tiba-tiba Izuru berjalan melewatinya menuju pintu keluar.
"Hey!" Panggil Nathasia.
"Bagaimana? Kau menemukan sesuatu?" Tanya Nathasia.
"Ti... Tidak, aku tidak menemukan apapun. Kau benar... Seharusnya aku tidak mudah percaya dengan mereka." Jawab Izuru terbata-bata.
"Bagus kalau kau paham."
"Kalau begitu, aku pergi dulu!" Ucap Izuru lalu segera pergi dari rumah itu.
Nathasia sebenarnya sedikit bingung dengan perilaku Izuru yang sedikit aneh. Tapi, tidak terlalu ia pedulikannya.
Nathasia meregangkan tangannya ke atas dan berkata. "Ugghh... Aku bisa tidur sekarang."
Ia berjalan santai masuk ke dalam kamarnya dan melihat jendela sudah terbuka lebar, tampak juga sampah-sampah yang berserakan berterbangan di dalam ruangan itu.
"Aku lupa menutupnya lagi." Ucap Nathasia sambil menutup kedua daun jendela.
__ADS_1
"Suratnya? Apa anak itu yang mengambilnya? Tapi, mungkin saja terbang keluar dari jendela." Tanya Nathasia setelah melihat surat di atas mejanya hilang.
Ia lalu menjatuhkan diri di tempat tidur. "Kalau memang anak itu mengambilnya, dia pasti tidak akan mengerti percakapanku dengan Hira."
...*****...
Sementara di lorong Izuru berlari sekuat tenaga sambil menggenggam surat itu. Dia juga hampir menabrak beberapa orang.
"Aku! Aku harus memberitahu yang lain! Gadis Necromancer Nishiki bisa mengeluarkan Naga Undead dan Hira memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa. Aku yakin Nathasia juga sama berbahayanya dengan mereka berdua!" Ucap Izuru dalam hati.
Saat sampai Izuru terlihat sangat kelelahan saat berada di depan pintu. Destra dan Iona yang tengah berada di ruang kerja Profesor itu hanya melihat Izuru dengan penuh pertanyaan.
"Ada apa kau ini?" Tanya Destra.
"Aku... Aku punya kabar buruk!" Teriak Izuru sambil menunjukkan surat di tangannya. Profesor dan yang lain ikut datang setelah mendengar teriakan Izuru.
"Orang yang membantuku membuka segel, dia bekerja dengan Hira!"
"Apa benar begitu!?" Tanya Iona terkejut.
"Hey, hey, apa kau yakin dengan yang kau katakan?" Tanya Destra.
"Tentu saja! Aku dapat sebuah surat di tempatnya. Isinya membahas soal tugas mencari artefak berharga dan di akhir surat itu tertulis nama Hira sebagai pengirim."
...*****...
Di tengah perbincangan itu boneka Nathasia sudah menyelesaikan tugasnya, yaitu menggunakan anak bangsawan untuk mengaktifkan artefak senjata legendaris. Dan senjata legendaris berhasil bangkit.
Cahaya terang menyinari ruangan itu, mereka bahkan tidak sanggup melihatnya saat kebangkitan senjata itu. Walau begitu boneka Nathasia terus menatap tanpa berkedip sedikitpun.
"Bagus, akhirnya kita dapat senjata legendaris lagi. Tugasku di tempat ini sudah selesai." Ucap Nathasia sambil tersenyum.
Bersambung...
__ADS_1