The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 73 - Kekacauan di Kota Spanric part 1


__ADS_3

Di sore hari, Iona dan Rin kembali dari pencarian Crgoshiro. Mereka berjalan pulang melewati keadaan kota yang masih sedikit ramai.


"Huft... Pada akhirnya kita tidak menemukan apa-apa." Kata Iona.


"Sepertinya dia sudah pergi jauh." Kata Rin.


Tiba-tiba dari depan ada seseorang dengan tudung hitam yang berjalan ke arah mereka, lalu tidak sengaja bahunya bertabrakan dengan Rin.


"Aduh!" Kata Rin. Orang itu berbalik sesaat, tanpa mengatakan apapun ia langsung melanjutkan berjalan.


"Tidak sopan." Kata Iona.


...*****...


Sementara itu di sebuah gang yang sepi. "Di mana Crgoshiro!?" Tanya Zhagi sambil menarik krah baju seorang pria tua.


"Aku tidak tahu." Jawab pria itu ketakutan.


Zhagi langsung melemparkannya sampai membentur dinding setelah mendengar jawabannya. Pria itu segera berlari pergi.


"Sepertinya memang harus membuat kekacauan baru kau muncul."


...*****...


Sementara laki-laki misterius yang masih belum diketahui namanya itu tengah berada di tengah alun-alun kota, tempat di mana terletak air mancur permohonan.


Ia melipat kedua lengan jubahnya. Keluarlah tangan yang seluruhnya terbalut dengan kain kusut berwarna putih.


"Penghancur kehidupan, Katastrofeas Zois."


Seketika kedua tangannya terbakar oleh api berwarna hitam pekat. Orang-orang yang ada si sekitar sana terkejut melihat laki-laki itu.


"Hey, apa yang kau laku...?" Tanya salah satu orang di sana.


Beberapa detik kemudian sebuah ledakan meluncur keluar dari kedua tangannya dan menghancurkan semua yang ada di depannya. Semua warga yang ada di sana terpental cukup jauh.


...*****...


"Kapan Iona dan Rin pulang?" Tanya Izuru tengkurap di sofa dengan segelas minuman panas di tangannya.


Tiba-tiba rumah bergetar dan sebuah guncangan besar memporak-porandakan semua barang-barang di rumah. Izuru juga sampai terlempar jatuh dari sofa.


"Waaaa....!!!???" Teriak Izuru lalu jatuh ke tanah, di susul dengan minuman panasnya yang jatuh tetap di wajahnya.

__ADS_1


"Arrggghhh....! Panas...!!!"


...*****...


Hanya beberapa detik dan sebuah garis lurus terlihat melintasi semua bangunan setelah serangan itu berakhir. Teriakan orang-orang mengisi keheningan kota di sore hari, asap pekat dilepaskan ke udara membuat sinar matahari sore perlahan memudar.


"Apa yang kau lakukan!?" Tanya salah seorang warga yang tersungkur di tanah.


Tapi, Laki-laki itu tidak menjawab sepatah kata pun. Dari belakang beberapa petualang datang dengan senjata mereka.


"Serangan itu pasti dari sini!" Kata Salah seorang petualang.


"Itu pasti orangnya!" Kata petualang yang lain menunjuk ke arah laki-laki misterius itu.


"Jadi kau yang menyerang kota kami! Ayo semuanya bunuh dia..!" Teriak petualang itu langsung maju untuk menyerang bersamaan.


Tangan laki-laki itu kembali terbakar. Ia lalu kembali menembakan serangan ke arah semua petualang yang hendak menyerangnya. Ledakan itu juga menghancurkan rumah-rumah yang ada di belakang mereka.


"Arrggghhh....!!!" Teriak mereka semua hanya beberapa saat, lalu tempat itu menjadi hening.


Darah membasahi tanah bekas serangan itu dengan sisa-sisa gumpalan daging yang berterbangan ke mana-mana.


Laki-laki itu lalu melihat ke arah tangannya yang mengeluarkan asap. "Ow, aku menghabiskan mana ku." Katanya dengan santai.


...*****...


"Asura? Apa mereka tidak apa?" Tanya Izuru bangun sambil mengelap wajahnya yang memerah terkena air panas.


"Nona Reshieka dan Fiel tidak apa-apa. Untung saja mereka tidak terlempar tadi." Jawab Asura.


Izuru lalu keluar untuk melihat keadaan. Di luar sedang sangat kacau, banyak suara teriakan dan asap tebal dari rumah-rumah yang hancur. Beberapa lagi ada yang menangis melihat rumah dan keluarga mereka yang meninggal karena serangan itu.


"Apa ini karena orang itu lagi!? Aku harus mencari Crgoshiro!" Kata Izuru berlari keluar dari halaman rumah.


"Aku lupa perlengkapan ku!" Kata Izuru kembali masuk ke rumah dan lalu keluar lagi dengan pedang di pinggangnya.


Ia terus berlari di jalanan kota sambil memakai zirah nya. Di depan Izuru melihat ada banyak petualang yang sedang berkumpul membicarakan sesuatu.


"Ada serangan lagi mengarah ke Utara. Itu artinya titik nol ada di air mancur." Kata salah satu petualang di sana.


"Bagus, ayo kita hajar orang yang menyebabkan semua ini!" Kata petualang berbadan kekar. Lalu mereka semua berlari pergi ke suatu arah.


"Mereka tahu lokasinya? Lebih baik aku ikut mereka." Kata Izuru sambil berlari.

__ADS_1


...*****...


"Asura!" Panggil seseorang dari luar kamar, lalu Destra tiba-tiba masuk bersama Meiro yang di gendong di belakang.


"Tuan Destra, apa yang terjadi pada Meiro?" Tanya Asura.


"Tidak apa, dia hanya terkejut. Tadi itu benar-benar tiba-tiba." Jawab Destra sambil melirik ke arah Meiro yang terlihat syok.


"Syukurlah."


"Di mana anak itu?" Tanya Destra melihat sekeliling.


"Izuru? Dia tadi keluar. Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Asura.


"Sepertinya karena orang yang sama yang telah menyerang Reshieka." Jawab Destra.


"Jadi ini karena penelitian Nona Reshieka!? Bagaimana ini? Aku sudah memperingatkan Nona Reshieka berkali-kali untuk berhenti, tapi dia tidak mau dengar."


"Tenang saja, mereka tidak mengincar Reshieka. Karena serangan tempo hari lalu yang merusak atap pasti orang yang sama juga, jadi untuk apa dia menghancurkan tempat lain jika dia sudah tahu Reshieka ada di rumah ini." Jelas Destra.


"Jadi kita aman di sini? Syukurlah." Kata Asura.


"Tapi, Izuru!?" Sambung Asura.


"Aku akan mencarinya setelah Meiro sudah mau turun dariku."


...*****...


Para petualang itu sampai di air mancur kota. Mereka melihat laki-laki itu yang baru saja ingin pergi, tapi ia menghentikan langkahnya setelah melihat orang-orang itu. Izuru muncul di belakang mereka dan melihat laki-laki itu, sekilas ia teringat seseorang.


"Itu kan orang yang meledakan ruang kerja Nona Reshieka!?" Tanya Izuru dalam hati.


"Ayo cepat kita habisi dia....!" Teriak para petualang itu maju dengan senjata mereka.


Laki-laki itu menoleh kemudian ia berbalik ke arah mereka. Salah satu petualang sudah berada di depannya dengan pedang besar yang bersiap untuk menebas. Tebasan di luncurkan ke arah laki-laki itu, tapi dengan mudahnya di tangkap dan langsung hancur berkeping-keping.


"Apa!?" Kata petualang itu terkejut.


Laki-laki itu langsung menendang petualang itu sampai terpental ke arah beberapa orang di belakangnya. Yang lain masih tetap berlari maju mengepung dari tiga arah, depan, kanan, dan kiri. Petualang yang ada di kiri langsung dipukul mundur dengan satu serangan dan yang ada di kanan tangannya di tarik, lalu tubuhnya digunakan untuk memukul yang ada di depan.


Dari belakang muncul petualang kekar dengan kapak besar, ia menebas ke arah laki-laki itu. Laki-laki itu dengan sigap memukul kapaknya sampai terlempar ke atas, lalu petualang itu di cekik dan langsung di banting ke tanah. Kapak yang jatuh kembali ke bawah langsung ia tangkap dan ditancapkan ke perut petualang itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2