
Pria itu menarik kapak dari punggungnya, lalu berkata. "akhirnya aku menemukanmu! Crgoshiro!"
Pria itu langsung melesat ke arah Gorden dan Nona Reshieka, kapak langsung diayunkan dengan kedua tangan ke arah mereka. Gorden sontak langsung mendorong Nona Reshieka ke arah lain.
"Sial, aku jadi tidak bisa menghindar." Batin Gorden melihat mata kapak semakin mendekat ke arahnya. Kapak itu lalu menebas dengan sangat kuat sampai Gorden terhempas menembus dinding kayu di belakangnya.
"Arrgghh..!"
"Gorden..!? Woy, apa yang kau lakukan!?" Tanya Izuru bangun dari tempat duduk dan hendak mencabut pedangnya.
"Sebaiknya kalian semua tidak ikut campur!" Jawab Pria itu.
"Dia itu temanku, jadi ini juga urusanku!" Kata Izuru berlari mendekat sambil menarik pedangnya keluar.
"Jangan mendekat, Izuru!" Teriak Nona Reshieka.
Pria itu langsung menghentakkan tangannya ke lantai dan tiba-tiba aura yang sangat besar menghancurkan semua benda di sekitarnya, orang-orang juga ikut terhempas. Izuru bahkan sampai terpental keluar dari bar dan menjatuhkan pedangnya di dalam.
"Ugghh..." Rintih Izuru terbaring di jalan dengan beberapa potongan kayu di sekitarnya.
"Ayo semuanya pergi dari sini!" Kata Nona Reshieka.
"Kau... Kau ikut menyembunyikan fakta ini dari semua orang. kau sama hina nya dengan Crgoshiro!" Kata pria itu lalu melesat ke depan Nona Reshieka dan hendak menyerangnya.
Saat kapak di ayunkan, Gorden langsung datang di depannya dengan membawa tameng besi yang menghentikan serangan pria itu.
"Tameng? Kenapa kau tidak mengeluarkan pedangmu itu!?" Tanya pria itu terus menekan kapaknya ke tameng Gorden dan perlahan membuat tamengnya terpotong.
Gorden terlihat tidak melawan dan hanya terdiam. Semakin lama tamengnya hampir terpotong sepenuhnya.
"Di mana pendirian mu dulu!?" Tanya pria itu mengangkat kapaknya tinggi-tinggi lalu mengayunkannya dengan kuat. Tempat di sekitarnya bagai terkena ledakan, asap mengepul keluar dari jendela bar.
"Ugghhh..." Gorden jatuh tak berdaya di depan pria misterius itu.
Pria itu lalu melangkahkan kakinya ke atas kepala Gorden dan berkata. "Lihatlah wajahmu itu, sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat."
"Oh, aku ingat sekarang. Itu adalah wajah orang-orang yang sudah kau bunuh."
Gorden hanya terdiam di sana, ia bahkan tidak melawan sama sekali. Ekspresi bersalah tiba-tiba muncul di wajahnya. Orang-orang yang mendengar suara gemuruh pertarungan tadi, langsung melihat dari pintu dan jendela.
"Sudah kuduga kau tidak bisa membalas kata-kataku. Hah sudahlah, aku tidak mau berurusan dengan sampah sepertimu lagi." Kata Pria itu mengangkat kakinya dari kepala Gorden.
"Hiduplah dengan memendam rasa bersalah itu, Ksatria Emas." Kata Pria itu mengeluarkan aura hitam dan kemudian dia menghilang entah ke mana.
Gorden perlahan bangun, lalu melihat sekeliling. Barnya sudah hancur berantakan dan orang-orang melihatnya dari luar, mereka saling berbisik satu sama lain.
__ADS_1
"Apa kau dengar dia tadi?"
"Iya, jadi ternyata Ksatria Emas."
"Iya, benar. Aku tidak percaya pernah makan di sini." Bisik orang-orang di sekitar sana.
"Ugghh... Apa yang terjadi?" Tanya Izuru bangun.
"Izuru, kau sudah bangun?" Tanya Iona muncul dari atas melihat ke arah Izuru.
"Iona? Tunggu, kenapa aku tidak tidur di pangkuan paha?" Tanya Izuru tetap berbaring.
"Untuk apa aku melakukan itu?" Tanya Iona.
Izuru lalu bangun dan melihat bar sudah rusak parah, dinding-dinding kayunya retak dan hancur, Bahkan ada bagian yang hanya menyisakan tiang penyangga.
"Kenapa ini, apa orang tadi yang menyebabkan kerusakan ini!?" Tanya Izuru terkejut.
"Itu benar, dan sekarang semuanya terbongkar." Kata Nona Reshieka berdiri di belakang Izuru.
"Terbongkar? Maksudnya!?" Tanya Izuru.
"Ternyata pria pemilik bar ini adalah Crgoshiro. Seorang pengkhianat dan orang yang bertanggung jawab atas semua orang yang tewas saat GoldWar." Jelas Iona.
"Benar, selama ini banyak kerajaan yang mencarinya. Dia juga terus lari dari kenyataan. Ternyata selama bertahun-tahun dia ada di sini dengan identitas palsu." Jelas Iona.
"Nona Reshieka, anda tampaknya sudah tahu akan hal ini?" Tanya Iona.
"Iya, aku memang sudah tahu." Jawab Reshieka santai.
"Lalu kenapa anda menyembunyikan fakta yang sangat penting ini?" Tanya Iona.
"Aku butuh banyak informasi darinya. Jadi aku dan Crgoshiro membuat kesepakatan, aku dapat informasi, dia dapat kehidupan tenangnya." Jawab Reshieka.
"Pergilah dari sini pembunuh!" Teriak salah satu warga, lalu di ikuti oleh yang lain.
Orang-orang kemudian mengambil benda-benda di sekitar mereka untuk di lempar ke arah Gorden.
Ekspresi takut dan rasa bersalah bercampur aduk di wajah Gorden. Ia tidak melakukan apapun bahkan saat sebuah batu tepat mengenai wajahnya.
"Apa yang mereka lakukan!?" Tanya Izuru marah, ia mencoba mendekat tapi tangannya di tarik oleh Iona.
"Lepaskan aku!"
Gorden berdiri setelah beberapa saat menerima semua lemparan warga di sekitar sana. Ia lalu berlari menerobos kerumunan warga dan berlari ke arah gerbang keluar kota.
__ADS_1
"Benar, sebaiknya kau pergi..!" Teriak para warga.
"Gorden!" Teriak Izuru hendak menyusulnya. Tapi masih di tahan oleh Iona.
"Lepaskan aku!" Teriak Izuru melepaskan pegangan tangan Iona.
"Apa kau ingin mengejarnya? Semua orang akan salah paham jika kau melakukan itu. Lagi pula, bukankah Izuru adalah orang yang tidak mau ikut campur urusan orang lain tanpa imbalan?"
"Dia adalah orang yang pertama membantuku saat aku kelaparan, dia juga memberiku pekerjaan! Aku juga harus menolongnya di saat seperti ini, tidak peduli apa yang orang katakan!" Kata Izuru lalu berlari mengikuti Gorden.
"Izuru! Sial. Meiro, tolong panggil Rin di rumah, bilang untuk menyusul kami keluar dari gerbang depan hutan!" Kata Iona.
"Baik!" Jawab Meiro dengan hormat di dahinya. Iona lalu pergi menyusul Izuru.
Izuru terus berlari menyusul Gorden masuk ke dalam lebatnya hutan.
"Gorden! Tolong berhenti!" Teriak Izuru sambil berlari. Tapi, tidak di dengarkan.
Hari menjelang malam, dan suasana di dalam hutan menjadi lebih mencekam. Sementara itu Meiro berlari masuk ke dalam rumah lalu berteriak.
"Halo! Halo! siapa yang namanya Rin di sini?"
"Ada apa memanggilku?" Tanya Rin datang menghampiri Meiro.
"Anu anu! Kak Iona bilang untuk menyusulnya keluar dari kota!" Kata Meiro sambil melompat-lompat kecil.
"Memangnya ada apa?" Tanya Rin.
"Entahlah, dia tidak bilang yang lain." Jawab Meiro.
...*****...
Setelah beberapa menit mereka berlari, akhirnya Gorden menghentikan langkahnya. Izuru yang sudah kelelahan juga ikut berhenti beberapa meter darinya.
"Berhenti mengejar ku." Kata Gorden.
"Hah... Hah... Aku ingin membantumu, sama saat kau membantuku dulu. Hah... Hah..." Kata Izuru bernafas terengah-engah.
"Lupakan balas budi mu. Kau tidak perlu melakukan apapun untukku."
"Jadi Gorden bukan nama aslimu? Crgoshiro, aku sudah mendengar semuanya. Kau tidak perlu lari dari..."
"Berhenti memanggilku dengan nama itu!" Gorden berteriak menyela Izuru.
Bersambung...
__ADS_1