The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 84 - Kedatangan Hira dan Nishiki Part 2


__ADS_3

"Apa maksud kalian!? Bukankah kami sudah memberikan Crgoshiro seperti yang kalian minta!?" Tanya Izuru.


Hira lalu berjalan kearah Izuru dengan berkata. "Kau bisa menghindari penyerangan dengan..."


"Dengan?" Tanya Izuru.


"Dengan membayar kami lebih mahal dari bayaran Zhagi." Jawab Hira berjalan memutari Izuru.


"Jadi, kalian hanya orang bayaran Zhagi?" Tanya Izuru.


"Tentu saja, memangnya siapa orang yang ingin menjadi anak buah Zhagi tanpa di bayar? Dia itu hanya orang lemah yang ambisinya terlalu tinggi." Jawab Nishiki.


"Lalu apa yang dia tawarkan pada kalian?"


"Informasi, tentang senjata legendaris." Jawab Iona muncul dari belakang yang membuat Izuru terkejut.


"Iona?" Kata Izuru berbalik.


"Aku benar, 'kan? Kalian adalah kelompok yang mencari dan merebut senjata legendaris." Sambung Iona.


"Jadi, yang kalian maksud bayaran lebih mahal itu senjata legendaris?" Tanya Izuru.


"Apa kau punya apa yang kami mau?" Tanya Nishiki.


"Tentu saja tidak! Jika pun punya kami tidak akan memberikannya pada orang seperti kalian!" Jawab Iona.


"Sama seperti mereka berdua waktu di Kerajaan Claric." Kata Izuru.


"Oh, kalian sudah bertemu dengan rekan kami yang lain? Tidak aku sangka mereka bisa kalah dengan orang seperti kalian." Balas Nishiki.


"Tidak perlu banyak bicara lagi..." Kata Hira mengepalkan tangannya dan seketika keluar api yang membakar kedua tangannya hingga lengan atas. Hira dengan cepat menyerang kearah Iona secara tiba-tiba.


"Iona!" Izuru berteriak dan mendorong agar tidak terkena serangan Hira, di sisi lain ia sudah bersiap menangkis dengan pedangnya.


Serangan Hira tidak cukup kuat untuk menembus bilah pedang itu, tapi Izuru sendiri yang tidak kuat menahan dorongan dari serangan Hira. Alhasil, pedang Izuru membentur perutnya sampai terpental ke dinding.


Iona langsung mengeluarkan satu tentara kegelapan yang langsung menebas kearah tangan Hira. Tapi dengan kecepatan yang luar biasa, Hira balik menyerang sebelum tebasan itu mengenainya. Tentara yang diciptakan Iona seketika hancur berkeping-keping.


"Apa!?" Iona terkejut dan dari belakang terlihat Nishiki menyerang dengan naga yang menyemburkan api hijau.

__ADS_1


Iona terpental namun ia langsung berhenti dan kemudian mengeluarkan lingkaran sihir. Di tangannya keluar tombak es yang langsung di lemparkan kearah Nishiki dan mengenai kepala naga nya.


Seketika kepala naga yang ia keluarkan berhenti menyemburkan api dan membuka dengan sangat cepat.


Dari belakang, Izuru menarik pedangnya lalu menebas dari jauh. Pedang Izuru meregang dan berubah menjadi mode cambuk, menebas cepat kearah mereka berdua.


Hira menghindar dengan sangat mudah, tapi Nishiki tidak menyadari serangan Izuru. Tebasan itu mengenai kepala naga Nishiki dan membuatnya pecah berkeping-keping.


"Apa!?" Tanya Nishiki terkejut melihat kepala naga nya hancur.


"Bagus!"


Hira melihat Izuru tidak segera menarik kembali pedangnya, dia menggunakan kesempatan itu untuk menarik pedang Izuru dan membuatnya ikut tertarik.


"Huaaaww....! Gawat!" Kata Izuru saat tertarik bersama pedangnya.


Izuru terlempar tepat di depan mereka berdua. Hira bersiap menyerang, Izuru juga melakukan posisi berlindung saat di udara.


"Perlindunganmu tidak efektif, masih terlihat celah di mana-mana." Kata Hira dalam hati.


"Izuru!" Teriak Iona.


*****


Sementara itu Nona Reshieka berlari kedalam untuk menjemput Izuru dan Iona.


"Kalian bawa Asura dan Fiel pergi sejauh mungkin!" Kata Nona Reshieka berlari sambil menoleh kebelakang.


Nona Reshieka mengeluarkan lingkaran sihir, lalu menyentuh dinding dan benda di sekitarnya selagi berlari. Lingkaran sihir itu menempel pada benda-benda yang tersentuh dan mulai merambat seperti retakan yang bersinar.


Dalam beberapa detik sesuatu yang besar ikut berlari bersama dengan Nona Reshieka. Mereka adalah 4 golem batu yang menerobos semua yang ada di depannya, membuka jalan bagi Nona Reshieka.


Dinding terakhir ditembus, golem itu maju dan menyerang Hira dan membuatnya terhempas cukup jauh.


"Golem!?" Kata Nishiki terkejut. Dan dibelakangnya dua golem berusaha menyerangnya, tapi ia berhasil menghindar.


"Lebih banyak dari pada waktu itu." Kata Nishiki mengeluarkan tentakel besar dari dalam tanah dan langsung menarik kedua tangan salah satu golem. Tentakel itu menarik sampai golem itu hancur berkeping-keping.


Nona Reshieka berlari menghampiri Izuru dan membantunya bangun. "Ayo kita pergi!" Kata Nona Reshieka.

__ADS_1


Izuru tampak masih lemas perlahan bangun. "Terima kasih, tapi sebentar lagi aku bisa menggunakan sihir penyembuh." Kata Izuru.


"Kalau begitu cepatlah. ...!? Menunduk...!!!" Kata Nona Reshieka tiba-tiba. Saat itu juga Hira meluncur dari atas dan melesat kearah mereka berdua.


Izuru dan Nona Reshieka berhasil menghindar, serangan Hira mengenai tanah dibelakang, menciptakan lubang yang cukup besar.


Hira naik dari lubang, saat itulah Izuru sembuh dan langsung menebas kearah Hira. Sama seperti serangan sebelumnya, Hira mampu menangkap pedang Izuru tanpa melukai tangannya.


"Lagi!?" Tanya Izuru dalam hati, lalu ia dilempar bersama pedangnya.


Tampaknya Hira tidak peduli pada Izuru, melainkan ia mengincar Nona Reshieka. Nona Reshieka berusaha kabur saat Hira berjalan mendekat, tapi tangannya langsung ditarik. Dari pergelangan baju, muncul belati yang kemudian diarahkan ke leher Hira oleh Reshieka.


"Pedang tidak bisa melukaiku, apa lagi dengan belati kecil ini." Kata Hira menangkap tangan lain Nona Reshieka.


Kretek...! Lengan Nona Reshieka dipatahkan kebelakang dengan keras, lalu Hira melepaskannya. Nona Reshieka jatuh sambil kesakitan, walau tidak terlihat luka, tapi sendinya sudah berputar kearah yang tidak seharusnya.


Iona juga sudah terpojok oleh undead Nishiki, Rin dan yang lain sudah berlari cukup jauh dari sana. Hanya Izuru yang masih bisa melawan.


Izuru bangkit dan berlari bersama pedangnya kearah Hira. "Hentikan...!!" Teriak Izuru mengayunkan pedangnya.


"Kau tidak pernah belajar." Kata Hira mengepalkan tangannya. "Akan aku.buat kau mengingat ini selamanya." Sambungnya.


Hira memukul pipi Izuru dengan keras sampai Izuru jatuh. Tapi Izuru bangkit untuk yang sekian kalinya dan berusaha menyerang Hira. Hira terus memukul Izuru di sekujur tubuh dan wajahnya, sampai berdarah-darah.


"Aku tidak akan menyerah seperti dulu lagi...!" Teriak Izuru bangkit dengan wajah yang berdarah-darah.


"Hey hey yang benar saja? Kau benar-benar ingin melakukan ini seharian?" Tanya Hira.


Izuru kembali menyerang dan untuk terakhir kalinya Hira memukul tangan Izuru, membuat pedangnya terlempar kebelakang. Izuru tampak tidak peduli dan kembali menyerang dengan kepalan tangan. Tapi lagi-lagi ditangkis, Hira lalu memukulnya di mata sampai Izuru akhirnya jatuh.


"Kenapa? Kau tidak akan mendapatkan apapun dari tindakan mu. Tidak ada kecuali luka." Kata Hira.


"Aku tahu, dan aku tidak peduli!" Kata Izuru masih tersungkur di tanah. Ia perlahan bangkit dan berkata, "Sudah kubilang, aku tidak akan menyerah seperti dulu!"


Saat itu Izuru teringat akan dirinya di masa lalu. Saat itu Izuru sudah menyerah dalam hidupnya, semua yang ayahnya katakan hanyalah seperti sebuah hinaan. Sampai akhirnya Izuru ditemukan tewas di kamarnya.


"Akan aku bayarkan semua penyesalanku dulu...!"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2