
Selamat Hari Raya Idul Fitri!!! *bagi yang merayakan. author minta maaf kalau kadang telat up, semoga aja mulai hari ini bisa update seperti biasa...
"Arrggghh...! Cepat tembak dia!" Kata Izuru.
Putri Clara segera menarik busurnya dan kemudian menembakan anak panah ke arah Shiori.
"String of Distance..." Kata Shiori mengarahkan tangannya ke depan dan membentuk pelindung yang terbuat dari benang. Tembakan Putri Clara tertangkis oleh pelindung benang itu.
Izuru lalu melihat ke arah perutnya dan kemudian mencoba mencabut benang Shiori, tapi malah tangannya yang terluka karena sayatan benang. "Arrggghh...! Aku harus menggunakan mana terakhirku! Elemen racun, terbakar lah!" Teriak Izuru mengeluarkan racun di bilah pedang miliknya dan dibakar oleh gelang kristal merahmya.
Satu tebasan seketika semua benang itu terpotong, Izuru juga menebas ke arah Shiori dan mengenai pelindung String of Distance. Pedang Izuru bergesekan dengan benang-benang Shiori ratusan kali, saking cepatnya gerakan benang itu. Hanya dengan beberapa detik pedang Izuru terlepas dari tangannya dan terlempar ke belakang.
Izuru melompat mundur sampai di samping Putri Clara. "Tembak!" Teriak Izuru sambil menunjuk ke arah Shiori.
Putri Clara langsung menarik busurnya dan menembakan beberapa anak panah ke arah Shiori. Tapi masih tidak mempan padanya.
"Masih tidak bisa!" Kata Putri Clara.
"Tolong ulur waktu sebentar, aku belum bisa menggunakan sihir penyembuh." Kata Izuru pergi ke belakang Putri Clara sambil memegangi perutnya yang terluka.
"Baik!" Jawab Putri Clara kembali menembaki Shiori.
"Membosankan kalau aku terus bertahan." Kata Shiori perlahan berjalan maju bersama dengan pelindungnya.
"Berapa lama lagi?" Tanya Putri Clara.
"Sebentar lagi!" Jawab Izuru.
Shiori terus berjalan maju tanpa terhambat sedikit pun, walau Putri Clara terus menerus menembakinya.
"Ayo akhiri ini." Kata Shiori sudah berada tepat di depan Putri Clara.
Tiba-tiba dari belakang Izuru memegang busur legendaris Putri Clara. "Ini yang kau mau, kan?" Kata Izuru lalu menabrakan busur itu ke pelindung benang Shiori. Tiba-tiba sebuah ledakan muncul dan menghempaskan semuanya ke belakang.
"Apa itu tadi!?" Tanya Shiori.
"Sudah kuduga senjata legendaris itu tidak bisa hancur." Kata Izuru bersandar dinding setelah ledakan singkat tadi.
__ADS_1
"Sekarang kita tahu cara membuka pelindungnya." Kata Putri Clara.
"Wah sekarang kamu sudah lebih percaya diri." Kata Izuru.
"Aku sudah tahu konsepnya sekarang dan juga, aku rela melakukan ini demi semua orang!" Kata Putri Clara menarik busurnya.
"Semangat yang bagus! Sekarang coba tembak dia." Kata Izuru.
Setelah mendengar perintah Izuru, Putri Clara langsung menembak Shiori tanpa ragu. Berbeda dari sebelumnya, Shiori menghindari tembakan Putri Clara. "Dia menghindar?" Tanya Putri Clara.
"Itu artinya dia tidak akan bisa menggunakan pelindungnya untuk sementara waktu! aku akan maju, kamu tembak semua benang yang menghalangi!" Kata Izuru berlari ke arah Shiori.
"Kenapa dia awalnya seperti orang bodoh, tapi sekarang mampu berpikir cepat seperti ini!?" Tanya Shiori sambil mengeluarkan benang-benang yang membentang ke seluruh ruangan.
Tapi kilatan cahaya memotong benang-benang yang menghalangi jalan Izuru. Terus menerus tidak peduli berapa banyak benang yang sudah di keluarkan.
"Sial, kalau begini teru...s!?" Kata Shiori terkejut melihat Izuru yang sudah ada di depannya.
"Elemen Racun, terbakarlah!" Teriak Izuru dengan mengangkat pedangnya ke samping.
"Konsentrasi, aku bisa mengatasi ini." Kata Shiori dalam hati mencoba untuk tenang.
"Kenapa dia tidak menembak lagi!?" Tanya Izuru dalam hati melihat benang-benang di depannya tidak terpotong.
"Gawat! Aku tidak bisa berhenti, ini sudah terlalu dekat!" Batin Izuru panik melihat kumpulan benang di depan matanya. Dan akhirnya Izuru terpaksa menjatuhkan diri ke arah benang-benang di depannya.
Izuru langsung terikat oleh benang-benang itu. "Aku selamat? Tapi kenapa dia tidak menembak?" Tanya Izuru menoleh ke belakang.
Sebuah percikan darah menghiasi dinding di belakang. "Ugghh...." Putri Clara terdiam sambil melihat ke bawah, dadanya tertusuk puluhan benang sampai menembus tubuhnya.
"Putri...!?" Teriak Izuru terkejut. "Kau..."
"Ketenanganku akhirnya kembali, sekarang tidak ada lagi yang membantumu." Kata Shiori.
"Aku harus segera lepas, jika tidak Putri Clara bisa mati. Aku beruntung benang ini bukan seperti pelindung di luar kerajaan, tapi tetap saja aku tidak bisa lepas." Kata Izuru dalam hati. "Waktunya mempelajari lebih dalam elemen racun dan juga sedikit permainan kata."
"Hey kau, umm... Shiori! Kenapa kau tidak langsung membunuh saja?" Tanya Izuru menghentikan langkah Shiori menuju Putri Clara.
__ADS_1
"Apa kau ingin mati sekarang? Aku bisa melakukannya jika kau mau." Kata Shiori berbalik dan kemudian mengencangkan ikatan di leher Izuru.
"Akkhh...! Buk... Bukan itu maksudku!" Kata Izuru tercekik. Shiori lalu melonggarkan ikatannya sambil menatap Izuru dengan menyipitkan mata.
"Hah... Hah... Maksudku adalah kau pasti punya rencana lain untuk, kan?" Tanya Izuru.
"Tidak ada, aku hanya menginginkan Busur dan anak itu." Jawab Shiori.
"Bagaimana jika aku bergabung dengan kalian?" Tanya Izuru.
"Kau pikir aku akan percaya dengan kebohonganmu itu?"
"Terserah saja, tapi aku akan melakukannya jika itu bisa membuatku hidup."
"Cara berpikir yang menarik. Tapi, kau itu tidak ada gunanya. Kau tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan seseorang, seperti sekarang ini."
"Memangnya kenapa kalau aku punya teman? Aku memang bukan orang yang bisa melakukan semuanya sendirian." Kata Izuru memandang ke bawah.
"Kau tidak perlu bantuan jika kau lebih kuat, tapi memiliki teman, itu artinya kau lemah."
"Sial, kenapa aku terpojok dengan pembicaraan yang kubuat sendiri? Aku tidak boleh sampai termakan emosi!" Kata Izuru dalam hati.
"Mungkin ini memang takdirmu, untuk menjadi tidak berguna. Sekeras apapun kau mencoba, takdir itu tidak akan berubah."
Mungkin itu benar, aku memang tidak berguna sejak awal, bahkan sebelum ke dunia ini, aku hanyalah seorang pecundang. Tapi aku menyadari kesalahan itu, aku sebelumnya tidak pernah berusaha. Takdir memang tidak adil, tapi aku tidak peduli!
"Takdir! Takdir! Takdir! Aku tidak perlu takdir untuk jadi lebih kuat! Selama aku berusaha, tidak ada yang bisa menghalangiku!" Teriak Izuru dengan tatapan marah.
"Omong kosong."
"Elemen racun! Masuklah ke dalam darahku, buatlah diriku lepas dari belenggu ini! Ryoshuyo!" Teriak Izuru menusuk telapak tangannya dengan jarinya sampai berdarah. Dan sesuatu mengalir di antara sel darah merah di dalam pembuluh darah Izuru.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Shiori.
"Arrrgghhh.....!!!" Teriak Izuru, tiba-tiba mengeluarkan tulang kecil seperti taring tajam melengkung di tangan, leher dan kaki, tempat benang Shiori mengikat tubuh Izuru. Seketika benang yang mengikat tubuhnya terpotong oleh tulang yang keluar dari dalam tubuh Izuru. "Arrrgghh....! Cara ini benar-benar menyakitkan, tapi hanya ini satu-satunya jalan!" Kata Izuru berlari ke arah Shiori.
Pedang Izuru mulai berapi-api lagi dan tulang tajam yang muncul di permukaan kulitnya perlahan menghilang menjadi debu.
__ADS_1
Bersambung...