
Izuru dan Asura berhadapan di tengah ladang rumput, mereka saling memandang satu sama lain. "Jadi, kita akan mulai sekarang." Kata Asura memulai pembicaraan.
"Apa maksudmu membawaku kemari?" Tanya Izuru, tapi Asura tidak menjawab sepatah kata pun.
Kaki Asura mengambil ancang-ancang dan langsung melesat menyerang ke arah Izuru. Izuru segera menangkap tangan Asura, "apa yang kau lakukan!?"
"Anggap saja kamu tengah terluka akibat pertarungan, tapi musuh masih terus menyerang. Kamu harus bisa bertahan dengan luka itu, Izuru!" Kata Asura lalu melepaskan tangannya dari genggaman Izuru dan langsung menendang kedua kaki Izuru ke samping, sampai Izuru jatuh.
Asura menyerangnya lagi, tapi Izuru berguling menghindar. Kemudian bangun lagi, "kalau itu mau mu, aku juga akan menyerang!" Teriak Izuru berlari hendak memukul Asura. Tapi dengan cepat tangan Izuru di tangkap dengan satu tangan dan tangan yang lain menarik kerah baju Izuru, lalu membantingnya ke depan. "Akkhhh....!"
"Kamu tidak akan bisa melukaiku hanya dengan serangan seperti itu."
"Aww... Punggungku."
"Apa ada yang sakit? Maaf, sepertinya aku terlalu berlebihan tadi." Kata Asura khawatir sambil membantu Izuru berdiri, lalu membersihkan baju Izuru yang terkena tanah. "Maaf, apa kamu marah?" Tanya Asura.
"Marah? Aku malah kagum denganmu, bagaimana kau bisa melakukan itu? Kukira kau hanya pelayan biasa." Kata Izuru.
"Aku juga bertugas sebagai penjaga Nona Reshieka. Jadi aku tahu sedikit cara bertarung." Kata Asura.
"Kau memang hebat! Mungkin kau bisa mengajariku lain hari."
"Terima kasih. Tentu saja kita bisa berlatih besok, untuk sekarang mungkin kamu bisa melatih otot mu dulu."
"Kurasa kau benar, aku tidak pernah olahraga. Tapi, kenapa badanmu biasa saja?"
__ADS_1
"Mungkin karena aku ras naga, jadi tenagaku lebih kuat dari manusia. Baiklah, ayo kita mulai sekarang!" Izuru memulai latihannya, di awali dengan sedikit pemanasan. Kemudian latihan pertama, push up! "Push up bisa memperkuat otot lengan, kamu akan bisa memakai pedang yang lebih panjang jika lenganmu di latih!"
Izuru bersiap dalam posisi push up, lalu mulai. "Satu, dua, tiga, empat, lima, enam... Tu... juh dela... Pa..nn, sem... Hah, aku tidak kuat lagi!" Kata Izuru terbaring di rumput hanya bisa melakukan push up delapan kali saja.
"Itu sudah bagus kok, jika kamu memaksakan diri bisa-bisa badanmu sakit semua." Kata Asura memberikan semangat. "Selanjutnya, sit up! Ini akan melatih otot perut dan meningkatkan kelenturan serta pernafasan." Kata Asura, lalu Izuru mulai dalam posisi sit up dengan kaki yang di tahan oleh Asura. "Ayo mulai!" Kata Asura semangat, Izuru memulai sit up nya. Untuk kali ini Izuru lebih cepat dan mendapat lebih banyak angka dari pada saat push up. Setelah beberapa menit, Izuru berhenti sit up karena kelelahan.
"Hah... Hah..." Izuru bernafas terengah-engah dan terbaring di tanah.
"36 kali, itu normal untuk laki-laki. Kita sudah saja latihannya."
Matahari mulai berada di atas kepala, jalanan juga masih ramai dengan penduduk. setelah latihan Izuru dan Asura makan siang di sebuah bar, mereka makan bersama di sana. Asura tampak berhenti makan sejenak dan mulai bicara. "Setelah ini kita mau ke mana lagi?" Tanya Asura.
"Entahlah, tapi aku ingin tahu banyak hal tentang negeri ini. Aku selama ini tidak tahu bagaimana keadaan sosial negeri ini atau hukum yang berlaku di sini."
"Apa kamu pernah hilang ingatan atau mungkin kepalamu pernah terbentur?" Tanya Asura.
"Benarkah?" Tanya Asura berdiri dan mendekat pada Izuru yang berada di seberang meja. Lalu Asura mengelus rambut dan kepala Izuru dengan lembut, itu membuat wajah Izuru merona kemerahan. "Tidak ada luka di kepalamu." Kata Asura.
"Yah, sudah kubilang kan?"
"Kalau begitu nanti kita pergi ke perpustakaan di rumah Nona Reshieka, aku akan membantumu belajar." Kata Asura.
Setelah makan mereka pergi ke kediaman Nona Reshieka. Asura membuka pintu depan dengan kunci yang ia bawa, itu artinya tidak ada orang di rumah. "Ayo masuk." Kata Asura lalu masuk ke dalam, diikuti oleh Izuru.
"Hey, apa kau sudah izin dengan Nona Reshieka? Bisa-bisa kita di marahi." Tanya Izuru khawatir.
__ADS_1
"Beliau sedang pergi bersama Fiel sejak kemarin, jadi aku akan bilang saat beliau kembali. Aku yakin Nona Reshieka tidak akan marah." Kata Asura sambil berjalan di lorong bersama Izuru. Lalu mereka menuju sebuah pintu besar di lorong itu dan saat di buka, terdapat perpustakaan yang besar di dalamnya, mungkin hampir sebesar perpustakaan umum.
"Hebat, ini besar sekali." Kata Izuru kagum.
"Duduk saja di sini, aku akan mengambil buku dulu." Kata Asura lalu pergi mengambil buku, Izuru duduk di karpet sambil terus memandangi sekeliling. "Ini dia!" Asura meletakan beberapa buku di depan Izuru, lalu mereka duduk berdekatan di sana.
Asura membuka satu buku, dan mulai membacanya. "Kita mulai. Ehem, jadi negeri ini bernama Ardresil, sebuah negeri yang sangat damai jika di bandingkan negeri yang lain. Dalam dunia ini juga ada beberapa negeri di seluruh penjuru dunia, ada beberapa negeri besar. Contohnya negeri kita saat ini, seluruh benua ini adalah wilayah negeri Ardresil."
"Apa ada Raja yang memerintah negeri ini?" Tanya Izuru.
"Jika seluruh negeri, tidak ada yang memerintah. Ada beberapa kerajaan yang terpisah di benua ini, tapi tidak menguasai seluruh negeri. Biasanya kerajaan itu hanya menguasai wilayah mereka masing-masing, terkadang juga pernah terjadi perang antar kerajaan. Tapi itu sudah jarang terjadi. Untuk ras-ras aku masih kurang tahu dengan itu, aku juga tidak sengaja menghilangkan buku tentang itu. Sampai sekarang masih belum ketemu, semoga saja Nona Reshieka tidak tahu." Asura membacakan buku, lalu ia menutup buku itu dan mengambil buku lain di tumpukan di depannya. "Sekarang tentang sihir dan monster."
Asura membuka buku yang ia bawa. "Sihir merupakan sebuah proses terbentuknya entitas alam atau sebuah ledakan energi yang berasal dari energi dalam tubuh bernama 'mana'. Untuk cerita tentang monster, monster adalah makhluk yang memiliki aliran mana, tapi kebanyakan tidak memiliki akal. Mereka sulit di jinakkan dan sangat berbahaya."
"Hoam... Rasanya aku sedikit mengantuk saat mendengarkan cerita ini." Kata Izuru menguap.
"Ahaha, memang ini agak membosankan. Tapi, kamu juga sudah cukup lelah karena latihan tadi. Jadi tiduran saja di sini." Kata Asura lalu menepuk pelan padanya.
"Ehh!? Boleh?" Tanya Izuru dengan wajah yang sedikit memerah.
"Tentu saja. Jangan sungkan, ayo." Jawab Asura. Lalu Izuru perlahan tidur di pada Asura.
"Empuk sekali..! Jadi ini rasanya jadi MC anime? Aku benar-benar sangat beruntung!" Kata Izuru dalam hati.
Asura lalu mengelus-elus rambut Izuru dengan lembut, "Izuru bisa tidur di pahaku kapan saja. Yah, hanya selama aku libur sih." Kata Asura sambil terus mengelus rambut Izuru. Kemudian ia mendekat ke telinga Izuru dan berbisik, "terima kasih sudah mau menghabiskan waktu bersamaku, terima kasih banyak."
__ADS_1
Bersambung...
Catatan : Novel ini memang tidak tertulis genre Romance, karena memang bukan di fokuskan pada Romance, walaupun akan ada beberapa cerita percintaan dalam novel ini.