The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 31 - Necromancer Part 2


__ADS_3

"Bagus! Ayo kita lakukan!" Kata Izuru langsung berlari ke arah gadis itu. Melewati Shun yang masih kesakitan di sana. "Hiyyaaa...!" Izuru menebas ke arah Necromancer itu. Tapi lagi-lagi pedang Izuru dengan mudahnya di tangkap.


"Kau tidak pernah belajar." Kata gadis Necromancer itu mencekik leher Izuru lagi dan mengangkatnya ke atas. "Jika tidak kubunuh sekarang, kau pasti akan menyusahkan." Kata gadis itu mengangkat tangannya yang lain, dan seketika tangannya berubah besar dengan kuku tajam. "Selamat tinggal." Tangan gadis itu melesat ke arah Izuru yang tidak bisa melepas lehernya.


"Elemen es! Shralut Lancer!" Teriak Iona memunculkan tombak es besar di tangannya dan langsung melemparnya ke arah gadis itu. Gadis itu tidak tidak menghindar dan hanya menangkisnya dengan satu tangan, tombak itu hancur. Tapi, beberapa detik kemudian es terbentuk bagai ledakkan dan membuat setengah badan Necromancer itu terjebak dalam es.


"Apa!?" Tanya Gadis itu tidak percaya. Shun lalu datang dan memotong tangan gadis itu yang mencekik leher Izuru. Izuru kemudian di bawa mundur oleh Shun.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Shun.


"Izuru!" Iona berlari mendekat ke arah mereka berdua.


"Uhuk... Uhuk... Terima kasih Iona." Kata Izuru memegangi lehernya.


"Jangan ceroboh!" Kata Shun.


"Kau juga tadi!" Teriak Izuru.


"Kalau begini terus kita tidak akan bisa mengalahkannya. Tidak ada pilihan lain, aku harus menggunakan kekuatan penuh pedang ini!" Kata Shun.


"Tapi, bagaimana jika kau lepas kendali? Kau belum bisa mengendalikan kekuatan pedang itu sepenuhnya!" Tanya Iona.


"Kalau itu terjadi, kamu harus menyadarkan ku Iona!" Jawab Shun.


"Kalian terlalu banyak bicara! Cepat lakukan saja!" Kata Izuru berlari mendekat ke gadis itu lagi.


"Izuru, kembali!" Kata Iona.


Gadis necromancer itu mulai memberontak dan es yang menjebaknya mulai retak dan kemudian hancur berkeping-keping. "Kau benar-benar tidak waras." Kata Gadis itu mencoba menyerang Izuru yang sudah dekat padanya.


Izuru lalu menghindar ke samping dan langsung menebas ke arah kepala Gadis itu. Tapi gadis itu menangkap pedang Izuru lagi. "Aku tidak akan terkena trik yang sama tiga kali!" Kata Izuru menggunakan pedang itu untuk menarik dirinya ke atas dan menendang kepala gadis itu dengan keras. Gadis itu terpental jauh, itu dampak dari blessing.

__ADS_1


"Sialan kau! Beraninya kau menendang kepalaku..!" Kata Gadis itu terlihat sangat marah.


"Ini belum berakhir!" Kata Izuru berlari ke arah Gadis itu. "Semoga saja serangan ku bisa melukainya. Asura! Tolong pinjamkan kekuatanmu padaku!" Kata Izuru dalam hati. Lalu menebas ke arah Gadis itu dengan sekuat tenaga. Tapi gadis itu sudah bersiap melindungi bagian yang akan terkena serangan Izuru, dan pedang melesat tertangkis dengan dua lengan gadis itu.


Tapi, beberapa detik kemudian percikan api mulai muncul. Lalu merambat sesuai jalur pedang Izuru. "Apa!?" Kata Gadis itu terkejut dan segera mundur. "Arrggghhh! Apa yang kau lakukan!?" Teriak Gadis itu kesakitan dengan tangannya yang terbakar.


"Jadi kelemahan mu adalah api." Kata Izuru.


"Bagaimana kau bisa? Aku tidak merasakan adanya artribut elemen api dalam dirimu! Kau pasti memakai kristal sihir, akan kuhancurkan benda itu!" Teriak gadis itu berlari maju dengan sangat cepat. Izuru bersiap menyerang saat gadis itu mendekat, tapi gadis necromancer itu memukul perut Izuru jauh lebih cepat sebelum Izuru mengayunkan pedangnya.


"Ugghh...!"


"Terima akibat karena membuatku marah!" Teriak Gadis itu merebut pedang Izuru dan menebas ke arah kaki Izuru.


"Arrgghh...!" Izuru berteriak kesakitan.


"Izuru!" Teriak Iona.


"Lepaskan dia!" Kata Shun.


"Yang kau inginkan aku bukan? Jadi cepat lepaskan dia!" Kata Shun.


"Aku akan melepaskannya, jika kau menyerahkan pedangmu padaku." Jawab Gadis itu.


"Apa!? Tidak mungkin aku menyerahkan pedang ini padamu!" Jawab Shun.


"Kalau begitu aku akan..." Gadis itu lalu menusuk leher Izuru sedikit. "Bau ini?" Kata gadis itu tampak terkejut. "Bau ini tidak asing. Bau racun yang bercampur aduk di dalam tubuhmu." Kata Gadis itu mencium leher Izuru. "Ahh... Aku suka bau mu, mungkin aku akan membawanya pulang. Aku ingin lihat apa yang ada di balik kulitmu." Kata Gadis itu tampak ingin memutilasi Izuru.


"Tidak! Kumohon jangan apa-apakan aku!" Kata Izuru ketakutan.


"Tenang saja, aku tidak akan membuatmu mati kok."

__ADS_1


"Malah itu yang jadi masalahnya!"


"Apa sebenarnya tujuanmu!?" Tanya Shun di sana.


"Tujuanku..? Ini hanya sebuah perintah dari atasanku." Jawab Gadis itu.


"Siapa yang memerintahkan mu?" Tanya Shun.


"Aku tidak bisa memberitahumu. Tapi aku bisa memberitahu sesuatu, Namaku adalah Nishiki sang Putri Necromancer Agung." Kata Gadis itu memberitahu namanya.


"Aku tidak butuh namamu! Cepat lepaskan Dia!" Teriak Shun.


"Baiklah-baiklah akan ku lepaskan." Kata Nishiki mendorong Izuru ke depan dan melemparkan pedang yang ia ambil ke arah Izuru. "Tapi, tentu saja tidak semudah itu!" Dari Nishiki muncul sebuah kepala monster dengan mulut yang bersinar, dan seketika kepala itu menyemburkan api berwarna ungu ke arah Izuru. "Terimalah, api kutukan milikku!"


Izuru yang masih terjatuh di tanah tidak bisa berbuat apa-apa karena kakinya yang terluka. Namun Iona datang di depannya dan memunculkan sihir pelindung untuk melindungi Izuru. "Iona..."


Api itu terus menyembur keluar sampai pelindung Iona mulai retak. "Ugghh... Aku harus kuat! Aku tidak bisa hanya dia di belakang seseorang!" Kata Iona memperkuat pelindung yang ia keluarkan.


"Bodoh." Kata Nishiki. Tiba-tiba sebuah panah menusuk punggung Iona, seketika pelindung miliknya hilang dan api ungu itu membakar tubuh Iona. Ternyata ada undead yang memakai panah di dekat benteng di belakang mereka.


"Aaaaahhhh......!!!!" Teriak Iona kesakitan.


"Iona..!" Shun berlari dan segera menebas Nishiki, dan membuatnya menghentikan semburan api Nishiki. Api itu langsung padam, tapi Iona jatuh ke tanah tidak sadarkan diri. "Iona! Bertahanlah!" Kata Shun di dekat Iona.


"Ini... Ini kesalahanku, jika aku tidak gegabah, Iona pasti tidak akan terluka." Kata Izuru dalam hati.


"Iona! Iona!" Teriak Shun mencoba membangunkan Iona. Tapi tidak ada yang terjadi.


"Yah, sepertinya aku harus pergi sekarang. Ini sudah hampir pagi, sampai jumpa lagi..." Kata Nishiki berjalan masuk ke dalam hutan.


"Tunggu! Jangan pergi!" Teriak Shun. Lalu ia mengangkat Iona dan membawanya masuk ke desa. "Kau, cepat bawa Rin masuk!" Kata Shun berhenti sejenak lalu kembali berlari. "Tolong! Siapapun ada yang terluka!" Teriak Shun sambil menggendong Iona yang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Izuru mencoba untuk berdiri dengan kakinya yang terluka. "Arrrgghh...! Hah... Hah..." Izuru jatuh lagi. "Ini semua salahku. Aku tidak mampu melindungi temanku sendiri." Kata Izuru dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2