The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 28 - Pertahankan Desa ini!


__ADS_3

Kereta kuda terus melaju dengan sangat cepat, sepertinya itu adalah pilihan yang tepat untuk menerobos semua monster-monster itu. Karena sepanjang mereka berjalan, selalu ada kumpulan monster di depan, jika mereka melawan satu per satu mungkin akan memakan waktu yang sangat lama. "Terus maju! Tembaki menghalangi saja, kita tidak punya waktu untuk melawan semuanya." Kata Shun bergantung di samping pintu kereta kuda.


Para pemanah dan penyihir di sana berada di samping kusir untuk menyerang monster yang menghalangi jalan. Rin memanah dengan cepat semua monster yang ada di depan, termasuk monster yang masih ada di balik bayangan bisa langsung Rin ketahui. "Mereka terlalu banyak, anak panahku juga sudah menipis." batin Rin.


"Shun, aku juga akan membantu di depan!" Kata Iona bangun dari tempat duduknya.


"Tidak perlu, duduk saja di sini. Kami harus melindungi mu, karena kau satu-satunya yang bisa menghentikan aku jika lepas kendali." Kata Shun. Iona lalu kembali ke tempat duduknya dengan wajah muram. Iyah dia memang sudah muram sejak awal. Shun lalu masuk dan duduk di dekat Iona. "Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Shun.


"Tidak ada." Jawab Iona memalingkan wajahnya dan melihat keluar jendela, sesuatu bergerak dari pepohonan di samping. Iona terus memperhatikannya, lalu ia mengeluarkan sihir cahaya untuk melihat lebih jelas. Itu adalah serigala besar, tapi ada sesuatu di atasnya.


"Bagus! Ayo terus berlari!"


Iona terkejut mendengar suara itu. "Tidak mungkin..."


"Siapa itu!?" Tanya Shun melihat dari pintu.


Tiba-tiba Izuru dari pepohonan mengendarai Serigala yang matanya di tutup dengan kain. "Yo!" Sapa Izuru.


"Izuru!? Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Iona.


"Sebenarnya tadi aku duduk di belakang, tapi kalian meninggalkanku jadi aku menyusul dengan teman baruku ini." Jawab Izuru lalu mengelus kepala serigala itu. Bagaimana Izuru bisa mendapatkan serigala, bukankah mereka sudah di bunuh oleh Izuru?


Apa kalian ingat kalau Izuru menendang mayat serigala ke arah serigala lain yang tengah berlari ke arahnya sampai terbentur ke tanah? Ya benar, serigala yang terkena mayat itu tidak mati, tapi hanya terbaring lemas. Izuru lalu menaikinya dan menutup matanya agar tidak memberontak.


"Apa? Jadi kau menyelinap ke dalam kereta kami?" Tanya Shun.


"Bukan di luar sih, tapi semacam itu. Ngomong-ngomong aku sudah bisa melihat cahaya di depan sana, aku duluan ya!" Kata Izuru lalu melaju lebih cepat dari pada dua kuda yang menarik kereta.


Rin yang berada di depan melihat sesuatu melewati mereka dan langsung menyadari kalau itu adalah Izuru. "Izuru!?" Kata Rin terkejut.


"Ayo berlari lah!" Kata Izuru sambil mengendalikan arah serigala itu menghindari para monster di depan. Lalu di depan ada banyak sekali monster yang berkumpul, sedikit lebih jauh dari kereta kuda Shun. "Baiklah, ayo tunjukan kemampuanmu!" Kata Izuru mengatakannya di telinga Serigalanya. Saat sudah dekat dengan kumpulan monster itu, Izuru langsung memegang leher Serigalanya dan membuatnya melompat menghindari kumpulan monster itu. Semua orang menganga melihat lompatan sempurna yang di lakukan Izuru dan serigalanya.


"Hebat." Kata beberapa orang yang melihatnya.

__ADS_1


"Kalian lihat? Aku sangat keren!" Kata Izuru melihat ke belakang.


"Awas!" Teriak mereka memperingati Izuru.


"Ada apa?" Tanya Izuru lalu melihat ke depan dan Braakkk!! wajah Izuru langsung menabrak sebuah dahan pohon dengan keras, Izuru jatuh dan seketika tidak sadarkan diri.


"Ugghh... Di mana aku?" Izuru membuka matanya, ia menatap sebuah papan kayu, terlihat seperti atap. Lalu ia menoleh ke samping dan melihat Kyoko yang tengah duduk di jendela yang terbuka. "Di mana ini?" Tanya Izuru bangun.


"Kau sudah bangun? Baguslah, aku jadi bisa pergi sekarang." Kata Kyoko lalu melompat keluar lewat jendela.


"Hey!" Izuru lalu beranjak dan berlari menuju jendela itu. Saat ia melihat keluar, ternyata ia sudah sampai di desa yang tengah di serang itu. "Jadi ini desanya?" Tanya Izuru lalu kembali ke tempat tidur untuk mengambil tas dan pedangnya. Kemudian Izuru keluar dari rumah itu, di desa itu sangat sepi dan hanya ada beberapa prajurit yang berjalan ke sana ke mari.


"Di mana yang lain?" Tanya Izuru melihat sekeliling. Lalu ia mendengar sebuah suara raungan dari suatu arah, "itu pasti mereka!" Kata Izuru langsung berlari mengikuti suara yang ia dengar. Setelah beberapa saat, Izuru sampai di gerbang tempat orang-orang bertahan dari monster yang mencoba masuk ke dalam desa.


Salah satu petualang di sana melihat Izuru dan mendekatinya. "Kau orang yang menunggangi serigala tadi kan?" Tanya petualang itu.


"Oh ya, benar juga! Aku tadi jatuh karena menabrak batang pohon, kalau di ingat lagi rasanya memalukan." Kata Izuru dalam hati. "Iya benar, ngomong-ngomong apa yang bisa kulakukan untuk membantu?" Tanya Izuru.


"Baiklah!" Izuru lalu berlari keluar gerbang dan mendekati dinding dari tumpukan kayu yang sedang di pertahankan para prajurit. "Hebat, jadi ini yang namanya perang fantasi?" Kata Izuru kagum.


"Hey kau!" Panggil seorang prajurit yang pakaiannya berwarna lebih mencolok di banding yang lain.


"Aku?' tanya Izuru, lalu ia berlari ke sana. "Iya pak?" Kata Izuru.


"Kau bantu di sebelah sini." Kata prajurit itu.


"Sepertinya dia panglimanya." Kata Izuru dalam hati, lalu ia segera pergi ke tempat yang di perintahkan.


"Tunggu sebentar!" Kata panglima lagi. Izuru seketika langsung berhenti dan berpikir apa kesalahan yang ia perbuat.


"Ada apa pak?"


"Kau lupa ini!" Panglima itu memberikan sebuah helm besi ke kepala Izuru. "Pertahanan mu itu terlalu terbuka."

__ADS_1


"Terima kasih pak!" Kata Izuru melanjutkan berlari.


Izuru di sana membantu semua yang di minta, yaitu. Membunuh monster besar berbulu yang mencoba merusak benteng, dengan cara menusuknya dengan tombak yang di berikan dari dalam. Lalu membantu membawa sebuah batu untuk Katapel Tempur, tidak tahu? Silahkan cari di google. Dan juga membantu menjaga prajurit yang tengah memperbaiki benteng yang hancur. Sampai akhirnya pagi datang dan para monster perlahan mulai kembali ke arah hutan.


"Hah... Hah... Ternyata ini sangat melelahkan!" Kata Izuru duduk bersandar di benteng bersama beberapa orang.


"Ini akan melatih otot mu nak!" Kata salah satu prajurit sambil menepuk punggung Izuru.


"Yah, kalau seperti ini terus tulang ku bisa patah." Jawab Izuru.


"Hahahahaha...! Benar juga ya!" Mereka tertawa bersama-sama saat istirahat. Izuru tidak merasa terganggu, tapi malah senang bisa berjuang bersama orang lain.


"Ternyata ini sangat menyenangkan. Aku heran kenapa orang-orang di anime isekai lebih suka bekerja sendirian? Ini jauh lebih keren dari pada sendirian." Kata Izuru dalam hati. Lalu ia melihat Rin yang turun dari menara pemanah. "Rin!" Panggil Izuru berlari ke arahnya.


"Izuru? Kau sudah sadar?"


"Iya, sudah sejak beberapa jam lalu." Jawab Izuru.


"Sepertinya kau juga membantu bagian depan ya?" Kata Rin sambil berjalan bersama Izuru.


"Iya, ini cukup melelahkan, tapi juga menyenangkan!" Kata Izuru. "Oh ya, aku tidak melihat Iona. Di mana dia?" Tanya Izuru.


"Sepertinya dia bersama dengan Shun. Dia bilang harus memperbaiki pelindung desa ini." Jawab Rin.


"Begitu? Ada di mana mereka, aku menyapa Iona." Tanya Izuru.


"Mereka ada di menara itu." Jawab Rin sambil menunjuk ke sebuah menara batu yang ada di tengah desa.


"Bagaimana aku bisa tidak melihatnya? Terima kasih ya, aku akan ke sana!" Kata Izuru lalu berlari meninggalkan Rin.


Bersambung...


lagi-lagi Author telat up-nya. game tross!

__ADS_1


__ADS_2