
"hmm... Kami tidak tahu banyak soal raja, entah apa yang terjadi di dalam istana." Kata salah satu pria yang duduk bersama Izuru dan Karin.
"Lalu apa saja perubahan yang terjadi saat raja mulai tidak menampakkan diri?" Tanya Karin.
"Ada banyak yang berubah, salah satunya penjagaan yang sangat ketat saat malam hari di istana. Juga pedagang dari luar sangat sulit untuk datang ke sini, otomatis barang-barang yang di jual di dalam kota harganya melonjak naik." Kata pria yang lain.
"Apa ada orang luar aneh yang masuk ke kota sebelum ini terjadi?" Tanya Izuru.
"Kalau itu kami tidak tahu, ada banyak orang luar yang datang waktu itu." Jawab salah satu pria itu.
"Sepertinya hanya itu yang saja yang ingin kita tanyakan." Kata Izuru.
"Terima kasih informasinya." Kata Karin.
Izuru lalu melambai ke pelayan dan berkata. "Pelayan! Tolong tagihannya di bagi dua ya!" Kata Izuru.
"Hah...!? Kau yang memesankan ini untukku kan!?" Tanya Karin terkejut.
"Aku hanya membantumu memesan, aku tidak pernah bilang mau mentraktir mu." Jawab Izuru santai sambil mengeluarkan kantong uang dari sakunya.
"Aku kan tidak minta."
"Sudahlah, bukannya kau itu orang kaya? Sampai segitunya ingin makan gratis. Berapa semuanya?" Tanya Izuru pada pelayan yang baru datang.
"Semuanya 1 perak 30 perunggu." Jawab pelayan itu.
"Ini, ambil saja kembaliannya." Kata Izuru memberikan 2 keping perak.
"Dasar orang ini." Kata Karin sambil mengambil uang dari tas selempang nya. Setelah itu mereka berdua pergi dari bar, mereka melanjutkan perjalanan berkeliling kota.
"Ahh... Enak sekali makanannya." Kata Izuru berjalan sambil menepuk perutnya.
"Jadi sekarang kita ke mana lagi?" Tanya Karin.
"Kita kembali saja dan beritahu semua tentang informasi yang kita dapat."
"Informasi yang kita dapat belum seberapa, kita harus cari lebih banyak informasi. Bagaimana kalau kita lihat penjagaan di gerbang masuk istana?"
"Ide bagus, ayo!" Kata Izuru lalu berlari diikuti Karin. Saat sampai, Izuru dan Karin melihat kerajaan dari seberang jalanan yang sangat ramai dipenuhi oleh warga. "Ada apa ini? Apa ada upacara tradisional?" Tanya Izuru.
"Aku tidak tahu, ini tidak terlihat seperti upacara." Jawab Karin.
__ADS_1
Saat itu semua warga melihat ke atas dan bersorak "yang mulai raja!" Dengan lantang. Mereka semua tampak sangat senang. Lalu muncul dua prajurit di balkon istana dan kemudian seorang pria dengan jubah putih dan mahkota emas muncul setelah prajurit.
"Tidak mungkin, itu Raja!?" Tanya Karin terkejut.
"Itu rajanya!? Dia sudah muncul sekarang." Kata Izuru.
Raja lalu berdiri di ujung balkon, lalu salah satu prajurit maju ke dekat Raja dan berteriak. "Saat ini, Raja tengah sakit dan tidak dapat bicara untuk sementara! Saya di sini menyampaikan semua pesan yang mulia pada kalian semua! Raja berpesan untuk tenang dengan kondisi kota yang memburuk, semuanya akan segera di atasi, dan untuk para pedagang luar yang tidak boleh masuk kota, mulai saat ini akan diizinkan masuk dengan seleksi yang ketat, mengingat tertangkapnya mata-mata beberapa bulan yang lalu! Semuanya tetap semangat...!" Teriak prajurit itu menyampaikan semua pesan Raja.
Semua orang lalu bersorak gembira dan kemudian raja kembali masuk ke dalam bersama para prajurit.
"Jadi sudah selesai?" Tanya Karin.
"Iya, semua masalah sudah selesai. Tunggu, apa aku masih dapat bayaran?" Tanya Izuru.
"Tentu saja tidak, kau pikir aku ini bank!? Kau juga tidak melakukan apapun, masalah ini selesai dengan sendirinya." Jawab Karin.
"Tapi kau sudah janji kan?"
"Aku juga tidak tahu akan jadi seperti ini."
"Sudah berikan saja uangnya, kau itu orang kaya bukan!?"
"Izuru! Karin!" Panggil seseorang dari depan. Dan saat mereka menoleh ke arah suara, ternyata ada Rin dan Shun yang keluar dari kerumunan.
"Rin, Shun?" Tanya Izuru.
"Apa kalian sudah dengar tadi?" Tanya Rin.
"Iya, kami sudah dengar. Jadi sekarang bagaimana Tuan Shun?" Tanya Karin.
"Kalau begini kita pulang saja, lagipula semuanya sudah baik-baik saja." Kata Shun.
"Tapi, bagaimana dengan uang bayaran mereka bertiga?" Tanya Karin.
"Tidak apa-apa, mereka kan sudah bersedia membantu kita."
"Tapi!"
"Yang penting semuanya lebih baik sekarang."
"Iya Tuan Shun." Kata Karin tampak kecewa.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong di mana Iona? Apa dia belum kembali?" Tanya Izuru."
"Mungkin mereka masih berkeliling, nanti juga kembali." Jawab Rin.
...*****...
"Tidak ada informasi yang bagus sampai sekarang." Kata Iona berjalan di gang sepi bersama dengan pria tua perwakilan warga tadi.
"Maafkan aku nona, apa kita mau kembali saja?" Tanya pria itu.
"Iya, ayo kembali saja." Kata Iona.
"Kembalilah ke penciptamu!" Teriak dari belakang.
Iona langsung berbalik dan kemudian ia terpental jauh sampai membentur dinding. "Ahhhkk...!" Desah Iona duduk tak berdaya di dekat dinding dengan bercak darah.
"Beruntung sekali aku bisa sendirian bersamamu." Kata pria tua itu berjalan mendekat.
"Apa... Yang kau lakukan...?" Tanya Iona.
"Kau ternyata cukup lemah, padahal kau sudah mengalahkan Nishiki." Kata pria itu terus berjalan mendekat.
"Bagaimana... kau tahu...? Siapa kau sebenarnya?" Tanay Iona sambil memegangi lengan kanan nya yang terluka.
"Kau tidak perlu tahu." Jawab pria itu.
Keringat menetes dari pipi Iona dan tangan kanan Iona memegang sebuah batu, yang kemudian muncul tulisan-tulisan sihir di batu itu. Diam-diam Iona membuat artefak sihir dengan batu yang ia temukan di dekatnya. Iona terus menatap ke arah pria itu dan saat jaraknya sudah sesuai ia langsung melemparkannya ke arah pria itu. "Aktifkan Artefak sihir!" Teriak Iona mengeluarkan lingkaran sihir kecil di tangannya. Lalu batu yang di lemparnya bercahaya dan mengeluarkan semacam aura berbentuk lingkaran yang mengurung pria itu di sana. Iona segera berdiri dan langsung berlari pergi mengurusi gang.
"Ternyata kau gesit juga ya?" Kata pria itu, lalu tiba-tiba dia berteriak dan jatuh tergeletak di dalam kurung itu.
Iona terus berlari sekuat tenaga sambil menahan sakit, lalu berhenti di sebuah gang yang bercabang. Iona melihat ke belakang dan menyadari kalau pria itu tidak mengejarnya. "Hah... Hah... Apa apaan pria itu!? Lebih baik aku memberi tahu yang lain." Kata Iona.
Dan saat Iona berbalik untuk melanjutkan berlari, tiba-tiba sesuatu muncul tepat di depan wajah Iona. "Mau pergi ke mana?"
"Akkhh...!" Sesuatu menyerang Iona sampai terpental jauh kebelakang sampai tersungkur di tanah. "Uhkkk... Apa itu?" Tanya Iona melihat ke arah sesuatu yang menyerangnya.
"Jangan lari lagi ya." Kata Makhluk seperti pria dewasa dengan tanduk dan wajah yang tertutupi oleh banyak taring besar, hanya terlihat satu matanya yang berwarna biru cerah.
"Apa? Makhluk apa itu...?"
Bersambung...
__ADS_1