The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 78 - Pengakuan


__ADS_3

Di malam yang sunyi, Izuru berada di dalam kamar sendirian. Ia duduk di tempat tidur sambil merenungkan kejadian tadi sore, banyak orang terbunuh dan puluhan rumah warga hancur karena serangan Hira. Mereka tidak hanya kehilangan keluarga, tapi juga harta benda, entah apa mereka bisa bertahan hidup di kota dengan keadaan sekarang.


Suara ketukan pintu terdengar dan sedikit mengejutkan Izuru. Perlahan pintu terbuka dan Rin terlihat di depan pintu.


"Apa aku boleh masuk?" Tanya Rin.


"Silahkan." Jawab Izuru.


Rin lalu masuk tanpa menutup pintu, ia lalu duduk di sebelah Izuru. "Apa yang kau pikirkan?" Tanya Rin.


"Aku? Aku hanya memikirkan korban kejadian tadi. Aku tidak tahu kalau hal seperti ini bisa berdampak besar pada warga sekitar, padahal mereka tidak ada kaitannya. Tapi, mereka tetap terkena dampaknya." Jelas Izuru.


"Ternyata kau peduli pada orang- orang di sekitarmu, ya?"


"Jika aku ingin jadi pahlawan, aku harus peduli pada semua orang!"


"Tapi sepertinya Crgoshiro menganggap kau hanya ikut campur tanpa memberikan jalan keluar." Kata Rin.


"Aku, memang tidak punya jawaban untuk pertanyaannya waktu itu. Tapi, setidaknya aku akan membantunya mencari jawaban itu!"


"Jawaban itu tidak ada dan tidak akan pernah ada. Crgoshiro adalah penjahat yang sudah dibuang dari masyarakat karena semua yang ia lakukan, kau tidak bisa membuat Crgoshiro di terima kembali begitu saja."


"Tapi semua orang pantas mendapatkan keadilan!" Kata Izuru beranjak dari tempat tidur.


"Jadi, bagaimana dengan keadilan para korban? Apa mereka tidak penting?" Tanya Rin.


Izuru terkejut mendengar perkataan Rin. Ia tidak bisa memberikan jawaban apapun, termenung dalam pemikiran yang dalam.


"Kau bilang ingin menjadi pahlawan yang peduli pada semua orang, kan? Tapi kenapa kau hanya peduli pada satu pihak?" Tanya Rin lagi.


"Ak... Aku..."


Tiba-tiba Iona muncul di depan pintu dan berkata. "Apa yang kalian lakukan di sini? Kalian berdua di panggil Nona Reshieka, dia bilang kalian harus segera berangkat!" Kata Iona.


Semuanya lalu berkumpul di ruang tamu menghadap Nona Reshieka. Izuru, Rin, Destra, dan Meiro, sudah siap dengan peralatan lengkap. Mereka siap berangkat, hanya tinggal menunggu perintah Nona Reshieka.


"Dengarkan aku, tujuan kalian hanya untuk mencari keberadaan Crgoshiro, tidak lebih dari itu! Aku tidak mau kalian malah berpaling melakukan hal lain, karena aku tidak bisa terus mengawasi dan berkomunikasi dengan kalian setiap saat. Jadi, aku percayakan semuanya padamu, Destra." Kata Nona Reshieka.


"Serahkan saja padaku!" Jawab Destra.


...*****...


Di sebuah tempat di malam yang sunyi, Zhagi berjalan sendirian dengan membawa sesuatu. Ia berjalan ke sebuah gerbang tua dan masuk ke tempat pemakaman. Berjalan di antara makam, ia lalu berhenti di sebuah makam tua. Zhagi berlutut di depan makam itu dan mengambil sebuah bunga dari tasnya, lalu diletakan di atas makam.


"Sebentar lagi aku akan mengakhiri ini semua. Aku akan membalaskan dendam mu, aku jamin Crgoshiro akan merasakan apa yang sudah diperbuat padamu." Kata Zhagi bicara di depan makam itu.

__ADS_1


Ia berdiri dan segera pergi dari pemakaman. Batu nisan di makam yang Zhagi datangi tertulis sebuah nama, yaitu Aira.


*****


Di tempat lain, sebuah kereta kuda melaju kencang di tengah padang rumput yang luas.


"Apa aku siap bertemu dengan Gorden? Bagaimana jika dia tidak mau mendengarkan ku?" Tanya Izuru dalam hati duduk didalam kereta kuda.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Destra yang duduk di sampingnya.


"Tidak ada, aku hanya memikirkan apa yang harus kubicarakan pada Crgoshiro." Jawab Izuru.


"Kenapa susah-susah memikirkan itu? Kita saja belum tentu bisa menemukannya."


"Jangan membuatku pesimis! Kau sama sekali tidak membantu." Kata Izuru.


"Aku hanya ingin memberitahumu, kalau lebih baik kau memikirkan bagaimana kita bisa menemukannya, baru pikirkan apa yang ingin kau katakan padanya."


"Benar juga, tapi itu jauh lebih sulit dari pada memikirkan apa yang ingin kukatakan."


"Itu mudah, caranya adalah mengosongkan pikiran. Tarik nafas..... Hembuskan..... Hey Meiro bagaimana kita bisa menemukan Crgoshiro?" Tanya Destra pada Meiro di sebelahnya.


"Kenapa tanya aku?" Tanya balik Meiro.


"Kalau kau bisa alkimia, seharusnya kau juga tahu hal semacam ini." Kata Destra.


"Itu tidak ada hubungannya bodoh!"


Destra lalu mengeluarkan kepalanya dari jendela. "Rin! Berapa lama lagi kita sampai di kota terdekat?" Tanya Destra dari jendela.


"Setelah melewati hutan di depan kita sampai." Jawab Rin yang tengah mengendarai kereta kuda.


"Baiklah, tidak ada pilihan selain mencari secara manual." Kata Destra setelah memasukkan kembali kepalanya.


"Ya ampun, ini pasti sangat melelahkan." Kata Izuru.


...*****...


Di sebuah kota Crgoshiro bersama dengan pria tua yang ia temui berjalan bersama di sebuah gang. Crgoshiro tampak sedikit ragu mengikuti pria tua itu.


"Kita mau ke mana?" Tanya Crgoshiro.


"Kita segera sampai." Jawab pria tua itu terus berjalan ke suatu tempat.


Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di sebuah rumah kecil sederhana. Pria itu membuka pintu dan masuk ke dalam.

__ADS_1


"Kakek pulang!" Kata pria itu dan segera di sambut oleh seorang anak laki-laki, kira-kira berusia 8 tahun.


"Kakek...!" Anak laki-laki itu berteriak dan berlari ke arah pria tua itu. "Kakek ke mana saja? Aku lapar." Sambung anak itu.


"Maaf, kakek terlambat sebentar. Kakek sudah beli makanan, kita nanti makan bersama ya!"


Crgoshiro hanya diam di depan pintu sambil memandangi mereka berdua. Pria tua itu berbalik dan berjalan ke arah Crgoshiro.


"Ayo masuklah, anggap saja seperti rumah sendiri." Kata pria itu mempersilahkan Crgoshiro masuk.


"Tidak, aku harus pergi sekarang!" Kata Crgoshiro menolak dan terlihat sesekali ia melangkahkan kakinya kebelakang.


"Kau bilang tidak memiliki tujuan kan? Ayo koita bicara dulu sebentar." Kata Pria tua itu.


Crgoshiro akhirnya terpaksa masuk kedalam rumah pria itu, ia sedikit membungkuk saat melewati pintu depan karena cukup pendek.


"Perkenalkan ini cucuku, Kharlan. Beri sama pada tuan ini." Kata Pria itu memperkenalkan cucunya.


"Senang bertemu denganmu!" Kata Anak itu.


"Oh ya, aku lupa bertanya siapa namamu."


"Namaku...? Gorden! Iya namaku Gorden!" Jawab Crgoshiro berbohong soal namanya.


"Senang bertemu denganmu Gorden. Ayo kita makan bersama, satu potong roti pasti kurang untuk badan besar mu itu." Kata Pria tua itu.


"Tidak, aku sudah kenyang! Terima kasih, tapi aku harus segera pergi!" Kata Crgoshiro.


"Tunggu! Nak, kamu makan duluan saja." Kata Pria tua itu pada cucunya.


"Iya kakek!" Jawab anak itu pergi setelah di berikan kantong makanan dari pria tua itu.


"Kenapa kau tampak gugup, Gorden? Aku minta maaf jika aku tidak sengaja menyinggung mu, karena tampaknya kau berusaha menghindari kami."


"Kau bilang tidak memiliki tujuan kan? Jadi kau ingin pergi ke mana? Seakan kau lari dari sesuatu, ceritakan saja masalahmu padaku." Sambung pria tua itu.


"Kenapa anda sangat peduli padaku? Aku hanya orang asing." Jawab Crgoshiro


"Aku hanya merasa kasihan padamu, orang sepertimu terlihat lebih buruk dari keadaanku. Aku sudah sangat sering melihat orang berakhir bunuh diri karena suatu masalah, dan aku tidak ingin hal itu terus terjadi di kota ini."


"Ceritakan saja." Kata pria itu.


"Aku..."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2