
Di pagi hari Gorden seperti biasa sedang membuka bar nya, tapi tampaknya dia sedang tidak senang. "Dasar bocah itu, dia lari membawa uangku, sudah kuduga akan seperti ini." Kata Gorden, sementara itu Izuru sedang menghadapi masalahnya sendiri.
"Hentikan! Jangan tarik celanaku!" Kata Izuru sambil menarik celananya.
"Ayo cepat! Jika tidak Nona Reshieka akan marah nanti!" Kata Asura menarik celana Izuru. Akhirnya Asura berhasil melepas pakaian Izuru dan kemudian masuk ke kamar mandi.
"Apa kita tidak bisa bergantian?" Tanya Izuru berada di kamar mandi bersama Asura.
"Lebih cepat jika langsung berdua." Kata Asura kemudian ia meregangkan kedua tangannya, tapi tiba-tiba sayap muncul dari punggung Asura dan ikut merenggang. "Ahh... Enak sekali merenggangkan sayap saat mandi."
"Apa itu!? Bentuknya seperti sayap naga." Kata Izuru dalam hati terkejut.
"Kenapa kau terkejut seperti itu?"
"Anu, sebenarnya kau itu apa?" Tanya Izuru.
"Aku ini adalah ras naga!" Jawab Asura dengan semangat.
"Jadi, kau bisa berubah menjadi naga, begitu?"
"Ya, semacam itu."
"Ternyata dunia ini lebih rumit dari yang aku kira." Batin Izuru.
"Cukup bicaranya." Kata Asura menarik Izuru, lalu mendudukkannya di sebuah bangku kecil, kemudian menyiram air dari atas kepala Izuru.
"Aku bisa mandi sendiri." Kata Izuru mencoba pergi, tapi kembali di paksa duduk oleh Asura. "Bukankah lebih cepat jika kita mandi sendiri-sendiri?" Kata Izuru.
"Mungkin kau bisa cepat, tapi aku butuh bantuan untuk membersihkan sayap ku!" Kata Asura.
"Jadi karena ini kau memintaku mandi bersamamu?"
"Tentu saja, semua orang pasti punya maksud tertentu saat melakukan sesuatu, bukan begitu?"
"Tidak-tidak, aku tidak mau!" Kata Izuru berdiri. Lalu Asura memegang kedua pundak Izuru dan berkata.
"Duduk sekarang..." Tangannya mencengkram pundak Izuru dengan kuat sampai kukunya menancap di kulit Izuru.
"Woy sakit! Cepat lepaskan..!" Teriak Izuru kesakitan.
"Ya maaf, makannya jangan lari lagi kalau kau tidak mau pundak mu patah." Kata Asura, kemudian ia mengambil kain lalu mengolesinya dengan sabun. "Ingat, setelah ini giliran mu membersihkan sayap ku." Kata Asura lalu menggosok punggung Izuru.
"Iya iya, aku akan melakukannya. Tapi, Kenapa kau tidak memotong kuku mu, Bukankah kalau terlalu tajam bisa merepotkan pekerjaanmu?"
"Aku sudah beberapa kali memotongnya, tapi ini tumbuh lebih cepat dari yang kuduga. Jadi setelah saat itu, aku tidak lagi memotongnya dan juga kuku ku tidak bisa lebih panjang dari ini. Oh ya, lebih baik kita berkenalan dulu. Aku tahu kamu sebenarnya bukan budak yang bekerja bersamaku dulu."
"Kenapa hanya kau yang tahu, Apa mereka belum pernah melihat budak itu?"
__ADS_1
"Tidak, hanya saja budak itu tidak pernah berbicara ataupun menampakkan wajahnya. Dia selalu menunduk sambil menggunakan tudung kepala berwarna hitam." Kata Asura sambil mengusap lengan Izuru dengan tangan kirinya.
"Jadi bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Izuru.
"Ya, aku hanya merasakan aura yang berbeda dari budak itu." Jawab Asura.
"Kenapa kau tidak menjelaskannya pada wanita itu?"
"Aku tidak bisa menentang Nona Reshieka."
"Apa ada sebuah mantra yang mengikatmu? Seperti di anime fantasi?"
"Tidak, aku tidak terikat mantra. Tapi, aku punya hutang budi pada Nona Reshieka."
"Namamu Asura kan? perkenalkan namaku Izuru. Sebaiknya kau terus memotong kuku mu itu, dari pada ada orang yang terluka karenanya." Kata Izuru memperkenalkan diri
"Jadi, Izuru mengkhawatirkan ku sampai sejauh itu?" Tanya Asura terkejut mendengar perkataan Izuru.
"Tidak, bukan itu." Jawab Izuru. "sebenarnya aku tidak peduli padanya, dan yang aku maksud orang yang akan terluka karena kuku itu adalah aku." Batin Izuru.
"Baiklah, sudah selesai. Sekarang giliran mu mencuci sayap ku!" Kata Asura melepaskan tangannya dari Izuru.
"Eh? Bukannya yang depan belum...!?" Kata Izuru keceplosan dan segera menutup mulutnya.
"Baiklah, akan kulakukan sesuai permintaanmu!" Kata Asura segera memeluk Izuru, lalu menggosok dada Izuru dari belakang.
"Hey, sebentar! Aku hanya bercanda saja, jangan anggap serius." Kata Izuru dengan wajah yang memerah. "Gila...!! Dadanya Asura benar-benar menyentuhku! Ini benar-benar mantap jiwa!" Batin Izuru kesenangan.
"Apa!? Tidak ada apa-apa!"
"Sudah selesai, sekarang sayap ku." Kata Asura berdiri, lalu menghadap kebelakang dan melebarkan sayapnya ke arah Izuru.
Izuru mengambil kain yang tadi Asura gunakan untuk menggosok punggung Izuru. Lalu mengolesinya lagi dengan sabun dan kemudian mulai menggosok sayap Asura. Tapi, sayapnya terus bergerak dan tidak mau diam, "hey, bisa kau diam?"
"Ahh, maaf."
Izuru lalu kembali menggosok sayap Asura, tapi tetap tidak mau diam. "Diam lah!" Izuru memegang sayap Asura dengan tangannya yang lain agar tidak bergerak-gerak dan mulai menggosoknya.
"Ahnn...!" Asura mendesah.
"Woy, Jangan keluarkan suara yang aneh!" Kata Izuru wajahnya memerah mendengar suara yang di keluarkan Asura.
"Makannya pelan-pelan!"
"Iya iya, tapi kau diam!" Kata Izuru lalu mulai menggosok sayap Asura lagi. Tapi, Asura tetap bersuara.
Adegan ini di skip karena dapat menimbulkan ke salah pahaman.
__ADS_1
"Hah... Akhirnya selesai juga." Kata Izuru masuk ke dalam kamar bersama dengan Asura, mereka hanya menggunakan handuk untuk menutupi anu masing-masing. "Sekarang mana seragam ku?" Tanya Izuru.
"Akan ku ambilkan, sebentar." Jawab Asura lalu membuka lemari bagian bawah dan mengambil sebuah seragam pelayan pria. "Ini sedikit berdebu, akan cuci besok." Kata Asura memberikan seragam itu pada Izuru.
Izuru lalu membentangkan serangan itu dan melihatnya beberapa saat. "Kenapa ukurannya segini? Ini tidak muat untuk ku." Kata Izuru lalu mengembalikan pakaian itu pada Asura.
"Hmm... Coba yang ini." Kata Asura sambil memberikan seragam yang lain pada Izuru.
"Ya, kurasa ini pas."
"Kalau begitu ayo cepat pakai, Nona Reshieka pasti sudah menunggu kita di ruang tamu." Kata Asura sambil memasukan kembali seragam kecil tadi ke dalam lemari.
"Tunggu, aku lupa pakaian dalam ku!"
"Memangnya pria memakai pakaian dalam?"
"Tentu saja bodoh!" Kata Izuru lalu keluar dari kamar. Setelah beberapa saat mereka siap dan segera menemui Nona Reshieka di ruang tamu. Nona Reshieka yang sedang duduk di kursi sambil membaca buku, kemudian menutup bukunya dan segera berdiri di depan Izuru.
"Sesuai perjanjian kau akan bekerja di rumah seperti sedia kala." Kata Nona Reshieka yang di belakangnya ada Asura dan Fiel.
"Apa aku akan di gaji?" Tanya Izuru.
"Budak itu tidak di gaji, kau tahu?" Jawab Nona Reshieka.
"Lalu bagaimana aku akan membebaskan diri dari sini?"
"Bukankah bagus jika kau terus di sini? Kau beruntung aku tidak seperti orang lain yang suka menyiksa budak mereka dan juga kau tidak perlu memikirkan tentang tempat tinggal ataupun makanan, karena semua akan mendapat makanan yang cukup di sini." Jelas Nona Reshieka.
"Itu benar, kami tidak pernah menderita saat bekerja di sini. Kita juga dapat hari libur setiap dua minggu sekali." Sambung Asura.
"Lalu apa pekerjaan yang akan kulakukan?" Tanya Izuru.
"Fiel akan menunjukkannya padamu." Kata Nona Reshieka. Lalu Izuru dan Fiel berjalan di sebuah lorong dengan banyak pintu di samping kanan dan kiri, menuju ke tempat Izuru bekerja.
"Ini kelihatan mewah, apa wanita itu orang kaya?" Batin Izuru lalu ia melihat ke arah Fiel, dan berkata. "Apa kau juga ras naga seperti Asura?" Tanya Izuru saat berjalan.
"Bukan." Jawab Fiel singkat. Lalu mereka berhenti di sebuah pintu, Fiel membuka pintu itu dan ternyata itu adalah gudang untuk menyimpan alat bersih-bersih. Fiel mengambil sebuah pel dan ember kayu, lalu memberikannya pada Izuru. "Bersihkan semua ruangan yang ada di sepanjang lorong ini." Kata Fiel.
"Hah...!? Tunggu sebentar! Semua ruangan di lorong ini terlalu banyak." Keluh Izuru.
"Tidak banyak kok, hanya sekitar 25 ruangan yang masing-masih berukuran 7×7 meter. Selamat bekerja..." Kata Fiel lalu pergi meninggalkan Izuru di sana.
"Apa kau bercanda..!?"
Bersambung...
bonus :
__ADS_1
sepertinya Author hanya bisa membuat ilustrasi full body untuk karakter tertentu saja.