
Izuru melihat keluar hampir semua bangunan sudah runtuh, daratan di penuhi dengan garis retakan yang besar memanjang dari sisi ke sisi.
"Bekas pertarungan ini benar-benar mengerikan. Pria itu, apa dia berhasil mengalahkan Nathasia?" Ucap Izuru sambil berjalan di tengah kekacauan.
"Keadaan sudah tenang, itu artinya dia pasti berhasil mengalahkan Nathasia. Yang lain pasti ada di suatu tempat sekarang.aku harus mencari mereka!" Izuru kemudian berlari menyusuri kota.
Tiba-tiba langkah Izuru terhenti dan seketika terkejut dengan apa yang ia lihat. Puluhan tubuh orang-orang berserakan di tempat itu.
"Apa-apaan ini!? Itu artinya... Semuanya belum selesai...!?" Ucap Izuru dalam hati. Kemudian ia mengangkat kepalanya dan melihat makhluk besar berada jauh di depan, sepertinya makhluk itu tidak melihat Izuru. Menyadari keberadaannya masih belum diketahui Izuru segera bersembunyi di balik puing-puing bangunan.
"Makhluk itu bersama Nathasia? Dan di sana juga ada pria tadi?! Apa itu artinya dia kalah? Ini benar-benar gawat!" Ucap Izuru dalam hati.
"Ini pasti benar-benar memalukan, semua orang melihatmu diinjak-injak oleh Manusia rendahan sepertiku. Itupun jika orang-orang tadi masih hidup, prrfftttt...! Hahahaha...!" Teriak Nathasia terus merendahkan Azrael.
Azrael tidak bisa melakukan apapun, melawan juga hanya akan sia-sia. Dengan ekspresi wajah yang tegang menahan amarah sembari berharap bantuan dari seseorang.
"Apa yang harus kulakukan? Menolongnya atau mencari yang lain dulu? Tidak-tidak! Aku juga tidak mungkin menolongnya sendirian." Ucap Izuru terus memikirkan apa yang harus dilakukan sekarang.
"Aku akan kembali lagi untuk menolongnya setelah aku menemukan yang lain!" Ucap Izuru berbalik badan.
Tiba-tiba Iblis Nathasia berada di belakang Izuru. "Apa..?! Bagaimana bisa secepat itu....!!!"
Izuru langsung dihempaskan dengan satu kibasan lengan Iblis besar itu. Izuru terbentur tanah dan berguling berkali-kali sampai akhirnya berhenti di tengah area luas.
"Ugghhh..."
__ADS_1
Saat Izuru hendak bangun tiba-tiba tangannya diinjak oleh Nathasia yang sudah berada tepat di depannya.
"Kukira kau sudah tertimbun reruntuhan di bawah, ternyata kau punya banyak keberuntungan juga." Ucap Nathasia.
Izuru tidak mendengarkan ucapan Nathasia dan fokus menyingkirkan tangannya dari kaki Nathasia perlahan-lahan. Saat itu Izuru melirik ke arah Kapten Azrael dan melihat kalau dirinya sudah bersiap untuk menyerang.
Secara paksa Izuru menarik tangannya dan kemudian memunculkan tombak emas di tangannya. Dengan itu ia menusuk kaki Nathasia, namun berhasil di hindari dengan mudah.
"Kau ini licik seka... gah...!" Kapten Azrael datang dan menyerang Nathasia dari belakang sebelum ia menyelesaikan perkataannya.
Nathasia terpental cukup jauh sementara di belakang Izuru dan Azrael, Iblis besar akan segera menyerang mereka berdua. Iblis itu menyerang dengan menggunakan tangan besarnya. Tetapi Azrael cukup kuat untuk menahan serangan iblis itu dengan tombaknya.
Izuru langsung berlari mendekat dan kemudian menciptakan tombak baru. Ia melemparkannya ke arah kepala iblis itu dari bawah. Iblis itu mengerang kesakitan sambil memegangi wajahnya, di saat kesempatan itu Azrael mendorong tangan iblis yang dia tahan ke atas, lalu dengan cepat memotong lengan iblis.
Izuru menciptakan tombak dengan kedua tangan lalu mengumpulkan energi yang kuat. Sama seperti Izuru, Azrael juga melakukan hal yang sama dengan tombaknya. Dengan saat yang bersamaan Izuru menebas tubuh iblis itu dari bawah ke atas dan, Azrael menyerang melesat ke arah perut iblis itu sampai lubang besar tercipta di sana.
Tubuh tadi dengan cepat terbentuk menjadi seseorang. "Kena kalian!" Teriak Nathasia melesat ke arah Izuru dan Azrael yang belum menyadari keberadaannya.
Tiba-tiba sebuah ledakan muncul tepat di bawah Nathasia. Mereka semua terhempas ke segala arah dan menggagalkan serangan Nathasia. Dalam kepulan asap Izuru berbalik dan melihat apa yang terjadi di sana.
"Tempat ini sama buruknya dengan di area bawah." Ucap seseorang di samping Izuru.
Izuru menoleh dan sangat terkejut melihat orang di sampingnya itu. "Iona?! Dari mana saja kau?!" Tanya Izuru terkejut melihat Iona yang tengah di gendong oleh Prajurit Kegelapan nya.
"Aku pingsan karena kehabisan Mana. Tapi beruntung banyak orang menolongku dan memberikan obat untuk memulihkan Mana ku." Jawab Iona.
__ADS_1
"Gadis ini juga mau ikut?" Tanya Kapten Azrael.
"Tentu saja, jika aku tidak merepotkan kalian. Karena kaki ku sedang tidak bagus sekarang." Jawab Iona.
"Tiga orang lebih dari cukup. Seseorang harus dihukum sebelum Kota kita ini hancur!" Ucap Izuru berjalan ke depan bersama dengan Azrael.
"Bagaimana bisa, kalian... Ini tidak seperti rencana kita!" Ucap Nathasia terlihat panik memegangi kepalanya dengan kedua tangan.
Izuru berlari membawa tombaknya dan Azrael terbang dengan ketinggian yang rendah. Mereka berdua melesat ke arah Nathasia dan bersiap menyerang.
"Lenyap lah....!!!!" Teriak Nathasia sangat keras sekaligus melepaskan gelombang besar yang membuat Azrael yang tengah di udara terpental.
Izuru berhasil bertahan dengan berpegangan pada tombak yang ditancapkan ke tanah. Tiba-tiba bola cahaya datang ke arah Izuru dan meledak di depannya. Izuru lalu terpental dan muncul ular yang cukup besar di hadapannya. Dengan penuh konsentrasi Izuru bertahan dan membelah tubuh ular yang datang kepadanya itu.
Kapten Azrael kembali terbang ke arah Nathasia. Melesat turun dan langsung menebas dengan kekuatan yang besar ke arah Nathasia. Nathasia lalu mengumpulkan energi di tangannya untuk menyerang Azrael yang masih berada di udara itu, namun hal itu di gagalkan oleh Iona dengan membekukan Nathasia di tempat.
Azrael dengan kekuatan penuh melepaskan tebasan ke arah Nathasia, tetapi sebelum hal itu terjadi Nathasia sudah berhasil menghancurkan es yang menjebak dirinya lalu menghindari serangan Azrael. Dampak serangan itu sangat besar, bahkan sampai membuat garis retakan besar sampai ujung kota. Nathasia yang sudah menghindar langsung melompat ke arah Iona dengan cepat berada di hadapannya.
"Pengganggu kecil...!" Ucap Nathasia geram. Ia akan segera menyerang Iona dengan kekuatan penuh.
Tepat saat menyerang Izuru datang menghadang, lalu menangkis tangan Nathasia dengan tombaknya. Namun serangan itu membuat tombak Izuru hancur dan seketika mereka berdua terlempar kebelakang akibat gelombang energi yang besar.
Tanah pijakan mereka seketika hancur dan berjatuhan ke area bawah. Izuru dan Iona ikut jatuh dalam jarak yang cukup tinggi. Nathasia yang sudah lebih dulu berada di bawah mengeluarkan dua lingkaran sihir besar yang mengarah ke Izuru dan Iona.
"Aku akan mengakhiri semua ini...! Peradaban kalian akan segera hancur...!" Teriak Nathasia.
__ADS_1
Kilatan muncul di lingkaran sihir itu, kemudian menembakan ledakan sihir yang luar biasa dahsyat. Akibatnya hampir semua bagian kota berjatuhan ke area bawah, Fhsyle juga mengalami guncangan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bersambung...