
"apa ini!?" Tanya Izuru melihat tulisan muncul di penglihatannya.
"Ternyata elemen racun jauh lebih dalam dari yang kuduga. Aku akan mencoba semua kemungkinan yang bisa digunakan!" Kata Izuru setelah melihat tulisan di penglihatannya.
...*****...
Di tempat lain Asura dan Dramist masih bertarung dengan sengit. Tempat itu di penuhi dengan api milik Asura dan panas yang luar biasa. Keringat menetes di sekujur wajah Dramist yang masih berusaha menahan serangan Asura.
"Aku tidak akan kalah! Akan kutunjukan kemampuanku!" Teriak Dramist menebaskan pedangnya ke atas dan mematahkan serangan Asura.
"Edthernos Blast!" Teriak Dramist seketika pedangnya bercahaya biru dan membebaskannya ke samping mengenai Asura.
Asura terlempar ke arah dinding bersama dengan energi tebasan Dramist sampai menghancurkan beberapa dinding ruangan.
"Arrgghh..!" Asura berhenti setelah melewati 4 dinding ruangan berbeda. tapi Dramist langsung meluncur datang dan menyerang Asura dengan jurus yang sama.
"Mati kau!" Teriak Dramist lalu menebas Asura.
"Aku... Akhirnya menemukannya. Andai saja hari itu datang lebih cepat..." Batin Asura melihat di depan matanya pedang berbalut energi biru menebas ke arahnya Suara tebasan terdengar di tengah keheningan ruangan kosong...
"Hari di mana kita pertama kali bertemu..."
...*****...
Tiba-tiba Izuru merasa merinding di sekujur tubuhnya, seperti sesuatu yang buruk sedang terjadi. "Apa ini? Kenapa rasanya ada yang aneh? Jangan pikirkan itu, sekarang fokus!"
"Ada apa? Aku merasakan tubuhmu bergetar. Apa kau takut karena akhir hayatmu sudah dekat?" Tanya Shiori mengambil Busur legendaris yang tadi di buang Izuru.
"Siapa yang bilang aku takut padamu? Pahlawan sejati tidak akan takut saat dia berada di pihak yang benar!" Kata Izuru.
"Tapi mungkin kau lupa, kau bukanlah pahlawan di sini." Kata Shiori mendekat pada Izuru.
Seketika ekspresi marah muncul di wajah Izuru lalu berkata. "Akan kutunjukan padamu kalau ak.....!?" Benang yang ada di leher Izuru tiba-tiba mengencang dan membuatnya tercekik. "Akkkkhhh.......!" Teriak Izuru kesakitan.
"Kak Izuru!" Teriak Putri Clara di belakang.
"Akkhhhah... Hah... Hah..." Izuru mulai bisa bernafas lagi.
"Aku tidak puas jika kau hanya mati karena sesak nafas."
__ADS_1
"Hah... Hah... Putri Clara... Dengarkan aku." Kata Izuru dengan suara sedikit serak. "Tetap lurus ke depan apapun yang ada di sana. Aku akan baik-baik saja." Sambung Izuru.
Kaki Izuru tiba-tiba menendang ke tangan Shiori yang membawa busur legendaris. Busur itu terlempar dan di arahkan ke belakang oleh kaki Izuru.
"Apa!?" Shiori terkejut dengan apa yang terjadi. "Bagaimana kau bisa lepas!?" Tanya Shiori. Tapi Izuru segera menendangnya sampai jatuh ke belakang.
"Ingat Putri! Lurus ke depan apapun yang ada di sana...!" Teriak Izuru.
Busur legendaris itu terlempar ke arah Putri Clara yang teriak di dinding belakang Izuru. Tali busur yang bergesekan dengan benang Shiori kemudian memutuskan benangnya dan membuat kedua tangan Putri Clara terbebas.
Putri Clara segera menangkap Busurnya. "Bagus! Cepat tembak!" Kata Izuru menoleh sedikit ke belakang.
"Tapi..."
"Jangan pedulikan aku! Cepat tembak!" Teriak Izuru.
"Jangan harap!" Kata Shiori memunculkan benang ke arah Putri Clara.
"...maafkan aku, Kak Izuru...!" Teriak Putri Clara menarik panjang busurnya dan melesatkan panah Sihir ke arah Izuru.
"Arrgghh...!" Perut Izuru terkena tembakan panah legendaris, tapi panahnya menembus melewati Izuru dan meluncur ke arah Shiori.
Suara panah menembus daging terdengar, tapi hanya bahu Shiori terkena serangan panah sampai berlubang. "Arrrgghhh..!" Desah Shiori kesakitan sambil memegangi bahu kirinya.
"Aku kagum kau berani mengorbankan dirimu demi serangan ini, tapi ini belum cukup untuk membunuhku." Kata Shiori.
"Arrgghh...!" Darah bercucuran dari perut Izuru yang berlubang.
"Tidak! Kak Izuru!" Teriak Putri Clara dengan mata yang berkaca-kaca.
"Lain kali kamu harus berlatih membidik." Kata Izuru dengan darah yang keluar dari mulutnya.
"Sayang sekali tidak akan ada lain kali. Kau akan kuakhiri sampai di sini!" Kata Shiori berdiri sambil memegangi bahunya.
"Benarkah?" Tanya Izuru mengangkat wajahnya dan tersenyum.
"Kau masih hidup ternyata? Hah...?" Shiori tiba-tiba terkejut melihat ke arah perut Izuru yang sembuh dengan sendirinya. "Hmph... Kita lihat apa kau bisa menyembuhkan kepalamu." Kata Shiori mengangkat tangannya ke depan ke arah Izuru.
Tiba-tiba sesuatu berdetak di dalam tubuh Shiori. Rasa sakit yang luar biasa muncul dari luka tembakan Putri Clara. "Arrhhkk...! Kenapa ini!?" Tanya Shiori bertekuk lutut sambil memegangi bahu kirinya.
__ADS_1
"Kau sudah terkena racun ku!" Kata Izuru.
"Apa!? Bagaimana bisa? Aku tidak pernah menyentuhmu sama sekali." Tanya Shiori.
"Aku tidak perlu menyentuhmu, karena darahku sudah masuk ke dalam tubuhmu!"
"Jadi serangan panah tadi sengaja diarahkan ke perutnya agar darahnya masuk ke dalam tubuhku!? Aku tidak tahu sihir penetral racun, aku juga tidak punya sihir penyembuh." Kata Shiori dalam hati. Ia lalu melihat kembali luka di bahunya, Shiori seketika terkejut melihat ada sebuah tanda di sekitar lukanya.
"Mana ku rasanya terkuras dengan sangat cepat, jika terus begini aku tidak akan bisa mempertahankan benang-benangku." Kata Shiori dalam hati.
Dan yang benar saja, benang-benang yang mengikat seluruh tubuh Izuru perlahan mulai terlepas dan menghilang dengan sendirinya, Putri Clara juga mengalami hal yang sama. Mereka berdua lalu bebas dan saling bersebelahan di depan Shiori yang tidak berdaya.
"Sekarang kau tidak bisa menyerang kami lagi."
"Jadi kalian akan membunuhku di sini?" Tanya Shiori.
"Kami tidak sepertimu. Aku hanya ingin tahu, apa hanya kerena senjata legendaris kau membunuh banyak orang? Tidak mungkin hanya itu alasanmu." Kata Izuru.
"Alasan? Tentu saja ada alasan lain, tapi aku yakin kalian tidak akan pernah memahaminya." Kata Shiori.
"Kami memang tidak akan paham jika kau tidak memberi tahu alasan itu. Semua ini akan selesai setelah kau mengatakan alasanmu, mungkin aku bisa membantu menyelesaikan masalahmu."
"Kau... Jangan berpura-pura menjadi pahlawan... Tidak akan ada orang terlalu baik pada semuanya, bahkan pada orang jahat sepertiku."
"Aku yakin di luar sana ada banyak orang seperti itu." Kata Izuru.
"Mungkin memang ada, tapi pasti tidak akan bertahan lama. Dan kau berhasil bertahan selama ini karena kau bukan salah satu dari orang-orang naif itu."
"Sepertinya kau memang tidak bisa dibantu."
"Kau mengatakan itu seakan-akan aku sudah kalah. Kau terlalu optimis..!" Teriak Shiori langsung menusuk perut Izuru dengan tangannya.
"Arrgghh....!?"
Tangan Shiori masuk cukup dalam ke perut Izuru, dan kemudian ia mengeluarkan tangannya. Terlihat beberapa benang yang tersambung dari perut Izuru ke tangan Shiori.
"Aargghh... Kenapa dia bisa bergerak!? Dia juga menyerap mana ku, jika seperti ini terus aku tidak bisa menggunakan sihir penyembuh." Batin Izuru.
"Kau tidak sadar, efek racunmu hanya beberapa menit saja. Tamatlah riwayatmu..!"
__ADS_1
Bersambung...