The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 08 - Pekerjaan yang Melelahkan


__ADS_3

Hari yang sama seperti chapter sebelumnya. Sebuah pel di celupkan ke dalam ember kayu yang berisi air. "Hah... Kapan ini akan selesai? Sekarang sudah siang dan aku mulai lapar." Kata Izuru menaruh kepalanya di ujung pegangan pel. Lalu Izuru melanjutkan pekerjaannya mengepel di ruangan ke 14.


Dari pintu ruangan yang sedang di pel Izuru, muncul Fiel yang sedang memeriksa pekerjaan Izuru. "Bagaimana pekerjaanmu?" Tanya Fiel tiba-tiba muncul dan mengejutkan Izuru.


"Hah....!!!? ...ternyata kau, bikin kaget aja." Kata Izuru terkejut karena tadi melamun.


"Kalau kau terus melamun, kau tidak akan selesai sebelum petang." Kata Fiel.


"Iya iya, aku mengerti." Jawab Izuru, lalu Fiel pergi meninggalkan Izuru.


"Aduh, aku lapar sekali. Lebih baik aku cepat selesaikan, setelah ini aku mau istirahat." Kata Izuru lalu lanjut mengepel. Setelah beberapa saat Izuru keluar dari ruangan itu dengan membawa tongkat pel dan Ember air yang mulai kotor. "Sebaiknya aku mengganti air pel nya." Kata Izuru lalu berjalan ke ujung lorong dan saat sampai di ujung lorong, Izuru tampak kebingungan. Ia menengok ke kanan dan ke kiri, di kanan terdapat lorong yang cukup gelap, sementara di kiri terdapat lorong dengan jendela-jendela terbuka. "Mungkin ke arah sini, Lagipula sebesar apa rumah ini?" Tanya Izuru sambil berjalan di lorong kiri.


Izuru terus berjalan sampai ia melihat ke liar jendela, ia melihat Asura sedang menyapu di taman dengan banyak bunga berwarna warni. "Asura? Bikin iri saja, tugasnya hanya menyapu taman, apa lagi dia di bayar. Oh ya, Aku akan minta roti lagi." Kata Izuru lalu meneruskan berjalan sampai ia menemukan pintu untuk ke taman itu, Izuru langsung keluar untuk menemui Asura.


Asura yang sedang sibuk menyapu sambil bersenandung itu langsung melihat Izuru di sana dan segera memanggilnya sambil melambaikan tangan. "Izuru! Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Asura yang kebetulan Izuru sudah sampai di dekatnya.


"Aku hanya ingin mengganti air untuk mengepel, apa kau tahu di mana kran air nya?" Tanya Izuru.


"Kran, apa maksudnya itu?" Tanya Asura tidak mengerti apa itu kran. Yah, maklum di zaman itu belum ada yang namanya kran.


"Ah bukan, maksudku apa ada semacam sumur untuk mengambil air?" Tanya Izuru.


"Kalau sumur ada di dapur, tapi di sini juga ada di sana." Jawab Asura lalu menunjuk ke arah sumur tua yang ada di antara pepohonan.


"Terima kasih." Kata Izuru lalu pergi ke arah sumur itu.


"Eh tunggu! Bisa tolong ambilkan air untukku juga?" Minta Asura sambil memberikan penyiram tanaman pada Izuru.


"Menyusahkan saja." Kata Izuru pelan, lalu lanjut berjalan menuju sumur itu. Saat sampai di sana, Izuru melihat-lihat di sekitar sumur itu. "Sepertinya sumur ini sudah cukup tua." Lalu Izuru menurunkan timbanya ke dalam dasar sumur.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Izuru datang dengan membawa ember dan penyiram tanaman yang penuh dengan air. "Terima kasih banyak!" Kata Asura mengambil kembali penyiram tanamannya.


"Apa pekerjaanmu hanya membersihkan taman ini saja?" Tanya Izuru.


"Sedikit lebih banyak dari itu sih, aku menyapu, lalu menyirami bunga, mencabut tanaman liar di dekat bunga, menanami bagian yang kosong, memberikan pupuk. Sudah, hanya itu. apa perlu aku sebutkan pekerjaan di dalam rumah juga?" Kata Asura sambil menghitung dengan jarinya.


"Ah, tidak usah, aku sudah dengar cukup banyak." Kata Izuru lalu kembali ke dalam. "Ternyata semua orang di sini masing-masing punya tugas yang berat. Dan sepertinya tugasku terbilang ringan jika di bandingkan dengan yang lain. Aku tidak boleh kalah dari mereka, apa lagi aku ini laki-laki. Ayo semangat!" Kata Izuru sambil berjalan di lorong.


Izuru lalu bekerja dengan semangat membersihkan seluruh ruangan di sekitar lorong, sampai senja tiba. Izuru kembali ke kamar Asura dan berbaring di kasur dengan keringat di seluruh tubuhnya. "Hah... Hah... Ini benar-benar melelahkan, semoga saja tidak ada pekerjaan di malam hari."


"Ah, kamu di sini ternyata?" Kata Asura masuk ke kamar. Izuru lalu bangun dan duduk di tempat yang sama.


"Apa kau mencari ku, ada apa?" Tanya Izuru.


"Tidak apa-apa, aku hanya khawatir kamu tersesat. Apa pekerjaannya sudah selesai?" Jawab Asura.


"Masih ada beberapa lagi, aku tadi berniat membantumu jika kamu belum selesai." Kata Asura kemudian duduk di samping Izuru.


"Terima kasih, tapi aku baik-baik saja." Kata Izuru, lalu ia bertanya-tanya kenapa Asura sangat baik padanya. "Aku belum pernah di perhatikan cewek seperti ini, kecuali ibuku. Apa mungkin dia menyukaiku?" Kata Izuru dalam hati, lalu ia menengok ke arah Asura. "Aku tidak suka perempuan itu." Kata Izuru dalam hati, kemudian ia beranjak dari tempat tidur dan berkata, "aku mau ganti baju, bisa kau keluar?"


"Kenapa? Bukankah aku sudah pernah melihatmu telanjang?"


"Aku tidak mau melakukannya lagi." Kata Izuru sambil membuka lemari bawah. "Tunggu, di mana bajuku?" Tanya Izuru.


"Mungkin masih ada di kamar mandi." Jawab Asura. Lalu mereka pergi ke kamar mandi untuk pelayan dan memeriksa ke keranjang tempat baju kotor.


Izuru meraba-raba dan mengambil satu per satu baju di dalam keranjang itu. "Bukan." Izuru mengambil sebuah seragam pelayan wanita lalu melemparkannya ke belakang. Asura yang berdiri di belakang Izuru langsung menangkap baju yang dilemparkan Izuru. "Bukan, bukan, bukan, ini...?" Kata Izuru menemukan sesuatu yang bagus, itu ****** *****.


Asura langsung mengambil benda itu dari tangan Izuru dengan cepat. "Ini punyaku!" Kata Asura dengan wajah merona.

__ADS_1


"Santai sedikit napa? Eh..." Izuru melihat sesuatu keluar dari tangannya, itu adalah darah! Karena kuku Asura tidak sengaja menyayat tangan Izuru. "Uwaa...! Darah...!"


"Maaf maaf maaf! Aku tidak sengaja!" Kata Asura panik.


"Jangan hanya berdiri, cepat ambil kotak p3k." Kata Izuru panik juga.


"Apa itu...?" Tanya Asura sambil memiringkan kepalanya.


"Cepat ambil kain atau apalah...!!!!" Teriak Izuru. Dan akhirnya tangan Izuru di balut oleh Asura dengan sebuah kain putih. Mereka berdua duduk di bangku dekat dapur.


"Maaf, aku tidak sengaja."


"Lihat saja! Aku pasti akan memotong tanga... Eh, maksudnya kuku mu itu!" Kata Izuru.


"Apa masih sakit?" Tanya Asura ingin menyentuh tangan Izuru yang terbalut kain, tapi Izuru langsung menghindar.


"Tentu saja masih sakit dan aku juga belum menemukan baju-baju ku." Kata Izuru berdiri, lalu ia melihat keluar jendela bajunya tergantung di luar. "Itu baju ku!" Kata Izuru sambil menunjuk ke sana. Lalu mereka berdua keluar dan menghampiri baju tersayang. "Baju ku, akhirnya ketemu! Eh... Kenapa basah?" Kata Izuru memeluk baju nya, lalu melepaskannya lagi.


"Mungkin Fiel mencucinya."


"Jadi aku harus pakai baju ini saat tidur?"


"Aku punya beberapa baju di lemari. Jika kamu mau, kamu bisa memakainya." Kata Asura.


"Mana mungkin aku pakai baju wanita, itu merusak citraku!" Jawab Izuru.


"Hahaha... Aku hanya bercanda kok." Asura tertawa kecil dengan wajah yang manis. "Ayo kita makan, kamu sudah lapar kan?" Kata Asura sambil menarik tangan Izuru. Akhirnya Izuru berhasil menyelesaikan pekerjaannya di hari ini, apakah dia bisa bertahan di hari berikutnya?


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2