The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 50 - Naga Besar


__ADS_3

Tulisan-tulisan di batu itu seketika bersinar dengan sangat terang, menyilaukan semua orang di sana. Lalu sebuah aura keluar dari batu itu dan seakan-akan mengalir di sekitar Putri Clara. Kemudian aura itu terbang ke arah tangannya dan berubah menjadi busur besar.


"Itu!? Senjata legendaris!?" Kata Izuru terkejut.


Putri Clara mengangkat busur itu, lalu mengarahkannya ke arah para prajurit yang mengepung Izuru. "Lepaskan dia! Atau aku akan menembak kalian!" Kata Putri Clara lalu menarik busur itu perlahan dan keluar anak panah dengan sendirinya.


"Tunggu, jika kau menembak aku juga akan ke...." Kata Izuru, tapi Putri Clara sudah melepaskan tembakan sebelum Izuru menyelesaikan kalimatnya. Alhasil tanah yang terkena tembakan busur itu meledak dan menghempaskan para prajurit ke belakang, Izuru juga ikut terhempas ke arah Putri.


Izuru terhempas dan mendarat dengan punggungnya. "Arrggghh... Punggungku...!" Kata Izuru kesakitan sambil memegangi punggungnya.


"Maaf, aku tidak tahu kalau akan meledak seperti itu! Apa kakak terluka parah!?" Tanya Putri menghampiri Izuru.


"Aku tidak apa-apa. Tapi, jangan lakukan lagi." Kata Izuru bangun. "Selagi mereka tidak bisa bergerak, ayo lari!" Kata Izuru, lalu mereka berlari pergi dari taman itu.


...*****...


"Apa? Senjata legendaris itu sudah aktif?" Tanya Shiori.


"Benar Yang Mulia. Semuanya melihat cahaya memancar dari artefak di tengah taman." Kata seorang prajurit menghadap Shiori dan Dramist.


"Apa orang yang terpilih itu dari kumpulan penyusup itu?" Tanya Dramist di dekat Shiori.


"Tuan Putri Clara yang terpilih." Jawab prajurit itu.


"Putri Clara!? Untung saja aku tidak membunuhnya dulu." Kata Dramist terkejut.


"Yang penting satu lagi senjata legendaris diaktifkan. Sekarang kerahkan seluruh pasukan, bunuh Putri Clara dan rebut senjata itu!" Kata Shiori tersenyum.


"Siap Yang Mulia!" Kata prajurit itu, lalu pergi keluar dari ruang tahta.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan dengan kerajaan ini setelah mendapatkan senjata itu?" Tanya Dramist.


"Biarkan saja. Tujuan kita mengambil alih kerajaan ini karena ada artefak senjata legendaris di sini, setelah semuanya tercapai, kita akan pergi." Jawab Shiori.


"Apa aku perlu turun tangan untuk mengambil senjata itu?"


"Tidak perlu. Dia itu hanya anak kecil, tidak butuh waktu lama agar dia lelah menggunakan senjata legendaris itu."


"Benar juga."


...*****...

__ADS_1


"Hah... Hah... Ayo sedikit lagi!" Kata Izuru membawa busur legendaris itu dan berlari bersama Putri Clara.


"Kita akan lari ke mana lagi?" Tanya Putri Clara.


"Ke mana saja, yang penting tidak ada prajurit di sana." Jawab Izuru.


Mereka berhenti setelah melihat kumpulan prajurit mengepung jalan di depan mereka. "Sial! Ayo kita kembali!" Kata Izuru berlari ke arah sebaliknya.


Mereka kembali ke taman, tapi di sana ada lebih banyak prajurit yang mengepung seluruh pintu keluar. Izuru dan Putri Clara terjebak di tengah taman. Ratusan prajurit yang mengepung mereka, mustahil dikalahkan oleh dua orang saja, walaupun dengan senjata legendaris.


"Serahkan busur itu!" Teriak salah satu prajurit.


"Kalau kita menyerahkan busur ini, apakah kita akan dibebaskan?" Tanya Putri Clara pada Izuru.


"Yang benar saja!? Kita tidak boleh memberikan kekuatan besar ini pada orang jahat! Apalagi mereka sudah punya pedang milik Shun. Aku yakin mereka akan menggunakan senjata ini untuk kejahatan!" Jawab Izuru.


"Cepat berikan busur itu!" Teriak salah satu prajurit.


"Tidak akan pernah!" Teriak Izuru.


"Kalau begitu, kami akan menggunakan cara kekerasan! Serang...!" Teriak prajurit itu, lalu semuanya serentak berlari ke arah mereka berdua.


Para prajurit terus bergerak maju, sampai tiba-tiba sebuah bayangan makhluk besar melewati tempat itu. "Apa itu!?" Tanya para prajurit berhenti dan melihat ke angkasa.


"Gwaaahh......!!!" Suara raungan yang sangat keras terdengar dari langit. Naga besar merah meluncur ke arah mereka semua.


"Naga!? Semuanya lari...!" Teriak para prajurit panik dan berhamburan pergi.


Naga itu menginjak tanah taman itu lalu menyemburkan api dari mulutnya. Membakar seluruh tempat itu dan mengusir para prajurit.


"Putri, ayo sembunyi!" Kata Izuru menarik tangan Putri Clara dan bersembunyi di balik pilar besar di pinggir taman.


Naga itu berhenti menyerang setelah semua prajurit itu sudah kabur. Naga itu lalu mendekatkan kepalanya ke pilar yang di baliknya ada Izuru dan Putri Clara.


"Kau tidak lihat kami! Kau tidak lihat kami! Kau tidak lihat kami...!" Batin Izuru panik saat naga itu mendekat.


"Izuru...!" Teriak seseorang.


"Siapa itu?" Tanya Izuru keluar dari balik pilar.


"Cepat naik!"

__ADS_1


"Naik? Naga ini? Sudahlah, banyak hal gila terjadi di dunia ini. Ayo Putri!" Kata Izuru. Mereka lalu naik ke atas naga besar itu dan lalu mereka terbang melesat ke angkasa. "Waaaa.....!!!!" Teriak Izuru ketakutan.


"Ini hebat...!" Kata Putri Clara tampak menikmatinya.


"Hebat dari mananya!? Tunggu sebentar, siapayang mengendarai naga ini....!!?" Tanya Izuru panik melihat tidak ada siapapun selain mereka di atas naga itu.


"Ini aku." Kata seseorang yang kedengarannya sangat dekat dengan mereka.


"Siapa itu!?"


"Aku Asura!" Jawab Asura yang ternyata adalah naga yang di tunggangi Izuru dan Putri Clara.


"Asura!? Jadi ini bentuk naga mu!?" Tanya Izuru terkejut.


"Iya, bagaimana menurutmu?" Tanya Asura.


"Kau besar!"


"Besar? Apa hanya itu kesan saat melihatku?" Tanya Asura.


"Iya, kau juga terlihat sangat kuat. Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa sampai ke sini?" Tanya Izuru.


"Emm... Ceritanya panjang." Jawab Asura. Tapi, tiba-tiba sebuah guncangan besar terjadi pada Asura. "Ahh... Ada yang menembaki ku!" Kata Asura. Ternyata banyak penyihir kerajaan yang menembaki Asura dari atas istana. Membuat Asura kehilangan kendali. "Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi!" Kata Asura.


"Bertahanlah sebentar lagi!" Kata Izuru. Tapi mereka mulai terbang sangat rendah, sampai sesekali menabrak bagian atas rumah warga. "Woy...! Kita bisa jatuh! Kita akan jatuh..!" Teriak Izuru panik. Semua warga panik melihat Asura, mereka semua berlarian keluar dari rumah.


"Aku tidak terbiasa menahan serangan sihir. Bersiap untuk hantaman...!" Kata Asura meluncur ke arah rumah warga. Tubuh Asura lalu mengeluarkan kobaran api, dan kemudian jatuh ke atas rumah warga sampai meninggalkan lubang besar.


"Uggghhh... Kau tidak apa-apa Asura?" Tanya Izuru dan Putri Clara berada di atas punggung Izuru. "Di mana Asura?" Tanya Izuru melihat sekeliling.


"Aku di sini." Kata Asura berada di bawah Izuru.


"Ah, kau pasti sudah merencanakan ini." Tanya Izuru.


"Ehehe..." Asura tertawa kecil. Izuru lalu pergi dari atas Asura.


...*****...


"Jangan biarkan mereka pergi dari kerajaan ini. Tangkap mereka, kalian tidak berguna...!"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2