The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 12 - Quest Pertama


__ADS_3

Sebuah kantung terlempar di udara, lalu di tangkap kembali oleh seseorang. "Sip, sekarang apa yang harus ku beli pertama?" Tanya Izuru sambil berjalan di antara banyak orang di jalanan kota yang ramai. Orang-orang sibuk berdagang dan ada juga beberapa petualang yang sedang mengobrol di sana.


Langkah Izuru terhenti di sebuah toko senjata. "Sepertinya aku akan beli perlengkapan terlebih dahulu." Kata Izuru kemudian masuk ke dalam toko itu.


"Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang wanita penjaga toko itu.


"Aku sedang mencari perlengkapan untuk bertarung."


"Bisa sebutkan jenis yang bisa anda gunakan?"


"Ah, sebenarnya aku belum pernah menggunakan senjata sama sekali." Jawab Izuru sambil menggaruk kepala.


"Kalau begitu silahkan lewat sini, kami punya banyak jenis senjata untuk pemula." Kata Wanita itu kemudian berjalan ke sebuah ruangan di ikuti Izuru. Kemudian wanita itu mengambil sebuah pedang dengan dua tangan, lalu memperlihatkannya pada Izuru lalu berkata. "Ini yang biasanya petualang pakai untuk bertarung, pedang besi ringan tempaan seorang ahli."


"Wah ini yang kucari." Kata Izuru lalu mengangkat pedang itu, tapi sepertinya ia kesulitan membawa pedang itu karena berat. "Um, apa ada yang lebih ringan?" Tanya Izuru sambil mengembalikan pedang itu.


Wanita itu mengambil kembali pedangnya dan berkata. "Sebentar, biar kulihat." Ia lalu berbalik mencari pedang yang lebih ringan. "Ini pedang teringan yang ada di sini." Kata wanita itu sambil membawa sebuah pedang pendek.


"Tidak apa pendek, yang penting bisa digunakan. Tapi ini masih sedikit berat." Batin Izuru mengambil pedang itu. "Aku ambil ini."


"Apa anda juga butuh zirah?"


"Oh ya, tolong yang ringan."


"Baik, tolong tunggu sebentar."


Beberapa saat kemudian Izuru keluar dari toko itu dengan memakai zirah rantai untuk badan dan pelindung lengan hanya di lengan kiri, lalu ia menghitung sisa uang yang ia miliki. "Dari 15 emas, jadi 9 emas 25 perak. Ternyata cukup mahal, sebaiknya aku cepat mendaftar menjadi petualang. Kalau kata wanita tadi, ada di pangkal jalan ini." Kata Izuru kembali berjalan menuju Guild.


Sebuah kuas menggambar simbol aneh di punggung tangan. Saat selesai, sekilas muncul sebuah aura berwarna biru dari simbol itu. Izuru tampak penasaran melihat simbol itu dan terus melihat tangannya. "Simbol ini digunakan untuk melihat perkembangan anda." Kata Resepsionis itu. Lalu ia mengecap sebuah kertas dengan cap berwarna merah, kemudian memasukkannya kedalam arsip. "Anda bisa mulai menjalankan quest yang ada di papan itu. Kami sarankan untuk mencari party terlebih dahulu bagi pemula, untuk keamanan." Kata Resepsionis itu.


"Party ya? Boleh aku pinjam pena dan minta beberapa kertas?" Tanya Izuru. Lalu ia duduk di salah meja dalam guild itu. Ia menulis sebuah pengumuman di kertas, bertuliskan. Di cari anggota party pemula, silahkan temui Izuru di Gorden Bar jika berminat. Setelah menyebarkan kertas itu, lalu Izuru menunggu di bar.


"Bagaimana, sudah dapat anggota?" Tanya Gorden sambil meletakan sebuah piring berisi mi, semacam spaghetti di depan Izuru.

__ADS_1


"Belum ada yang datang. Ini lebih lama dari yang kukira." Kata Izuru yang duduk di meja bartender, lalu ia mengambil garpu dan memakan makanannya.


"Berapa lebar yang kau buat?"


"Dua." Jawab Izuru singkat.


"Hah? Hanya dua? Pantas saja tidak ada yang datang." Kata Gorden menepuk jidat.


"Anu..." Suara seseorang dari belakang. Izuru segera berbalik dengan mi yang masih menggantung di mulutnya. Ia terkejut melihat dua gadis di hadapannya, Izuru langsung menghisap mi yang tergantung di mulutnya.


"Apa anda Izuru?" Tanya salah satu dari mereka.


"Apa kalian benar-benar sedang butuh party?" Tanya balik Izuru.


"Iya, kami melihat kertas yang kau tulis di papan." Kata gadis yang sama.


"Baiklah, ayo duduk di sana!" Kata Izuru lalu mereka duduk bersama saling berhadapan. "silahkan memperkenalkan diri."


"Ok, kalau kau?"


"Namaku Iona, aku seorang penyihir." Kata Iona 'iona' pakai i. Seorang gadis berambut ungu gelap pendek.


"Apa kalian masih pemula?"


"Iya, aku baru saja di keluarkan dari party ku sebelumnya." Kata Rin.


"Di keluarkan? Kenapa?"


"Aku juga tidak tahu alasannya, mereka tidak memberitahuku."


"Kalau kau?" Tanya Izuru pada Iona.


"Aku baru datang ke kota ini dan aku butuh uang." Jawab Iona simpel.

__ADS_1


"Kau jujur sekali ya? Jadi, kalian sudah punya perlengkapan masing-masing kan?"


"Sudah." Jawab mereka berdua.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita ambil quest." Kata Izuru beranjak dari kursi. Lalu mereka pergi ke guild dan mencari quest yang mudah dilakukan. "Hmm... Goblin, tikus besar di selokan, serigala liar, naga merah misterius yang terbang di atas hutan? Apa ini Asura?" Kata Izuru melihat-lihat quest di papan.


"Bagaimana jika yang ini?" Tanya Iona memperlihatkan sebuah quest. Membunuh Naga kegelapan yang hidup di gunung!


"Gila! Apa kau ingin bunuh diri?"


"Bagaimana dengan ini?" Tanya Iona memperlihatkan quest lagi. Membunuh Raja Iblis!


Izuru langsung mengambil kertas itu dari tangan Iona. "Bisakah kau cari quest untuk pemula?"


"Bukankah hadiahnya besar?" Tanya Iona.


"Jadi kau mencari quest dengan hadiah paling besar?"


"Aku dapat yang bagus!" Kata Rin sambil menunjukan quest. Slime muncul di padang rumput dekat peternakan.


"Bayarannya hanya 2 perak? Sedikit sekali, tapi ini bisa untuk latihan. Ok, kita ambil quest ini!" Kata Izuru, lalu mereka berangkat ketempat kejadian perkara (TKP). Ok mereka sudah sampai. Mereka sedang melihat keadaan dari dekat pohon yang cukup jauh dari padang rumput itu. Ada banyak slime di sana, kebanyakan berwarna biru. "Ternyata cukup banyak. Ini waktunya untuk mencoba pedang baruku!" Kata Izuru sambil menarik pedangnya. "Ayo kita mulai!" Teriak Izuru lalu berlari ke arah padang rumput, ia menghentikan langkahnya saat berada cukup dekat dengan padang rumputnya. "Ternyata jauh lebih banyak dari yang kukira." Kata Izuru melihat lebih banyak slime. Lalu Izuru berbalik melihat ke arah Rin dan Iona, "ehh!? Kenapa kalian masih di sana!!?" Tanya Izuru melihat Rin dan Iona masih berada di pohon tadi.


"Kami kan penyerang jarak jauh..! Jadi kami di sini saja...!" Teriak Rin dari jauh.


"Ayo ke sini! Kalian bisa menolongku jika aku dalam kesulitan!" Teriak Izuru.


"Tenang saja, mereka tidak berbahaya..!" Jawab Rin.


"Tidak berbahaya? Slime memang monster paling lemah di banyak game, biasanya damage mereka hanya 1. Baiklah, aku akan membunuh kalian semua sekaligus!" Izuru berlari cepat ke arah mereka, lalu melompat ke arah satu slime dengan pedang di tangannya bersiap untuk menebas. "Hiyaaa...!!!" Izuru berteriak dan... Slime itu melompat lalu menghantam perut Izuru dengan keras. "Ughh..." Suara Izuru kesakitan, lalu ia terbaring di tanah dengan slime yang masih berada di atas perutnya.


Rin dan Iona tampak terkejut melihat Izuru yang di kalahkan oleh slime. Mereka segera menghampiri Izuru yang masih syok di sana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2