The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 103 - Tempat Ras lain Berkumpul


__ADS_3

Perjalanan di tengah kota, rumah-rumah memiliki warna yang sama tapi dengan bentuk yang beragam. Para warga juga banyak yang berterbangan di langit, memudahkan mereka dalam bergerak. Di jalan hampir tidak ada satupun orang yang menggunakannya, mungkin ada anak-anak dan beberapa orang tua. Izuru dan yang lain tampak sangat kagum melihat pemandangan itu.


"Kalau begitu aku pergi duluan ke tempat Profesor!" Kata Gabriel kemudian terbang mendahului mereka.


"Profesor siapa yang dia maksud?" Tanya Iona.


"Salah satu manusia yang aku kenal, Profesor Jawberg. Biasanya di panggil Profesor J." Jawab Lauren.


"Sepertinya hanya orang-orang dengan julukan khusus saja yang pernah datang ke sini." Kata Asura.


"Tidak juga, ada beberapa orang yang awalnya tidak punya rumah dan akhirnya tinggal di sini."


"Bagaimana mereka bisa naik ke sini?" Tanya Izuru.


"Aku tidak tahu, kalian tanyakan saja sendiri nanti."


Mereka terus berjalan, tapi ada sesuatu yang aneh. Rasanya seperti orang-orang sedang melihat ke arah mereka, tepatnya ke arah Asura.


Asura sudah menyadarinya dari tadi, karena sudah merasa tidak nyaman ia langsung bertanya pada Lauren. "Hey, kenapa orang-orang melirikku seperti itu?" Tanya Asura.


Lauren lalu melihat sekeliling untuk memastikan. "Sepertinya kau terlihat seperti Ras Iblis dengan tanduk mu itu."


"Apa mereka tidak bisa membedakan? Lihatlah ekor besar ku ini!" Keluh Asura karena di samakan dengan Ras Iblis.


"Kalau di lihat-lihat lagi Kak Asura memang mirip dengan Ras Iblis." Kata Meiro.


"Mirip dari mananya!?"


"Memangnya Ras Iblis itu seperti apa? Aku belum pernah melihatnya secara langsung." Tanya Izuru.


"Ya seperti Ras lain, memiliki tanduk kebanyakan tumbuh dari depan dan samping kepala, juga sedikit lebih kecil ukuran tanduknya." Jelas Iona.


"Benar! Padahal tandukku tumbuh dari belakang ke depan. Bisa-bisanya mereka tidak tahu." Kata Asura.


"Benar juga, Asura mirip dengan Iblis." Kata Izuru tidak mendengar perkataan Asura tadi.


"Ah... Izuru jahat!"


"Kita sudah sampai." Kata Lauren berdiri di sebuah pintu gerbang ke arah bawah. Ia lalu membuka gerbangnya sedikit dan masuk.


"Kita kebawah?" Tanya Izuru mengintip ke bawah, terlihat sebuah tangga yang sangat panjang memutar.


Mereka kemudian turun kebawah. Pencahayaan di ruangan itu semakin gelap dan di ganti oleh cahaya lentera dan lilin. Sampai di ujung tangga mulai terdengar suara keramaian di sana. Mereka lalu berjalan melewati lorong dan sampai di sebuah Bar yang ramai dengan banyak orang dari berbagai Ras.

__ADS_1


"Ramai sekali!" Kata Destra terkejut.


Di sana hampir semua Ras berkumpul di satu tempat. Ras Beast/Setengah hewan, Ras Elf ada juga Dark Elf, Ras Malaikat tentunya, dan bahkan ada satu wanita Ras Siren di dalam akuarium kaca.


"Wah lihat, ada putri duyung!" Kata Izuru segera berlari ke dalam keramaian.


"Ehh, Izuru! Kau mau ke mana?" Tanya Asura.


Izuru kemudian melewati beberapa pria-pria besar dan kemudian sampai di depan akuarium. Tapi tidak terlihat apapun di dalamnya, karena airnya berwarna sedikit hijau.


"Tadi aku melihatnya. Di mana dia!" Tanya Izuru menempelkan wajahnya di sana.


Tiba-tiba muncul tepat di depan Izuru dan membuatnya terkejut. "Woah! Ini benar-benar putri duyung asli!" Kata Izuru kagum.


"Aku bukan seorang putri, tapi terima kasih sudah memanggilku begitu." Kata Siren itu.


"Bahkan bisa bicara! Keren sekali!"


"30 koin perak kalau ingin melihatku menari di dalam air. 1 koin emas kalau ingin mendengarkan nyanyian ku. 3 koin emas juga menari, tapi tanpa bra."


"GAS..!!!" Jawab Izuru spontan saat mendengar yang terakhir. Tapi dari belakang mata Izuru di tutup dengan kain dan di tarik kebelakang.


"Apa yang kau lakukan!? Kita bukan ke sini untuk melihat Siren, ayo kita pergi!" Kata Asura segera menyeret Izuru pergi dari sana.


"Percayalah, kamu tidak mau melihat Siren L*cur itu!" Kata Asura.


Mata Izuru kembali di buka saat sudah keluar dari sana. Mereka kemudian melanjutkan berjalan di lorong melewati Bar tadi. Izuru tampak sedikit kesal karena tidak bisa melihat Siren telanjang.


"Kau itu sedang di hipnotis tahu. Siren itu suka menghipnotis orang dengan suaranya, bahkan saat bicara sekalipun. Orang baru biasanya lebih mudah jatuh dalam perangkap." Jelas Lauren.


"Benarkan, tadi itu kamu di hipnotis. Sudah lupakan Siren itu." Kata Asura.


"Walau tahu aku terhipnotis, tetap saja aku ingin melihatnya." Kata Izuru dalam hati.


Mereka kemudian masuk di ruangan besar yang terlihat lebih cerah dari pada di lorong dan bar. Ruangan itu memiliki jendela besar yang ada di pinggir bawah Fhsyle, jadi semua yang ada di bawah bisa terlihat dari sana.


"Lauren, kudengar kau membawa beberapa orang baru." Kata seseorang di balik kursi yang menghadap ke jendela.


Kursi itu kemudian berputar dan terlihat seorang pria yang sudah cukup tua yang memakai kaca mata kecil.


"Profesor, perkenalkan mereka adalah Izuru, Iona, Asura dan Meiro." Kata Lauren.


Profesor Jawberg atau dengan J, ia terlihat seperti pria paruh baya biasa. Memakai jas berwarna coklat bermotif unik, rambut hitamnya sudah hampir tertutup uban.

__ADS_1


"Kudengar dari Gabriel mereka ada 5 orang, mana yang satunya?" Tanya Profesor J.


"Benar juga, di mana Destra?" Tanya Iona.


"Dia pasti masih ada di bar itu, dasar pengkhianat!" Kata Izuru kesal.


"Sudahlah biarkan saja!" Kata Asura.


"Kau pasti Ras Naga yang Gabriel ceritakan padaku." Kata Profesor berdiri kemudian mendekat pada Asura.


"Benar-benar sebuah keberuntungan bisa bertemu salah satu Ras Naga terakhir." Kata Profesor mengambil tangan Asura dan menyalaminya.


"Emm.... Senang juga bertemu denganmu." Kata Asura kemudian mengakhiri jabat tangan itu.


"Oh ya, di nana Gabriel?" Tanya Lauren.


"Aku menyuruhnya membeli makanan di lantai dua. Tidak enak jika tamu hanya duduk diam, apa lagi tidak ada hal menarik di kantorku." Jawab Prof. Suara pintu terbuka di belakang mereka, semua orang langsung melihat ke arah pintu.


"Itu pasti Gabriel." Kata Prof.


Tapi yang muncul adalah Destra. "Wah aku mencari kalian tadi! Oh ya, kalian lihat siren tadi? Dia melakukan anu..." Kata Destra seketika menghentikan bicaranya setelah melihat wajah semua orang di sana, khususnya Iona, Asura, dan Meiro yang menatap dengan tajam, seperti mengancam untuk berhenti.


"Iyah... Intinya aku kehilangan 3 koin emas." Sambung Destra.


"Maaf Profesor, dia memang begitu." Kata Iona merasa tidak enak dengan kelakuan Destra.


"Tidak apa-apa, aku tahu yang dia maksud. Aku juga pernah melihatnya." Kata Profesor J tersenyum.


"Mereka boleh lihat, kenapa aku tidak!?" Tanya Izuru.


"Tapi, sayang sekali keindahan kehidupan laut hanya menjadi sebatas uang." Lanjut Prof.


"Lupakan saja yang aku katakan tadi. Aku ingin bicara serius dengan kalian." Kata Profesor berjalan kembali ke kursinya.


"Kalian harus pergi dari sini, secepatnya lebih baik." Kata Profesor dengan tatapan serius.


"Pergi dari sini maksudnya dari tempat ini, atau dari Fhsyle?" Tanya Izuru.


"Tentu saja dari Fhsyle."


Jawaban Profesor itu seketika membuat mereka semua terkejut dan bertanya-tanya alasan dibaliknya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2