The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 45 - Rencana Penyelamatan Raja


__ADS_3

Di malam yang sepi, genangan air kecil memantulkan cahaya indah rembulan. Sebuah kaki tiba-tiba menginjak dan membuat air genangan itu bergelombang dengan kuat. "Jadi seperti apa jalan rahasia itu?" Tanya Karin.


"Memangnya kenapa tanya seperti itu?" Tanya Izuru.


"Aku tidak mau kalau jalan rahasinya ternyata masuk ke dalam saluran air, itu menjijikan!" Jawab Karin.


"Kalian nanti akan lihat sendiri, karena kita akan segera sampai." Kata orang itu berjalan di depan yang lain. Lalu ia berhenti di dekat dinding pembatas kerajaan. "Ini dia!"


"Wah ternyata beneran masuk ke selokan." Kata Izuru melihat ke arah lubang dengan tutup jeruji besi di lantai.


"Kalian hanya perlu mengikuti jalurnya sampai masuk ke dalam istana."


"Wah... ayo kita masuk dari gerbang saja." Kata Karin membalikan badan dan hendak berjalan pergi.


"Tunggu Karin, kita sudah sampai sejauh ini." Kata Shun menahan bahu Karin.


"Tapi Tuan Shun!"


"Sudah cukup jangan membantah! Ayo kita masuk!' kata Shun lalu berjalan ke arah saluran air itu, kemudian membuka tutup salurannya.


"Ughh... Baunya!" Kata Izuru menutup hidungnya.


"Sudah kubilang kan!?" Kata Karin sedikit menjauh dari sana.


"Apa kalian tidak bau?" Tanya Izuru melihat ke arah Rin dan Shun.


"Tidak." Jawab Shun.


"Biasa saja." Jawab Rin.


"Kalian tidak normal." Kata Izuru.


"Aku benci mengatakannya, tapi aku setuju dengannya kali ini." Kata Karin.


"Sudahlah berhenti bicara dan cepat masuk!" Kata Shun lalu turun ke bawah saluran air menggunakan tangga di dinding saluran. Kemudian di susul Rin, lalu Izuru.


"Aku tidak dilatih untuk ini." Kata Karin lalu turun perlahan-lahan. Sampai di dalam, baunya jauh lebih menyengat dan membuat ingin muntah.


"Hanya ada satu jalan." Kata Shun sudah sampai di terowongan.


"Ahh... Mana saja yang penting aku keluar dari sini...!" Kata Izuru berlari melewati Shun dan Rin.


"Ehh...!? Tunggu aku! Aku juga sudah tidak tahan di sini..!" Kata Karin menyusul Izuru.

__ADS_1


"Hah... Mereka ini. Untung saja hidungku sedang tersumbat, kalau kau?" Tanya shun.


"Aku sepertinya sudah terbiasa dengan bau seperti ini." Jawab Rin.


Izuru dan Karin terus berlari sampai ke ujung terowongan itu. "Ini ujungnya!" Kata Izuru berhenti.


"Ayo cepat naik!" Kata Karin di belakangnya. Kemudian Izuru naik menggunakan tangga besi yang menempel di dinding. Lalu Izuru keluar dari saluran dan menghirup udara segar. "Ahh... Akhirnya keluar juga." Kata Izuru.


Karin juga ikut keluar dari sana. "Hah... Pokoknya aku tidak mau keluar lewat sini lagi." Kata Karin. Lalu Rin dan Shun keluar setelah itu.


"Oh tidak." Kata Rin.


"Ada apa?" Tanya Shun, lalu melihat sekeliling ternyata sudah ada banyak prajurit kerajaan yang bersembunyi sambil menodongkan busur dan busur silang.


"Oh aku tidak melihat mereka." Kata Izuru.


"5 detik lagi kita lari ke lorong itu." Kata Karin, lalu ia mengepalkan tangannya kemudian melemparkan debu ke atas dan debu itu menyebar ke seluruh ruangan itu dan membuat pandangan semua prajurit kabur.


"Tembak!" Teriak salah satu prajurit dan semuanya menembak tanpa arah. Tapi saat debu yang berterbangan mulai menghilang, mereka juga sudah menghilang dari sana. "Sial! Cepat semua pasukan cari mereka ke seluruh istana!" Kata prajurit itu, lalu semuanya mulai berpencar.


Izuru dan yang lain berlari di lorong kerajaan sambil terus waspada. Mereka sampai di cabang lorong dan melihat beberapa prajurit berlari ke arah mereka dari lorong yang lain. "Gawat!" Kata Izuru.


"Ayo masuk ke sini!" Kata Karin barlari ke arah pintu di dekat mereka, lalu mencoba membukanya. "Terkunci!"


"Minggir!" Kata Izuru lalu menendang pintu itu sampai terbuka lebar. Kemudian mereka masuk ke dalam ruangan seperti kamar itu dan kembali menutup pintunya. Terdengar suara prajurit berlarian dari luar, mereka melewati pintu ruangan itu. "Huff... Mereka tidak tahu kita di sini." Kata Izuru lega.


"Siapa kalian?" Tanya orang itu, suaranya seperti wanita dewasa. "Kalian bukan prajurit?"


Izuru lalu menarik pedangnya dan mengarahkannya ke arah wanita itu dari jauh. "Jika kau berteriak, aku tidak akan segan menyakitimu!" Kata Izuru mengancam.


"Bicaramu itu seperti perampok amatiran." Kata Rin.


"Jadi kalian benar bukan prajurit? Apa kalian menyusup ke sini!?" Tanya wanita itu keluar dari belakang tempat tidur dengan pakaian seperti bangsawan, tapi sudah sangat lusuh.


"Itu...? Yang Mulia Ratu!?" Kata Karin terkejut.


"Iya, aku Ratu Ferona." Kata Ratu.


"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda!" Kata Karin berlutut. "Kalian juga cepat berlutut!" Kata Karin menyuruh semuanya berlutut. Lalu semuanya ikut berlutut.


"Justu aku senang bisa bertemu kalian! Kerajaan sudah diambil alih!" Kata Ratu berjalan mendekat dengan wajah panik.


"Kerajaan diambil alih!?" Tanya semuanya terkejut.

__ADS_1


"Benar, jadi tolong aku keluar dari sini. Aku sudha dikurung sangat lama di kamar ini!" Kata Ratu lalu melihat pedang yang ada di punggung Shun. "Kau pasti pahlawan yang terpilih!" Kata Ratu mendekat ke arah Shun.


"Iya benar yang mulai." Jawab Shun.


"Tuan pahlawan! Tolong kami membebaskan kerajaan ini!" Kata Ratu berlutut.


"Yang mulia, anda tidak perlu melakukan itu!!!?" Kata Shun berdiri dan membantu Ratu berdiri.


"Aku mohon, kami butuh bantuan mu!" Kata Ratu menangis.


"Lalu di mana yang mulia Raja?" Tanya Karin.


Wajah Ratu tiba-tiba menjadi lebih sedih, lalu Ratu menjawab. "Raja, dia sudah di bunuh."


"Apa!? Kapan itu terjadi?" Tanya Karin.


"Itu sudah lama sejak beberapa ornag itu masuk ke istana." Jawab Ratu.


"Sudah lama? Tapi bukankah Raja baru saja muncul di balkon tadi pagi!?" Tanya Izuru.


"Tidak mungkin, aku melihatnya sendiri tepat di depan wajahku!" Kata Ratu.


"Apa mungkin raja masih hidup?" Tanya Rin.


"Jika begitu kita juga harus menyelamatkan raja!" Kata Ratu.


"Tapi para prajurit tengah berkeliling ke seluruh istana, bagaimana kita bisa mencari raja?" Tanya Izuru.


"Lalu bagaimana dengan Putri?" Tanya Karin.


"Aku tidak tahu, mereka membawanya entah ke mana."


"Ini akan terlalu lama jika kita harus mencari raja, karena Iona saja belum ketemu." Kata Izuru.


"Kalau Iona di tangkap, ia pasti ada di penjara." Kata Rin.


"Oh iya! Bagaimana jika kita berpencar, aku dan Rin akan menjemput Iona, Kalian berdua mencari raja." Kata Izuru.


"Ida Bagus! Tapi, yang mulia harus tetap di sini sampai kita menemukan semuanya. Kami akan menjemput Ratu." Kata Shun.


"Benar, Ratu harus tetap aman di ini." Kata Karin.


"Terima kasih banyak tuan pahlawan, entah apa yang harus kulakukan tanpamu." Kata Ratu berterima kasih.

__ADS_1


"Kenapa hanya Shun yang dapat terima kasih? Lihat saja, aku pasti akan lebih membantu di banding Shun!" Kata Izuru dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2