
"Ini adalah kesempatan terakhirku... Api pemurnian..." Kata Asura, lalu sebuah aura muncul di sekitarnya.
Semua aura yang muncul berkumpul di kedua tangan Asura, dan perlahan api mulai muncul di kedua tangannya. Api yang sangat panas berwarna putih merambat ke seluruh lengan Asura dan membakar lengan bajunya. Aura panas muncul di seluruh tempat itu, bahkan Dramist langsung berkeringat sangat banyak hanya dalam waktu beberapa detik.
"Divlisi Fotias, tingkat pertama!" Kata Asura dengan sangat cepat menyerang ke arah Dramist.
Drmaist berhasil menangkis pukulan Asura dengan pedangnya, tapi pedang legendarisnya perlahan mulai memanas sampai berwarna merah terang.
"Panas!" Kata Dramist segera menghempaskan tangan Asura dari pedangnya dan langsung menebasnya dari atas.
Asura menangkis dengan kepalan tangan, lalu melepaskan pukulan beruntun ke arah Dramist. Dengan cepat Dramist berusaha menghindari semua serangan Asura, tapi beberapa pukulan mengenainya dan membuatnya terkena semua pukulan setelahnya. "Ini terlalu cepat! Bahkan tanganku terasa terbakar saat menggenggam pedang ini!" Batin Dramist berusaha bertahan.
Asura lalu menghentikan serangannya dan mengumpulkan kekuatan di tangan kanannya. Api putih menyala sangat besar di tangan Asura, lebih terang dan panas di bandingkan sebelumnya. "Ini balasan atas semua kejahatanmu...!" Teriak Asura lalu memukul Dramist dengan sangat kuat.
"Aarrrgghhh....!" Dramist terpental sampai menembus beberapa dinding. Ia akhirnya berhasil berhenti dengan beberapa luka di tubuhnya. Tapi, ia langsung melompat ke samping dan tiba-tiba Asura datang ke tempat tadi ia berdiri.
"Edthernos Blast!" Teriak Dramist menebas ke arah Asura.
Asura masih bisa menangkisnya, lalu mereka beradu tebasan dan pukulan dengan sangat cepat. Masing-masing mereka terkena serangan beberapa kali.
"Aku tidak bisa berhenti di sini, tujuan kami sudah hampir tercapai!" Batin Dramist.
"Aku sudah berjanji, aku akan pulang!" Batin Asura.
Mereka terus beradu tebasan dan pukulan, sampai akhirnya tangan Dramist terbakar karena pedang yang sudah sangat panas.
"Arggghh... Panas!" Kata Dramist berhenti menyerang beberapa saat.
"Ini kesempatanku!" Kata Asura, lalu memukul pedang Dramist dari atas sampai terlempar dari tangannya.
"Sial!" Dramist segera melompat untuk mengambilnya, saat hampir mendapatkan pedangnya kembali Asura meluncur ke atas lebih cepat darinya dan langsung memukul pedangnya ke bawah sampai menembus ke lantai bawah. "Apa!?"
"Sekarang kau sudah tidak punya senjata lagi!" Kata Asura kembali turun ke tanah. Kemudian ia berusaha menyerang Dramist, tapi Dramist berubah menjadi kabut dan lalu turun melewati lubang bekas pedang.
Dramist berhasil menghindari Asura, ia lalu melihat pedangnya menancap di lantai. "Itu dia!" Kata Dramist lalu kembali ke wujud padat.
__ADS_1
Tapi, saat ia hampir mengambil pedangnya. Tiba-tiba ada guncangan sangat kuat, lalu di susul oleh langit-langit bangunan yang runtuh. Asura jatuh ke bawah bersama bebatuan lantai yang runtuh.
"Hybird Blast...!" Dramist langsung mengeluarkan tebasan besar sebelum kaki Asura menyentuh tanah.
"Ahhkkkk....!" Asura berusaha bertahan dari serangan itu, tapi perlahan ia terdorong ke belakang dan seluruh tubuhnya tersayat berkali-kali.
"Hiiyyyaaaaaa......!!!!!" Teriak Dramist menambah kekuatan serangannya sampai dinding di belakang Asura hancur.
Asura tampak melemah menghadapi serangan Dramist. Asura perlahan terdorong ke arah lubang di dinding. "Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi! Akkhh....!" Kata Asura terpental, tapi ia tetap bertahan dengan menancapkan sarung tangan besinya ke lantai.
"Keluarkan semua kekuatan tak terbatas pedang legendaris...!" Teriak Dramist.
"Jika seperti ini terus, aku tidak bisa..." Kata Asura terus bertahan sampai api di tangannya padam.
...*****...
"Aarrrgghhh....!" Teriak Izuru terkena banyak sekali benang-benang Shiori.
"Perjalananmu sampai di sini, manusia dari dunia lain." Kata Shiori.
"Mati kau! String of Distance..!" Teriak Shiori melesatkan benang-benangnya ke arah Izuru.
...*****...
"Kekuatan maksimum! Hybird Blast...!" Teriak Dramist mengeluarkan ledakan energi yang lebih besar ke arah Asura.
"Huh...." Asura yang berdarah-darah hanya bisa melihat serangan Dramist yang perlahan menuju ke arahnya.
...*****...
"Berjuanglah...! Kak Izuru....!" Teriak Putri Clara melepaskan anak panah ke arah benang-benang yang datang.
Seketika benang Shiori putus sekaligus. "Putri Clara...?" Tanya Izuru berlutut ke sakitan di lantai.
"Aku juga akan berjuang! Aku yang akan menjaga semua warga kerajaan setelah Ayahku! Dan Kak Izuru akan di kenal sebagai penyelamat Kerajaan Claric!"
__ADS_1
"Putri Clara... Orang yang pertama kali menganggap ku pahlawan..." Batin Izuru setelah mendengar kata-kata Putri Clara. Ia lalu berdiri dan mengarahkan pedangnya ke arah Shiori.
"Bagaimana bisa kau bangun lagi!?"
"Karena seseorang telah memberiku semangat, dan juga banyak orang di bawah sana yang menaruh harapan padaku! Aku tidak akan mengecewakan mereka! Itu adalah arti seorang pahlawan!" Jawab Izuru.
"Pahlawan tidak berbeda dari pembunuh...! Mereka membunuh yang menurut mereka salah dan melindungi orang yang menurut mereka baik!" Teriak Shiori marah dan mengeluarkan benang-benang ke arah Izuru.
Benang itu mengenai seluruh tubuh Izuru. "Arrrgghhh...!" Izuru lalu melihat ke arah uluran benang yang mengenai bahunya. Ia melihat sebuah gumpalan yang ukurannya berbeda dari bagian lainnya.
"Itu, mungkinkah... Aku tidak bisa memotong benangnya karena lebih tipis dari bilah pedangku, itu artinya! Bagian gumpalan kecil itu bisa dengan mudah kupotong!" Batin Izuru. Ia lalu menggerakkan pedangnya ke arah samping.
"Semoga saja berhasil!" Batin Izuru. Bilah Pedangnya meluncur ke arah gumpalan benang itu dan langsung memotongnya. "Berhasil!"
"Apa!? Bagaimana mungkin!? Cih itu pasti hanya beruntung...!" Teriak Shiori semakin marah dan menembakan beberapa benang lagi dari punggung tangannya.
Izuru menoleh ke arah benang Shiori dandengan cepat memotong semua benang yang menuju ke arahnya. Tapi ada beberapa yang meluncur ke arah Izuru dari samping. Tapi sudah di atasi oleh Putri Clara dari belakang.
"Sekarang aku tahu kelemahan mu!" Kata Izuru langsung berlari ke arah Shiori.
"Kau... Kenapa sulit sekali mati....!!!?" Teriak Shiori mengeluarkan ribuan benang sekaligus ke arah Izuru. Tapi dengan mudah di potong oleh anak panah Putri Clara.
Izuru terus maju ke arah Shiori sambil memotong beberapa benang yang melaju ke arahnya.
Izuru sampai di depan Shiori dengan cepat. Ia lalu menebas ke arah Shiori, tapi pedang Izuru di tangkis. Shiori langsung menyerang Izuru dari jarak dekat dengan tangan kosong, tapi Izuru berhasil mengatasinya dengan pedangnya. Tapi akhirnya Shiori berhasil membuka celah dan menyerang ke arah Izuru.
"Akhirnya... Aku bisa membunuhmu...!" Kata Shiori tangannya hampir mencapai wajah Izuru. Tapi sebuah kilatan cahaya menyambar tangan Shiori sampai beberapa jarinya putus.
"Tidak... Tanganku..."
Shiori lalu melirik ke belakang Izuru, terlihat Putri Clara yang seperti selesai menembak. Ia lalu kembali melihat ke arah Izuru yang sudah bersiap untuk menyerang.
"Ini akhirnya... Elemen Racun..."
Bersambung...
__ADS_1