
Hari itu perasaan duka menyelimuti sebuah padang rumput, Crgoshiro berdiri di sana sambil menundukkan kepalanya. Terlihat tangan dan kakinya berlumuran lumpur.
"Kalian berdua yang pertama menciptakan ikatan denganku, dan aku yang mengakhiri semuanya." Kata Crgoshiro berdiri di depan dua makam dengan nama yang tertulis, Aira dan Zhagi.
Crgoshiro sendiri yang mengantarkan Zhagi ke tempat peristirahatan terakhirnya. Hanya dengan kedua tangannya, Crgoshiro menggali kuburan untuk Zhagi. Entah berapa lama waktu yang di butuhkan untuk melakukan itu.
"Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi... Sejak awal aku memang seharusnya tidak lahir, diriku adalah kesalahan."
"Kau salah." Kata seseorang yang tidak asing di telinga Crgoshiro.
Crgoshiro terkejut dan segera berbalik. "Kau?"
m
*bagi kalian yang lupa
"Aku ucapkan selamat karena berhasil bertahan dari bayaran kekuatan yang kau terima." Kata Makhluk itu yang sebelumnya bicara dengan Crgoshiro tadi.
"Oh ya, Raja Hyron sudah mendengar berita tentangmu. Bala tentara dengan menuju ke sini dengan pasukan penyihir juga."
"Lalu kenapa?" Tanya Crgoshiro.
"Apa kau tidak mau minta bantuan ku lagi? Aku bisa menyelamatkanmu dari mereka." Kata Makhluk itu mengulurkan tangannya.
"Aku sudah cukup menerima sesuatu darimu." Kata Crgoshiro berbalik kembali menghadap makam.
"Aku sudah memprediksi masa depanmu. Kau akan mati." Katanya sambil tersenyum.
"Itu memang hukuman yang seharusnya sejak awal aku terima." Kata Crgoshiro.
"Pasrah? Itu bukan bagian dari prediksi ku. Hahaha...! Ini menarik sekali, aku akan terus melihat masa depanmu." Kata Makhluk itu perlahan menghilang.
"Akhirnya aku akan bisa bertemu dengan kalian lagi..." Tiba-tiba Crgoshiro terjatuh tak sadarkan diri di depan makam.
Beberapa saat kemudian para tentara muncul dan membawa Crgoshiro pergi. Para penyihir lah yang melepaskan mantra agar bisa menangkap Crgoshiro.
Beberapa haru kemudian berita tertangkapnya Crgoshiro tersebar ke seluruh penjuru negeri, bahkan sampai terdengar ke telinga Izuru yang masih dalam masa penyembuhan lukanya.
"Aku beli yang isi ikan satu, dan juga yang isi... Apa ini ular?" Tanya Izuru sedang berada di toko makanan. Wajah Izuru di penuhi luka lebam dan kain perban yang menutup mata kanannya.
"Benar, ini isi daging ular Lampropeltis. Apa anda mau mencobanya?" Tanya penjual itu.
"Memang ada orang yang mau makan ular?" Tanya Izuru.
"Biasanya menu ini laris di kalangan Ras Demonia." Kata penjual itu.
"Ou... Ras iblis ya? Tidak terima kasih, aku ambil yang ikan saja dua." Kata Izuru.
__ADS_1
"Baiklah, mohon tunggu sebentar ya!" Kata penjual itu.
Hari itu sedang hujan saat pagi hari, jalanan tengah kota menjadi kosong. Para pejalan kaki berpindah kepinggir agar bisa sekaligus berteduh. Saat hujan agak mereda, Izuru berjalan pulang dengan membawa makanan yang ia beli tadi.
Izuru kembali ke rumah Nona Reshieka. Ia melewati pintu depan dan melihat Destra sedang melukis di depan Meiro yang sedang berpose dengan wajah kesal. Izuru tidak terlalu mempedulikannya dan langsung pergi ke kamar. Di dalam ada Asura yang masih terbaring di tempat tidur.
"Izuru, maaf ya kamu jadi kehujanan." kata Asura.
"Tidak apa, ini milikmu." Jawab Izuru memberikan makanan pada Asura.
"Terima kasih."
Izuru makan dengan santai, sementara Asura terlihat heran sambil melihat kearah Izuru.
"Apa... Kamu tidak tahu?"
"Hmm...?"
"Banyak orang bilang, kalau Crgoshiro sudah tertangkap oleh Tentara Kerajaan Hyron."
".....!?" Izuru tampak terkejut. "Bagaimana? Bagaimana aku bisa lupa dengan Gorden?" Tanya Izuru dalam hati.
"Izuru?" Asura melambaikan tangan di depan wajah Izuru, dan seketika membuatnya tersadar. "Kamu tidak apa-apa?" Tanya Asura.
"Bagaimana kau tahu hal itu!?" Tanya Izuru mendekat pada Asura.
"Aku mendengar orang-orang bicara di balik dinding. Mereka bilang Crgoshiro sudah tertangkap dan juga mereka mengatakan sesuatu tentang hukuman mati." Jelas Asura.
Izuru lalu langsung pergi keluar dari kamar dan berpapasan dengan Iona di depan pintu kamar.
"Izuru, kau mau ke mana?" Tanya Iona.
"Aku harus pergi ke Kerajaan Hyron!" Jawab Izuru.
"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Iona.
"Apa maksudmu? Jadi kau berniat menyembunyikan hal ini dariku!?" Tanya Izuru.
"Kami tidak mau kau berurusan dengan buronan sepertinya lagi! Kau bisa mendapat masalah jika orang-orang tahu kau berusaha melindunginya!" Kata Iona.
"Aku tidak peduli! Aku akan pergi menemuinya sekarang!" Kata Izuru, tapi di halangi oleh Iona.
"Aku tidak akan membiarkanmu."
"Sudahlah Iona." Kata Seseorang di belakang Iona. Itu adalah Nona Reshieka yang bersama dengan Fiel. "Aku di undang oleh raja ke sana. Aku tidak masalah jika Izuru ikut." Kata Nona Reshieka.
"Terima kasih Nona Reshieka! Ayo kita segera berangkat!"
Nona Reshieka bersama dengan Izuru dan Fiel memulai perjalanan ke Kerajaan Hyron dengan kereta kuda. Di tengah perjalanan hujan semakin deras, tapi mereka tidak berhenti dan terus menerjang hujan.
__ADS_1
Izuru termenung di dekat jendela. "Jika semua orang membicarakan hal ini, kenapa aku tidak mendengarnya?" Tanya Izuru.
"Izuru!" Panggil Nona Reshieka.
"Ah iya, ada apa?" Jawab Izuru.
"Kau sudah berkali-kali ku panggil, cepat tutup jendelanya! Hujannya semakin deras."
"Maaf, aku tidak dengar tadi." Izuru lalu menutup jendela.
Melintasi padang rumput yang luas, angin bertiup membuat rumput membentuk sebuah garis lurus yang melintas ke depan. Setelah beberapa menit, mereka sampai di Kerajaan Hyron saat hujan mulai mereda.
Nona Reshieka, Fiel, dan Izuru berjalan keluar dari kereta kuda. Mereka mengikuti keramaian orang yang mengarah ke Kerajaan, semuanya masuk ke sebuah area pertarungan dengan kursi penonton di atas mengelilingi area. Izuru dan yang lain duduk di salah satu area tempat duduk di tengah hujan gerimis.
"Kenapa kita di sini?" Tanya Izuru berdiri setelah duduk beberapa saat.
"Tentu saja menonton proses hukuman mati Crgoshiro. Agar kau bisa menerima kenyataan." Kata Nona Reshieka.
"Kau sama saja! Aku akan pergi mencarinya sendiri!" Kata Izuru berlari pergi turun dari tempat penonton.
Izuru lalu melihat lorong yang di jaga oleh dua orang prajurit. Ia sontak menerobos masuk, tapi dihentikan oleh dua prajurit itu.
"Maaf, anda tidak boleh masuk ke sini! Pergilah ke tempat duduk penonton."
"Aku harus menemui Gorden!" Kata Izuru masih berusaha masuk.
"Siapa yang kau maksud?" Tanya salah satu prajurit itu.
"Crgoshiro! Aku harus bertemu dengannya!" Kata Izuru reflek menarik keluar pedangnya. Itu membuat para prajurit siaga bertarung.
"Apa yang kau lakukan!? Cepat jatuhkan senjata mu!"
"...!? Aku tidak bermaksud untuk!"
"Cepat tangkap dia!" Kata prajurit itu dan langsung menangkap Izuru.
Izuru lalu dibawa masuk tanpa pedangnya yang jatuh di sana. Para prajurit itu tidak mempedulikan ucapan Izuru dan langsung menjebloskannya ke penjara.
"Kami akan bicara padamu setelah eksekusi selesai!" Kata dua prajurit itu, lalu pergi meninggalkan Izuru di sana.
"Kenapa aku malah berada di sini? Selesai sudah, aku tidak akan bisa menemui Gorden lagi..." Kata Izuru dalam hati.
Tapi selang beberapa saat, ia menatap ke depan dan melihat Crgoshiro di sel yang lain sedang duduk termenung dengan rantai yang mengikat tangannya.
Bersambung...
Maaf Author lama lagi updatenya, kebiasaan. pasti saat bagian penutupan Arc Author butuh banyak waktu untuk menyusun penutup.
Kalian juga bisa dukung author di https://k-a-r-y-a-k-a-r-s-a.com/arkofcosmos/ (tanpa tanpa tanda strip)
__ADS_1
kalau kalian malas like semua eps satu per satu, ya setidaknya kalian bisa donasi di link di atas. di ***** ***** author bakal menerbitkan spin off juga banyak cerita menarik lainnya, hanya eksklusif di sana! harga ya tidak sampai Rp20.000 keatas. tapi untuk sekarang kalian follow dulu, agar bisa mendapat notifikasi kalau sudah rilis.
baiklah hanya itu, mungkin pesan ini akan author salin ke semua chapter yang akan hadir. Sampai jumpa lagi!