The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 69 - Pelarian


__ADS_3

"Berhentilah memanggilku dengan nama itu!"


"Tolong tinggalkan aku sendiri." Sambung Gorden.


"Jika kau terus lari, semuanya tidak akan pernah berakhir." Kata Izuru.


"Lalu apa yang harus aku lakukan? Bagaimana cara menyelesaikan semua ini? Mereka semua sudah mati!" Tanya Gorden.


"Aku tidak tahu. Tapi, mungkin kau bisa mencari jawabannya."


"Jika aku tahu, pasti sudah kulakukan dari dulu bodoh...! Kau memintaku menyelesaikan ini, tapi kau tidak bisa memberikan jawaban itu."


"Aku..." Izuru tidak bisa menjawab pertanyaan Gorden. Di sisi lain sesuatu bergerak di pepohonan di sekitar mereka.


"Apa itu?" Tanya Izuru menoleh ke belakang. Ternyata monster serigala mulai muncul dan mengepung mereka berdua. Izuru mencoba menarik pedangnya, tapi...


"Tunggu, pedangku!? Pasti terjatuh di bar! Lalu bagaimana? Sebentar, ada Gorden di sini, dia pasti bisa membantu!" Kata Izuru dalam hati.


"Gorden, ayo kita lawan bersa...? Di mana dia!?" Tanya Izuru terkejut Gorden sudah tidak ada di belakangnya.


Izuru lalu berbalik dan melihat Gorden tengah berlari menerobos semua serigala yang ada di belakang.


"Gorden!" Teriak Izuru ingin mengejarnya, tapi para serigala menutup jalan Izuru.


"Sial, bagaimana ini!?" Pikir Izuru kebingungan.


"Ayolah, kau sudah pernah menghadapi serigala dengan tangan kosong waktu itu. Tapi entah kenapa, mereka terlihat lebih besar dari sebelumnya."


Serigala-serigala itu mulai mendekat ke arah Izuru. Lalu salah satu serigala itu melompat ke arah Izuru dengan mulut terbuka. Izuru segera memukul serigala itu dengan tinjunya, tapi dari belakang serigala lain menggigit punggung dan bahu Izuru.


"Arrrgghh...! Pergi dariku!" Izuru memutar badannya agar serigala itu melepaskan gigitannya. Tapi, itu malah jadi semakin menyakitkan.


"Aaarrrggghh...! Sial, apa yang harus kulakukan!?" Tanya Izuru dengan banyak serigala menggigit seluruh tubuhnya. Izuru perlahan membungkuk karena beban para serigala di atasnya.


Tiba-tiba dari kegelapan hutan sebuah kilatan cahaya meluncur dan menancapkan anak panah di leher beberapa serigala. Iona muncul dan segera mengeluarkan pasukan kegelapan yang kemudian membunuh serigala yang tersisa dengan pedangnya.


"Izuru, kau tidak apa!?" Tanya Iona berlari ke arah Izuru dan mengangkatnya dengan merangkul lengan Izuru. Lalu Rin juga datang membantu Iona mengangkat Izuru.


"Di mana Gorden?" Tanya Iona.

__ADS_1


"Dia lari, arrggghh..." Jawab Izuru semakin kesakitan.


"Bertahanlah, kita harus membawamu pulang!" Kata Iona.


Setelah kejadian itu, Izuru di bawa kembali ke rumah Nona Reshieka. Sementara luka Izuru di bersihkan, Destra bersama Rin tengah menggelar kain tebal untuk sementara menutup lubang di atas.


"Aww...!" Rintih Izuru kesakitan saat lukanya di bersihkan oleh Asura.


"Sudah kubilang jangan bergerak kan?" Kata Asura masih sibuk membersihkan luka di punggung Izuru.


"Nona Reshieka, apa yang akan anda lakukan dengan Crgoshiro?" Tanya Iona berdiri di depan Nona Reshieka yang tengah membaca buku di kursinya.


"Aku tidak akan berurusan lagi dengannya selama dia tidak menggangu pekerjaanku. Semoga saja orang tadi tidak kembali ke lokasi GoldWar." Jawab Nona Reshieka. Lalu Fiel datang dengan membawa secangkir minuman dan meletakkannya di meja.


"Destra, berapa lama lagi kira-kira perbaikannya?" Tanya Nona Reshieka sambil meminum minumannya.


"Jika tidak hujan aku bisa menyelesaikannya besok malam, tapi tidak termasuk dengan peralatan di ruangan mu." Jawab Destra.


"Berarti aku bisa berangkat sekarang. Fiel, kita berangkat sekarang!" Kata Nona Reshieka menutup bukunya dan langsung bangun dari tempat duduknya.


"Baik!" Jawab Fiel. Mereka berdua lalu berjalan keluar dan langsung berangkat menggunakan kereta kuda.


"Mereka benar-benar sibuk ya?" Tanya Izuru.


...*****...


"Bagaimana, informasi yang kuberikan?" Tanya pria yang baru datang itu.


"Cukup menarik. Wanita itu sepertinya memiliki banyak rahasia." Jawab orang bertudung hitam itu terus melihat daun yang ada di telapak tangannya.


"Jadi, kau setuju untuk membantuku?" Tanya pria itu.


"Hahaha... Sampai seperti itu niatmu untuk membunuh sahabatmu sendiri, Zhagi?" Tanya Orang itu tertawa tanpa ekspresi, bahkan suaranya saja benar-benar datar.


"Tentu saja, dia harus membayar semua yang dia lakukan." Jawab Zhagi.


"Tapi, informasi apa lagi yang ingin kau berikan padaku?" Tanya Orang itu.


"Apa kau tidak penasaran dengan senjata sang ksatria emas? Mungkin saja dia menggunakan senjata legendaris." Jawab Zhagi.

__ADS_1


"Kekuatan ksatria emas memang sangat besar, dugaan mu itu ada benarnya juga. Baiklah, aku akan membantumu."


"Tapi, aku tidak akan melakukannya setengah-setengah. Nishiki, kau punya tugas baru." Sambung orang itu.


"Ya ampun, aku belum sepenuhnya pulih dari pertarungan sebelumnya tahu?" Jawab seseorang muncul dari belakang pohon tempat orang bertudung hitam berdiri.


Nishiki, jika kalian ingat dia adalah gadis Necromancer yang muncul di desa waktu itu. Sekarang dia muncul kembali!


"Aku tidak memintamu beralasan. Ini tugas yang sangat penting, kau harus menurut untuk menebus kegagalan mu waktu itu." Kata Orang itu.


"Kenapa tidak anggota kebanggaan bos saja yang melakukannya?" Tanya Nishiki.


"Kita masih belum bisa berkontak dengannya saat ini. Shiori menghilang dan Dramist terluka parah, hanya kau yang tersisa." Jawab orang itu.


"Baiklah, bos. Aku akan melakukannya, semoga bayarannya lebih besar kali ini." Kata Nishiki.


"Jadi aku dapat dua pemburu senjata legendaris? Aku benar-benar beruntung kali ini! Hahahahaha....! Lihat saja Crgoshiro! Ajal mu akan segera datang!" Kata Zhagi tertawa keras.


...*****...


Hari sudah menjelang subuh, Nona Reshieka dan Fiel sampai di lokasi GoldWar. Fiel membukakan pintu untuk Nona Reshieka yang kemudian turun dari kereta.


"Ambil peralatannya Fiel. Kita mulai saja sekarang."


"Baik, Nona Reshieka!" Jawab Fiel pergi ke belakang kereta kuda, dan mengambil beberapa peralatan di sebuah peti di belakang kereta.


Nona Reshieka berjalan ke tengah dataran kosong sendirian sebelum Fiel mengikutinya. Ia melihat-lihat sekeliling dataran itu sampai akhirnya...


"Wah wah wah, lihat siapa yang muncul?" Kata seseorang tiba-tiba berdiri di sebelah kanan Nona Reshieka dengan jarak yang cukup jauh.


Nona Reshieka terkejut dan segera menoleh ke arah suara. "Kau lagi? Kenapa kau menghalangiku? Aku tidak punya urusan lagi dengan Ksatria emas." Kata Nona Reshieka.


"Tetap saja, ini adalah makam orang-orang yang terbunuh oleh Crgoshiro. Aku tidak akan membiarkan orang sepertimu merusak tempat ini." Jawab Zhagi.


"Jika bertarung adalah satu-satunya jalan, aku akan melakukannya." Kata Nona Reshieka.


"Bertarung? Hahahaha! Ini jadi semakin menarik." Kata Zhagi.


"Aku sudah tahu beberapa gerakan dan performa mu kemarin. Mungkin ini tidak akan jadi pertarungan yang seimbang." Kata Nona Reshieka mengeluarkan lingkaran sihir di tangannya.

__ADS_1


"Oh, begitu ya? Tapi... Sayang sekali, lawan mu bukanlah diriku."


Bersambung...


__ADS_2