
Izuru menusukan pisau ke leher Nathasia dari arah samping. Pisau itu sudah menancap seluruhnya, dan Nathasia bereaksi dengan wajah terkejut.
"Ha... Hahahahahah...! Apa yang kau harapkan dari leherku hah!?" Ucap Nathasia tertawa.
"Tidak bisa!? Lalu bagaimana caraku membunuhnya?" Tanya Izuru dalam hati.
Izuru lalu mencoba menggerakkan pisaunya berkali-kali sampai luka di leher Nathasia semakin besar. Tetapi, hal itu tidak mempengaruhi apapun.
"Kalau bukan lehernya, maka!"
Izuru segera mencabut pisaunya dari leher Nathasia dan kemudian mencoba menusuk bagian dada. "Pasti jantung adalah kelemahannya!" Batin Izuru dalam keadaan tegang.
Sebelum pisau Izuru mengenai kulitnya, tiba-tiba tangan Nathasia menahan pisau itu dan langsung menghancurkannya dengan sekali genggam.
"Tidak akan aku biarkan kau menyerang semudah itu!" Ucap Nathasia, ia lalu melempar Izuru sampai menabrak dinding.
"Argghh...!"
"Kau tidak memberiku pilihan lain. Jujur aku tadinya hanya ingin pergi tanpa membuat kekacauan, tapi kau yang memulai semua ini." Ucap Nathasia berjalan mendekat, dari tangannya keluar gigi-gigi tajam dan perlahan seluruh tangannya berubah menjadi seperti kepala hewan.
Nathasia langsung melompat ke arah Izuru dengan membuka mulut di tangannya itu, bersiap untuk menghancurkan semua yang ada dihadapannya. Di mata Izuru terlihat refleksi monster mengerikan mendekat ke arahnya.
Suara benda bertabrakan sangat keras terdengar. Nathasia tiba-tiba mengeluarkan ekspresi terkejut melihat tiga batang besi bercahaya emas yang tiba-tiba muncul dan melayang di depannya, menghalangi serangannya.
"Apa itu?" Tanya Nathasia, lalu mencoba mendorong tangannya lebih kuat lagi.
"Huh?! Apa yang terjadi?" Tanya Izuru dalam hati.
"Enyah lah!" Teriak Nathasia membuang batang besi itu ke atas dan tiba-tiba menghilang menjadi debu setelahnya.
Nathasia mengubah tangannya menjadi bentuk lancip dan menusuk ke arah Izuru. Dari tangan Izuru kemudian keluar aura berwarna emas yang membentuk sebuah tombak. Izuru yang menyadari senjata muncul di tangannya itu langsung menggunakannya untuk menangkis serangan Nathasia. Hal itu membuat tangan Nathasia meleset dan menancap ke dinding.
__ADS_1
Izuru tampak masih merasa panik bercampur dengan perasaan lega, karena ia berhasil selamat. Tetapi, Nathasia tidak berhenti sampai di situ. Ia kembali menebas dari samping dalam keadaan tangannya yang ikut menghancurkan dinding. Dan Izuru kembali menangkis dengan tombaknya, namun ia terpental setelah menerima serangan Nathasia.
...*****...
Di tempat lain Meiro dan Destra tengah membawa lari Tombak Legendaris dari kejaran boneka Nathasia. Destra menoleh kebelakang sesaat dan melihat boneka Nathasia mulai menyusul mereka di lorong panjang. Saat melihat belokan bercabang di depan, Destra langsung menarik tangan Meiro dan berbelok ke kiri.
Mereka terus berlari mengikuti lorong itu, sampai terjadi ledakan tepat di depan mereka. Dari ledakan itu muncul boneka Nathasia yang langsung berlari ke arah mereka. Destra langsung berbalik dan membawa Meiro di gendongannya.
Saat Meiro di gendong oleh Destra, ia menghadap kebelakang. Meiro melihat boneka Nathasia yang tampak terus mengejar, sementara mereka mulai kelelahan.
"Destra! Kita harus pergi ketempat luas!" Teriak Meiro.
"Aku bahkan tidak tahu di mana kita sekarang! Bagaimana caraku tahu di mana ada tempat luas?!" Teriak Destra sambil terus berlari dengan nafas yang tersisa.
Destra yang terus berlari ke ujung lorong, namun terlihat sesuatu yang aneh di depan mereka. "Huh..? Jalannya buntu!" Teriak Destra langsung menghentikan langkahnya.
Mereka berdua hampir jatuh ke bawah, tempat luas dengan banyak artefak sihir di tengah ruangan itu. Namun dari belakang boneka Nathasia masih mengejar dan akhirnya menabrak mereka berdua. Al hasil semuanya jatuh ke ruangan bawah.
Destra dan Meiro jatuh di tempat yang berdekatan, sementara boneka Nathasia berada di seberang mereka. Dan dari atas jatuh Tombak Legendaris di antara posisi mereka bertiga.
...*****...
...*****...
Boneka yang terbuat dari tubuh wanita itu perlahan bangun, dan terlihat sebuah tanda di punggungnya tiba-tiba menghilang. Tanda itu adalah segel pembatas untuk kekuatan yang Nathasia berikan. Jika segel itu hilang, maka dia bisa mengeluarkan kekuatan penuh dari pemberian Nathasia.
Boneka itu membuka kedua matanya yang tempak menyala terang berwarna merah. Dengan cepat ia berlari ke arah Tombak Legendaris dan tangannya hampir mencapainya.
"Destra! Jauhkan dia!" Teriak Meiro.
"Tornado Air!" Teriak Destra melepaskan mantra selagi ia tengkurap di lantai.
__ADS_1
Sebuah tornado air keluar dari lingkaran sihir. Tombak dan Boneka itu terpental karena sihir Destra. Sebuah bola air tiba-tiba muncul di sekeliling Tombak Legendaris dan melayang kembali pada Meiro dan Destra. Bola air itu kemudian pecah saat berada di tangan Destra, sudah mendapatkan Tombaknya mereka kembali berlari dari Boneka itu.
Boneka itu masih terbawa oleh serangan Destra, sampai akhirnya ia merobek bajunya di bagian punggung dan mengepakkan kedua sayap hitamnya. Kepakan itu begitu kuat sampai angin yang dihempaskan bisa mengakhiri tornado air Destra.
Ia lalu terbang mengejar Destra dan Meiro di depan. Dengan Energi Mana yang diberikan oleh Nathasia, boneka itu bisa mengubah bentuk kedua tangannya menjadi berkuku tajam. Dengan kedua tangannya ia menciptakan gelombang energi berbentuk cakaran yang melesat ke arah Destra.
...*****...
"Arrgghh...!" Izuru terpental akibat menangkis serangan Nathasia. Ia jatuh tersungkur di lantai.
"Benda apa yang ada di tanganmu itu? Aku tidak tahu dari siapa segel kekuatanmu itu berasal, tapi aku bisa merasakan aura yang kuat." Ucap Nathasia berjalan keluar dari kumpulan debu yang memenuhi ruangan itu.
"Di dalam mimpi aku melihat Crgoshiro bisa mengeluarkan banyak tombak sekaligus di udara. Itu artinya aku juga bisa melakukannya!" Ucap Izuru dalam hati.
Izuru lalu berdiri dan berusaha menggunakan kekuatan penuh dari Crgoshiro. Saat melakukannya segel di punggung Izuru menyala, dan tiba-tiba jantung Izuru berhenti berdetak beberapa detik.
"Ugghhh....! Hah... Hah..." Izuru tiba-tiba jatuh berlutut sambil memegangi dadanya.
"Tidak bisa! Ada sesuatu yang menahan ku!" Ucap Izuru dalam hati.
Saat Izuru mengangkat wajahnya tiba-tiba Nathasia sudah melesat ke arahnya. Karena sudah terlalu dekat Izuru tidak bisa menghindar dan akhirnya ikut terbawa sampai dinding di belakangnya hancur. Dinding itu adalah bagian terluar, dan sekarang sudah di hancurkan. Sekarang Izuru tengah berada di ujung Fhsyle bersama dengan Nathasia yang mencekiknya.
"Katakan siapa yang memberikan kekuatan itu." Tanya Nathasia.
"Ugghh.... Ke..napa aku... harus mengatakannya padamu?"
"Tentu saja membuat antisipasi jika suatu saat aku berhadapan dengannya dan juga untuk membuatnya bergabung dengan kelompok kami."
"Sebenarnya... Apa yang kalian inginkan dari Senjata Legendaris?"
"Jadi kau benar-benar ingin tahu huh?" Ucap Nathasia bertanya balik.
__ADS_1
"Tentu saja untuk menghancurkan semua Senjata itu." Sambung Nathasia.
Bersambung...