The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 11 - Batu Gunting Kertas sebagai Penentuan!


__ADS_3

"jadi, intinya kau di culik oleh majikan mu, Begitu?" Tanya Gorden duduk di belakang meja bar dan Izuru yang duduk di depannya dengan tatapan serius.


"Sudah kubilang dia bukan majikan ku! Dia salah mengira, budaknya sebenarnya sudah mati di hutan. Tapi mayatnya hilang, jadi mereka tidak percaya padaku." Kata Izuru menjelaskannya sekali lagi. Selagi sempat ia meminum minumannya, "srupp... Ah... Sekarang kau harus membantuku sembunyi dari mereka!"


"Kenapa aku harus ikut campur urusanmu itu?" Tanya Gorden.


"Tentu saja karena kita teman bukan?"


"Bukan, aku tidak kenal kau."


"Aku tidak peduli kau kenal atau tidak! Yang terpenting, kau sudah terlibat dengan ini sebelumnya. Jika aku terkena jeratan hukum, kau juga akan kusebut sebagai bagian dari pelanggaran ini." Kata Izuru mengancam Gorden.


"Akan ku bunuh sebelum kau melakukannya."


"Aku tidak takut! Kau tidak akan berani melakukannya."


Izuru dan Gorden terus beradu mulut, sampai pagi datang. Entah apa mereka sudah saling sepakat atau belum. Saat mereka sibuk bicara, ternyata Nona Reshieka beserta para kru-nya sudah sampai di depan bar dan lalu mengetuk pintu. Izuru dan Gorden terkejut dan segera menoleh ke arah pintu. "Itu pasti mereka! Aku harus sembunyi!" Kata Izuru mencoba lari, tapi kerah bajunya di tarik oleh Gorden, sehingga Izuru jatuh. "Hey! Lepaskan aku!"


"Kau harus menyerahkan dirimu, aku tidak mau terlibat dalam masalah ini." Kata Gorden, lalu melompat melewati meja bar dan kemudian menyeret Izuru ke arah pintu.


"Hey, lepaskan aku! Terkutuk kau!" Kata Izuru memberontak, tapi ia tidak bisa melepaskan diri. Gorden Membukakan pintu dan melihat Nona Reshieka bersama dengan Asura dan Fiel di teras bar.


"Sudah kuduga kau masih berada di sini." Kata Nona Reshieka.


Gorden mengangkat Izuru yang terbaring di lantai sampai ia berdiri. "Berhenti mengejar ku! Sudah kubilang aku bukan budak mu." Kata Izuru setelah berdiri.


"Sudah cukup bersandiwara nya! Setelah ini aku tidak akan membiarkanmu lepas lagi. Terima kasih sudah menangkap kan nya untukku." Kata Nona Reshieka berterima kasih pada Gorden.


"Kebetulan saja dia datang ke tempatku."


"Sekarang ayo kita pulang!"


"Tidak, tempat itu bukan rumah ku! Aku tidak ingin hidup seperti ini! Tujuanku hidup kembali ke dunia ini adalah untuk menjadi seorang pahlawan, bukan pelayan! Mungkin kedua kata itu mirip, tapi maknanya berbeda!" Kata Izuru memegang teguh impiannya.


"Kau saja kelelahan hanya karena tugas kecil, bagaimana bisa kau menjadi seorang pahlawan?" Tanya Nona Reshieka.


"Akan kulakukan apapun untuk mewujudkan impianku! Dan akan ku mulai semuanya dari nol, suatu saat nanti semua orang akan mengingat namaku selama berabad-abad!"


"Izuru... Ternyata kau benar-benar menginginkan itu." Kata Asura dalam hati.

__ADS_1


"Hmph! Jadi kau benar-benar serius tentang ini? Baiklah! Akan kuberi kau kesempatan, jika kau bisa mengalahkan ku, kau akan ku bebaskan." Kata Nona Reshieka.


"Benarkah? Emm... Maksudku baiklah, akan kulakukan! Akan aku bukti kan bahwa takdirku memang menjadi seorang pahlawan!" Kata Izuru.


"Kalau begitu ayo kita mulai!" Kata Nona Reshieka dengan tatapan tajam.


"Baiklah, ayo!"


"Satu!"


"Dua!"


"Tiga!"


"Batu gunting kertas!" Kata mereka berdua bersamaan. Izuru Gunting dan Nona Reshieka Batu, pemenangnya Nona Reshieka!


"Apa!? Tidak mungkin! Kita main 2 ronde!" Tantang Izuru lagi.


"Mau sebanyak apapun, aku pasti akan menang. Sepertinya kau harus mengganti genre mu menjadi comedy, slice of life!" Jawab Nona Reshieka.


"Tidak! Aku pasti akan tetap mempertahankan genre Action, comedy ini!"


"Batu gunting kertas!" Teriak mereka berdua, lalu sekilas muncul sebuah cahaya terang dari tangan mereka berdua. Izuru Gunting dan Nona Reshieka Kertas, pemenangnya Izuru!!


"Aku menang! Lihat itu, ini adalah awal kejayaan ku!"


"Jangan senang dulu, kita masih seri. Ronde terakhir ini akan menjadi penentuan, apakah kau berhak aku lepaskan atau tidak!"


"Kenapa mereka jadi bermain batu gunting kertas?" Tanya Gorden berdiri di belakang mereka, bersama dengan Asura dan Fiel.


"Ini masih lebih baik dari pada harus adu kekuatan, lagipula Izuru tidak bisa bertarung." Jawab Asura.


"Apa benar bisa menyatakan pantas atau tidaknya seseorang hanya dengan batu gunting kertas?" Tanya Fiel.


"Jika aku kalah di sini, kehidupan yang ku impikan akan hilang. Aku tidak boleh kalah di sini, aku harus menggunakan 100% keberuntunganku di sini!"


"Ayo kita mulai, kau sudah siap?" Tanya Nona Reshieka.


"Aku selalu siap!" Jawab Izuru.

__ADS_1


"Batu! Gunting! Kerrrrrrrtas.....!!!!" Teriak mereka berdua di pagi-pagi buta dan cahaya yang sangat terang, beserta angin kencang di sekitar mereka, membuat momen ini menjadi semakin epik!


"Aku mohon... 100% keberuntungan...!!!!" Teriak Izuru... Dalam hati.


Daaaaannnn....!!! Izuru batu dan Nona Reshieka Gunting! Pemenangnya Izuru...!!! Hore, MC kita menang untuk pertama kalinya di sini..!!


"Hore! Aku menang! Akhirnya hidupku yang sebenarnya di dunia fantasi ini akan di mulai!" Teriak Izuru sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Sudah, hanya seperti itu?" Tanya Fiel.


"Aku kagum dengan pendirian mu. sesuai janjiku, aku akan membebaskan mu. Tapi, melihat hasil pekerjaanmu kemarin, kau juga bisa kembali bekerja di rumahku." Kata Nona Reshieka.


"Terima kasih, akan ku pertimbangkan itu nanti. Yang terpenting, aku ingin menjadi seorang petualang!" Kata Izuru dengan semangat.


"Ini bayaran mu selama kau bekerja di rumahku." Kata Nona Reshieka sambil memberikan sebuah kantung berisi koin emas pada Izuru.


"Ini untukku!? Sebanyak ini?" Tanya Izuru terkejut melihat koin emas yang begitu banyak, Gorden juga sama terkejutnya dengan Izuru.


"Hey hey, ini bercanda kan?" Tanya Gorden.


"Ternyata ada untungnya juga di tuduh seorang budak." Kata Izuru dalam hati.


"Gunakan uang itu dengan bijak." Kata Nona Reshieka berpesan pada Izuru.


"Tentu saja! Pertama akan aku bayar hutangku pada Gorden. Ini satu koin emas." Kata Izuru memberikan satu koin emas ke tangan Gorden. "Ambil saja kembaliannya." Kata Izuru dengan nada seperti orang kaya.


"Wah, baguslah aku tidak perlu menagih mu." Kata Gorden.


"Jangan salah! Aku ini orang yang menepati janjiku!"


"Asura, Fiel, ayo kita pulang." Kata Nona Reshieka, berjalan pergi dari sana diikuti oleh mereka berdua.


Asura tampak sedikit murung, ia terus melihat kebelakang. "Kupikir aku bisa lebih dekat dengannya, tapi takdir memisahkan kita. Apa yang kupikirkan? Aku masih bisa melihat Izuru, selama ia masih tinggal di kota ini." Kata Asura dalam hati, kemudian ia tersenyum melihat Izuru yang sedang asik mengobrol dengan Gorden.


"Akan kutunggu kamu menjadi seorang pahlawan."


Sekarang waktunya telah tiba! Petualangan akan di mulai dari chapter 11..! Ini pasti akan sangat seru! Tapi, aku masih harus mempersiapkan semua peralatan dan juga anggota tim, semoga saja aku menemukan banyak petualang hebat yang akan menjadi pengikut pertama seorang pahlawan paling hebat yang akan datang!


Chapter selanjutnya! Waktunya mencari anggota!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2