
"Rencana belum matang seperti ini tidak akan menghambat ku!" Kata Nathasia berlari melompati lubang besar di lantai, dan ia sekarang menuju ke arah Tombak Legendaris di seberang.
Saat ia hampir mendapatkannya tiba-tiba Izuru langsung mengambilnya dan berlari menjauh. Nathasia yang baru saja mendaratkan kakinya langsung menarik tangan Izuru dan melemparkannya ke dinding dengan keras sampai dinding itu rekat.
"Arghh...!" Izuru tersungkur menjatuhkan Tombak itu.
Nathasia berjalan perlahan ke sana hendak mengambil Tombak itu. Tapi lagi-lagi Izuru mengambil Tombak itu lebih dulu, namun sekarang ia melemparkannya ke ujung lain lorong. Tombak itu jatuh di sana dan muncul Meiro dan Destra, mereka berdua langsung mengambil Tombak itu dan berlari pergi.
"Kembalikan!" Teriak Nathasia ingin mengejar, tapi tiba-tiba terjatuh.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi!" Ucap Izuru sambil memegangi kaki Nathasia.
Nathasia berbalik dan berkata. "Kau..." Wajahnya kini terlihat sangat marah dengan urat terlihat di kedua pipinya.
"Tikus tidak berguna....!" Teriak Nathasia mengubah tangannya menjadi kepala serigala dan mencekik leher Izuru dengan itu. Ia lalu membawa Izuru berdiri dan menatapnya dengan tajam.
"Jangan menghalangiku!" Teriak Nathasia melemparkan Izuru ke atas, lalu dari punggungnya keluar banyak tangan yang langsung mendorong Izuru ke atas sampai menembus atap.
Izuru terus di dorong sampai menghancurkan beberapa lantai dan dinding. Ia naik sampai muncul dari bawah rumah seseorang di kota.
*****
Sementara di tempat lain. Setengah tubuh Iona berada di dalam mulut ular itu. Ia mencoba menarik kakinya namun tersangkut oleh gigi-gigi ular itu. Ular itu tiba-tiba menutup lebih rapat mulutnya, darah menetes cukup banyak dari dalam mulut ular itu.
"Gyaaahhh....!" Teriak Iona kesakitan. Tulang-tulang kakinya saling bergerak ke arah berlawanan akibat gigitan ular itu.
"Lepaskan!" Teriak Iona memukuli ular itu dengan tongkat sihirnya, tetapi tidak berkesan apapun. Ruang di kaki Iona semakin menyempit dan perlahan mulai diremukkan oleh gigitan ular itu.
"Hah.... Hah.... Aku masih punya cukup Mana untuk menggunakan sihir area. Akan aku lakukan lagi...!"
"Heishi of Abyss...!!" Teriak Iona sambil mengangkat tongkatnya ke atas. Dari di atas kepala ular itu muncul banyak sekali lingkaran sihir dan dari sanalah keluar ratusan Prajurit Kegelapan Iona, yang langsung mendarat ke atas kepala ular itu.
__ADS_1
Para Prajurit itu menyerang kepala ular itu, merobek sisiknya dan menusuk kedua mata ular itu. Ular itu mendesis kesakitan dan membuka mulutnya, hal itu membuat Iona berhasil lepas. Tetapi, ia jatuh ke bawah dari tempat yang sangat tinggi, beruntung salah satu Prajurit Kegelapan menangkapnya di bawah.
Ular itu menggerakkan kepalanya dengan cepat membuat banyak Prajurit berjatuhan. Beberapa masih bertahan dan terus menyerang kepala ular itu. Iona lalu mengeluarkan buku sihirnya dan tiba-tiba terbuka dengan sendirinya ke sebuah halaman akhir. Ia kemudian mengangkat tongkatnya ke atas dan membaca sebuah mantra dalam hati.
Di atas mereka lalu muncul sebuah lingkaran sihir yang amat sangat besar, bahkan besarnya mencapai seluruh pemukiman di sana. Aura merah muncul di sekeliling tubuh Iona yang masih dalam gendongan Prajurit Kegelapan nya, jubah miliknya juga seperti terkena hembusan angin lembut.
"Matilah!" Teriak Iona mengayunkan tongkatnya ke bawah.
Seketika cahaya muncul dari lingkaran sihir raksasa di atas mereka, dan cahaya itu dengan cepat menusuk kepala ular itu. Seketika langsung menembus ke bawah kepalanya. Perlahan bentuk dari cahaya itu mulai terlihat seperti sebuah pedang.
Ular itu mati dalam keadaan tertusuk di bagian kepala selagi mulutnya terbuka, tubuh ular itu tetap berdiri mematung di tengah tempat itu.
"Hah... Hah... Mana ku sekarang benar-benar habis..." Ucap Iona pelan dan perlahan menutup matanya. Prajurit yang menggendongnya pun perlahan hancur dan kemudian menghilang, Iona lalu jatuh tergeletak di dekat kayu-kayu hancur dengan keadaan kaki yang penuh darah juga luka.
*****
Izuru membuka matanya, ia sudah berada di kamar seseorang dan di depannya ada sebuah lubang dari bawah. Seseorang lalu datang ke ruangan itu dan melihat Izuru bersama beberapa perabotan yang hancur.
Beberapa saat kemudian suami wanita itu datang ke ruangan itu. "Iya, ada apa? kenapa berteriak?" Tanya pria itu.
"Lihat! Barang-barang kita rusak semua!"
"Sialan kau, apa yang kau lakukan!?" Tanya Pria itu mendekati Izuru.
"Maaf! Aku tidak sengaja!" Ucap Izuru panik dan segera berdiri.
"Aku tidak peduli! Intinya kau harus mengganti semuanya atau aku akan melaporkannya."
"Bai..... Ughhh....!" Tiba-tiba dari bawah muncul Nathasia yang langsung memukul pipi Izuru.
Izuru terpental sampai menghancurkan dinding rumah dan akhirnya mendarat di luar. Nathasia menggunakan tangan panjang dari punggungnya untuk menarik dirinya keluar melewati lubang di dinding.
__ADS_1
Izuru di sana terlihat sangat kesakitan, tetapi ia tetap mencoba bangkit. Dan di depannya tiba-tiba muncul Nathasia yang melihat ke arah Izuru.
"Bagaimana mungkin kau bisa bergerak? Aku baru saja melempar tubuhmu sampai ke atas sini dan tadi baru saja kau berdiri seakan tidak terluka." Ucap Nathasia dengan tatapan penuh keheranan.
Izuru tidak mendengarkan ucapan Nathasia, ia bangun dengan berpegangan pada dinding di belakangnya. Izuru kemudian mengangkat tangannya di hadapan Nathasia.
Nathasia tampak bingung dengan yang Izuru lakukan. "Hey, apa yang kau coba lakukan?" Tanya Nathasia.
Tiba-tiba di tangan Izuru muncul lingkaran sihir dan dengan cepat mengeluarkan asap beracun yang mengelilingi sekitar tempat itu. Izuru langsung berlari keluar dari kumpulan asap beracun itu, ia lalu melepas pelindung besi di lengannya dan melemparkannya ke kepulan asap itu. Potongan besi yang menggesek tanah menciptakan percikan api yang seketika membakar seluruh asap termasuk Nathasia di dalamnya.
"Hah... Hah... Aku yakin ini belum selesai." Ucap Izuru melihat ke arah kobaran api di depannya.
Tiba-tiba muncul seekor banteng dari dalam kobaran api yang berlari menerobos ke arah Izuru. Izuru yang tidak sempat menghindar langsung ditabrak oleh banteng besar itu dan akhirnya terpental ke atas.
Di atas seseorang yang tengah berdiri di atap rumah menangkap leher Izuru dan mengangkatnya seperti kucing kecil.
"Oya... oya... Sihir elemen yang unik..." Ucap orang itu adalah Nathasia yang tubuh dan bajunya terlihat setengah terbakar. Ia kemudian menggenggam lebih erat leher Izuru dan membuatnya tercekik.
"Akkhh.....!"
"Aku ingin tahu apalagi yang bisa kau lakukan...!" Teriak Nathasia dan lalu membanting Izuru ke tanah dari atas rumah.
Izuru jatuh dan kepalanya membentur sangat keras. Tetapi itu tidak cukup, karena Nathasia juga turun dan kakinya bertumpu pada dada Izuru. Jalan mulai retak dan mereka berdua turun ke area bawah.
"Aku.... Aku tidak bisa bertahan seperti ini terus! Aku harus melawan!" Ucap Izuru dalam hati.
Saat mereka masih berada di udara, Izuru mengambil pisau di sabuknya dan langsung menusukkannya ke leher Nathasia.
"Akan aku akhiri sebelum semuanya memburuk...!" Ucap Izuru.
Bersambung....
__ADS_1