The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 123 - Azrael vs Nathasia Part 3


__ADS_3

Badai perlahan menghilang, air yang menetes dari langit juga seakan menyatu menjadi awan. Langit sore yang berwarna jingga terang perlahan di makan oleh kegelapan malam. Saat matahari termakan oleh ombak, di sana bulan bersinar mengambil peran tersebut sepanjang malam.


Nathasia saat ini masih berada di depan Azrael yang terduduk lemah di atas batu reruntuhan. Di sana Azrael menatap tajam mereda, dengan kesadaran bahwa ia sudah tidak bisa melakukan banyak hal.


"Apa kau hanya akan diam semalaman? Aku yakin kau akan melakukan sesuatu secara tiba-tiba. Jari-jarimu gemetar seakan ingin bergerak tetapi tidak yakin akan keputusan yang kau ambil." Ucap Nathasia sambil menunjuk ke arah Azrael.


Tidak ada jawaban darinya, Azrael seakan menekan lidahnya agar tidak memperburuk keadaan. Ia juga mencoba menghentikan gerakan di jarinya dengan mengepalkan tangan. Nathasia menatap kedua mata orag di depannya, ia melihat sebuah kilatan yang dipantulkan dari bola mata Azrael.


"Itu!?" Ucap Nathasia langsung membalikan badan, namun sebelum seluruhnya berbalik kebelakang sebuah rantai dengan mata tombak di ujungnya menusuk dada Nathasia.


Nathasia lalu tertarik ke atas dan saat berada cukup tinggi, 5 orang Prajurit Malaikat menusuk tubuh Nathasia dari belakang dengan tombak mereka masing-masing. Tombak itu sampai menembus keluar dari perut dan dada Nathasia.


"Kalian...?" Ucap Kapten Azrael pelan sambil melihat anak buahnya datang dan bersama-sama menyerang Nathasia.


"Kami akan melindungi Kapten....!" Teriak 5 prajurit itu bersamaan.


Sementara 2 prajurit lain datang untuk membantu Kapten Azrael yang sudah terluka parah. Keduanya merangkul Kapten mereka dan membawanya terbang ke tempat yang aman.


"Matilah kau Iblis...!!" Teriak salah satu prajurit yang menusuk Nathasia dari belakang.


"Bahkan kalian meneriakkan nama yang sama sekali tidak terlibat dalam masalah ini. Makhluk seperti kalian harus di musnahkan!" Ucap Nathasia.


"Cukup sampai di sini dirimu...!" Teriak para prajurit itu lalu mereka semakin merobek dan memperbesar luka pada Nathasia. Salah satu mencabut tombaknya dan menyerang ke bagian lain.


Dengan kuat tombak ditusukkan ke bahu Nathasia sampai seluruh lengannya seakan ingin terputus. Namun setelah itu Nathasia memberontak dan melepaskan semua tombak yang menusuknya, kemudian jatuh. Mendarat dengan suara tulang yang patah Nathasia tersenyum lebar dengan mata yang melotot.


"Serangan yang bagus!" Ucap Nathasia meremas wajah bagian kirinya, perlahan sampai kulitnya terkelupas kuku tajam. Tiga prajurit itu langsung turun ke arah Nathasia untuk kembali menyerang.

__ADS_1


"Tetapi, bukankah malaikat lebih cocok melawan iblis, benar kan? Aku bisa membawa iblis kehadapan kalian sekarang juga!" Ucap Nathasia merobek wajah kirinya dan di dalamnya terlihat ada tiga mata berwarna merah menyala.


"Serang dia! Bersama-sama....!!!" Teriak salah satu dari mereka. Bersama-sama bersiap untuk menyerang menggunakan tombak masing-masing.


Mereka melesat kearah Nathasia dengan cepat, debu dan asap seketika mengepul ke segala arah. Kapten Azrael dan satu anak buahnya tang menonton dari tempat yang aman tidak bisa melihat apa yang terjadi didalam kumpulan asap itu.


Perlahan asap dan debu menghilang. Lalu terlihat pemandangan mereka di sana, tiga prajurit yang menyerang secara bersamaan dapat ditahan oleh Nathasia dengan mudah. Menggunakan kemampuannya, Nathasia mengeluarkan tiga tangan dari punggungnya untuk menahan tombak ketiganya. Tiga prajurit itu mencoba menarik kembali tombak mereka, namun tidak ada yang kuat melakukannya.


"Sebentar lagi... Sebentar lagi akan datang... Hahahahaha....!" Ucap Nathasia membuka luka di wajahnya, air kental berwarna hitam bercucuran keluar dari luka di wajahnya dan semakin lama, air hitam itu menyebar luas di sekitar mereka.


"Apa yang akan kau lakukan...!?" Ucap Salah satu prajurit itu.


Tangan yang menahan tombak mereka langsung dilepaskan begitu saja. ketiganya berhasil mendapatkan senjata mereka kembali dan akan menyerang lagi. Tetapi, di saat mereka akan menyerang di depan sudah ada monster besar bertanduk dengan tiga mata.


"Apa itu...?" Tanya Ketiganya dalam hati.


Nathasia kembali bangun dengan di bantu oleh monster miliknya. "Hey kau...! Aku belum selesai denganmu! Ayo keluar dan hadapi aku!" Ucap Nathasia dengan wajah yang masih terluka.


Mendengar perkataan Nathasia, Kapten Azrael langsung mencoba berdiri. "Kapten! Jangan dengarkan dia, itu sama saja bunuh diri!" Ucap anak buahnya mencegah.


"Kalau kau tidak keluar, maka semuanya akan terluka! Bahkan jika pun kau menang melawanku kau tidak akan bisa mencegah kehancuran rumah semua orang. Ras Malaikat merendahkan dan menganggap mereka lebih tinggi di antara yang lain. Tunjukan kalau memang itu benar!" Teriak Nathasia memancing dengan kata-kata.


"Kalau kau tidak muncul, aku akan melakukan yang terburuk. Tiga... Dua... Satu..."


Suasana sunyi menyelimuti tempat itu, hanya terdengar suara angin juga gemuruh bangunan runtuh di bawah. Nathasia yang menunggu Azrael keluar dari tempat persembunyiannya itu memasang wajah kecewa.


"Begitu ya?"

__ADS_1


Tiba-tiba Nathasia melesat cepat ke arah para warga yang tengah di evakuasi. Nathasia menerobos dinding pelindung dari para prajurit dan langsung berdiri di tengah kerumunan. Seketika para warga langsung panik dan menjauh. Tetapi, dengan cepat Nathasia membuat ledakan di tengah-tengah mereka.


Semua orang di sana terlempar ke segala arah dengan bakar dan tekanan yang sampai membuat tulang-tulang mereka remuk. Melihat hal itu, Kapten Azrael tidak bisa menahan diri dan langsung berlari keluar dari tempat persembunyiannya. Saat ia terbang menuju para warga, tiba-tiba kakinya di tarik oleh monster yang dikeluarkan Nathasia dan langsung melemparkannya ke arah reruntuhan.


"Arrgghhh...!" Kapten Azrael mencoba bangun kembali, tetapi Nathasia tiba-tiba datang dan menginjak kepalanya.


"Ini akibat kalau kau tidak mendengarkan ku. Aku tidak seperti kalian yang hanya bisa menggertak saja." Ucap Nathasia sambil menggerak-gerakkan kakinya di atas kepala Azrael.


...*****...


Perlahan membuka mata, Izuru terbangun di dalam lorong yang sudah hampir runtuh. Sangat terkejut dengan keadaan tempat itu, Izuru segera keluar dari lorong.


Saat berbelok, Izuru melihat sebuah lubang di dinding. Penasaran ia melihat keluar dan sangat terkejut karena sebuah pemandangan di tengah sinar matahari yang perlahan menghilang.


"Gunung?! Kenapa ujung gunung sudah terlihat dari sini?! Itu artinya..."


Izuru kemudian melihat ke bawah sangat terkejut dengan yang ia lihat. "Kita semakin dekat dengan tanah....!?"


Izuru pun langsung bergegas pergi melewati tangga ke atas. Saat menuju ke tempat Profesor dan yang lain, tetapi jalan sudah tertutup oleh bebatuan.


"Sial! Aku tidak bisa ke sana." Ucap Izuru. Lalu ia melanjutkan pergi ke atas melewati tangga dan sampai di permukaan area atas.


"Bagaimana mungkin... Ini jauh lebih mengerikan dari pada di Kota Spanric."


Bersambung...


Maaf ada kesalahan informasi. jika anda melihat pesan ini maka saya sudah revisi. terima kasih kalian sudah membaca 🙏

__ADS_1


__ADS_2