The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 72 - Kisah Dari GoldWar


__ADS_3

"oh ya, Destra. Ngomong-ngomong kau tahu kan, soal GoldWar? Bisa kau ceritakan lengkapnya padaku?" Tanya Izuru.


"Memangnya kau tidak tahu?"


"Umm, tidak."


"Ya ampun, memangnya kau tidak pernah mendapat berita?"


"Tempat asal ku itu terpencil, jadi aku tidak tahu banyak."


"Baiklah akan aku ceritakan."


"Jadi, awalnya ada seorang remaja bernama Crgoshiro. Ia saat itu ikut bekerja menjadi prajurit kerajaan Hyron, semakin lama ia menjadi semakin hebat dan di lantik menjadi kapten dari salah satu kelompok prajurit kerajaan."


"Sepertinya tidak ada yang aneh?"


"Itu hanya awalnya! Tahun-tahun berlalu, Crgoshiro selalu berhasil membawa kemenangan pada kelompok yang ia pimpin. Banyak prajurit yang mengusulkan Crgoshiro untuk menjadi panglima. Tapi Raja menolaknya dan menganggap Crgoshiro belum mampu memegang tanggung jawab sebesar itu. Lalu ada rumor yang bilang kalau Crgoshiro tidak suka dengan keputusan raja dan memendam kemarahan."


"Benarkah seperti itu? Tapi, aku merasa Gorden bukanlah orang seperti itu." Kata Izuru.


"Kau mau bicara lagi?" Tanya Destra berhenti di depan dan menghadap ke arah Izuru.


"Maaf, silahkan lanjut."


"Ehem, jadi setelah itu..." Destra melanjutkan ceritanya sambil berjalan.


"Sebuah penyerangan terjadi dan membuat kerajaan Hyron kewalahan karena musuh tahu bagian kerajaan yang lemah. Ada yang menduga kalau informasi bocor pada musuh yang membuat mereka tahu sisi lemah keamanan kerajaan."


"Jangan bilang kalau yang membocorkan informasi itu!"


"Itu benar, Crgoshiro berkhianat pada kerajaan. Karena itu hanya dugaan, Raja berencana memperhatikan gerak-geriknya. Dan benar saja, Crgoshiro di tangkap basah sedang memberikan informasi pada musuh di sebuah padang rumput luas. Ia di kepung oleh prajurit kerajaan, tapi ia tetap tidak mau mengakui dan memberontak saat mencoba di tangkap. Panglima lalu memerintahkan untuk menangkap Crgoshiro hidup atau mati."


"500 prajurit di kerahkan, tapi semuanya di bunuh oleh Crgoshiro dengan sebuah pedang ganda emas. Setelah semua prajurit di sana mati, Crgoshiro kabur dan tak pernah terlihat lagi. Sejak saat itu, orang-orang menyebut kejadian naas itu dengan sebutan GoldWar." Mereka sampai di tempat tujuan saat Destra selesai bercerita.


"Jadi begitu, aku tidak tahu hal seperti ini bisa terjadi hanya karena jabatan."


"Ya, entah kenapa banyak orang yang gila karena jabatan." Kata Destra sambil menarik kain yang menutupi lubang di atas.


"Jadi, berhentilah bertanya dan mulai mengaduk bersama ku!" Kata Destra memberikan sekop pada Izuru.


Izuru menerima sekop itu. "Tunggu, memangnya semen sudah di temukan sekarang?" Tanya Izuru.


"Tentu saja. Sebenarnya kau ini dari negeri mana? Tampaknya orang-orang di negerimu memandang rendah orang di sini." Tanya Destra membuka sebuah karung dan memasukan gumpalan seperti tanah ke dalam ember kayu.


"Sekarang kau ambil air sana!" Kata Destra memberikan Izuru ember kayu kecil.

__ADS_1


"Kenapa aku jadi harus melakukan ini?" Tanya Izuru berjalan pergi.


"Destra." Panggil Meiro dari belakang sambil menarik-narik bajunya.


"Hmm... Meiro?"


"Seharusnya kau tidak menyuruhnya melakukan pekerjaan seperti itu."


"Ah, anak itu? Memangnya kenapa, dia tidak prematur kan?" Tanya Destra.


"Bukan itu. Ada temuan serius tentangnya, di darahnya tercampur dengan senyawa yang berbahaya dan sangat beracun. Tapi, entah kenapa tubuhnya tidak memberikan respon apapun."


"Apa itu parah?"


"Tentu saja bodoh! Jika kau yang seperti itu pasti kau sudah mati terkena serangan jantung."


"Lalu apa yang membuatnya berbeda?"


"Tubuhnya beradaptasi, jadi racunnya tidak bekerja jika masih di dalam tubuh. Tapi setelah beberapa detik keluar, itu menjadi racun tingkat sedang." Kata Meiro sambil mengangkat sebuah botol kaca kecil yang berisi darah Izuru.


"Menurut dugaanku, dia terkena racun monster dan mendapat blessing secara bersamaan." Sambung Meiro.


"Sepertinya aku pernah mendengar ada orang bisa membuat obat dengan darahnya. Tapi dia sudah meninggal karena semua banyak orang yang memperebutkannya. Bahkan sekarang mayatnya saja sudah di curi entak ke mana." Kata Destra.


"Itu ada benarnya juga."


"Ini airnya! Huff... Melelahkan sekali berjalan dari sumur belakang ke sini." Kata Izuru meletakan ember air di lantai.


"Kalian sedang membicarakan apa?" Tanya Izuru.


"Kita bicara lagi nanti." Kata Meiro lalu pergi.


"Nah, sekarang masukan airnya ke ember yang ini. Ngomong-ngomong bukannya kau bisa mengambil air di kamar mandi saja?"


"Yang benar saja!? Kenapa kau tidak memberitahuku!?" Tanya Izuru.


"Sudahlah, yang berlalu biarlah berlalu. Ayo kita mulai bekerja!" Kata Destra.


Mereka berdua lalu bekerja memperbaiki atap dan lantai yang rusak. Pertama lantai, setelah di tutup dengan tanah dan batu-batuan, bagian atasnya di cor dengan semen. Kedua atap, pertama mengganti kayu kerangka yang rusak, dan kemudian selesai. Karena genting tanah liat butuh waktu lama untuk di buat, jadi mereka memesan yang baru.


"Hah.... Akhirnya aku bisa istirahat." Kata Izuru berbaring di lantai.


"Kerja bagus, setelah gentingnya sudah datang semuanya akan selesai." Kata Destra.


"Oh ya, ngomong-ngomong di mana Iona dan Rin?" Tanya Izuru bangun.

__ADS_1


"Siapa?" Tanya Destra.


"Gadis penyihir berambut ungu pendek dan satu lagi rambut hijau panjang." Jelas Izuru.


"Oh, dua gadis itu? Aku dengar mereka mau mencari Crgoshiro. Mereka takut kalau ada orang terluka lagi karena orang yang ingin balas dendam padanya." Kata Destra.


"Benarkah!? Kapan mereka pergi?"


"Tadi pagi."


"Sial, pasti mereka pergi saat aku dan Asura di menunggu Meiro di kamar." Kata Izuru dalam hati.


"Aku harus menyusul mereka!" Kata Izuru ingin pergi.


"Tunggu." Kata Destra memegang pundak Izuru.


"Kau tidak boleh pergi. Dengan semua luka itu kau hanya akan jadi beban." Kata Destra.


"Apa tidak ada kata yang lebih halus selain beban?" Tanya Izuru.


*****


Seseorang di atas atap sebuah rumah bertingkat, dia adalah Zhagi. Ia tengah melihat seluruh kota dari atas, dan di belakangnya muncul orang misterius berjubah hitam itu lagi.


"Apa kau yakin ingin menyerang kota ini?" Tanya orang misterius itu.


"Tentu saja, aku yakin Crgoshiro pasti masih bersembunyi di sini." Kata Zhagi.


"Tapi, kota ini penuh dengan petualang. Mereka pasti akan melawan."


"Mereka hanya sekelompok amatiran, apa kau takut hanya karena itu?" Tanya Zhagi.


"Aku tidak takut, hanya saja aku tidak mau di buru seperti ksatria emas."


"Tenang saja, mereka tidak dilindungi kerajaan mana pun. Jadi kita aman dari hal itu."


"Benar juga."


"Kalau begitu, kau hancurkan semuanya. Buat semua orang tahu sedang di serang, itu pasti akan memancingnya keluar."


"Baiklah, akan segera aku laksanakan setelah mana ku terkumpul." Kata orang itu, kemudian ia melompat turun dari sana.


"Aku tidak sungguh-sungguh akan melepaskan mu, Crgoshiro. Akan kupastikan kau mati di tanganku."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2