The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 64 - Misteri Lain Part 2


__ADS_3

"Selamat pagi!" Sapa Rin tiba-tiba muncul dari pintu di belakang mereka.


"Waaa....!!!!??? Rin...!?" Teriak Izuru terkejut.


"Kenapa?" Tanya Rin tidak tahu apa-apa. Semua orang di sana melihat ke arah Rin yang berada di depan pintu masuk dapur.


"Kenapa kau muncul tiba-tiba!?" Tanya Izuru.


"Aku mencium bau makanan, jadinya aku mengikutinya." Jawab Rin berjalan mendekat, lalu duduk di kursi yang kosong.


"Penciumanmu tajam sekali bisa tahu ada makanan dari kamar." Kata Iona.


"Pssttt..." Bisik Izuru memanggil Iona. Iona lalu menoleh ke arah Izuru. "Bagaimana kalau kita tanyakan soal kejadian aneh tadi?" Tanya Izuru berbisik.


"Terserah kau saja." Jawab Iona.


"Ehem... Rin, ada sesuatu yang ingin kami tanyakan." Kata Izuru.


"Kenapa? Sepertinya serius sekali."


"Apa yang kau lakukan tadi malam, tepatnya sebelum kau tidur?" Tanya Izuru.


"Sebelum aku tidur? Hmm.... Aku tidak melakukan apapun, setelah beberapa menit duduk bersama kalian di depan perapian aku langsung pergi ke kamar dan tidur." Jelas Rin.


"Benarkah? Tapi aku melihatmu berjalan-jalan mengelilingi seluruh rumah." Kata Asura.


"Aku tidak ingat pernah berkeliling rumah. Tapi pagi ini aku merasa sedikit lelah dan aku juga bermimpi aneh." Kata Rin.


"Apa itu sifat psikopatnya?" Tanya Izuru pada Iona dengan berbisik.


Iona yang sedang memakan salah satu makanan itu lalu berhenti mengunyah. "Dia masih bisa ingat apa yang sifat psikopatnya lakukan." Jawab Iona.


"Benar juga. Lalu apa yang aneh?" Tanya Izuru.


"Mungkin saja hantu di rumah ini mengambil alih tubuhmu!" Kata Asura terlihat antusias dan sedikit merinding.


"Hantu? Aku tidak tahu kau percaya hal-hal seperti itu, lagi pula hantu itu tidak ada." Kata Izuru.


"Hantu itu nyata! Aku sudah membaca semua buku tentang kejadian supranatural di perpustakaan, dan dari yang kubaca kemungkinan besar hantu itu nyata!" Kata Asura.


"Dari pada kau membaca itu, lebih baik kau cari buku memasak." Kata Izuru sambil memakan roti.


"Dadadari mana kamu tahu aku tidak bisa memasak!?" Tanya Asura terkejut.


"Dari makanan-makanan ini. Padahal belum terlalu siang untuk membuat sarapan. Lebih baik kamu belajar memasak." Kata Izuru.


Seketika kata-kata simpel Izuru langsung menusuk dada Asura. "Izuru jahat..." Kata Asura dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Beberapa menit setelah mereka sarapan. Izuru, Iona, dan Rin kembali bermalas-malasan di depan perapian.


"Hujannya belum berhenti juga, rasanya aku ingin segera keluar mengerjakan quest." Kata Izuru berbaring di depan perapian.


"Sejak kapan kau jadi gila kerja begini? Biasanya kau selalu malas saat pagi." Kata Rin berbaring di sofa.


"Ini karena kata-kata Shun kemarin..." Jawab Izuru membayangkan kembali kejadian kemarin sore saat perpisahan mereka dengan Shun.


...*****...


"Izuru! Saat kita bertemu lagi, aku akan lebih kuat darimu!" Kata Shun dalam ingatan Izuru.


...*****...


"Kalau aku terus bermalas-malasan seperti ini, pasti aku akan tertinggal jauh dengannya." Kata Izuru meregangkan kedua tangannya ke atas.


"Bilang saja kau sedang bosan." Kata Iona tiba-tiba mengikuti pembicaraan.


Tepat saat Asura sedang lewat membawa ember yang penuh dengan pakaian basah.


"Hey, ayo tanya sesuatu pada Asura. Siapa tahu kita bisa dapat cerita bagus. Hey Asura!" Panggil Iona.


"Apa kau tidak bisa lihat aku sedang bekerja?" Jawab Asura terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Iona.


"Izuru, coba kau yang panggil." Kata Iona.


"Iya ada apa?" Tanya Asura langsung berdiri di depan Izuru. Dia juga menggunakan nada yang berbeda dari jawaban panggilan Iona


"Umm... Aku harus tanya apa?" Tanya Izuru pada Iona.


"Hmm... Seperti, apa Nona Reshieka ibumu?" Tanya Iona pada Asura.


"Nona Reshieka bukan Ibuku." Jawab Asura.


"Apa kamu di jual hingga sampai ke sini?" Tanya Izuru.


"Bukan, aku tidak di jual. Intinya Nona Reshieka yang merawatku dari kecil." Jawab Asura.


"Jadi kamu sudah di sini sejak kecil?" Tanya Iona.


"Rumah ini baru di bangun 6 tahun lalu, saat selesai kami langsung pindah ke sini." Jawab Asura.


"Apa rumah sebesar ini hanya di tinggali tiga orang saja?" Tanya Izuru.


"Tidak mungkin, Nona Reshieka pasti punya keluarga besar yang pernah tinggal di sini." Kata Iona.


"Sebenarnya Izuru benar. Rumah ini hanya di tinggali kami bertiga, itu pun jika Nona Reshieka tidur di sini, karena biasanya dia tidak sempat tidur dan langsung pergi lagi." Kata Asura.

__ADS_1


"Lalu untuk apa membuat rumah sebesar ini? Aku tahu kalau Nona Reshieka itu kaya, tapi seperti ini sudah berlebihan." Kata Iona.


"Aku juga tidak terlalu tahu alasan membangun rumah di sini."


"Mungkin ini ada hubungannya dengan penelitiannya." Kata Izuru.


"Sepertinya begitu. Oh iya! Aku harus cepat menyelesaikan ini, aku pergi dulu ya!" Kata Asura lalu pergi membawa baju-baju basahnya.


"Hey, Izuru bilang dia mau membantu!" Kata Iona.


"Benarkah!?" Tanya Asura menoleh dengan wajah tersenyum.


"Hey aku tidak bilang begitu!" Kata Izuru menyangkal.


"Aku gabut kan? Ini bisa jadi semacam olahraga." Kata Iona.


"Hah... Baiklah."


"Kalau begitu ayo!"


...*****...


Mereka berdua sampai di ruangan persegi yang cukup luas dengan beberapa pintu di masing-masing sisinya. Ember berisi air di letakan di lantai dan tongkat pel yang di berikan ke tangan Izuru.


"Ini sama seperti dulu. Kamu hanya perlu mengepel ruangan ini, kalau masih punya tenaga setelah menyelesaikan ini, kamu bisa membantu pekerjaan selanjutnya. Semangat ya!" Kata Asura menjelaskan semuanya, lalu ia pergi meninggalkan Izuru.


"Baiklah, ini tidak terlalu buruk. Tempat ini tidak seluas saat pertama aku bekerja." Kata Izuru mengambil tongkat pelnya.


Izuru lalu mulai mengepel dari ujung ke ujung. Beberapa menit berlalu, Izuru sudah mengepel setengah dari ruangan itu. Ia lalu melihat pintu di depannya, pintu yang tampak lebih besar dan berbeda dari yang lain.


"Apa ini ruangan Nona Reshieka? Aku jadi penasaran penelitian apa yang sedang ia kerjakan?" Kata Izuru lalu melihat sekeliling, memastikan tidak ada orang yang melihatnya. Ia kemudian masuk ke dalam dan membawa masuk tongkat pel serta embernya.


Saat Izuru melihat bagian dalam ruangan itu hal yang paling pertama yang muncul di pikirannya adalah, pekerjaan Nona Reshieka.


"Ini pasti ruang kerjanya! Aku akan berkeliling sebentar ah." Kata Izuru meletakan tongkat pel dan ember air di samping pintu yang tertutup.


Ruangan itu berisi rak buku dan juga meja besar yang berisi banyak benda-benda aneh. Kertas-kertas bergambar simbol-simbol aneh juga berserakan di atas meja. Penerangan ruangan itu juga sangat minim, karena ruangan itu berada di tengah rumah.


"Apa tidak ada lentera di sini?" Tanya Izuru. Ia lalu meraba-raba dinding untuk mencari lentera, tiba-tiba ia menyentuh sesuatu seperti tuas besar yang menghadap ke atas.


"Apa ini seperti tombol lampu?" Tanya Izuru langsung menurunkan tuas itu dan tiba-tiba ruangan itu menjadi terang.


"Aduh, silau!" Kata Izuru sontak langsung menghadap ke bawah. Saat membuka matanya betapa terkejutnya melihat gambaran-gambaran aneh di bawah kakinya.


"Apa ini gambar kuno?" Tanya Izuru melihat gambar seperti dua kelompok yang tengah berperang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2