The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 48 - Pertarungan Izuru


__ADS_3

"aku heran bagaimana Nishiki bisa kalah melawanmu?" Tanya Wanita berambut perak itu sambil melihat-lihat pedang Shun yang sudah ada di tangannya.


"Ugghh... Kembalikan pedang itu!" Kata Shun yang tersungkur di lantai sambil melihat ke atas. Shun terus berusaha mendekat dengan merangkak ke arah wanita itu.


"Shiori, ledakan tadi membuat beberapa warga resah. Apa yang harus kukatakan pada mareka?" Tanya Dramist dengan menyebut nama wanita itu.


"Bilang saja ini semua ulah penyusup, tapi tidak ada yang terluka berat." Jawab Shiver terus meneliti pedang Shun.


"Baiklah, akan kusampaikan pada mereka." Kata Dramist lalu kembali menjadi kabut dan masuk ke dalam tubuh raja.


"Jadi, kalian menipu semua warga!? Aku tidak bisa dibiarkan ini! Akan kubongkar kebohongan kalian!" Kata Shun terus mendekat sampai tangannya hampir menyentuh kaki Shiori. Tangan Shun langsung diinjak dengan keras oleh Shiori. "Aargghh...!"


"Bagaimana kau akan menghentikkanku? Kau tidak bisa melakukan apapun tanpa pedang legendaris ini, yang sekarang ada di tanganku!" Tanya Shiori membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke Shun.


"Shun!" Teriakan Izuru terdengar dari belakang.


"Izuru!?" Shun menoleh ke samping dan melihat Izuru tengah berlari ke arahnya.


Izuru berlari ke arah Shiori dan langsung menebasnya. Shiori dengan santai mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan Izuru, tapi tampaknya Izuru tidak terlalu fokus untuk menyerang, melainkan untuk membawa Shun pergi dari sana. "Ayo berdiri!" Kata Izuru mengangkat kemudian merangkul Shun di bahunya.


Dan saat mereka berdua sudah berjalan agak jauh, tiba-tiba dari luar sebuah kilatan cahaya melesat ke dalam yang langsung memotong rantai lampu gantung di ruang tahta. Lampu itu jatuh tepat ke arah Shiori. Tapi lampu gantung itu tiba-tiba menjadi melambat dan kemudian berhenti di udara tepat di atas kepalanya. "Ternyata bukan serangan gegabah seperti tadi." Kata Shiori dengan wajah tenang.


Izuru sudah sampai di pintu keluar ruang tahta, yang di sana sudah ada Rin dan Iona menunggu. "Ini cepat bawa dia!" Kata Izuru memberikan Shun pada Rin dan Iona.


"Di mana Karin?" Tanya Iona.


"Dia ada di sana, aku akan menjemputnya juga. Kalian bawa Shun ke kamar dulu, baru kalian bantu aku di sini." Jawab Izuru.


"Baiklah." Kata mereka berdua lalu segera pergi membawa Shun.


"Kau tidak ikut pergi?" Tanya Shiori.

__ADS_1


Izuru lalu berbalik dan berjalan masuk kembali ke ruang tahta. "Tentu saja tidak. Aku tidak akan kembali tanpa pedang dan gadis itu." Jawab Izuru.


"Aku heran, kenapa kau masih ingin membantu orang terpilih itu? Bukankah, dia sudah membuatmu sangat marah waktu itu?" Tanya Shiori seakan-akan tahu kejadian waktu itu, saat Iona dan Rin pergi meninggalkan Izuru.


"Dari mana kau tahu? Apa kabar itu sudah menyebar ke seluruh negeri?" Tanya Izuru.


"Tidak kok, hanya aku saja yang tahu. Aku juga sudah lama mengawasi mu, Remaja bernama Izuru dari dunia lain." Kata Shiori itu tiba-tiba membuat Izuru terkejut.


"Bagaimana kau tahu itu? Apa orang-orang di sini tidak bisa menjaga rahasia semua?" Tanya Izuru.


"Tidak kok, tidak banyak orang yang tahu, hanya pemilik bar dan wanita kaya itu saja yang tahu dan percaya."


"Apa-apaan kau ini? Sejak kapan kau/ mengawasi ku!?" Tanya Izuru.


"Sejak awal kau masuk ke kota, apa kau ingat dengan koin dan benang itu?" Tanya Shiori mengangkat tangannya, lalu muncul sebuah koin perunggu yang menggantung.


"Koin dan benang itu!? Jadi itu ulahmu?" Tanya Izuru mulai ingat.


"Tentu saja, aku tahu semua kemarahan dan kebencian yang kau pendam. Dunia ini memang tidak adil, orang-orang dengan mudah mendapat apa yang mereka mau, sementara yang lain harus bekerja keras hanya untuk bertahan hidup."


"Cukup bicaranya! Cepat lepaskan temanku dan kembalikan pedang itu!" Kata Izuru bersiap menyerang dengan pedangnya.


"Baiklah, ini." Kata Shiori mengarahkan pedangnya ke Izuru.


"Apa? Kau serius?" Tanya Izuru.


"Tentu saja, tapi dengan satu syarat. Kau harus menjadi bagian dari kami, kau bisa menggunakan pedang ini lebih hebat dari temanmu itu." Jawab Shiori.


"Jangan bercanda! Aku tidak mau ikut menjadi penjahat sepertimu! Lagipula aku tidak bisa menggunakan pedang itu, aku bukanlah orang yang di takdirkan!"


"Orang yang di takdirkan hanya berguna untuk mengaktifkan senjata legendaris, tapi sebagian besar dari mereka tidak bisa menggunakannya." Kata Shiori.

__ADS_1


"Kenapa kau bicara seakan-akan kau adalah orang baik di sini?" Tanya Izuru.


"Mungkin bagi kalian kami adalah orang jahat, tapi yang kami lakukan adalah demi semua orang." Jawab Shiori.


"Apakah membunuh raja yang tidak bersalah adalah hal yang baik bagimu? Dan lagi, jika kau mengincar pedang itu, bukankah lebih baik langsung serang saja kota? Kau tidak perlu melibatkan nyawa orang-orang yang tak bersalah di sini!"


"Kau tidak tahu apa yang kami alami selama ini. Kami berusaha mendapat pengakuan dari semua pihak yang memiliki senjata legendaris itu. Kami melakukan semua yang mereka perintahkan, tapi mereka tidak pernah puas dan terus memanfaatkan kami. Setelah bertahun-tahun, kami akhirnya sadar. Kalau membunuh itu jauh lebih mudah di lakukan." Kata Shiori menjelaskan semuanya.


"Aku tidak peduli! Aku tidak butuh pedang bodoh itu untuk menjadi kuat!"


"Hah... Jadi semua ocehanku tadi sia-sia?" Tanya Shiori, lalu ia membalikkan badan. "Dramist, lumpuhkan diam"


"Akan kulakukan." Jawab Dramist tiba-tiba ada di belakang Izuru.


Izuru berbalik dan segera menebas Dramist di belakangnya. "Hiyaaaa.....!"


Dramist langsung menghindar ke belakang. "Kau lebih cepat dari orang tadi." Kata Dramist.


Izuru lalu melompat ke arah Dramist dan langsung menebasnya. Tapi, Dramist langsung menjadi kabut. Serangan Izuru menembus dan ia tampak kebingungan. "Apa!? Di mana dia?" Tanya Izuru melihat sekeliling.


"Aku ada di sekelilingmu, aku hanya udara yang memudarkan pandanganmu." Kata Dramist belum menunjukan diri, dan saat Izuru lengah, Dramist langsung berubah kembali menjadi padat di belakang Izuru.


"Di sana kau!" Kata Izuru langsung menebas ke belakangnya.


Dramist membatalkan perubahannya karena tebasan Izuru lebih cepat dari pada perubahannya. "Sial, jika seperti ini aku tidak bisa menyerang!" Kata Dramist terbang saat menjadi kabut. "Kalau begitu aku akan menghadapimu secara langsung!" Kata Dramist berubah menjadi padat saat di atas dan langsung jatuh ke arah Izuru.


Izuru menghadap ke atas dan bersiap menyerang. Dramist melesat turun dan menyerang Izuru, tapi berhasil di tangkis olehnya. Dramist kembali menyerang Izuru dengan tangan besar dan kuku tajam. Izuru masih bisa menangkis semua serangan Dramis, walaupun agak kewalahan. "Aku hanya bisa bertahan, aku tidak bisa balik menyerang!" Kata Izuru dalam hati. Saat itu kecepatan tangan Dramist menurun dan itu adalah kesempatan Izuru untuk menyerang.


"Ini dia! Akan kuakhiri dengan satu tebasan, elemen racun...!"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2