The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 06 - Nasib Sial Lagi


__ADS_3

Izuru masih terikat di kursi, menunggu respon dari jawaban tak masuk akalnya.


"Hmm... Tampaknya kau serius." Kata Wanita itu.


"Iya, itu semua benar! Kau harus percaya padaku!" Kata Izuru mencoba meyakinkan wanita itu.


"Tapi, aku masih tidak percaya padamu. Reinkarnasi hah..? Aku tidak pernah memikirkan itu sebelumnya, tapi imajinasi mu itu bagus juga."


"Aku mohon percayalah padaku! Aku bukanlah orang yang kau cari. Jika kau tidak percaya, kau bisa mencari mayatnya di hutan dekat kota ini! Aku yakin tubuhnya masih ada di sana!" Kata Izuru.


"Baiklah, akan kucari. Tapi, jika aku tidak menemukan apapun di sana, kau tidak akan ku lepaskan." Kata Wanita itu sambil menatap tajam mata Izuru.


"Mungkin kau bisa menyingkirkan tatapan mu dari ku?" Kata Izuru mengalihkan pandangannya.


"Fiel! Asura!" Panggil wanita itu, lalu dua orang dengan jubah hitam datang berlutut di hadapan wanita itu. "Selidiki hutan di depan gerbang masuk kota. Cari dalam radius 3 kilometer dulu, pulang lah jika tidak menemukan."


"Baik Nona!" Kata mereka berdua dan segera pergi keluar dari pintu, di ikuti oleh wanita itu.


"Hey! Kau ingin meninggalkanku seperti ini di sini? Setidaknya kurung aku di kamar, atau ruangan lain yang lebih layak, Sepertinya aku merasa ada sesuatu di kakiku."


"Aku tidak akan melakukan apapun sampai ucapan mu tadi terbukti, benar atau salah. Jika perkataan mu itu memang benar, aku akan melepaskan mu dan minta maaf atas semua yang terjadi. Tapi, Jika pengawal ku tidak menemukan apapun, kau bersiaplah untuk kerja rodi." Jawab Wanita itu mengancam Izuru.


Izuru menelan ludah dan bertanya, "apa yang akan ku kerjakan?"


"Kau nanti juga akan tahu. Aku sedikit aneh saat bicara denganmu seperti ini, kalau begitu kau ku anggap hilang ingatan saja. Baiklah aku harus pergi!" Kata Wanita itu lalu pergi dan pintu tertutup dengan keras.


"Argghhh....! Kenapa hidupku di sini sangat menderita!? Kalau saja aku bisa memilih pilihan kedua, dasar brengsek aku tidak bisa bergerak saat kemarahan ku!" Teriak Izuru marah sambil mencoba bergerak.


...*****...


Jeruji besi dari atas mulai menyoroti sinar matahari, itu artinya hari sudah pagi. Izuru di sana masih tertidur di kursi, lalu ia terbangun. "Ugghhh... Di mana ini? Oh ya, aku ingat, aku sedang di sekap di sini... Argghhh....!! Kenapa rasanya aku jadi kesal lagi!?" Kata Izuru. Lalu pintu di depannya terbuka perlahan dan muncul seorang gadis berambut panjang abu-abu yang di ikat ke belakang, ia masuk dan segera menutup pintu perlahan. "Kau pengawal wanita itu, 'kan? Cepat tolong lepaskan aku! Kau menemukan mayatnya kan?" Kata Izuru berbisik.


"Sayangnya aku tidak bisa melakukan itu. Karena mayat yang kau maksud tidak ada di dalam hutan."

__ADS_1


"Apa!? Lalu kenapa kau datang ke sini?" Tanya Izuru.


"Aku tadinya ingin makan, tapi aku terpikir tentangmu, jika aku lapar pastinya kau juga kan? Karena itu aku membawakan makanan untukmu, ini ambillah." Kata gadis itu memberikan Izuru sepotong roti.


"Kenapa aku mau menerima makanan darimu? Kau sudah menculik ku! Dan sekarang kau bersikap seperti tidak terjadi apapun."


"Intinya kau lapar tidak?"


"Iya, aku lapar"


"Kalau begitu ini, ambillah!"


"Apa kau tidak lihat tanganku ini terikat? Dasar betina bodoh!" Kata Izuru marah.


"Ah maaf! Aku lupa, heheh... Kalau begitu aku akan menyuapi mu, ini buka mulutmu!" Kata gadis itu lalu menyuapi Izuru.


"Aaaa....." Izuru membuka mulutnya dan rotinya... Tiba-tiba pintu terbuka dan muncul wanita itu bersama dengan pengawal satunya. Gadis itu langsung berdiri membelakangi Izuru dan memasukan semua roti sekaligus ke dalam mulut Izuru dan membuatnya tersedak. "Hummmmm....! Mmm...!!!"


"Tidak ada apapun Nona, saya hanya memeriksa saja."


"Kau pasti lelah, lebih baik kau istirahat sekarang."


"Baik nona." Kata Asura lalu ia berlari keluar dari ruangan itu. Kemudian, pengawalnya yang satu lagi... Aku lupa namanya, dia menutup pintu ruangan itu dan tinggal di ruangan itu bersama wanita itu.


"Jadi, sepertinya kau sudah tidak bisa mengelak lagi. Aku sudah perintahkan pengawal ku untuk mencari di hutan, tapi tidak menemukan apapun."


"Huek uhuk! Uhuk! Uhuk! Haa... Tidak mungkin! Aku yakin dia pasti masih ada di sana!" Bantah Izuru.


"Fiel katakan padanya."


"Baik Nona Reshieka. Aku dan Asura sudah menyusuri hutan dari atas dan juga bawah, tapi tidak menemukan apapun." Kata Fiel menjelaskan semuanya.


"Sial! Lepaskan aku, aku yang akan menunjukannya padamu!" Kata Izuru mengamuk.

__ADS_1


"Sesuai perjanjian, kau akan mulai bekerja lagi seperti dulu." Kata Nona Reshieka.


Izuru mulai berkeringat dingin setelah mendengar perkataan Nona Reshieka. "Apa pekerjaan yang akan wanita ini berikan padaku? Aku menemukannya meninggal di hutan, ini pasti kerja kasar! Mungkin saja aku bisa bernasib sepertinya." Kata Izuru dalam hati. "Apa di tempat ini tidak ada undang-undang tentang perbudakan?" Tanya Izuru.


"Tidak ada undang-undang seperti itu. Budak yang sudah di beli harus menuruti majikannya meskipun itu artinya mati. Kecuali ada seseorang yang membeli budak itu, lalu membebaskannya." Jelas Nona Reshieka.


"Lebih baik bebaskan saja aku, lagipula aku tidak terlalu berguna."


"Enak saja, aku membeli mu dengan mahal, dan kau minta bebas? Setahuku kau itu berguna, karena itu aku mati-matian mencari mu. Baiklah, cukup bicaranya. Fiel, lepaskan dan persiapkan dia, kalau perlu mandikan saja sekalian. Akan kutunggu di ruang tamu." Kata Nona Reshieka lalu pergi keluar dari ruangan itu.


"Baik Nona!" Kata Fiel lalu ia memotong tali yang mengikat tangan dan kaki Izuru dengan cakarnya, Izuru tampak sangat lemah jika di bandingkan dengan gadis itu. "Ayo cepat jalan!" Kata Fiel menendang bokong Izuru.


"Kau tidak bisa sedikit lebih lembut?" Tanya Izuru berjalan di tangga bersama dengan Fiel.


"Untuk apa aku lembut padamu?" Jawab Fiel, lalu mereka sampai di ujung tangga, mereka keluar dari pintu bawah tanah.


Sementara itu di sebuah kamar, Asura sedang memakan sebuah daging besar di sana. Tiba-tiba pintu terbuka dan Izuru terlempar ke dalam. "Woah..! Aduh!" Teriak Izuru tersungkur di lantai.


"Asura, kau siapkan orang ini." Kata Fiel lalu pergi.


"Jadi, kau siap bekerja?" Tanya Asura selesai makan dan berjalan mendekati Izuru.


"Ngomong-ngomong apa pekerjaan yang harus ku lakukan?" Tanya Izuru masih terbaring di lantai.


"Mungkin hanya bersih-bersih rumah ini." Jawab Asura melihat Izuru dari atas.


Pintu terbuka lagi dan Fiel muncul lalu berkata, "Nona juga menyuruh memandikannya." Lalu Fiel pergi lagi.


"Kebetulan sekali aku belum mandi tiga hari ini. Ayo cepat bangun!" Kata Asura menarik tangan Izuru dan segera menyeretnya keluar kamar dengan cepat.


"Woy! Aku bisa jalan sendiri! Aduh!" Kata Izuru kepalanya terbentur-bentur ke lantai saat di seret oleh Asura.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2