
Aira perlahan membuka matanya dengan penuh beban kantuk. Hal pertama yang ia lihat adalah atap rumahnya sendiri.
"Eh? Ehhhh....!? Kenapa aku masih di rumah!? Seharusnya aku pergi latihan!" Kata Aira panik langsung melompat turun dari tempat tidur dan membuka kasar jendela dan mendapati hati sudah terang benderang.
"Tidak... Semuanya sudah terlambat." Aira perlahan membungkuk dan kemudian duduk dengan keadaan syok di lantai.
"Aku yakin aku sudah bangun dan berangkat bersama Zhagi, tidak mungkin itu hanya mimpi. Lebih baik aku bertanya padanya!"
Aira lalu bangun dan berlari keluar kamar dan lalu keluar dari pintu depan. Namun tepat saat membuka pintu, Zhagi sudah berada di depan pintu dan ingin mengetuk.
"Woah! Aku baru saja ingin membangunkan mu." Kata Zhagi.
"Zhagi! Apa yang terjadi tadi? Aku yakin sudah berangkat bersama mu, ta... Tapi aku tiba-tiba terbangun di rumah, ini membingungkan." Jelas Aira.
"Kau tidak ingin? Saat kita sudah sampai dan sedang menunggu Tuan Crgoshiro. Saat dia sudah datang kamu malah tertidur, jadi dia menyuruhku membawamu pulang."
"Ahh kenapa tidak membangunkan ku saja?" Tanya Aira terlihat kecewa.
"Sudahlah, itu sudah berlalu. Lagipula Tuan Crgoshiro bilang kalau masih ada hari esok, itu artinya kita bisa datang lagi besok."
"Syukurlah... Kukira aku melewatkan kesempatan terbesar seumur hidupku." Kata Aira tampak lega.
"Kalau begitu ayo kita berangkat ke tempat latihan." Kata Zhagi.
Aira langsung berangkat bersama Zhagi karena ia tertidur dengan semua perlengkapannya. Saat sampai mereka dilatih tidak jauh berbeda dari yang kemarin dan saat selesai di sore harinya, Aira kembali mendatangi Crgoshiro.
"Umm... Tuan Crgoshiro..." Panggil Aira agak pelan.
"Hmm...? Oh kalian lagi?" Tanya Crgoshiro berbalik badan.
"Maafkan aku! Padahal aku yang memintanya sendiri, tapi aku malah... Melewatkannya begitu saja."
"Sudahlah, ini bukan salahmu." Kata Zhagi di belakang Aira mencoba menghiburnya.
"Itu benar, kau tidak bisa latihan jika lelah." Kata Crgoshiro.
"Walaupun begitu tetap saja aku yang salah... Maaf sudah menggangu waktumu." Kata Aira berjalan pergi lalu diikuti Zhagi.
"Hey! Kalian mau berlatih besok subuh? Kebetulan besok latihan di kerajaan libur." Ajak Crgoshiro.
Aira berbalik dengan wajah terkejut. "Benarkah? Tuan Crgoshiro masih mau memberiku kesempatan!?" Tanya Aira.
"Tentu saja, sudah kubilang aku tidak akan menyianyiakan semangatmu itu."
__ADS_1
Tiba-tiba mata Aira menjadi bersinar dan langsung berlari ke hadapan Crgoshiro. "Terima kasih! Terima kasih banyak! Aku tidak akan ketiduran lagi!" Kata Aira.
"Bagus kalau begitu! Sekarang kalian pulang dan istirahat yang cukup ya."
"Baik!" Jawab Aira.
...*****...
Hari esok tiba, dan Aira sudah lebih siap dari sebelumnya. Dia dan Zhagi sudah berada di padang rumput seperti kemarin. Beberapa menit berlalu dan Crgoshiro datang dengan memakai perlengkapannya.
"Kalian sudah siap?" Tanya Crgoshiro.
"Siap tuan!" Jawab mereka berdua.
"Tidak perlu formal begitu. Panggil saja aku kak atau semacamnya."
"Baiklah, kami siap Kak Crgoshiro!" Kata mereka berdua.
"Bagus. Baiklah, ayo kita mulai!"
Mereka akhirnya memulai latihan dengan pemanasan kecil dan kemudian dilanjutkan belajar teknik bertarung buatan Crgoshiro.
Mereka terus berlatih seperti itu selama beberapa bulan. Itu membuat hubungan mereka menjadi semakin akrab, kadang mereka masuk ke dalam hutan dan menangkap binatang liar untuk di masak bersama.
Semuanya adalah kenangan indah, Aira dan Zhagi juga sudah bertambah kuat dari sebelumnya. Mereka akhirnya lulus menjadi ksatria muda lebih cepat dari yang lain.
"Ini untuk perayaan kelulusan kalian! Selamat menikmati!" Kata Crgoshiro.
"Ini semua juga berkat Kak Crgoshiro!" Kata Aira.
Di tengah perayaan dengan penuh canda tawa, Zhagi tampak sedang memikirkan sesuatu dengan serius.
"Setelah kelulusan ini, pasti kami akan terpisah dan mungkin juga tidak akan sering bertemu lagi. Kalau itu tiba, aku tidak akan bisa menyatakan perasaanku pada Aira. Aku harus melakukannya sekarang atau tidak selamanya!" Batin Zhagi.
"Hey, kenapa kau melamun?" Tanya Aira di depan wajah Zhagi yang tiba-tiba terkejut.
"Uwah!? Kau membuatku terkejut!" Kata Zhagi dengan pipi yang memerah.
"Ada apa dengan pipimu itu?" Tanya Aira.
"Ini... ini... Ini pasti karena nyamuk!" Jawab Zhagi agak gugup.
"Maaf, aku tidak bisa lama di sini karena ada sesuatu yang harus kulakukan. Kalian di sini saja dulu, habiskan makanannya ya!" Kata Crgoshiro lalu pergi meninggalkan Aira dan Zhagi di sana.
__ADS_1
"Ini saat yang tepat, ayo katakan!" Kata Zhagi dalam hati mengumpulkan mentalnya.
"Aira, aku..." Zhagi ingin bicara tapi didahului oleh Aira.
"Aku beruntung bertemu dengan Kak Crgoshiro yang membuat hidupku berubah, aku perlahan bisa melupakan semua kesedihan yang selama ini menghantuiku." Kata Aira seperti sangat memuji Crgoshiro.
"Hey... Apa kau menyukai Kak Crgoshiro?" Tanya Zhagi.
"Huh? Apa? Kenapa kau berpikir seperti itu, Zhagi?" Tanya Aira terkejut.
"Akui saja! Aku memang bodoh membohongi diriku sendiri, padahal kenyataannya sudah ada di depan mataku. Tapi, aku terus menyangkalnya." Kata Zhagi menunduk.
"Kau salah, satu-satunya orang yang kusukai hanyalah yang ada di depanku saat ini." Kata Aira sambil memegang pipi Zhagi dan mengangkat wajahnya. Mereka lalu saling menatap dengan jarak yang dekat.
"Kak Crgoshiro memang mengubah hidupku, tapi aku tidak akan lupa dengan orang yang sudah menemaniku dalam semua keadaan yang menimpaku. Itu adalah kau, Zhagi." Kata Aira lalu bibirnya mendekat dan mencium Zhagi.
Mereka melanjutkannya dengan berpelukan di bawah bintang-bintang yang berkilau indah. Saat-saat di mana mereka berdua menyatakan perasaan yang sama.
Matahari terbit, waktunya mereka pulang bersama-sama. Berjalan dengan berpegangan tangan di padang rumput yang perlahan diselimuti dengan cahaya matahari.
"Mungkin kita tidak perlu pindah ke asrama di dekat kerajaan." Kata Zhagi.
"Benar, tapi lebih baik kamu pindah ke rumahku saja." Kata Aira.
"Benar boleh?" Tanya Zhagi.
"Hahaha... Aku hanya bercanda. Aku tidak peduli ke mana pun, yang penting kita bisa bersama." Kata Aira.
Hati yang retak akibat kehilangan seorang keluarga akhirnya bisa disembuhkan dengan sebuah cinta yang baru, cinta yang sudah lana terpendam dan akhirnya bisa tersampaikan.
...*****...
Tapi, di sisi lain...
Seseorang berjalan di lorong kerajaan dan masuk ke ruangan tahta untuk bertemu Raja. Dia adalah Crgoshiro yang di panggil oleh Raja Hyron.
"Yang mulia, sungguh terhormat bisa bertemu dengan anda lagi." Kata Crgoshiro berlutut di depan Raja.
"Kau bisa menemui ku kapan saja kau mau. Aku hanya ingin memberikan semangat karena sudah berhasil meluluskan dua orang peserta." Kata Yang Mulia Raja.
"Sudah tugas saya untuk membimbing generasi muda agar bisa menjaga Kerajaan ini."
"Apa ada yang kau inginkan, sebagai ucapan terima kasih dariku?" Tanya Yang Mulia Raja.
__ADS_1
"Kalau begitu, Aku ingin kedudukan yang lebih tinggi. Yaitu menjadi panglima."
Bersambung...