
"Sayangnya, lawan mu bukanlah diriku." Kata Zhagi.
"Apa?"
Tak berselang lama Reshieka merasakan sebuah aura besar berasal dari hutan. Ternyata di sana ada seseorang berjubah menutupi wajahnya, perlahan ia membuka tudung yang menutupi wajahnya dan terlihat seluruh kepalanya tertutup balutan perban tanpa ada celah sedikit pun.
Nona Reshieka segera menoleh ke arah hutan dan melihat sebuah cahaya aneh. Cahaya aneh itu muncul dari kedua tangan orang bertudung hitam itu, ia seperti bersiap untuk menyerang dan seketika, ia meluncur dengan sangat cepat ke depan wajah Reshieka.
"Apa!?" Reshieka tampak sangat terkejut.
Orang itu mengepalkan tangannya hendak melancarkan pukulan ke arah Reshieka. Serangan itu sangat dekat dan tidak ada waktu untuk menghindarinya.
"Nona Reshieka!" Teriak Fiel menarik bahu Reshieka dan menyingkirkannya dari serangan orang itu, tapi di sisi lain Fiel lah yang menjadi target.
Pukulan itu mengenai perutnya. Dengan cepat wajah serius Fiel, berubah menjadi ekspresi syok. Pukulan itu menghempaskan Fiel sangat jauh sampai menghancurkan kereta kuda mereka.
"Ugghhh..." Rintih Fiel terduduk di bawah pohon dengan kereta kuda yang sudah hancur di depannya.
"Fiel!?"
Saat Reshieka berbalik melihat Fiel, satu serangan lagi akan meluncur ke arahnya. Tapi, tiba-tiba pukulan orang itu terhenti tepat di depan wajah Reshieka. Mulai terlihat sebuah rantai sihir keluar dari tanah dan terikat pada kedua tangan, kaki orang itu.
Reshieka menggunakan kesempatan ini untuk lari menghampiri Fiel. Tapi orang itu segera menyatukan kedua tangannya agar rantai sihir itu saling menyilang, dengan gesekan yang kuat akhirnya rantai itu putus dan kemudian memotong rantai di kakinya dengan pukulan. Orang itu segera meluncur ke arah Reshieka yang tengah berlari.
"Jika semudah ini, lebih baik aku tidak perlu turun tangan." Kata orang itu di belakang Reshieka. Tangannya hampir menyentuhnya.
Tapi, Reshieka langsung menunduk, membuat serangan orang itu melewati.
"Apa!?"
Nona Reshieka segera membalikan badannya ke atas dan langsung menendang orang itu dari bawah sampai terpental ke atas.
"Lumayan..." Kata Orang itu membuka kedua tangannya yang mengeluarkan sebuah aura hitam. Seketika bola energi gelap diluncurkan dari atas ke arah Nona Reshieka.
__ADS_1
Nona Reshieka yang melihat itu langsung berlari tanpa arah untuk menghindari serangan orang itu. Saat ada celah waktu beberapa detik, nona Reshieka menyentuhkan tangannya ke tanah dan mulai mengucapkan mantra.
"Dari dalam tanah, aku memanggilmu ke permukaan dengan kekuatan besar! Bangkitlah, Golem!" Teriak Reshieka lalu mengangkat tangannya perlahan dan tumbuh sebuah bunga di bawah telapak tangannya.
Braakk....!!! Orang itu meluncur kebawah dan memukul tanah di depan Nona Reshieka sampai retakan besar terbentuk.
Nona Reshieka segera melompat mundur, tapi tetap sedikit terpental akibat pukulan orang itu.
"Kena kau!" Kata Nona Reshieka mengeluarkan lingkaran sihir dari kedua tangannya.
Saat orang itu sadar, ternyata Golem sudah berdiri di belakangnya. Golem itu lalu memukul orang itu dengan kedua tangan, getaran terasa sangat kuat bagaikan kerak bumi yang bergeser. Debu berhamburan di sana, membuat pandangan sedikit kabur.
"Dia pasti akan tertahan cukup lama." Kata Nona Reshieka lalu berbalik untuk menghampiri Fiel.
"Ini tidak akan lama."
"Fiel, semoga saja kau tidak apa." Batin Nona Reshieka sambil berlari. Tapi, tidak berselang lama sebuah ledakan muncul. Nona Reshieka segera menoleh kebelakang, serpihan batu berterbangan ke arahnya dan saat dilihat Golem itu sudah hancur berkeping-keping.
Orang itu langsung meluncur ke depan dan mencekik Nona Reshieka. "Hebat juga kau bisa menciptakan Golem sebesar itu." Kata Orang itu sambil mencekik Nona Reshieka.
"Aku bukan siapa-siapa, aku hanya di bayar untuk ini. Lagi pula apa yang sedang kau cari di sini?" Tanya orang itu menoleh ke belakang. Ia melihat lubang galian yang cukup besar di tanah.
"Apa itu, ruang bawah tanah lain?" Tanya orang itu terdengar terkejut.
"Lepaskan... Nona Reshieka...!" Teriak Fiel langsung datang dan menendang orang itu tepat di belakang kepalanya saat ia menoleh.
Orang itu terpental kebelakang dan Fiel langsung menarik Nona Reshieka agar tidak tertarik. Mereka terjatuh di tanah usai serangan itu.
"Kau... Bukan manusia?" Tanya orang itu bangkit dengan kepalanya yang sedikit bergeser menghadap kebelakang. Ia lalu memutar kepalanya dengan alunan suara tulang yang cukup keras.
"Pantas saja kau bisa bertahan dari serangan ku. Fisik manusia setengah hewan memang sangat kuat. Aku hanya perlu satu serangan tambahan untuk membunuhmu." Kata orang itu berjalan ke arah mereka.
Orang itu mengumpulkan kekuatan di tangannya dan langsung berlari dengan tangannya yang bersiap melepaskan tinjuan.
__ADS_1
"Fiel, berpegangan padaku!" Kata Nona Reshieka. Ia lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku bajunya.
Tapi, orang itu sudah sangat dekat dan pukulan dengan aura yang sangat kuat sudah di lepaskan. Nona Reshieka segera melemparkan sebuah kristal kecil berwarna biru yang tepat mengenai pukulan orang itu. Kristal itu pecah dan ledakannya membentuk sebuah dinding bundar yang perlahan menelan Nona Reshieka dan Fiel di dalamnya.
Setelah beberapa detik cahaya memancar dan seketika Nona Reshieka dan Fiel menghilang dari tempat itu.
"Apa!?" Kata orang itu terkejut. Tapi ia tidak bisa membatalkan serangannya, dan akhirnya di lepaskan ke arah hutan. Seketika sebuah garis lurus membelah hutan itu dengan api di dalamnya.
"Mereka pergi? Semoga saja Zhagi tidak membatalkan perjanjiannya." Kata orang itu lalu berjalan ke arah ruang bawah tanah yang sedang di teliti oleh Nona Reshieka.
"Mungkin di bawah sini ada sebuah senjata legendaris." Kata orang itu berdiri di samping lubang.
...*****...
Sementara itu di rumah kediaman Nona Reshieka, Izuru tengah duduk di depan perapian.
"Apa aku harus menyerah saja? Lagi pula bagaimana cara menebus kesalahan pada orang yang sudah mati?"
"Izuru, kamu sudah bangun?" Tanya Asura masuk ke ruang tamu.
"Asura? Aku tidak bisa tidur." Jawab Izuru.
Asura lalu berjalan mendekat, lalu duduk di samping Izuru. "Aku juga tidak bisa tidur. Aku khawatir pada Nona Reshieka dan Fiel. Nona Reshieka sempat bilang kalau rekan kerjanya ditemukan meninggal di sana, tapi Nona Reshieka masih memaksa pergi ke sana."
"Ak..." Izuru ingin bicara tapi langsung di sela orang suara seseorang.
"Permisi..! Apa ada orang?" Panggil seseorang dari pintu depan.
"Siapa itu?" Tanya Asura beranjak dari sofa dan pergi ke pintu depan.
"Nona Reshieka!? Fiel!?" Teriak Asura histeris. Izuru yang mendengar Asura segera menghampirinya.
"Ada apa Asura?" Tanya Izuru.
__ADS_1
"Nona Reshieka, Fiel! Apa yang terjadi!?" Tanya Asura dengan mata berkaca-kaca.
Bersambung...