
"kalian semua pergi dan bantu tuan Shun! Para monster ini akan berhenti berdatangan jika pemimpin mereka di kalahkan!" Teriak Panglima di benteng bagian belakang desa.
"Tapi bagaimana jika mereka masuk?" Tanya salah satu prajurit.
"Aku dan beberapa orang akan terus menjaga benteng ini, sekarang pergilah dan bantu tuan Shun!" Jawab Panglima.
"Baik pak!" Teriak seluruh prajurit, lalu sebagian besar mereka berlari masuk ke desa meninggalkan panglima dan beberapa prajurit lain di sana.
"Ugghh..!" Iona masih mencoba bergerak mendekat ke meja tempat buku sihirnya di letakkan. Setelah beberapa saat akhirnya Iona sampai di depan meja. Lalu menendang kaki meja, membuat buku sihirnya terjatuh dan terbuka. "Bagus!" Kata Iona lalu membaca mantra di dalam buku dan seketika angin kencang muncul dan memotong tali yang mengikat tangannya. "Aku bebas!"
Perlahan membuka pintu, Iona melihat dari lubang pintu tipis. Dua prajurit yang berjaga di depan pintu sudah tidak ada di sana. "Ke mana mereka?" Tanya Iona lalu ia pergi keluar dari menara.
...*****...
Izuru melompat dari tebalnya kabut dengan pedang yang terbakar kobaran api. "Aku... Aku tidak akan kalah di sini..!" Teriak Nishiki. Tapi Izuru langsung menebas ke arahnya, sampai ledakan terjadi dan mereka berdua terpental jauh. Ledakan itu membuat kabut di sekitar sana menjadi hilang dan para undead juga terlihat di sekelilingnya, Shun yang awalnya tidak bisa melihat akhirnya dapat melihat.
"Banyak sekali undead nya!?" Kata Shun mulai membunuh Undead yang muncul di dekatnya. Lalu ia melihat sekeliling dan terlihat Izuru terjatuh di tanah. "Izuru!" Panggil Shun berlari mendekat. "Kau tidak apa-apa?" Tanya Shun.
"Apa kau lihat tadi!? Aku mengalahkannya dengan tebasan berapi!" Tanya Izuru terlihat kegirangan.
"Aku tidak lihat, kabutnya tebal." Jawab Shun.
"Arrgghh... Kabut sialan!" Teriak Izuru kesal.
Nishiki yang tersungkur di tanah perlahan mulai bangkit dengan tubuhnya yang penuh luka bakar. "Hah... Hah... Aku terlalu meremehkannya." Kata Nishiki bangun perlahan. Beberapa saat kemudian para prajurit datang dan mengepungnya.
"Semuanya bantu tuan Shun!" Teriak salah satu prajurit, lalu semua prajurit menghabiskan Undead yang tersisa.
__ADS_1
"Kau sudah kalah sekarang!" Kata Izuru berjalan agak pincang ke arah Nishiki bersama Shun.
"Aku memang terlalu meremehkan kalian." Kata Nishiki di depan Izuru dan Shun. "Tapi, kalian juga terlalu meremehkan diriku!" Kata Nishiki, dia lalu membaca sebuah mantra dengan mengulurkan tangannya dan di depan tangannya muncul sebuah lingkaran sihir besar.
"Ini tampaknya kurang bagus. Semuanya mundur!" Kata Shun ikut mundur di depan seluruh pasukan bersama Izuru.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Izuru.
"Sesuatu yang akan mengubah keadaan." Jawab Nishiki. "Terimalah jurus pamungkas ku...!" Teriak Nishiki, lingkaran sihir di yang ada di depan tangannya berubah menjadi kecil dan lalu mengeluarkan setetes darah, yang kemudian jatuh ke tanah. Setelah beberapa detik tanah di sekitar sana mengeluarkan darah sampai setinggi mata kaki.
"Apa ini!? Darah muncul dari dalam tanah!" Kata Salah satu prajurit.
"Apa yang kau lakukan!?" Tanya Izuru.
"Kau akan tahu." Jawab Nishiki, lalu sebuah getaran kuat terasa dari dalam tanah. Sesuatu yang sangat besar muncul dari dalam hutan di belakang Nishiki, pepohonan ikut terangkat dan jatuh kembali. Benda itu setinggi 20 meter ke atas dan setelah seluruhnya muncul, baru terlihat kalau itu adalah sebuah gerbang yang sangat besar. "Bukalah gerbang kota hantu! Astral Gate..." Kata Nishiki, lalu gerbang seketika terbuka. Suara teriakan, dan tangisan terdengar sangat keras dari dalam gerbang, mata-mata merah yang bersinar juga bermunculan dalam kegelapan. Para roh-roh hitam keluar dari gerbang menuju ke arah Izuru dan yang lainnya.
"Mereka banyak sekali, semuanya pertahankan desa! Jangan sampai ada yang masuk!" Teriak Shun, lalu semua prajurit menyiapkan senjata mereka masing-masing. Shun lalu maju dan menebas satu hantu, tapi tebasan nya menembus tubuh hantu itu. "Apa!?" Kata Shun terkejut dan hantu hitam itu juga menembus tubuh Shun. "Arrgghh!!" Teriak Shun kesakitan.
Semua orang di sana yang mencoba menyerang para hantu tiba-tiba merasa kesakitan dan lemas tak berdaya setelah hantu itu melewati mereka. Semua prajurit bahkan Izuru juga terduduk di tanah tidak bisa bergerak. "Apa-apaan ini?" Tanya Izuru. Kemudian semua hantu itu kembali tertarik kedalam gerbang, lalu gerbang menutup.
"Kenapa ini, badanku rasanya lemas sekali!" Kata Shun tersungkur di tanah.
"Itu karena aku telah mengambil seluruh mana kalian!" Jawab Nishiki.
"Apa!? Jadi hantu tadi yang mengambil mana semua orang?" Tanya Izuru terkejut.
"Seluruh tubuhku rasanya menggelitik, mana yang sangat banyak mengalir dalam darahku! Sekarang, aku bisa menghabisi kalian sekaligus." Kata Nishiki dengan senyuman licik. Semua orang di sana mencoba untuk bangkit tapi tidak ada yang berhasil. "Sekarang aku hanya perlu melakukan satu hal lagi." Kata Nishiki, lalu mengarahkan tangannya ke atas dan menembakan cahaya ke atas, yang kemudian turun ke tengah desa. Ternyata ia mengincar Rin yang tengah mengawasi dari atas rumah.
__ADS_1
"Apa!? Ahhh...!" Teriak Rin jatuh dari rumah yang meledak karena tembakan Nishiki.
"Sudah selesai, sekarang tidak ada yang akan menghalangiku lagi." Kata Nishiki tersenyum licik.
"Kau lupa satu orang!" Iona lalu muncul dari dalam benteng. Lalu ia berjalan maju melewati semua orang di sana.
"Iona!?" Kata Shun terkejut.
"Kau benar, aku lupa satu orang. Tapi, aku tidak terlalu peduli padamu. Sekarang aku akan menghancurkan kalian semua bersama dengan desa ini." Kata Nishiki, lalu di depannya muncul lingkaran sihir yang cukup besar. "Dengan semua mana ini, aku bisa menghancurkan desa ini dengan satu serangan."
"Aku tidak akan membiarkannya!"
"Sebaiknya kau lari selagi bisa." Kata Nishiki membiarkan Iona pergi. Lingkaran sihir di depannya mulai berubah dan bersinar.
"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus lari seperti dulu? Aku harus lari tanpa memperjuangkan sesuatu?" Tanya Iona dalam hati.
...*****...
"Satu hal yang harus kau ingat, jangan pernah gunakan sihir elemen kegelapan. Itu adalah pantangan dalam keluarga ini." Kata Seorang wanita di depan meja Iona kecil.
"Iona, di dalam buku ini ada sesuatu yang terlarang. Tapi, mungkin bisa berguna. Ingatlah, ikuti kata hatimu, jangan terlalu terikat pada peraturan." Kata kakek Iona yang sudah sangat tua.
"Kakek, Sihir kegelapan adalah hal yang terlarang untuk di gunakan dalam keluargaku. Tapi, jika itu untuk menyelamatkan teman-temanku, aku rela mengkhianati tradisi keluarga!" Kata Iona dalam hati. Lalu ia membuka buku sihirnya ke halaman paling belakang dan mulai membaca mantra.
"Sudah terlambat!" Lingkaran sihirnya bersinar lebih terang dan percikan-percikan muncul dari lingkaran sihir itu. "Sinar pemusnah kehidupan, Armagedon Blast..!" Teriak Nishiki, cahaya menembak dari lingkaran sihir itu ke arah Iona dan semua orang di sana.
"Tidak, ini belum terlambat!"
__ADS_1
Bersambung...