The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 46 - Rencana Penyelamatan Raja Part 2


__ADS_3

Di lorong kerajaan yang sepi seorang penjaga tengah berdiri di sana sendirian. Tiba-tiba seseorang memanggilnya dari samping dinding di belakangnya. Penjaga itu melihat ke samping dan tiba-tiba tertarik ke sana. Penjaga itu pingsan dan di lemparkan ke tumpukan penjaga lain tanpa pakaian, hanya menyisakan celana pendek. "Sudah dapat semuanya?" Tanya Izuru memakai seragam kerajaan lengkap dengan helm besi.


"Semuanya sudah siap." Jawab Shun.


"Baiklah, ayo kita jalankan rencana ini." Kata Izuru lalu menutup penutup wajah di helm nya.


"Yang mulia, ini seragam untuk anda. Segera bersiap, kita akan langsung pergi setelah menjemput raja dan teman kami." Kata Rin memberikan baju seragam dan helm besi pada Ratu.


"Terima kasih, semoga kalian berhasil." Kata Ratu menerima seragam itu.


"Yang mulia bisa mencari kain untuk membalut itu, dada anda. Bisa gawat jika orang tahu anda wanita." Kata Rin.


"Iya benar juga."


Izuru mengintip keluar kamar ratu, lalu ia membuka pintunya perlahan dan keluar. "Ayo cepat!" Bisik Izuru. Lalu yang lain ikut keluar dari kamar dan mereka saling mendekat.


"Sesuai rencana ok!" Bisik Izuru.


"Ya, ayo mulai!" Kata Shun. Kemudian masing-masing pasangan segera berpencar ke arah berlawanan, Izuru dengan Rin dan Shun dengan Karin.


Izuru berlari kecil bersama Rin di lorong istana yang sepi, lalu mereka berhenti di pertigaan lorong. "Bagaimana kita menemukan penjaranya?" Tanya Izuru.


"Aku ada ide, tapi kita harus cari penjaga lain dulu." Kata Rin. Lalu di depan terlihat seorang penjaga yang sedang berlari entah ingin ke mana. "Hey kau!" Panggil Rin memberatkan suaranya agar terdengar seperti pria.


"Prrffttt...." Izuru menahan tawa saat mendengar suara berat Rin.


Penjaga itu menoleh dan segera berlari menuju mereka berdua. "Ada apa kalian?" Tanya penjaga itu.


"Kami butuh tambahan orang untuk memeriksa penjara." Kata Rin masih dengan suara yang berat.


"Prrtttfff...." suara Izuru semakin menjadi. Rin dan penjaga itu melihat ke arah Izuru yang tengah mati-matian menahan tawa.


"Ada apa dengannya?" Tanya penjaga itu.


"Dia gila." Jawab Rin spontan menginjak kaki Izuru.


"Arrgghh...!" Kata Izuru kesakitan.

__ADS_1


"Lihat kan?" Tanya Rin.


"Bagaimana dia bisa jadi penjaga istana?" Tanya penjaga itu.


"Ceritanya panjang, jangan banyak bicara. Ayo kita segera ke penjara, pimpin jalannya!" Kata Rin masih dengan suara berat. Mereka lalu pergi ke penjara dengan pimpinan penjaga itu.


...*****...


Di dalam ruang penjara, Iona masih terus berusaha melepas borgol dari tangan dan lehernya. "Tidak bisa. Kalau saja buku sihirku tidak di ambil." Kata Iona, lalu ia melihat ke arah meja di depannya, di dekat penjara lain. Di atas meja itu ada tas Iona dengan buku sihir yang sudah setengah terlihat dari mulut tas. "Itu buku ku!" Kata Iona.


"Hey! Hey! Kau yang di sana!" Iona memanggil orang yang tengah tidur di dalam penjara di dekat meja itu.


Orang itu mendengar suara Iona dan perlahan bangun. "Huh...?" Ternyata orang itu adalah anak kecil, atau tepatnya gadis kecil yang terlihat sudah sangat lemas.


"Anak-anak!? Hey, nak! Kau bisa menolongku?" Kata Iona.


"Huh...? Siapa kamu?" Tanya gadis kecil itu dengan suara pelan.


"Nanti saja kuberi tahu, sekarang cepat ambilkan tas di atas meja itu!" Kata Iona menunjuk ke arah tasnya.


Gadis kecil itu menoleh ke arah meja, lalu ia perlahan mencoba berdiri dan perlahan berjalan ke arah jeruji. Ia lalu mengeluarkan tangannya untuk mencapai tas Iona.


Anak itu berhasil mengambil tas Iona dari atas meja. Tapi, tiba-tiba pintu terbuka dan beberapa penjaga masuk ke dalam penjara. "Aman, hanya ada dua tahanan di sini." Kata salah satu penjaga itu. Tapi ia sekilas melihat tas yang diambil oleh gadis kecil itu, ia lalu mendekat ke kurungan gadis itu. "Dari mana kau dapat tas itu? Cepat berikan padaku!" Kata penjaga itu mengulurkan tangannya kedalam kurungan.


"Gawat, jika dia mengambil tasku mungkin saja akan di bawa pergi olehnya." Kata Iona panik dalam hati.


"Ayo berikan padaku...uggghhh...!" Penjaga itu tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri.


"Apa yang terjadi?" Tanya Iona terkejut.


Dua penjaga di sana membuka helmnya dan memperlihatkan wajah mereka. "Halo Iona." Kata Izuru setelah membuka helmnya.


"Izuru!? Rin!?"


"Ayo keluar dari sini." Kata Rin. Lalu ia menembak gembok yang mengunci pintu penjara Iona. Setelah gemboknya hancur Izuru memotong rantai yang mengikat tangan dan leher Iona.


"Ayo kita pergi." Kata Izuru keluar dari penjara bersama Iona.

__ADS_1


"Tunggu! Kita juga harus mengeluarkannya." Kata Iona berjalan ke arah penjara gadis kecil itu.


"Siapa? Maksudmu buku sihir milikmu?" Tanya Izuru.


"Maksudku anak ini." Jawab Iona.


...*****...


Sementara itu di tempat lain, Shun dan Karin masih berada di depan pintu menuju tahta. Tapi mereka tidak bisa masuk ke dalam ruang tahta, karena ada banyak prajurit yang tengah berada di sana. "Bagaimana ini? Kita harus segera mencari raja!" Bisik Shun.


"Jadi, kalian sudah mencari ke semua tempat, tapi tidak menemukan mereka?" Tanya seorang wanita yang duduk tahta. "Kalian semua bodoh, mencari empat orang dengan puluhan pasukan tidak berhasil? Hah... Seharusnya raja menaikan standar kepintaran untuk merekrut prajurit istana." Sambung wanita itu.


"Maafkan kami yang mulia, kami akan berusaha lebih keras lagi!" Kata salah satu prajurit yang berlutut di hadapan wanita itu bersama prajurit yang lain.


"Mereka bilang yang mulia? Apa raja punya dua istri?" Tanya Shun.


"Setahuku tidak. Kalau begitu siapa wanita yang memerintah semua prajurit itu dan kenapa semuanya mau menurutinya?"


"Apa mungkin dia selingkuhannya raja?"


"Mungkin saja." Jawab Karin.


"Baiklah, cepat pergi dari hadapanku!" Kata wanita itu menyuruh semua prajurit di depannya untuk pergi. Semuanya keluar dari ruang tahta, melewati Shun dan Karin yang berpura-pura berjaga di samping pintu.


"Ayo!" Kata Shun, lalu mereka berdua masuk ke dalam ruang tahta.


"Ada apa kalian?" Tanya wanita itu dan di sampingnya ada pria yang membantu mereka masuk ke istana. Wanita yang duduk di tahta itu berambut panjang dan berwarna perak.


"Jadi dia menjebak kita!?" Tanya Shun dalam hati.


"Hey! Jawab pertanyaanku!" Teriak wanita itu.


"Beritahu kami di mana raja!" Jawab Shun.


"Apa? Oh jadi kalian berdua penyusupnya?" Tanya Wanita itu lalu bersandar dengan santai.


"Cepat beritahu di mana raja!?" Kata Karin. Wanita itu lalu menggerakkan tangannya dan menunjuk ke arah samping. Saat Shun dan Karin melihat ke arah yang di tunjuk, ternyata raja sudah menempel di dinding dengan banyak luka sayatan di seluruh tubuhnya. "Raja...!?" Kata Karin terkejut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2