The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 116 - Sesuatu Terungkap part 2


__ADS_3

Cahaya terang menyinari ruangan itu, mereka bahkan tidak sanggup melihatnya saat kebangkitan senjata itu. Walau begitu boneka Nathasia terus menatap tanpa berkedip sedikitpun.


Di tengah cahaya itu muncul sebuah tombak yang cukup besar. Tombak Legendaris telah muncul di depan Boneka Nathasia.


...*****...


Sementara itu Izuru dan yang lain masih tengah membicarakan yang sudah terungkap.


"Kalau begitu kita harus lebih dulu mendapatkan senjata legendaris itu! Kalau Nathasia belum pergi dari sini, itu artinya dia belum mendapatkan apa yang ia cari." Ujar Izuru.


"Profesor! Apa di tempat ini ada sebuah benda artefak sihir yang di lindungi?" Tanya Iona.


"Kalau di lindungi tidak ada. Tapi, ada banyak artefak sihir yang tersembunyi di lantai 3. Semuanya berfungsi untuk menerbangkan Fhsyle ini." Jawab Profesor.


"Aku jadi teringat saat kita di desa yang di serang ribuan monster dan undead waktu itu." Kata Izuru.


"Pelindung desa itu hilang karena senjatanya sudah di ambil. Itu artinya..."


"Fhsyle ini akan jatuh...?" Tanya Lauren dengan tatapan kosong ke arah bawah.


"Apa!? Kita tidak boleh membiarkan Fhsyle jatuh! Kita harus cepat menemukan orang itu!" Ucap Gabriel.


"Tunggu, serahkan saja masalah ini pada mereka. Untuk sekarang kita harus menyelesaikan mesin cadangan, untuk mengantisipasi jatuhnya Fhsyle." Ucap Profesor.


...*****...


Nathasia sudah mendapatkan Tombak Legendaris di tangannya. Sekarang ia tengah memandangi senjata yang menyimpan kekuatan besar itu di ruangannya. Sampai tiba-tiba ia menjatuhkan begitu saja tombak itu ke tanah.


"Hmph... Benda itu selalu mencoba mempengaruhi pemakainya. Cepat bungkus itu dengan kain!" Perintah Nathasia kepada bonekanya.

__ADS_1


Saat boneka menyentuh tombak itu, tiba-tiba sesuatu muncul di matanya. Boneka itu tidak mau bergerak setelah memegang tombak legendaris. Nathasia yang melihat hal itu langsung menendang tombak itu dari tangan bonekanya. Boneka itu kembali sadar setelah itu.


"Sialan, bahkan bisa mengalahkan kendali ku. Sepertinya aku harus memasang Mana ku kedalam boneka ini." Ucap Nathasia perlahan menyentuh leher bonekanya dari belakang.


Dengan salah satu jarinya ia membuat garis lurus di leher bonekanya, membuat darah menetes dari luka sayatan itu. Nathasia lalu mengeluarkan lingkaran sihir di tangannya dan di arahkan ke leher boneka itu. Seketika rambut boneka itu yang awalnya pendek sebahu tumbuh menjadi panjang dan berubah warna menjadi putih, sama seperti Nathasia.


"Hey, lihat ini. Kau jadi sangat mirip denganku." Ucap Nathasia saat melihat wajah boneka itu dari depan.


"Semoga saja kau tidak rusak seperti yang lain. Sekarang coba ambil tombak itu!" Sambung Nathasia sambil menunjuk ke arah tombak yang tergeletak di sudut ruangan.


Boneka itu sekarang bisa bergerak lebih baik dari sebelumnya. Pikirannya mulai kembali di pengaruhi oleh tombak itu, tapi hanya dengan beberapa saat saja boneka itu mampu lepas dari pengaruhnya. Ia mengangkat tombak itu sambil menghadap ke arah Nathasia, kemudian dia tersenyum dengan sendirinya.


"Bagus sekali! Kau boneka paling sempurna yang pernah aku buat." Ucap Nathasia berjalan ke arah boneka itu dan kemudian memeluknya.


"Sekarang bungkus tombak itu. Lalu tugasmu berikutnya adalah melempar anak itu dari jendela. Aku tidak mau semuanya kacau karena makhluk kecil itu!"


Boneka Nathasia kemudian pergi dengan membawa tombak itu. Di sudut kamar tidur terlihat anak bangsawan yang masih dalam keadaan terikat, ia terus mencoba segala cara untuk melepaskan diri.


Anak itu memberontak sambil berusaha berteriak ketakutan. Dengan tombak di tangannya, boneka itu menghancurkan jendela di ruangan itu. Anak itu hanya diam melihat ke arah jendela dan ke arah boneka itu dengan tatapan penuh dengan rasa takut.


Tanpa basa-basi Boneka itu melempar anak itu keluar jendela. Teriakan keluar bersamaan dengan air mata pada anak itu. Seluruh tubuhnya terikat termasuk dengan sayapnya, jadi ia tidak bisa melakukan apapun lagi.


"Dengan ini aku bisa pergi dengan tenang." Ucap Nathasia.


Setelah beberapa jam mengemasi semua barang-barangnya, ia bersama dengan bonekanya pergi dari rumah sewaannya itu dan pergi ke permukaan.


"Sudah beberapa jam tidak ada satupun prajurit yang datang, orang-orang pasti tidak membolehkan mereka turun ke sini. Kalau begitu perjalanan ini akan jadi santai." Kata Nathasia bicara sendiri saat berjalan di lorong panjang bersama dengan bonekanya.


Tapi sesuatu menghentikan mereka. Terlihat seseorang di ujung lorong itu. Saat di lihat lebih jelas lagi, orang di sana adalah Izuru. Izuru lalu berlari ke arah Nathasia beberapa saat kemudian.

__ADS_1


"Anak itu lagi? Apa yang dia inginkan sekarang?" Tanya Nathasia.


"Hey! Kau mau pergi ke mana?" Tanya Izuru setelah sampai di hadapan Nathasia.


"Aku hanya ingin ke atas. Lagi pula apa urusanmu?"


"Tidak ada, ngomong-ngomong kenapa membawa tas segala? Dan siapa orang di belakangmu itu?" Ucap Izuru terus bertanya.


"Kau tidak perlu tahu." Jawab Nathasia singkat.


Tangan Izuru perlahan memegang gagang pedang dan dengan cepat menebas ke arah Nathasia. Di lorong itu tiba-tiba menjadi sunyi setelah terdengar suara tebasan pedang.


"Sudah kuduga tidak semudah itu untuk melukaimu." Ucap Izuru setelah tebasan nya di tangkis oleh Nathasia.


"Kau... Kenapa menyerang ku? Jadi kau benar-benar sudah tahu siapa aku?" Tanya Nathasia sambil menahan pedang Izuru dengan tangannya.


Boneka di belakang langsung bergerak setelah melihat Izuru menyerang Nathasia. Ia berniat membantu Nathasia di sana, tapi sebelum sampai sesuatu menimpanya dari atas. Itu ternyata adalah prajurit kegelapan milik Iona yang langsung menusuk dengan pedang Boneka Nathasia dari atas.


"Apa itu...!!?" Tanya Nathasia panik melihat bonekanya hampir di hancurkan. Langit-langit di atasnya juga tiba-tiba retak dan jatuh hal yang sama ke arah Nathasia.


Nathasia langsung mengeluarkan tangan hitam dari punggungnya yang langsung mencekik dan menahan prajurit kegelapan milik Iona. Nathasia lalu menghancurkan pedang Izuru dengan tangannya kosong, Izuru juga langsung dilemparkan ke arah dinding.


"Enyah kau dari boneka ku!" Teriak Nathasia mengarahkan tangan-tangan kepada prajurit yang berada di atas bonekanya itu.


Kedua prajurit kegelapan itu lalu dilemparkan ke arah yang sama dengan keras. Membuat keduanya hancur dan menghilang. Nathasia menghampiri bonekanya untuk melihat keadaannya, terlihat luka yang cukup besar di punggung. Tetapi, perlahan mulai tertutup dengan sendirinya, mengingat Nathasia sudah memberikan Mana nya pada boneka itu.


Iona tiba-tiba muncul dari ujung belakang lorong. Dengan membawa tongkat sihirnya, ia merapal sihir es dan ditembakkan ke arah Nathasia, membuat sebuah bongkahan es tajam yang menghentikan pergerakkan nya.


"Ada berapa banyak mereka...!?" Tanya Nathasia panik saat dirinya tidak bisa bergerak.

__ADS_1


Izuru segera bangun dan mengambil Tombak Legendaris di punggung Boneka Nathasia.


Bersambung...


__ADS_2