
Sebenarnya ini tidak ada hubungannya dengan judul di atas, tapi selamat membaca!
Hari yang sama seperti chapter sebelumnya, hanya saja matahari sudah tenggelam sepenuhnya. Orang-orang yang bekerja di ladang berdatangan untuk pulang ke rumah masing-masing, dan para petualang juga pulang usai menyelesaikan quest. Mungkin itu masa paling di nanti orang-orang setiap harinya, tapi tidak untuk Izuru. Ia masih harus menyiapkan makanan untuk majikannya, barulah ia boleh istirahat.
Izuru meletakan piring berisi ayam utuh ke meja makan. Lalu Izuru diam-diam berniat mengambil sebuah roti di sebelahnya, saat tangannya hampir meraih roti itu, tiba-tiba tangannya di pukul oleh Fiel. "Mau apa kau?"
"Tentu saja makan." Jawab Izuru lalu berniat mengambilnya lagi, tapi di pukul lagi oleh Fiel. "Aduh! Apa masalahmu?" Tanya Izuru.
"Itu bukan makanan untuk kita! Ini semua untuk Nona Reshieka." Jawab Fiel sambil menuangkan minuman ke gelas kaca yang elegan.
"Dia makan sebanyak ini? Aku heran, kenapa dia masih langsing-langsing saja? Biasanya wanita itu sangat sulit menjaga berat badan." Tanya Izuru.
"Sebenarnya ini untuk seluruh keluarganya, tapi kemarin dan hari ini mereka sedang pergi ke suatu tempat." Jawab Fiel sambil mengelap beberapa piring.
"Lalu kenapa kau membuat porsi untuk banyak orang jika kau tahu hanya ada satu orang di sini?" Tanya Izuru sambil berjalan kembali ke dapur bersama Fiel.
"Apa kau bodoh? Aku memang sengaja melakukannya agar kita bisa dapat sisa lebih banyak. Nona Reshieka tidak pernah mau memakan makanan sisa kemarin, jadi kita bisa memakan semuanya setelah ini." Bisik Fiel sedikit mendekat pada Izuru.
"Jadi begitu!? Aku tidak tahu kau juga peduli padaku." Kata Izuru sambil memeluk kaki Fiel.
"Sebenarnya aku sudah sering melakukan ini, jadi jangan salah sangka." Kata Fiel lalu pergi dan Izuru tersungkur di lantai karena Fiel pergi.
"Jadi aku tetap harus menunggu wanita itu makan? Semoga saja dia cepat." Kata Izuru masih dalam posisi itu.
"Nona Reshieka, selamat datang!" Kata Asura dan terdengar oleh Izuru di sana.
"Dia sudah pulang?" Tanya Izuru lalu segera berdiri. Izuru datang ke ruang makan dan berdiri di pinggir ruangan, bersama Fiel dan Asura.
"Jadi bagaimana pekerjaan kalian?" Tanya Nona Reshieka lalu meminum minumannya.
"Kami sudah menyelesaikan semua tugas untuk hari ini." Jawab Fiel.
"Lalu bagaimana dengan orang di sana itu?" Tanya Nona Reshieka sambil melihat ke arah Izuru.
"Saya juga sudah memeriksa pekerjaannya, semua sudah selesai." Jawab Fiel.
"Baguslah kalau begitu."
Setelah beberapa menit tersiksa melihat makanan enak tepat di depannya, akhirnya Nona Reshieka selesai makan malam. Penantian panjang Izuru akhirnya terbayar sudah, sekarang waktunya berpesta! Di dapur mereka bertiga duduk dengan makanan sisa tadi, yang hanya di makan sebanyak 13% saja. "Wah... Ini pasti enak!" Kata Izuru mengambil sepotong ayam dan meletakkannya di piring.
__ADS_1
"Tentu saja, lihat siapa yang masak." Kata Fiel menyombongkan diri.
"Siapa?" Tanya Izuru sambil menggigit paha ayam.
"Tentu saja aku..!" Teriak Fiel kesal.
"Sudahlah jangan bertengkar dan nikmati makanannya." Kata Asura sambil tersenyum, tapi di sisi lain tangannya mencoba mengambil ayam panggang itu seutuhnya, lalu meletakkannya di piring.
"Banyak sekali...?" Kata Izuru heran dalam hati.
"Kau makan banyak seperti biasa, Asura? Sisakan juga untuk kami." Kata Fiel.
"Apa? Aku tidak dengar." Tanya Asura sambil mengeluarkan tulang-tulang kecil dari mulutnya.
"Tidak jadi." Jawab Fiel, lalu ia mengambil paha ayam yang sedang di bawa Izuru, kemudian memakannya.
"Hey, Itu punyaku!"
"Tidak baik memakan daging terus menerus. Kau juga harus makan sayuran." Kata Fiel.
"Kenapa kau tidak mengatakannya ke orang di sampingmu itu!?" Tanya Izuru, maksudnya orang di samping Fiel adalah Asura. "Sudahlah, mungkin aku harus makan yang lain." Kata Izuru mengambil makanan lain di meja. Setelah beberapa saat, mereka selesai memakan semuanya. Urutan yang paling banyak makan, pertama adalah Asura, kedua Fiel, dan yang ketiga Izuru. "Ahh... Aku kenyang sekali." Kata Izuru bersandar di kursi.
"Aku juga."
"Sebenarnya perut kalian itu terbuat dari apa?" Tanya Izuru pada mereka berdua.
"Aku mau tidur dulu." Kata Fiel berdiri lalu keluar dari dapur.
"Aku juga." Kata Asura menyusul Fiel, Izuru tidak punya pilihan selain mengikuti mereka, dan di lorong hanya ada dua buah pintu, satu kamar Asura dan satu lagi kamar Fiel.
"Tunggu, di mana aku akan tidur?" Tanya Izuru. Mereka berdua langsung berbalik menghadap Izuru.
"Hanya ada dua kamar untuk pekerja. Mungkin kau mau tidur di tempat kemarin kau di sekap?" Kata Fiel.
"Apa!? Tidak, Aku tidak mau tidur di sana!" Jawab Izuru.
"Kalau begitu kau bersama Asura." Kata Fiel lalu berjalan ke arah pintu kamarnya.
"A...sura?" Kata Izuru sambil melihat ke arah Asura yang wajahnya memerah. "Tidak tidak tidak! Aku tidak mau! Jika aku bersamanya mungkin kulit akan lepas seluruhnya." Kata Izuru dalam hati takut. Lalu ia menggapai tangan Fiel dan berkata, "aku tidur denganmu saja ya?"
__ADS_1
"Hah..!? Kenapa aku harus tidur denganmu?"
"Aku mohon! Aku tidak mau bersama Asura! Dia naga, dia bisa membunuhku tanpa sadar!" Kata Izuru sambil memegang tangan Fiel.
"Asura tidak mungkin melakukan itu. Tenang saja."
"Lihat saja dia!" Kata Izuru sambil menunjuk ke arah Asura yang sedang memeluk dirinya sendiri dengan wajah merona. "Kau lihat? Apa kau tidak bisa merasakan auranya?" Tanya Izuru.
"Iya, karena itulah aku tidak satu kamar dengannya."
"Sekarang kau mengerti kan? Aku mohon, boleh ya?" Kata Izuru memohon.
"Aku tidak mau tidur denganmu, kau belum mandi!" Kata Fiel lalu masuk dan menutup pintunya dengan keras.
"Arhhh tidak!!!" Teriak Izuru, dalam hati.
"Izuru?" Panggil Asura dari belakang, Izuru perlahan menoleh dengan wajah ketakutan.
"Hiiii....." Suara Izuru ketakutan melihat sosok gadis berambut merah dengan kuku panjang yang tajam dan menggerak-gerakkan jari-jarinya seperti seorang psikopat.
"Ayo kita masuk!" Kata Asura.
"Tidak! Aku tidak mau!"
"Ayo cepat...!" Kata Asura dengan lembut, tapi mengerikan.
"Tidak! Tidak! Aku masih ingin hidup! Fiel...! Jika aku mati, aku pasti akan menghantui mu selamanya...!" Teriak Izuru sambil di seret ke kamar Asura, lalu pintu tertutup dan semuanya berakhir.
"Untung saja Nona Reshieka membelikan ku kasur yang cukup besar, jadi kita bisa muat di sini." Kata Asura sambil merapikan tempat tidurnya. Izuru yang duduk gemetaran di lantai hanya bisa memikirkan rasa takut.
"Ayo ke sini! Kenapa diam saja?" Tanya Asura yang duduk di tempat tidur.
"Oh ya, dari pada aku di sini akan membuat tidurmu tidak nyenyak, lebih baik aku kembali ke ruang bawah tanah saja."
"Jangan! Aku tidak tega melihatmu tidur di tempat kotor itu."
"Apa benar ini adalah akhir hidupku? Apakah aku masih bisa bangun esok hari?"
"Ini adalah takdir terburuk yang pernah ada....!!!"
__ADS_1
Bersambung...