
"Semuanya mundur...! Buat pelindung sihir! Kita akan memojokkan Crgoshiro dari segala arah!" Teriak Panglima.
Semua prajurit mengelilingi Crgoshiro dan membuat pelindung sihir. Crgoshiro terkepung oleh dinding pelindung yang semakin mendekat.
"Hmph! Kalian pikir itu akan menghentikan ku?" Tanya Crgoshiro.
Ia lalu sedikit merendahkan tubuhnya lalu melompat sangat tinggi. Saat di udara aura emas mengelilingi pedang Crgoshiro yang kemudian melesat jatuh dengan sangat cepat mengarahkan pedangnya kebawah, seketika membuat guncangan kuat sampai membuat semua prajurit di sekitarnya terhempas.
"Argghhh....!" Teriak para prajurit.
Crgoshiro melesat ke arah para prajurit yang tersungkur di tanah, lalu menebasnya. Cipratan darah menghujani tanah. Satu persatu prajurit ditebasnya tanpa belas kasihan, dan tidak yang bertahan dari tebasan itu.
"Kita harus lari!" Kata salah satu prajurit di bawah.
"Prajurit tidak boleh lari dari tugas!" Jawab prajurit di belakangnya.
"Aku akan memberitahu Raja tentang semua ini, mungkin aku akan diberikan pengampunan setelah itu." Kata prajurit itu lalu pergi masuk kedalam hutan. Banyak prajurit juga ikut kabur membiarkan Crgoshiro membunuh semua yang ada di garis depan.
Sementara Aira hanya berdiri diam tanpa melakukan apa-apa. "Aku tidak bisa membiarkan ini terus! Tapi..." Kata Aira lalu gemetar ketakutan melihat perbuatan yang dilakukan Crgoshiro dari balik helmnya.
"Apa aku juga harus lari?"
"Tidak! Hanya aku yang bisa menyadarkan Kak Crgoshiro! Harus, aku harus berani!" Kata Aira mengepalkan tangannya.
Aira pun berlari maju ke garis depan, dengan penuh keraguan ia melewati tubuh orang-orang yang sudah tak bernyawa. Aira menerobos kerumunan di depan dan berhadapan langsung dengan Crgoshiro.
"Huh? Kau berani juga. Kalian semua memang siap untuk mati!" Kata Crgoshiro menebas kearah Aira.
Namun berhasil ditangkis oleh Aira, membuat Crgoshiro terkejut. "Aku sudah belajar banyak darimu, karena itu aku tahu bagaimana cara bertahan dari teknik bertarung mu, Kak Crgoshiro!" Batin Aira.
Crgoshiro lalu mengangkat pedangnya dan berkata. "Jangan senang dulu..!" Seketika menebas dengan kekuatan penuh, membuat pedang Aira hancur.
Crgoshiro berusaha menebas lagi, tapi beruntung Aira segera berlari mundur. Crgoshiro terus mengejarnya dan berhasil melukai kaki Aira.
"Arrgghh...!" Teriak Aira jatuh kesakitan. Crgoshiro berjalan semakin dekat kearahnya, membuat Aira semakin ketakutan.
"Kak Crgoshiro! Jangan lakukan ini!" Kata Aira ketakutan setengah mati.
__ADS_1
Aira lalu ingin membuka helm yang ia kenakan agar Crgoshiro bisa mengenalinya.
"Ini aku Ai...."
Scraachhh...! Butiran darah terlepas ke udara.
"Kenapa? Apa salahku? Kenapa kau tega melakukan ini padaku?"
Crgoshiro memenggal kepala Aira sebelum ia sempat memperlihatkan wajahnya. Kepala Aira yang masih memakai helm jatuh dari atas tubuhnya. Akhir yang tragis, Aira di bunuh oleh seseorang yang dia idolakan.
Sementara Zhagi menerobos keluar dari kota untuk menyusul, namun saat ia datang semuanya sudah terlambat. Crgoshiro sudah kabur kedalam hutan dan di depan Zhagi adalah mayat Aira. Air mata menetes deras dari pipi Zhagi, ia langsung berlutut memeluk kepala Aira yang sudah terlepas dari helmnya.
Zhagi menangis keras sambil terus memeluk erat Aira sampai darah mulai merambat kedalam bajunya.
"Hiks... Hiks... Maafkan aku... Aku seharusnya menghentikan mu sejak awal...! Hiks..."
"Satu-satunya orang yang aku cintai hanya kamu, Zhagi." Kata-kata Aira terngiang di dalam kepala Zhagi, membuatnya merasa sangat sedih.
"Satu-satunya perempuan yang aku cintai sudah pergi. Bahkan sebelumnya aku pernah membayangkan masa depan kita berdua, membuat keluarga kecil dan mengisi kekosongan kita satu sama lain. Semua itu ternyata hanya akan sekedar menjadi imajinasi ku." Kata Zhagi dalam hati.
"Crgoshiro! Aku akan menemukanmu! Aku akan membunuhmu dengan cara yang sama seperti yang kau lakukan pada Aira! Aku tidak akan pernah berhenti, bahkan jika harus mengorbankan nyawaku!" Teriak Zhagi dengan penuh amarah.
"Jadi... Orang itu, adalah Aira….?" Tanya Crgoshiro yang kemudian menangis di sana.
"Jadi sekarang kau mengerti, alasan aku mencari mu? Adalah untuk membalaskan dendam Aira."
"Lakukan apa yang kau mau..! Hiks... Aku... Aku sudah tidak peduli lagi... Bunuh saja aku sekarang!" Kata Crgoshiro jatuh berlutut di tanah.
"Betapa menyedihkannya dirimu sekarang. Dengan senang hati aku akan membunuhmu, cara yang sama seperti saat kau membunuh Aira." Kata Zhagi mengarahkan kapaknya ke leher Crgoshiro.
"Aku... Aku punya satu permintaan terakhir. Aku ingin kau menggantikan ku untuk menjaga Kerajaan Hyron." Kata Crgoshiro.
"Berhentilah bicara." Zhagi mengangkat kapaknya dan memikul di bahunya.
"Kau akan membayar semuanya di neraka!" Teriak Zhagi mengayunkan kapaknya kebawah.
"Aku akan meminta maaf padamu secara langsung, Aira." Batin Crgoshiro pasrah.
__ADS_1
Kapak itu melesat jatuh dan tertancap di tanah di depan hadapan Crgoshiro. Crgoshiro terkejut melihat kapak itu tidak mengenainya, ia lalu mengangkat wajahnya dan melihat Zhagi yang mengeluarkan darah dari mulutnya, seseorang juga berada tepat dibelakangnya.
"Zhagi...?"
Ternyata Hira yang sudah menyerang Zhagi dari belakang, meremukkan tulang punggung Zhagi dengan satu tangan.
"Zhagi...??!!" Teriak Crgoshiro berdiri dan mencoba mendekat. Tapi Hira langsung menghempaskan Crgoshiro dengan mudah.
"Apa... Ughh... Yang kau lakukan..?" Tanya Zhagi sambil kesakitan.
"Aku benci terus ditipu. Aku pernah bilang sebelumnya, jangan berani kau menipu kami." Jawab Hira.
"Aku tidak menipu kalian! Semua yang aku katakan itu benar!" Zhagi membantah.
"Aku sudah mencarinya, tidak ada tanda-tanda apapun tentang Pedang Legendaris. Ini adalah akibat karena kau berbohong pada kami." Kata Hira dengan nada suara rendah dan tatapan tajam tanpa ampun.
"Aku... Melihatnya sendiri! Orang itu tinggal di salah satu rumah, jelas sekali ia membawa pedang legendaris di punggungnya."
"Sudah cukup." Tangan Hira menebus perlahan dada Zhagi.
"Zhagi...! Kau, hentikan...!!!" Teriak Crgoshiro mencoba bangun.
Darah bercucuran keluar, Zhagi bahkan hanya bisa terdiam karena rasa sakit yang luar biasa. Setelah itu Hira menjatuhkannya begitu saja ke tanah dan ia langsung pergi meninggalkan mereka berdua di sana.
Crgoshiro segera bangun dan berlari menghampiri Zhagi yang terbaring lemas di sana.
"Bertahanlah! Aku mohon!" Kata Crgoshiro mencoba menutup luka Zhagi, tapi semua itu tidak ada gunanya.
"Akhh... Pada akhirnya... Aku yang akan mati..."
"Maafkan aku... Maafkan aku atas semuanya! Aku sudah menghancurkan semuanya, segalanya... Hiks! Seandainya saja, seandainya saja aku tidak lahir ke dunia ini...! Hiks..." Kata Crgoshiro menangis, menyesali semua yang terjadi karenanya.
"Kak Crgoshiro... Jadilah orang yang lebih baik, walau apapun yang sudah terjadi... Aku akan bahagia bertemu dengan Aira di sana..."
"Aku yakin... Aira pasti akan mengatakan hal yang sama..."
"Selamat tinggal..."
__ADS_1
Zhagi menutup mata untuk selamanya, Crgoshiro menangis sambil memeluk tubuh Zhagi yang sudah tak bernyawa. Kedua murid yang selama ini ia sayangi kini hanyalah sebuah kenangan...
Bersambung...