
Malam yang suram di kota kerajaan Claric. Semua orang bersembunyi di dalam rumah, sementara para prajurit kerajaan berkeliling mencari Izuru dan kawan-kawan.
"Kita harus menemukan mereka malam ini juga!" Teriak salah satu prajurit.
Beberapa prajurit memeriksa rumah yang tampaknya sudah tidak berpenghuni. Mereka masuk ke sebuah ruangan yang terdapat tumpukan barang-barang di tengah-tengah ruangan itu. Para prajurit itu lalu menyingkirkan barang-barang itu dan menemukan sebuah pintu ke ruang bawah tana.
"Mereka pasti bersembunyi di sini. Ayo kita masuk!" Kata salah satu prajurit. Lalu mereka turun satu per satu dengan membawa sebuah lentera minyak.
Mereka memeriksa seluruh ruang bawah tanah yang gelap itu, tapi tidak menemukan seorangpun di sana. "Tempat ini kosong." Kata salah satu prajurit lalu keluar dari ruang bawah tanah itu.
Di bawah tangga untuk turun ke ruang bawah tanah itu, terdapat kayu penutup yang tidak dilihat oleh para prajurit tadi. "Hey, kenapa kita tidak di atas saja?" Sebuah suara terdengar dari bawah kayu itu.
"Apa kau tidak dengar tadi?" Tanya Rin duduk di tanah, bersama yang lain duduk mengelilingi sebuah lentera kecil.
"Dengar apa?" Tanya Izuru.
"Tadi ada seseorang di atas, Untung saja kita ada di sini." Jawab Rin.
"Hah... Tapi di sini pengap sekali." Kata Izuru sambil mengipasi dirinya dengan menarik-narik krah bajunya.
"Kita akan pergi setelah para prajurit kerajaan itu berhenti berkeliling kota." Kata Rin.
Asura tengah membalut luka di bahu Karin dengan kain putih, lalu mengikatnya saat sudah tertutup semua. "Terima kasih." Kata Karin. Asura lalu pergi dan kemudian duduk di dekat Izuru.
"Kita beruntung sekali Asura datang ke sini." Kata Rin.
"Oh ya, kau belum bilang alasanmu datang ke sini?" Tanya Izuru.
"Sebenarnya hanya kebetulan saja. Tadi pagi..." Jawab Asura lalu membayangkan yang terjadi tadi pagi.
...*****...
"Hmm...♪ hmm...♪" Asura bersenandung di tengah perjalanan melewati jalanan kota yang masih sepi.
Ia lalu sampai di depan rumah cicilan Izuru. Asura melihat ke arah genangan air di bawah dan sedikit merapikan rambutnya. Sambil tersenyum Asura mengetuk pintu sambil memanggil ke dalam. "Izuru! Apa kamu sudah bangun?" Panggil Asura. Tapi tidak ada jawaban sama sekali.
"Apa masih tidur? Apa mungkin kemarin semelelahkan itu?" Tanya Asura meletakan jari telunjuknya di dagu.
Asura lalu melihat ke arah karpet di depan pintu. Asura kemudian mengangkat sebagian karpet itu dan di bawahnya terlihat sebuah kunci cadangan. Asura mengambil kunci cadangan itu, lalu memasukannya ke lubang kunci. "Permisi!" Kata Asura lalu membuka pintu dan masuk.
Di dalam rumah tampak sunyi tak berpenghuni. "Aduh, apa tidak ada yang bisa bangun pagi?" Tanya Asura lalu membuka pintu kamar Izuru.
"Izuru? Tidak ada?" Tanya Asura saat melihat kamar Izuru yang sudah tertata rapi tanpa seorangpun di dalam.
"Jangan bilang mereka pergi lagi...!? Huaaawww.... Kenapa Izuru tidak pernah bilang sepatah katapun padaku!? Dia selalu saja pergi tanpa memberitahuku!" kata Asura merengek di atas tempat tidur Izuru.
__ADS_1
"Tidak bisa di terima...! Benar-benar tidak bisa di terima..! Pasti mereka jadi pengaruh buruk bagi Izuru! Mereka bertiga, Rin, cowok itu, dan Iona! Aku pasti akan memberi mereka pelajaran!" Saat Asura mengangkat wajahnya, ia melihat sebuah kertas di atas tempat tidur. Asura langsung mengambil kertas itu lalu membacanya.
"Maaf kami belum bisa membayar cicilan hari ini, tolong beri waktu beberapa hari lagi. Kami sedang berada di Kerajaan Claric, kami janji akan membayar lunas." Kata Asura membaca tulisan itu.
"Jadi Izuru pergi ke Kerajaan Claric!? Lihat saja, aku akan melihat apa yang mereka lakukan di sana. Untung saja aku punya kenalan di sana."
Asura lalu kembali ke rumah, ia berjalan dengan menghentakkan kakinya seperti sedang marah.
"Kau kenapa?" Tanya Fiel yang tengah membersihkan jendela di depan rumah.
"Aku ingin pergi beberapa hari." Jawab Asura membuka pintu depan.
"Kau setiap hari selalu pergi menemui Izuru, dan sekarang kau ingin pergi lagi? Pekerjaanmu untuk hari ini juga belum selesai kan?"
"Tolonglah, hanya kali ini saja!" Kata Asura memohon di depan Fiel.
"Hah... Memangnya kau mau ke mana?" Tanya Fiel menghela nafas.
"Umm... Kerajaan Claric."
"Kerajaan Claric?"
"Kenapa? Boleh ya!"
"Nona Reshieka pasti tidak akan mengijinkan itu! Tapi, kalau aku sudah terlanjur pergi, mungkin aku akan dimaafkan." Kata Asura tersenyum sambil memainkan rambutnya.
"Nantinya aku yang akan kena marah karena membiarkanmu pergi."
"Tapi... Aku ingin menemui Izuru di sana."
"Untuk apa kau menemuinya? Bukannya kalian bertemu setiap hari?"
"Ya... tidak tahu, aku hanya ingin saja."
"Alasan macam apa itu? Sudahlah, terserah kau saja." Kata Fiel lalu masuk ke dalam.
"Yey! Terima kasih!" Kata Asura kegirangan, lalu ikut masuk ke dalam.
...*****...
"Lalu aku terbang ke sini. Begitu ceritanya." Kata Asura selesai menceritakan kejadian tadi pagi.
"Ceritamu tadi terlalu rinci." Kata Izuru.
"Ini sudah lama, apa mereka sudah berhenti mencari?" Tanya Iona.
__ADS_1
"Semoga saja. Aku sudah tidak tahan, pengap sekali di sini!" Kata Izuru semakin berkeringat.
"Mungkin kita bisa keluar sekarang?" Tanya Rin.
"Cepat jalan!" Suara teriakan terdengar dari atas.
"Suara apa itu?" Tanya Iona.
"Aku akan memeriksanya!" Kata Rin, kemudian ia naik ke permukaan dan mengintip keluar melalui celah pintu rumah tua itu.
Terlihat para prajurit Kerajaan sedang menggiring banyak warga ke arah istana. Mereka di perlakukan kasar seperti tengah di paksa.
"Gawat!" Kata Rin melompat turun dari tangga atas. "Para Prajurit Kerajaan sedang membawa warga ke istana!" Sambung Rin.
"Mereka pasti berniat mengancam kita dengan warga." Kata Ratu.
"Jangan-jangan...." Wajah Asura tiba-tiba menjadi panik dan seketika berdiri, lalu naik ke permukaan.
"Asura, kau mau ke mana!?" Tanya Izuru mengikuti Asura.
Asura berlari di gang yang sepi, tiba-tiba seseorang menarik tangannya dari belakang. "Asura, apa yang kau lakukan!? Sekarang masih tidak aman!" Kata Izuru di belakang Asura.
"Aku harus mencari seseorang!" Kata Asura.
"Tapi bagaimana jika prajurit melihat kita?" Tanya Izuru.
"Mereka tidak akan mengenaliku, karena sebelumnya aku menjadi naga." Jawab Asura.
"Iya benar juga ya."
"Justu kamu yang harus hati-hati Izuru. Beberapa prajurit pasti sudah tahu wajahmu." Kata Asura.
"Ya sudah, ayo cepat selesaikan urusanmu. Aku akan ikut denganmu!"
...*****...
Asura mengetuk pintu sebuah rumah dengan Izuru yang memperhatikan sekeliling. Pintu terbuka dan di balik pintu itu ada seorang wanita. "Asura!? Cepat masuk!" Kata wanita itu pelan, lalu menyuruh Asura masuk.
"Ayo Izuru!" Bisik Asura. Lalu mereka berdua masuk ke rumah wanita itu. Asura dan wanita itu berpelukan di depan Izuru.
"Syukurlah kau baik-baik saja! Kukira para prajurit itu juga membawamu ke istana." Kata Asura.
"Biasanya kalau dua wanita mengobrol, aku pasti tidak akan paham dengan obrolan mereka." Kata Izuru dalam hati.
Bersambung...
__ADS_1