The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 67 - Misteri Bawah Tanah


__ADS_3

"Saksikanlah keajaiban sihir Alkimia!" Kata Meiro.


"Memang apa yang bisa itu lakukan?" Tanya Izuru.


"Banyak! Aku bisa membuat racun mematikan, asam yang bisa melelehkan besi, beberapa obat, dan juga beberapa hal lain." Jawab Meiro.


"Memang apa menariknya itu?" Tanya Izuru.


"Yang pasti lebih menarik dari pada melihat mayat bergerak."


"Sepertinya aku lebih tertarik pada mayat bergerak."


"Ahh, sudah kuduga kalian akan bilang seperti itu! Memang hanya orang pintar saja yang tertarik pada Alkimia." Kata Meiro menutup kembali tasnya dan berbalik badan.


"Tunggu, apa kau mengatakan aku tidak pintar?" Tanya Izuru.


"Bukan hanya kau, tapi juga dia!" Kata Meiro menunjuk ke arah Izuru, lalu ke arah Iona.


"Kenapa aku juga di bawa-bawa? Padahal aku tidak mengatakan apapun dari tadi." Tanya Iona.


"Wajahmu itu mengatakan hal yang jahat padaku!" Kata Meiro.


"Hey, sampai kapan kalian akan terus berdiri di sana?" Tanya seorang kusir dengan kereta kudanya yang tengah berhenti di belakang mereka.


"Oh iya, kita kan ada di tengah jalan!? Ayo cepat menepi!" Kata Izuru menarik Meiro dan menepi, lalu kereta kuda itu pergi melewati mereka.


"Ayo kita pergi ke tempat yang kau maksud tadi!" Kata Meiro mulai berjalan sendirian, lalu diikuti oleh Izuru dan Iona.


"Kau tidak jadi menunjukan alkimia?" Tanya Izuru.


"Tidak jadi, lagi pula kalian tidak akan tertarik." Jawab Meiro.


...*****...


Sementara itu Asura sedang memunguti barang-barang di kawah bekas ledakan yang sekiranya masih bagus dan bisa di perbaiki.


"Semuanya rusak. Nona Reshieka pergi hampir setiap hari, tapi ia tampak tidak peduli dengan yang terjadi pada ruangannya. Sebenarnya pekerjaan ini penting atau tidak sih? Kalau tidak penting, kenapa sampai harus pergi setiap hari? Benar-benar membingungkan." Kata Asura sambil mengambil, lalu menjatuhkan kembali benda-benda yang ia temukan di sana.


Asura teru berjalan mengelilingi kawah itu, lalu ia menemukan sesuatu yang janggal. "Apa ini? Ada dinding bata di bawah tanah? Ini berbeda dari bata yang lain, ini tampak tua." Kata Asura menyentuh dinding aneh yang sedikit muncul ke permukaan.


"Ehem! Apa kau sudah selesai di bawah sana?" Tanya Destra dari atas melihat Asura.


"Oh, Tuan Destra? Ada sesuatu di bawah sini." Kata Asura berdiri sambil menunjuk ke bawah.


"Sesuatu?" Kata Destra lalu segera melompat ke bawah. Ia kemudian mendekat dan melihat ke arah yang di tunjuk Asura.


"Hmm...? Oh ini hanya dinding fondasi, aku membangun ini karena tanah di bagian sini kurang kuat." Jawab Destra.

__ADS_1


"Begitu ya, kukira ada sesuatu di bawahnya."


"Hanya ada tanah dan batu di bawah sini. Sekarang cepat naik, akan kuberi tahu jika butuh bantuan."


Asura lalu naik dan meninggalkan Destra sendirian di bawah. Destra lalu berlutut di depan dinding bata aneh di bawah, kemudian menutupinya dengan tanah di sekitarnya.


"Aku tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya ada di bawah tempat ini. Alasan mengapa aku dan Reshieka membangun rumah besar ini adalah untuk menutupi apa yang ada di bawahnya." Kata Destra dalam hati.


...*****...


"Ini dia tempatnya!" Kata Izuru sampai di depan bar milik Gorden.


"Apa spesialnya tempat ini?" Tanya Meiro.


"Bagus kau bertanya! Hmm.... Aku tidak tahu. Tapi hanya ini tempat makan yang kutahu." Jawab Izuru.


"Payah." Kata Meiro.


"Ah sudahlah, berhubung sudah sampai, ayo kita masuk!" Kata Iona.


Mereka lalu masuk ke dalam bar, tidak banyak orang di sana. Gorden terlihat sedang memasak di belakang meja bar. Mereka kemudian duduk di meja terdekat dan menunggu Gorden selesai memasak sebelum memesan.


Setelah menaruh sayur pelengkap Gorden segera mengantarkan makanan itu ke pelanggan. Setelah itu ia menghampiri meja Izuru.


"Tumben kau ke sini, mau pesan apa?" Tanya Gorden berdiri di depan meja Izuru.


"Rekomendasi apa? Hanya ada tiga makanan dan 5 minuman dalam menu ku." Jawab Gorden.


"Seharusnya kau menambah menu baru, sepertinya bisnismu ini sudah di ujung tanduk." Kata Izuru.


"Jika memang tidak berhasil ya sudah." Kata Gorden.


"Cepat sekali menyerahnya?"


"Ngomong-ngomong siapa teman barumu ini?" Tanya Gorden.


"Hanya pendatang dari luar. Oh ya, apa kau tahu ada sebuah ledakan di rumah besar di sana?" Tanya Izuru.


"Oh, rumah orang kaya itu? Aku sudah dengar. Memangnya kenapa?"


"Apa kau tidak peduli sedikit pun? Mungkin saja ini adalah sebuah awal penyerangan besar-besaran!"


"Jika itu terjadi, aku hanya perlu pindah."


"Kau ini tidak punya pendirian apa?" Tanya Izuru.


"Terakhir aku punya pendirian, malah berakhir kehilangan segalanya."

__ADS_1


"Apa kau bilang?"


"Bukan apa-apa. Cepat kalian mau pesan apa?" Tanya Gorden.


"Hmm... Daging seperti biasa, tiga. Kau suka daging kan?" Tanya Izuru pada Meiro.


"Tentu saja, apa aku terlihat seperti vegetarian?" Tanya Meiro.


"Ya, hanya memastikan saja. Baiklah itu saja." Kata Izuru. Gorden lalu pergi setelah mendengar pesanan Izuru.


...*****...


Sementara di tempat lain Nona Reshieka sangat terkejut melihat rekan kerjanya tergantung di atas pohon dengan keadaan yang mengenaskan. Tetesan darah jatuh dari jari-jarinya mewarnai tanah kering di bawahnya.


"Apa-apaan ini?" Tanya Nona Reshieka.


Braaakkkk....! Pintu bar Gorden di buka dengan keras oleh Nona Reshieka yang tiba-tiba datang di sana. Semua orang menoleh ke arah pintu.


"Nona Reshieka?" Izuru terkejut melihat Reshieka di depan pintu.


Nona Reshieka berjalan cepat menghampiri Gorden. Gorden yang melihat Reshieka berjalan dengan tatapan serius ke arahnya membuat langkah Gorden berjalan beberapa langkah ke belakang.


"Ada apa kau ini?" Tanya Gorden.


"Aku harus bicara denganmu. Apa kau tahu? Orang itu datang dan menyerang rekan kerjaku." Bisik Reshieka.


"Orang itu lagi?"


"Kau harus cepat selesaikan masalahmu! Aku tidak mau bertanggung jawab untuk nyawa orang lain. Bisa-bisa kerajaan mencabut hak khusus pada penelitian ku!" Bisik Reshieka sambil menunjuk-nunjuk dada Gorden.


Gorden hanya terdiam sesaat mendengar kata-kata Reshieka. Ia lalu mengepalkan tangannya. "Apa kau bisa berhenti membicarakan hal itu? Aku tidak peduli dengan penelitian mu, lebih baik kau pergi." Kata Gorden lalu membalikan badan.


"Ada apa dengan mereka?" Tanya Iona.


"Entahlah."


"Sudah bertahun-tahun kau menghindari ini, sampai kapan pun hal ini tidak akan pernah hilang sebelum kau menyelesaikannya." Kata Reshieka.


"Gawat! Aku tidak bisa menunggu sampai malam, aku sudah kelaparan sekarang." Kata Izuru.


"Jadi, di sini selama ini kau bersembunyi?"


"Huh!?" Gorden dan Reshieka tampak terkejut mendengar suara seseorang dari pintu.


"Itu...?" Gorden terlihat panik melihat orang itu. pria dengan rambut putih menutupi sebelah matanya, berjubah kulit dan kapak perang besar di belakangnya.


"Akhirnya aku bisa menemukanmu, Crgoshiro!"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2