The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 75 - Kekacauan di Kota Spanric part 3


__ADS_3

"Jika kau tidak mau mengatakannya, maka lebih banyak orang yang akan mati." Kata Zhagi mengangkat satu tangannya yang terlihat di kelilingi aura yang sangat kuat.


"Lebih banyak orang yang akan mati!? Maksudmu kau yang merencanakan semua ini!?" Tanya Izuru.


"Ini adalah upayaku untuk memancing keluar Crgoshiro keluar dari tempat persembunyiannya." Jawab Zhagi.


"Aku tahu apa yang dilakukan Gorden dulu adalah hal yang sangat buruk, tapi aku tidak bisa membiarkanmu membunuh lebih banyak orang lagi..!" Kata Izuru menarik pedangnya.


"Jadi kau berniat melawan?" Tanya Zhagi.


"Benar! Sampai kau mengurungkan niatmu tadi! Hiyaaa.....!!" Teriak Izuru berlari ke arah Zhagi.


"Hira, habisi dia." Kata Zhagi saat Izuru tepat di depannya.


"Apa, yang dia katakan?" Tanya Izuru dalam hati.


Dari belakang muncul laki-laki misterius itu dan langsung menyerang Izuru dari belakang. Izuru terpelanting ke arah pintu depan dan menabraknya dengan keras sampai sedikit rusak.


"Ugghh... Kenapa selalu begini?" Kata Izuru kesakitan.


"Izuru!?" Rin terkejut melihat Izuru terbaring di lantai, semua orang mendengar Rin dan segera menyusulnya.


"Izuru!? Apa yang terjadi!?" Tanya Asura.


"Dia..." Kata Izuru lemas sambil menunjuk ke arah luar.


Semua orang di sana melihat ke arah yang di tunjuk Izuru, Iona terkejut melihat Zhagi bersama dengan laki-laki itu.


"Apa mereka yang melakukan semua ini?" Tanya Asura.


"Destra, tolong bawa Izuru ke dalam dan Meiro, tolong kau obati Izuru ya. Kita harus bertindak sebelum keadaan semakin buruk." Kata Iona.


"Baiklah." Jawab Destra segera mengangkat Izuru bersama dengan Rin.


Asura lalu muncul dan berdiri di samping Iona lengkap dengan perlengkapan bertarungnya.


"Ayo Asura!" Kata Iona.


"Hanya kali ini saja aku bertarung bersamamu." Jawab Asura.


Asura lalu melakukan kuda-kudanya dan langsung melesat ke arah mereka berdua. Hanya dalam hitungan milidetik Asura sudah sampai di depan mereka dan bersiap meluncurkan pukulan.

__ADS_1


"Atasi dia." Kata Zhagi.


Seketika pukulan Asura di tangkis dengan dua tangan oleh laki-laki bernama Hira. Ia lalu menangkis pukulan Asura ke atas dan saat celah terbuka ia langsung memukul perut Asura.


Tapi sebelum pukulan itu mengenainya, Asura segera mengangkat satu kakinya ke atas dan pukulan Hira tertangkis oleh lutut Asura. Sementara itu Iona masih merapal mantra.


"Tadi hampir saja..." Kata Asura dalam hati.


Namun serangan Hira tidak berakhir sampai di situ saja, ia segera menendang salah satu kaki Asura yang ia gunakan untuk berdiri. Itu membuat Asura terjatuh dan langsung di pukul dengan sangat keras sampai tanah di bawahnya retak.


"Asura!? Ini terlalu lama! Shralut Lancer!" Iona menembakkan tombak es ke arah Hira.


Hira masih belum sadar dan ingin menyerang Asura lagi, tapi sebelum itu Asura langsung menghindar dari sana. Tombak es Iona meluncur dan meledak di hadapan Hira dan Zhagi.


Asura kembali ke dekat Iona dengan beberapa luka. "Kau tidak apa-apa?" Tanya Iona.


"Aku baik-baik saja, tapi dia lebih kuat dari yang kukira." Jawab Asura.


Perlahan asap di sekitar mereka mulai menghilang dan terlihat, bahwa mereka tidak terpengaruh oleh tombak es Iona.


"Apa!? Bagaimana bisa?" Tanya Iona terkejut.


Zhagi yang tampak melindungi pandangannya itu mulai membuka mata dan terkejut karena tidak terluka sedikitpun.


"Karena kau masuk dalam jangkauanku." Jawab Hira.


"Akan kucoba lagi!" Iona mengeluarkan sebuah lingkaran sihir yang cukup besar, lalu menembakan sebuah cahaya yang sangat kuat ke arah Zhagi dan Hira.


Hira tampak sangat santai. Tanpa melakukan apapun serangan Iona tidak mempengaruhi dirinya sedikit pun, hanya tanah bekas jalur serangan itu saja yang rusak parah.


"Apa, bagaimana bisa!?" Tanya Iona terkejut.


"Singkatnya, aku tidak bisa menerima serangan sihir. Itu artinya, tidak ada sihir yang bisa menyentuh diriku." Jelas Hira.


"Apa!? Tidak mungkin!" Kata Iona.


"Apa kau mau coba lagi?" Tanya Hira.


"Hahahahaha...! Kalian tidak akan bisa mengalahkan kami! Sekarang beritahu aku di mana Crgoshiro!" Kata Zhagi.


"Crgoshiro!? Dia sudah pergi dari kota ini!" Jawab Iona.

__ADS_1


"Aku sudah bosan mendengar jawaban itu dan aku tidak akan pergi sebelum memastikannya sendiri. Aku yakin dia ada di dalam rumah itu!"


"Aku tidak akan membiarkanmu masuk!" Kata Asura.


"Asura, kau masih bisa bertarung?" Tanya Iona pelan.


"Hmm..." Asura mengangguk.


"Kalau begitu ayo serang orang yang satunya, kau yakin dia jauh lebih lemah dari yang satunya."


"Baiklah! Divlisi Fotias....!" Asura kembali memakai mode berapi.


"Jika aku menggunakan tingkat pertama itu bisa membuat rumah warga terbakar, lebih baik aku menggunakan tingkat ketiga." Kata Asura dalam hati mempertimbangkan tindakannya.


Perlahan aura merah mulai muncul di sekitar kedua sarung tangan besinya, hawa panas mulai terasa di udara, tapi tidak sepanas pertarungan sebelumnya.


Asura memasang kuda-kuda dan meluncur secepat mungkin ke arah Zhagi dan Hira. Hira juga bersiap menerima serangan Asura dengan mengarahkan kedua tangannya ke depan.


Asura datang tepat di depan kedua tangan Hira, hanya dengan beberapa saat Asura akan datang ke arah serangan, sama seperti melompat ke jurang yang penuh dengan stalagmit. Tapi, bukan itu rencana Asura. Ia segera menarik tangan Hira dan meluncurkan dirinya ke atas melewati Hira.


"Apa!?" Kata Zhagi terkejut.


Asura melayang di atas Zhagi. Ia mengepalkan tangannya dan langsung melepaskan pukulan dengan kekuatan penuh ke arah Zhagi. Zhagi segera menangkis pukulan Asura dengan kapaknya.


"Katastrofeas Zois!" Teriak Zhagi mengeluarkan api hitam di kedua tangannya dan di tembakan ke arah Asura.


Asura yang melihat itu segera melindungi dirinya dengan kedua tangannya. Tapi serangan itu sangat kuat sampai membuatnya terpelanting cukup jauh.


"Asura!?" Teriak Iona. Asura jatuh di dinding salah satu rumah warga, ia tampak terluka cukup parah.


"Dia bisa bertahan?" Tanya Hira. Ia lalu melihat lebih jelas lagi, "jadi begitu, kau menggunakan Blessing untuk memperkuat fisik." Sambung Hira.


"Ugghh...." Asura terlihat kesakitan dan marah.


Iona segera berlari menghampiri Asura, di saat yang sama Hira bersiap untuk serangan kedua. Tepat saat Iona sampai, serangan kedua diluncurkan ke arah mereka berdua.


Iona dengan cepat mengeluarkan pelindung sihir, tapi mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Kekuatan besar itu terus mengikis pelindung Iona, semakin lama retakan menjadi semakin besar dan pada akhirnya akan hancur.


Di saat seperti itu, terdengar sebuah suara benda melesat dan menancap. Usai itu terdengar, Hira menghentikan serangannya. Ia menoleh ke belakang dan melihat sebuah panah menancap di punggungnya.


"Ada pengganggu kecil ternyata." Kata Hira dengan nada santai. Ia berbalik ke belakang dan melihat Rin dengan busur.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2