
"ini sudah berakhir sampai di sini." Kata Nishiki berada di belakang Izuru, dan bersiap menyerang. Izuru menoleh kebelakang perlahan, saat seakan-akan waktu melambat. Dari arah desa, sebuah kilatan cahaya terlihat dan tiba-tiba sebuah panah putih melesat ke arah Nishiki. "Apa!? Kenapa dua orang ini selalu punya teman yang mengganggu?" Tanya Nishiki dalam hati, lalu ia menangkis panah itu dengan tangannya. Tapi, panah itu menembus dari tangannya dan sedikit melukai pipinya. "Apa!?" Kata Nishiki terkejut sambil melompat mundur.
"Tidak kena? Sepertinya aku harus mendekat." Kata Rin berdiri di atap rumah dengan membawa busurnya.
"Elemen Racun!" Kata Izuru berlari ke arah Nishiki dengan pedang di tangannya yang kemudian mengeluarkan asap berwarna ungu. "Terima ini!" Teriak Izuru sampai di hadapan Nishiki dan langsung menebasnya. Tapi, langsung di tangkap Nishiki dengan dua tangan. Namun setelah beberapa saat sesuatu terjadi, kedua tangan Nishiki yang menyentuh pedang itu perlahan membusuk.
"Apa!?" Kata Nishiki terkejut dan segera menendang Izuru sampai terpental ke samping. Nishiki mundur dan melihat kedua tangannya membusuk, lalu berubah kembali menjadi tangan normal. "Apa ini? Bukankah dia baru saja mendapatkan elemennya, tapi kenapa sudah sekuat ini?" Tanya Nishiki.
"Aku berhasil mengeluarkan skill elemen!"
"Bagus Izuru! Dengan ini kita pasti bisa mengalahkannya!" Kata Shun berdiri di samping Izuru.
"Jangan senang dulu, aku hanya punya mana yang cukup untuk regenerasi sekali lagi." Kata Izuru.
"Lalu bagaimana dengan skill mu tadi?" Tanya Shun.
"Aku mungkin bisa menggunakannya 10 sampai 15 kali."
"Kalian pikir bisa mengalahkan ku hanya dengan 15 serangan? Jangan menyimpulkan terlalu cepat, karena aku belum mengeluarkan jurus pamungkas milikku." Kata Nishiki lalu tangannya dibalut lagi dengan sebuah gumpalan yang membentuk tangan besar bercakar tajam.
"Ayo!" Teriak Izuru berlari ke arah Nishiki bersama dengan Shun di sampingnya. Mereka lalu berbelok ke arah berlawanan dan bersiap menyerang Nishiki dari dua arah. "Hiyaaaa...!!!" Teriak mereka berdua hendak menebas dari kedua arah. Nishiki melirik ke kanan, lalu ia melompat, tepat saat Shun melepaskan ledakan energi. Seketika serangan Shun tidak mengenai Nishiki, tapi malah mengenai Izuru yang berada di seberang. "Arrgghh...!" Teriak Izuru terpental cukup jauh.
"Izuru!?" Kata Shun terkejut. Nishiki muncul di belakang Shun dengan cepat, lalu ia mencoba merebut pedang itu dari Shun. "Lepaskan!" Kata Shun, tapi meraka sama-sama melepaskannya dan membuat pedang itu terlempar ke atas. Nishiki lalu melompat dengan cepat dan hampir menyentuh pedang itu.
"Shun, tangkap...!" Teriak Izuru melemparkan pedangnya ke arah Shun. Shun langsung menangkapnya dan kemudian menebas ke arah Nishiki. Untuk menghindari serangan Shun, Nishiki harus mundur sebelum mendapatkan pedang itu.
"Sialan kau!"
Shun lalu mengambil kembali pedangnya. Izuru juga perlahan bangkit. "Aku sudah tidak punya mana yang cukup untuk melakukan regenerasi. Kali ini jika aku terluka, akan jadi berbahaya." Kata Izuru dalam hati sambil berjalan ke arah Shun.
__ADS_1
"Terima kasih bantuan mu." Kata Shun sambil memberikan pedang pada Izuru.
"Itu tadi momen yang bagus." Kata Izuru.
Sementara di menara Iona hanya bisa diam mendengarkan suara pertarungan dari sana. "Izuru dan Rin, mereka pasti sedang menghadapi necromancer itu lagi. Aku harus membantu mereka." Kata Iona terus mencoba lepas dari ikatannya. "Ugghh! Ayolah!" Kata Iona, lalu ia melihat buku sihirnya di meja. Iona kemudian menggerakkan tubuhnya agar kursinya bergerak maju ke arah meja.
Sementara itu Shun masih terus menembakan ledakan energinya ke arah Nishiki yang terus menghindar. "Jika kau terus menembak, aku tidak bisa maju." Kata Izuru di dekat Shun.
"Lalu aku harus bagaimana? Dia akan menyerang kita jika tidak kutembak." Tanya Shun terus menembak.
"Aku tahu!" Kata Izuru mendapat ide, tapi di belakangnya ada Nishiki yang berlari maju. Itu juga menjadi titik yang tidak mungkin di tembak oleh Shun.
"Minggir, dia di belakangmu!" Kata Shun, lalu Izuru segera menghindar. Shun kemudian menembak Nishiki, tapi ia menghindar lagi dengan cepat.
"Ini akan berlangsung selamanya." Kata Nishiki, lalu ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Itu adalah sebuah kristal kecil, yang kemudian melayang di atas tangannya dan mengeluarkan cahaya. "Aku terpaksa menggunakan ini. Tatakai No Haka!" Teriak Nishiki, seketika kristal di tangannya pecah dan meledakan sebuah aura aneh yang menyelimuti daerah itu mejadi berkabut.
"Apa ini?" Tanya Izuru.
"Mungkin, ehh!? Di belakangmu!" Teriak Izuru melihat Undead di belakang Shun.
"Apa!? Di belakangmu juga!" Kata Shun terkejut. Lalu mereka menebas Undead yang ada di belakang mereka.
"Mereka ada banyak sekali!" Kats Izuru melihat sekeliling muncul banyak sekali Undead.
"Tunggu, kita melupakan necromancer itu!" Kata Shun.
"Benar, apa kalian juga lupa namaku?" Tanay Nishiki ada di belakang Shun. Lalu ia langsung memukul Shun sampai terpental jauh.
"Arrgghh...!" Teriak Shun.
__ADS_1
"Shun!? Sial, aku tidak bisa melihat jauh." Kata Izuru berbalik badan. Dari tebalnya kabut, tiba-tiba muncul Nishiki menyerang Izuru. Suara gesekan pedang dan cakar terdengar menggelegar.
"Aku heran, kenapa kau lebih merepotkan dari pada orang yang kuincar?" Tanya Nishiki sambil menahan pedang Izuru.
"Apa kau baru saja mengakui kalau aku lebih kuat dari Shun?" Tanya Izuru menarik pedangnya dan menebas lagi.
"Sepertinya itu benar." Kata Nishiki menangkis pedang Izuru lagi. "Bagaimana jika kau ikut denganku? Ini akan menjadi kerja sama yang bagus, kau dan aku merebut semua senjata legendaris yang ada di dunia ini." Kata Nishiki memberikan penawaran.
"Itu kedengarannya menarik, tapi sayang sekali aku tidak peduli..!" Jawab Izuru menolak lalu menebas lagi. Nishiki menghindar dengan melompat masuk ke dalam kabut.
"Baiklah, aku tidak akan memberikanmu penawaran lagi." Kata Nishiki dari dalam kabut. "Karena memaksa itu jauh lebih menyenangkan!" Kata Nishiki keluar dari kabut dan menyerang Izuru. Izuru berhasil menghindar dan Nishiki kembali masuk ke dalam kabut.
"Sial, dia bisa datang dari segala arah." Kata Izuru dalam hati. "Oh benar! Aku bisa melihat sedikit lebih jelas dengan api." Kata Izuru, lalu ia menggunakan elemen api dari gelang yang Asura berikan. "Elemen api!" Kata Izuru, percikan api muncul dari pedangnya dan tiba-tiba, boomm..! Sebuah ledakan muncul dari ujung pedangnya. "Waaa...!" Teriak Izuru jatuh terpental. "Apa yang terjadi?"
"Ini kesempatanku!" Kata Nishiki melesat ke arah Izuru dari dalam kabut. Izuru yang melihat Nishiki langsung mengayunkan pedangnya, dan tiba-tiba kobaran api muncul dari lintasan pedang Izuru.
"Apa!?" Nishiki menangkis dengan kedua tangan sampai terbakar. "Arrggghh..!" Teriak Nishiki.
"Apinya membesar, bagaimana bisa!?" Tanya Izuru terkejut melihat pedangnya. "Apa mungkin? Racun ku terbakar dan membuat apinya menjadi lebih besar?" Tanya Izuru.
"Sialan kau! Baru kali ini aku kewalahan dengan elemen racun." Kata Nishiki memadamkan api yang ada di tangannya. Dan dari tebalnya kabut, muncul Izuru melompat ke arah Nishiki dengan pedang berkobar api.
Bersambung...
[Mohon Dibaca!]
**Hii! Author di sini. Author mau tanya sebentar, kenapa kalian sepertinya tidak pernah berkomentar? apa cerita author sangat sempurna sampai tidak ada yang perlu di permasalahkan? bagi yang tidak setuju, silahkan komentar ya!
like, kasih hadiah sekalian. btw ini foto minuman, yang puasa sabar ya awokwkwkw**
__ADS_1