The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 52 - Rencana untuk Kabur


__ADS_3

"ehem... Asura, kita harus cepat." Kata Izuru.


"Benar, aku senang kamu baik-baik saja. Lebih baik kamu pergi dari kerajaan ini." Kata Asura melepaskan pelukannya.


"Aku tidak bisa untuk sekarang. Suamiku masih ada di istana, aku tidak bisa meninggalkannya." Jawab wanita itu.


"Begitu ya. Aku mengerti perasaanmu, tapi kau bisa menunggunya di luar kota. Aku yakin dia akan baik-baik saja." Kata Asura. Lalu dari belakang wanita itu muncul seorang anak yang membawa dua buah sarung tangan besi. Kemudian anak itu memberikannya pada Asura.


"Terima kasih sudah menjaga ini untukku." Kata Asura menerimanya, lalu mengelus kepala anak itu. Asura dan Izuru kamudian berjalan kembali ke tempat persembunyian.


*****


"Apa itu senjatamu?" Tanya Izuru berjalan di samping Asura.


"Benar, sudah lama aku tidak menggunakannya." Jawab Asura.


"Aku tidak pernah melihat senjata itu di toko."


"Ini memang khusus untukku. Karena hanya beberapa orang saja yang menggunakan senjata ini, jadi tidak di buat masal seperti senjata lain pada umumnya."


"Begitu ya?"


"Pedang Izuru juga sama."


"Sama? Bukankah ini pedang biasa?"


"Benar juga, aku belum menjelaskannya."


"Apa pedang ini punya kekuatan tersembunyi!? Bagaimana? Cepat tunjukkan!" Kata Izuru memberikan pedangnya pada Asura.


Asura lalu menebas ke depan dengan pedang Izuru, tapi ada yang berbeda. Pedang itu menjadi lebih panjang dan meliuk-liuk. "Woah! Bagaimana bisa begitu!?" Tanya Izuru terkejut.


"Kamu hanya perlu memberikan sedikit aliran sihir di tanganmu, itu akan membuat pedang ini otomatis berubah. Aku menamainya pedang cambuk." Kata Asura lalu memberikan pedang itu kembali ke Izuru.


"Hebat!" Kata Izuru menerima pedang itu.


"Itu pedang yang sangat berbahaya, bagi lawan maupun penggunanya. Sangat fleksibel untuk menjangkau seluruh celah pertahanan lawan, namun juga bisa melukaimu. Jadi berlatih dulu sebelum menggunakannya, untuk sekarang lebih baik pakai mode pedang biasa." Jelas Asura sambil terus berjalan.


"Hebat, ini tidak kalah keren dari pada pedang legendaris Shun! Tapi, kenapa kau memberikan pedang yang tidak bisa kugunakan?"

__ADS_1


"Yah... Aku sebenarnya ingin memberikan pedang yang spesial untuk Izuru. Seperti pedang berelemen, tapi itu sangat sulit di dapatkan dan juga mahal. Jadi aku putuskan untuk membuatkan pedang cambuk itu untukmu." Jawab Asura.


"Aku jadi ingin cepat menggunakannya, pasti keren!" Kata Izuru terus melihat-lihat pedangnya.


Setelah beberapa menit, Izuru dan Asura sampai di rumah tua tadi tanpa bertemu dengan prajurit kerajaan.


"Sampai juga kalian!" Kata Iona berada di belakang pintu masuk rumah itu bersama semuanya di belakang.


"Iona? Dan yang lain juga, kenapa kalian keluar?" Tanya Izuru.


"Kami sudah memutuskan untuk membawa semua warga pergi dari kota." Kata Ratu.


"Kami rencana akan mengumpulkan semuanya sebelum pagi, dan dengan Ratu Claric di sini, pasti semuanya akan setuju." Kata Rin.


"Woa ide yang bagus!" Kata Izuru.


"Kalau begitu ayo segera kita jalankan rencananya!" Kata Iona.


Lalu mereka keluar dari rumah dengan jubah hitam dan tudung yang menutupi wajah mereka. Izuru, Iona, Rin, Asura, dan Ratu. Mereka pergi untuk mengumpulkan semua warga kota. Sekarang di rumah tua itu hanya ada Shun dan Putri Clara. Karin tampaknya tengah tertidur di sebuah kursi panjang.


Shun lalu menutup pintu depan yang masih terbuka, kemudian ia duduk di sebuah kursi kayu tua. Putri Clara lalu mendekat pada Shun. "Apa kakak juga sama sepertiku?" Tanya Putri Clara.


"Kakak juga terpilih kan? Aku dengar kalian membicarakan tentang pedang legendaris yang sudah di ambil oleh orang jahat di istana." Kata Clara.


"Iya, itu benar. Tapi sekarang aku tidak berguna tanpa kekuatan pedang itu. Berbeda dengan yang lain, aku sama sekali tidak pernah berusaha, aku terus mengandalkan pedang itu. Oh ya, Ngomong-ngomong di mana busur legendaris mu?"


"Aku meninggalkannya di bawah."


"Kamu seharusnya terus membawanya, karena itu sudah jadi milikmu." Kata Shun.


"Aku tidak mau menggunakannya lagi. Ada sesuatu yang mengerikan di dalam busur itu, dia terus berbicara di dalam pikirankan saat aku menyentuh busur itu."


"Sesuatu yang berbicara? Aku sebenarnya juga sering mendengarnya setelah aku mencabut pedang legendaris itu, sekarang aku tahu pengguna senjata legendaris yang lain juga merasakan hal yang sama sepertiku. Apa ada sesuatu di balik semua senjata legendaris itu?" Batin Shun.


"Kakak?"


"Ah maaf! Aku hanya melamun sebentar tadi." Kata Shun.


"Apa kakak juga merasakannya?" Tanya Putri Clara.

__ADS_1


"Iya, kakak juga merasakannya. Sepertinya itu hal yang normal." Jawab Shun.


"Begitu ya?"


...*****...


Setelah beberapa jam, Izuru kembali ke rumah itu untuk menjemput yang lain. "Semuanya sudah berkumpul! Ayo kalian!" Kata Izuru sambil membuka pintu depan.


Mereka berempat lalu berlari di jalan kota. Izuru membawakan busur legendaris itu di punggungnya. Lalu mereka masuk ke sebuah bangunan besar di dekat dinding perbatasan.


"Akhirnya kalian datang juga!" Kata Rin berada di dalam ruangan itu bersama banyak warga yang tersisa.


"Maaf terlambat, tadi ada dua orang menghadang. Tapi sudah di atasi." Kata Izuru.


"Dengarkan semuanya! Saat mendengar aba-aba, kalian harus berlari keluar secepat mungkin dari kerajaan ini. Kerajaan ini sudah tidak mungkin bertahan lebih lama lagi, Raja sudah di bunuh dan keadaan ekonomi yang sudah sangat buruk. Tidak ada pilihan lain, selain pergi. Kami juga akan menjemput warga dan para prajurit yang terpengaruh setelah mendapat bantuan dari luar. Jadi, aku harap kalian semua dapat menerima semua keadaan ini." Kata Ratu Claric berpidato memberi semangat pada semua warga di sana.


Semua warga terlihat lebih baik setelah mendengar pidato Ratu. Mereka siap untuk kabur dari kota!


...*****...


Di depan gerbang keluar tampak banyak prajurit yang tengah berjaga. Dan dari balik dinding tampak Izuru, Iona, dan Rin yang mengintip ke arah para penjaga itu.


"Iona, sekarang." Bisik Izuru.


"Baik! Elemen kegelapan, Kabut pembuta!" Kata Iona seketika kabut gelap muncul di sekitar para penjaga gerbang itu.


Mereka tampak kebingungan dan satu persatu dari mereka hilang entah ke mana. Saat tersisa satu penjaga yang waspada dengan sekitarnya, Rin muncul di belakang penjaga itu dan langsung memukul lehernya. Penjaga itu seketika pingsan.


"Semuanya, ayo...!" Teriak Izuru memberi aba-aba.


Semua warga langsung berlarian keluar dari bangunan itu dan semuanya menuju gerbang keluar.


"Bagus! Rencananya berhasil!" Kata Izuru melihat dari belakang.


...*****...


"Tidak semudah itu..." Kata Shiori di istana dengan mata merah menyala. Ia lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan jari-jarinya yang merentang. Dari dalam tangannya muncul benang-benang panjang yang langsung melesat dan masuk ke dalam dinding di sampingnya.


"String of Distance..." Kata Shiori dengan nada tenang, seketika benang di tangannya menyala dan merambat ke seluruh benang yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2