The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 30 - Necromancer


__ADS_3


Undead yang berhasil masuk ke desa di bunuh satu persatu oleh semua orang di sana. Ada juga beberapa undead yang malah menghindar dan mencoba masuk lebih dalam ke desa. "Sial! Jika seperti ini terus, bisa-bisa bentengnya hancur!" Kata Izuru dalam hati, tiba-tiba tanah bergetar dan suara hantaman terdengar dari arah luar benteng. Saat Izuru berbalik, ia melihat sebuah empat tentakel besar yang mencengkram benteng bagian atas sampai hampir hancur.


"Semuanya, tembak...!" Teriak pemimpin prajurit pemanah dari menara. Para pemanah menembaki tentakel itu sampai akhirnya berhenti mencengkram benteng.


"Seseorang, panggil Tuan Shun! Kita butuh bantuan di sini!" Kata Panglima yang tengah bertahan dari serbuan undead. Para prajurit lain juga mulai kelelahan karena undead yang tidak kunjung habis.


"Aku akan memanggilnya!" Kata Izuru lalu berlari menuju menara.


"Shun! Iona! Kita butuh bantuan!" Teriak Izuru sambil berlari masuk ke dalam menara. Lalu mereka berdua muncul dari tangga bawah tanah.


"Ada apa!?" Tanya Shun.


"Undead bermunculan di dalam benteng!" Jawab Izuru.


"Apa bagaimana bisa!?" Tanya Shun.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya, pokoknya ayo cepat bantu!" Kata Izuru lalu berlari keluar.


"Iona, aku akan membantu di benteng." Kata Shun sambil memakai perlengkapannya.


"Aku akan ikut!"


"Tidak usah, kau tetap di sini. Aku akan segera kembali!" Kata Shun lalu berlari keluar.


Izuru dan Shun sampai di belakang benteng yang di penuhi dengan Undead. "Tuan Shun! Akhirnya tuan datang juga!"


"Semuanya mundur! Akan kuhabisi semuanya sekaligus!" Kata Shun lalu memegang pedangnya dengan dua tangan, lalu di sekitarnya muncul sebuah aura berwarna emas yang menyelimuti pedang Shun. "Bersiaplah! Hiiiyyyaaa...!" Shun mengayunkan pedangnya dan membunuh semuanya sekaligus.


"Tuan Shun hebat!" Teriak para prajurit dan petualang suka rela di sana.


"Apakah.... Aku bisa menandingi kekuatan itu?" Kata Izuru dalam hati.


"Sayang sekali!" Teriak seseorang dari luar benteng. Lalu tiba-tiba bentengnya hancur kerena tentakel-tentakel besar itu dan di sana Gadis itu muncul lagi di lubang besar benteng. "Kalian terlambat mempertahankan dinding itu." Kata Gadis itu. Gadis berambut putih panjang dengan mata merah menyala.

__ADS_1


"Shun!" Iona tiba-tiba datang dari belakang.


"Iona!? Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Shun.


"Ras Necromancer!?" Kata Iona saat melihat gadis yang ada di lubang benteng.


"Necromancer? Pantas saja dia bisa membangkitkan Undead di dalam benteng." Kata Izuru.


"Apa tujuanmu menyerang desa ini?" Tanya Shun.


"Tujuanku? Tentu saja aku ingin mengambil pedang yang kau bawa itu." Kata Gadis Necromancer itu sambil menunjuk ke arah pedang milik Shun. "Orang sepertimu tidak pantas menggunakan pedang itu!"


"Hmm! Kalau itu aku juga setuju!" Kata Izuru dalam hati.


"Aku tidak akan menyerahkan pedang ini padamu!" Kata Shun.


"Siapa yang minta kau menyerahkannya? Itu tidak seru jika kau menyerahkannya, lebih baik aku mengambilnya sekaligus dengan tanganmu." Kata gadis Necromancer itu. Tiba-tiba sebuah ledakan terdengar dari belakang mereka.


"Apa itu!?"


"Oh iya, aku belum bilang kalau aku memerintahkan para monster untuk menyerang benteng belakang." Kata gadis Necromancer itu.


"Owh, jadi kau mencoba menjadi pahlawan ya?" Tanya Gadis Necromancer itu.


"Aku akan mengalahkan mu sekarang juga! Kalian, atasi Undead yang masuk ke desa!" Teriak Shun berlari maju ke arah Necromancer itu.


"Shun, berhenti!" Teriak Iona.


"Bodoh sekali, menggunakan senjata jarak dekat untuk melawanku." Kata Gadis Necromancer itu. Saat Shun menyerang dengan pedangnya, gadis itu langsung menangkisnya dengan tangan kosong.


"Apa!? Kau bisa menangkisnya..?" Tanya Shun terkejut.


"Sudah kubilang, orang sepertimu tidak pantas menggunakan pedang itu." Kata Gadis itu lalu di belakang Shun muncul undead dari bawah tahan dan mencengkram kedua tangan Shun.


"Shun!" Teriak Iona.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan? Bukankah sudah ku bilang untuk mengatasi Undead yang masuk?" Tanya Shun tetap tidak bisa bergerak.


"Sudah terdesak masih saja bersikap sombong." Kata Izuru lalu berlari dan menebas Undead yang menahan Shun. Saat Shun sudah bebas, ia langsung menebas ke arah Gadis Necromancer itu. Tapi gadis itu langsung melompat ke belakang. "Kemari kau!" Kata Izuru mencoba menebas gadis itu, tapi lagi-lagi ia berhasil menghindari serangan.


Shun lalu ikut menyerang bersama dengan Izuru. "Ayo serang!" Teriak Shun.


"Iya!" Jawab Izuru. Lalu mereka menyerang ke arah leher gadis itu dari arah yang berlawanan. Tapi pedang mereka langsung ditangkap olehnya.


"Kenapa kalian tidak pernah belajar?" Tanya Gadis itu lalu menarik pedang Izuru, kemudian saat Izuru tertarik mendekat Gadis itu langsung mencekik Izuru dan melemparnya.


"Waaaa...!" Izuru jatuh terbentur tanah. Lalu Gadis itu juga menarik pedang Shun dan kemudian menendang perut Shun sampai ia terpental cukup jauh.


"Kena kau! Elemen tanah!" Kata Gadis itu tiba-tiba muncul lonjakan tanah yang menghantam punggung Shun dengan kasar.


"Arrgghh..!" Shun terpental ke depan, jatuh tersungkur di tanah dan menjatuhkan pedangnya.


Gadis itu datang dan menginjak pedang itu. "Sudah kubilang kan? Kau tidak pantas menggunakan pedang ini." Kata Gadis Necromancer itu lalu ingin mengambil pedang itu. Tapi, tiba-tiba panah melesat dan hampir mengenai tangannya.


"Aku akan menembak kepalamu jika berani menyentuh pedang itu!" Kata Rin bersiap menembak lagi.


"Jadi itu mau mu?" Tanya Gadis itu lalu ia melempar sebuah botol yang sama seperti sebelumnya. Tanpa sadar pandangan Rin jadi terfokus pada botol di udara itu. "Bodoh!" Teriak Gadis itu lalu mengayunkan tangannya ke samping dan muncul lima pisau hitam melayang di udara, kemudian melesat ke arah Rin.


Rin tidak bisa menghindari serangan itu terpaksa menerima semuanya sampai menembus kulitnya berkali-kali. "Ahh...!" Teriak Rin tertusuk semua pisau yang diluncurkan dan kemudian jatuh tak berdaya.


"Rin!" Teriak Izuru lalu bangun. Tepat saat itu botol yang terlempar jatuh ke tanah, semua cairan dari dalam botol menyebar di tanah tempat Iona berdiri, dan kemudian para undead muncul dari dalam tanah.


"Iona!? Bagaimana ini, apa yang harus kulakukan? Cegah gadis itu mengambil pedang Shun atau menyelamatkan Iona?" Tanya Izuru dalam hati, lalu ia berlari ke arah Iona. "Tentu saja aku akan menyelamatkan temanku! Apa peduliku dengan pedang Shun itu?" Kata Izuru dalam hati lalu menebas semua Undead yang muncul.


"Izuru, terima kasih." Kata Iona.


"Iona! Tolong bantu aku lagi, seperti waktu itu!" Kata Izuru sambil melirik ke arah Iona.


"Baiklah!" Iona lalu menyentuh punggung Izuru dan berkata. "Blessing!" Seketika tubuh Izuru mengeluarkan aura emas.


"Bagus! Ayo kita lakukan!"

__ADS_1


Bersambung...


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan. tahan amarah dan nafsu ya, semangat!


__ADS_2