The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 109 - Segel Kakuatan


__ADS_3

"Siapa kau?" Tanya Izuru menoleh ke arah seseorang bertudung hitam menutupi wajahnya.


Ia menarik kursi di meja Izuru dan Asura. Lalu barulah ia menjawab pertanyaan Izuru. "Aku juga pernah dapat mimpi yang sama seperti itu." Jawab orang itu.


"Lalu kenapa? Apa ada hubungannya denganmu?" Tanya Asura.


"Aku tidak tahu. Tetapi, aku ingin memastikan saja."


"Memangnya seperti apa mimpimu itu?" Tanya Izuru.


"Ya persis sepertimu."


"Kau ini sebenarnya menginginkan apa? Tiba-tiba mendekati kami dengan alasan tidak jelas, itu benar-benar aneh." Ucap Asura tampak tidak percaya.


"Kurasa kalian tidak percaya padaku. Tenang saja, aku tidak akan meminta uang atau apapun. Aku hanya ingin bilang kalau aku mendapat sebuah kekuatan aneh setelah mengalami mimpi itu." Ucap orang itu tampak serius.


"Kekuatan aneh?"


Orang itu bangun dari kursi dan mengatakan. "Kalau begitu aku pergi dulu." Ucapnya.


Saat berjalan pergi beberapa langkah, ia berhenti dan menoleh kebelakang. "Aku ada di penginapan lantai dua kalau kalian mencari ku. Sampai jumpa nanti." Kemudian dia pergi meninggalkan bar.


Tepat saat orang itu pergi, Lauren datang menghampiri meja Izuru dan Asura.


"Itu Lauren!" Kata Izuru melihat dan melambaikan tangan ke arah Lauren.


Lauren berjalan diantara keramaian bar itu. Tiba-tiba saja ia terdorong oleh seseorang karena tempat itu ramai dan sangat penuh. Lauren terjatuh di lantai dan membuat seorang pelayan yang sedang membawa nampan berisi beberapa gelas minuman itu terkejut, kemudian menjatuhkan beberapa gelas ke arah Lauren. Bir tumpah tempat mengenai wajahnya.


"Bueh...! Hah... Hah..." Ucap Lauren bangun sambil mengelap wajahnya yang basah kuyup.


"Aduh, birnya jadi tumpah." Keluh pelayan itu.


"Aku minta maaf." Ucap Lauren.


"Lain kali hati-hati kalau berjalan." Tegur pelayan itu.


"Hahahahaha...!" Suara tawa beberapa orang di sana. Semua orang di sana melihat ke arah Lauren sambil mentertawakan nya.


"Hey! Ras mu itu terlalu banyak terbang, jadi sudah tidak bisa berjalan dengan benar. Hahahahahaha!" Ucap salah satu pelanggan di sana.


Izuru dan Asura segera pergi menghampiri Lauren di tengah keramaian. Mereka berdua masuk melewati keramaian dan kemudian membawa Lauren keluar.


"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Asura sambil berjalan di lorong.


"Aku tidak apa-apa." Jawab Lauren.

__ADS_1


"Ini pasti karena kejadian kemarin. Sebaiknya kau jangan pergi ke Bar itu lagi." Ujar Izuru.


"Padahal kemarin kau tidak diperlakukan seperti ini kan?" Tanya Asura.


"Tidak apa-apa. Lagipula, ini tidak seberapa dibandingkan apa yang mereka terima selama ini." Jawab Lauren.


"Jangan bicara seakan-akan kamu menanggung semuanya sendiri! Kamu juga jangan mau dijadikan tempat pelampiasan." Ujar Asura.


"Kita lupakan saja soal itu! Tadi aku lihat kalian bicara dengan seseorang. Siapa dia?" Tanya Lauren.


"Orang itu? Kami juga kurang tahu. Yang pasti dia bilang kalau pernah mengalami mimpi yang sama dan setelah itu dia mendapat kekuatan aneh. Dia tidak menjelaskan detailnya." Jawab Izuru.


"Mimpi dan kekuatan aneh? Mungkin Profesor bisa membantu soal itu."


...*****...


Mereka bertiga lalu sampai di tempat kerja Profesor yang sedang bersama yang lain. Izuru lalu menjelaskan soal perkataan orang itu.


"Lalu seperti apa mimpimu itu?" Tanya Profesor.


"Apa kamu yakin ingin mencari tahu soal mimpi buruk itu? Bukankah mimpi itu hanya sebuah kejadian biasa yang tidak ada hubungannya dengan dunia nyata?" Tanya Asura.


"Mimpi memang seharusnya tidak berhubungan dengan dunia nyata. Tapi kau lihat sendiri, kan. Bagaimana reaksi Izuru waktu itu?" Jawab Destra.


"Ehh... Memangnya seperti apa aku kemarin?" Tanya Izuru.


"Sampai separah itu?" Ucap Izuru tampak heran dengan dirinya sendiri.


"Sebaiknya capat diselesaikan, bisa saja nanti malam terjadi hal yang sama." Ujar Iona.


"Sepertinya memang begitu. Ini demi Izuru juga." Ucap Asura.


"Kalau begitu, bisa kau ceritakan mimpimu itu pada kita?" Tanya Profesor.


"Jadi awalnya terlihat sebuah tempat di malam hari yang tanahnya tertutup dengan tubuh yang penuh dengan darah. Lalu seorang ksatria berzirah emas di kepung oleh banyak pasukan dan semuanya mati seketika. Dan yang terakhir ada seorang gadis yang kemudian di penggal oleh kstaria itu."


"Hanya itu yang kuingat." Ucap Izuru.


"Itu seperti kejadian..." Ucap Destra tapi menahan kata-kata selanjutnya.


"Tidak mungkin kan? Dia terlalu muda untuk bisa melihat itu. Bahkan setahuku tidak ada yang selamat." Tanya Profesor pada Destra.


"Memang begitu, tetapi dia punya hubungan dengannya." Ucap Destra sambil tersenyum.


"Maksudmu dia mengenal Crgoshiro?" Tanya Profesor terkejut.

__ADS_1


"Crgoshiro? Maksudnya mimpi itu... Adalah pembantaian yang dilakukan Crgoshiro?" Tanya Izuru terlihat terkejut.


"Sepertinya begitu. Karena sesudah pembantaian itu. Padang rumput itu penuh dengan mayat tentara kerajaan, dan ada satu mayat seorang gadis terpenggal di sana. Gadis itu adalah murid dari Crgoshiro sendiri." Jelas Profesor.


"Tidak mungkin dia tega melakukan itu!" Bantah Izuru tidak percaya.


"Sepertinya kau sangat mempercayainya?" Tanya Profesor.


"Karena dia berteman dengan Crgoshiro saat menyamar di Kota Spanric." Jawab Destra.


"Lalu, apa dia masih di sana?"


"Tidak, dia sudah tertangkap. Tetapi, setahuku dia tidak jadi di hukum mati. Benarkan?"


"Iya, Raja yakin kalau dia sudah menyesali semua perbuatannya. Sekarang Crgoshiro di penjara di suatu tempat. Dia pernah berpesan padaku tentang sesuatu yang sangat penting di hutan kaki pegunungan barat." Ucap Izuru.


"Lalu apa yang kau temukan?"


"Aku tidak menemukan apapun. Awalnya kukira sesuatu itu adalah pedang yang menancap di batu. Tapi sepertinya itu hanya pedang biasa." Jawab Izuru.


"Mungkin saja kau mendapat mimpi itu dari pedang yang kau temukan." Ucap Profesor menduga-duga.


"Uhh? Bagaimana itu bisa terjadi? Tetapi, bukan aku saja yang memegang pedang itu. Asura juga ikut memegangnya."


"Benar, aku juga sempat mencoba menariknya." Ucap Asura.


"Ulurkan tanganmu, aku akan memeriksa Mana di tubuhmu." Ucap Destra.


Izuru tanpa ragu langsung mengulurkan tangannya. Destra memegang tangan Izuru dan menekankan jarinya ke nadi lalu menutup matanya. Merasakan seluruh Mana di dalam tubuh Izuru berbentuk seperti benang yang berbentuk seperti pembuluh darah.


Sesuatu yang aneh di rasakan oleh Destra di daerah punggung Izuru. Di sana ada sebuah gumpalan benang yang tidak mengikuti benang Mana yang lain.


"Aku menemukannya. Di punggungmu."


"Apa? Ada apa di punggungku?" Tanya Izuru.


Mereka kemudian melepas baju Izuru dan melihat ke punggungnya. Selain sebuah bekas luka, ada tanda hitam kecil di bawah leher Izuru.


"Apa itu?" Tanya Iona.


"Seperti segel." Ucap Profesor.


"Benar, itu adalah segel. Energi besar berkumpul di sana, tapi tidak mau menyatu dengan Mana Izuru." Jawab Destra.


"Apa itu artinya aku akan mendapat kekuatan dari Crgoshiro!?" Tanya Izuru dengan mata bersinar terang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2