
"terima kasih banyak tuan!" Kata Kakek Larden sambil melihat Izuru pergi dengan membawa beberapa apel.
Izuru berjalan menyusuri pasar sambil menggigit apel yang ia beli. "Amm... Ternyata manis juga. Aku heran kenapa toko kakek itu sepi? Padahal apelnya enak." Kata Izuru kembali memakan apelnya.
"Bagaimana? Apa kalian melihat sesuatu?" Tanya Rin berdiri di pinggir jalan bersama dengan Destra dan Meiro.
"Aku tidak menemukan apapun." Jawab Rin.
"Hey kalian!" Panggil Izuru berlari mendekat. "Apa sudah ketemu?" Tanya Izuru.
"Belum. Apa yang kau bawa itu?" Tanya Rin.
"Aku membelikan apel untuk kalian." Jawab Izuru sambil menunjukan isi tasnya. Tanpa pikir panjang, Destra langsung mengambil satu dari tas Izuru.
"Aku tidak menyuruhmu mencari makanan. Ayolah kalian serius sedikit!" Kata Rin.
"Hey, gunakan saja jalan pintas milikmu sekarang." Kata Meiro sambil menyenggol pinggang Destra.
"Hmm... Baiklah, tapi kau harus berjanji untuk menjadi model lagi."
"Apa!?" Kata Meiro terkejut.
"Model? Apa maksudmu?" Tanya Izuru dan juga Rin.
"Ayo akan aku tunjukan pada kalian!" Kata Destra memimpin jalan ke suatu tempat.
Beberapa menit kemudian...
"Ini kau yang membuatnya?" Tanya Izuru terlihat sedikit terkejut melihat sebuah patung batu berbentuk perempuan di alun-alun kota.
"Benar sekali! Ini adalah mahakarya ku!" Jawab Destra dengan lantang.
"Ukurannya kenapa mirip dengan..." Kata Rin.
Izuru dan Rin perlahan menoleh kebelakang dan terlihat Meiro yang menatap dengan tajam. Mereka berdua terkejut dan langsung kembali menghadap ke depan.
"Itu jangan bilang kalau..."
"Iya, benar! Aku membuatnya bermodelkan Meiro!" Jawab Destra. "Bagaimana, Meiro? Jika aku menggunakan sihir untuk menemukan Crgoshiro, kau harus mau menjadi model sekali lagi." Tanya Destra menoleh ke arah Meiro dengan mata bercahaya yang menyeramkan.
"Apa kita harus memanggil tentara keamanan sekarang?" Tanya Rin berbisik pada Izuru.
"Mungkin saja." Jawab Izuru berbisik juga.
"Ayolah..." Kata Destra semakin mendekat ke arah Meiro.
Meiro juga terlihat ketakutan dan terus berjalan mundur sampai akhirnya ia terpojok dinding. Destra semakin mendekat dan tiba-tiba kedua bahunya di pegang oleh dua orang berzirah.
__ADS_1
"Kau ikut dengan kami sekarang." Kata salah satu tentara keamanan.
"Tunggu apa!?" Tanya Destra terkejut.
"Kami mendapat laporan orang dewasa yang hendak menyerang anak-anak." Kata salah satu tentara keamanan itu.
"Tidak! Ini hanya salah paham." Kata Destra panik. Namun dia tetap di seret pergi oleh dua tentara itu. "Tidak...! Seseorang tolong aku...!" Teriak Destra di seret pergi ke suatu tempat.
"Huft... Kalian menyelamatkanku." Kata Meiro berjalan ke arah Izuru dan Rin yang tengah melihat Destra di bawa pergi.
"Bukan kami yang melakukannya." Kata Rin.
"Apa kita perlu mengikutinya?" Tanya Izuru.
"Tidak usah, cepat atau lambat pasti akan dilepaskan. Kita beruntung kehilangan orang itu saat ini." Jawab Meiro.
"Jadi ayo kita lanjut mencari!"
*****
"Masakannya rasanya sedikit berbeda, tapi tetap enak." Kata salah seorang pelanggan di bar.
"Memang kami punya koki baru." Jawab pemilik bar.
"Pesanan meja nomer 5 siap!" Kata Gorden meletakan piring berisi makanan di meja, yang kemudian di ambil oleh gadis pelayan.
"Kerja bagus Gorden! Sekarang sudah sore, kau boleh pulang sebentar lagi." Kata Pemilik bar masuk ke dapur.
"Apa bar ini tidak buka sampai malam?" Tanya Gorden.
"Biasanya iya, tapi sekarang aku ada urusan, jadi kita tutup lebih cepat hari ini. Dan ini bayaran mu untuk hari ini." Jawab pemilik bar lalu melemparkan kantung kecil berisi uang ke arah Gorden.
Gorden menangkapnya dan segera melihat isinya. "Terima kasih tuan, padahal ini hari pertamaku." Kata Gorden. Setelah membantu membereskan bar, Gorden pulang dengan perasaan senang.
*****
"Aku pulang!" Kata Gorden masuk ke dalam rumah.
"Kau kenapa sudah pulang?" Tanya Kakek Larden sudah berada di rumah bersama cucunya Kharlan.
"Hari ini bar tutup lebih awal, aku juga sudah membelikan makanan."
"Memang sudah dapat bayaran?" Tanya Kakek Larden.
"Iya, ini sisanya. Kakek bisa menyimpankan nya untukku." Kata Gorden memberikan kantung uang itu pada Kakek Larden.
Kakek Larden membuka kantung itu dan terkejut karena betapa banyaknya uang yang Gorden dapatkan lebih dari penghasilannya hari ini. "Ini banyak sekali! Dalam beberapa bulan kau bisa membeli rumah milikmu sendiri." Kata Kakek Larden.
__ADS_1
*****
"Baiklah, jadi gadis kecil itu adalah temanmu dan kau tadi hanya menjahilinya?" Tanya Petugas menginterogasi Destra.
"Iya begitulah."
"Kalau memang dia temanmu, kenapa dia tidak segera kemari menjemputmu?"
"Emm... Itu..."
"Sial, ini sudah 6 jam, kenapa mereka tidak segera menjemputku!? Apa aku kabur saja dari sini?" Tanya Destra dalam Hati.
"Permisi!" Kata seseorang yang terdengar seperti Izuru. Dan benar ada Izuru di depan pintu ruangan interogasi. "Kami datang untuk menjemput teman kami." Sambung Izuru.
"Oh, jadi ini memang benar hanya salah paham." Kata Petugas, mereka lalu melepaskan Destra tanpa syarat apapun.
"Maaf atas ketidaknyamanannya. Ini saya berikan sebagai permintaan maaf." Kata kapten tentara keamanan Kota Easter memberikan sebuah kertas kecil pada Destra.
Destra menerimanya dan membaca kertas itu. "Kupon diskon tempat pela***an!!!?" Kata Destra terkejut dan melihat kearah kapten itu lagi.
"Wanita dewasa jauh lebih baik dari pada anak-anak, ingat itu. Dan kau nak, hati-hati dengan orang seperti dia." Kata kapten pada Destra dan berbisik pada Meiro.
Setelah perbincangan singkat mereka pergi dari kantor keamanan saat matahari terbenam. Destra tampaknya masih kesal dengan apa yang terjadi, ia selalu menghentakkan kaki setiap langkahnya.
"Kenapa kalian lama sekali!?" Tanya Destra.
"Maaf, setelah mencari kami makan sebentar." Jawab Rin.
"Jadi kau akan menggunakan jalan pintas untuk menemukan Crgoshiro kan?" Tanya Izuru.
"Tidak, sampai Meiro berjanji untuk jadi modelku." Kata Destra.
Izuru dan Rin lalu melihat kearah Meiro. "Iya baiklah, aku janji! Tapi hanya untuk sekali ini saja." Kata Meiro.
"Bagus! Kalau begitu akan aku mulai..." Kata Destra lalu menutup kedua matanya. Perlahan sebuah aura bersinar mengelilingi dirinya seperti aliran air.
"Open Okeanos..." Kata Destra perlahan membuka matanya dan tiba-tiba sebuah ledakan aura terjadi di sekitar mereka.
"Woah!? Apa ini? Rasanya dingin seperti air, tapi aku tidak merasakan basah." Tanya Izuru dalam hati terkejut.
Ledakan itu menyebar ke seluruh jalanan kota yang awalnya diterangi lentera minyak menjadi gelap gulita. Aura itu tampaknya membuat semua api yang dilaluinya padam, hal itu membuat para warga terkejut dengan apa yang terjadi.
Setiap sudut gang, setiap rumah, dan setiap ruangan sudah dijangkau oleh aura milik Destra. "Setengah kota sudah terjangkau." Kata Destra dengan tenang.
Izuru yang masih melihat sekeliling untuk memahami apa yang terjadi. Ia lalu sekilas melihat sebuah cahaya merah dan biru, ternyata cahaya itu berasal dari bayangan menyerupai puluhan ikan yang berenang mengelilingi Destra.
"Ketemu..."
__ADS_1
Bersambung...