
"Waaaaaaaaaa......!!!!" Izuru berteriak ketakutan saat jatuh dari punggung Asura. Tapi ia segera menarik pedang dengan mode cambuk dan mengaitkannya di tiang yang ada di rumah-rumah warga.
Saat hampir menyentuh tanah, tangan Izuru melepaskan pedang cambuknya dan jatuh. Izuru terbaring di tanah dengan wajah syok, lalu pedangnya jatuh di atas kepalanya.
"Tadi.... Hampir saja..." Kata Izuru masih syok.
Ia lalu berusaha bangun. "Ugghh... Punggung ku. Padahal hanya setinggi itu, bagaimana jika tadi aku tidak mengaitkan pedangku ke tiang?" Kata Izuru tidak bisa bangun.
"Sekarang tidak ada lagi yang mengganggu kita lagi!" Kata Zhagi datang dan berdiri di dekat Hira dan Nishiki.
"Cepat hancurkan mereka!" Teriak Zhagi. Tapi, Hira dan Nishiki hanya diam.
"Kenapa kalian diam saja!?" Tanya Zhagi.
"Kita tidak perlu menyerang lagi, mereka sudah kalah." Kata Hira.
"Benar sekali! Tidak ada yang lebih hebat dari boss!" Kata Nishiki.
"Benar juga. Kalau begitu cepat kalian serahkan Crgoshiro!" Kata Zhagi.
"Sudah kukatakan berkali-kali, Crgoshiro tidak ada di sini!" Jawab Iona.
"Baiklah jika kalian tidak ingin menyerahkannya."
"Sepertinya yang mereka katakan itu benar. Kita pergi saja dari sini!" Kata Hira berjalan pergi.
Naga Undead turun di depan Nishiki dan meledak menjadi cairan hijau yang langsung masuk ke dalam tanah. Sebuah kristal juga terlempar keluar dari tubuh naga itu yang lalu ditangkap Nishiki, ia lalu pergi mengikuti Hira.
"Hey, kalian mau ke mana!?" Tanya Zhagi.
"Mana ku hampir habis, aku tidak bisa bertarung lagi." Jawab Hira.
"Cih! Kami akan kembali lagi ke sini! Jika kalian tidak membawa Crgoshiro ke depanku dalam tiga hari, kami akan menghancurkan kota ini!" Kata Zhagi lalu berlari pergi.
Mereka bertiga berjalan di jalanan kota yang sedang kacau, tampak di sebuah gang yang berasap, Asura jatuh di sana usai tersembur oleh Naga Undead. Ia mencoba berdiri saat melihat mereka bertiga melintas di depannya, tapi ia masih terlihat sangat lemah dan setengah wajahnya terluka karena semburan api.
Malamnya semuanya berada di dalam rumah mengobati luka masing-masing, kecuali Asura yang terluka paling parah. Alhasil setengah tubuh dan setengah wajahnya terbalut kain perban.
"Adudududuh!" Kata Izuru, kedua tangannya sedang di tarik dari belakang oleh Rin. Tampaknya lengan Izuru terkilir karena kejadian tadi.
"Apa memang begini caranya?" Tanya Izuru.
"Tenang saja, aku hanya perlu menggeser sendi mu." Jawab Rin lalu meletakan satu kakinya dipunggung Izuru dan mendorongnya ke depan.
Klak....!
__ADS_1
"Aduuuuhhhhh.....!!!" Teriak Izuru sangat keras.
"Sudah selesai." Kata Rin berdiri di belakang Izuru yang tampak tersungkur kesakitan.
"Lenganku rasanya mau putus..." Kata Izuru.
...*****...
"Mereka bilang akan kembali lagi?" Tanya Destra di depan Nona Reshieka yang tengah duduk menemani Asura di kamar.
"Benar, karena itu kau harus segera mencari Crgoshiro." Jawab Nona Reshieka.
"Hmm... Benar juga. Eh? Aku!?" Tanya Destra sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Siapa lagi kalau bukan kau? Aku tidak mungkin meninggalkan mereka berdua sendirian." Jawab Nona Reshieka.
"Bagaimana aku bisa menemukannya? Dia bisa ada di mana saja."
"Aku menduga beberapa tempat yang tidak mungkin dia kunjungi. Yang pertama adalah Kerajaan Hyron, kedua adalah Kerajaan Claric, karena punya hubungan dekat dengan Hyron, ketiga adalah Kota ini, dan sisanya adalah pedesaan di dekat tempat-tempat tadi. Sekarang kau hanya tinggal mencari ke peradaban selain tempat yang aku sebutkan tadi." Jelas Nona Reshieka
"Kalau memang aku bertemu dengannya, bukan berarti dia akan mau kembali bersamaku kan? Aku juga tidak mungkin melawannya."
"Bukan tidak mungkin, kau hanya malas."
"Kau hanya perlu melumpuhkannya dan membawanya ke sini. Apakah sesulit itu?" Tanya Nona Reshieka.
"Bicara hal yang itu mudah."
"Hah... Kau selalu saja seperti ini." Kata Nona Reshieka menghela nafas.
"Halo, bagaimana keadaan Asura?" Tanya Izuru masuk ke ruangan itu.
"Bagaimana jika aku bawa anak ini?" Tanya Destra bangun lalu merangkul pundak Izuru.
"Ada apa ini?" Tanya Izuru.
"Bukannya kau sendiri bisa?" Tanya Nona Reshieka.
"Kudengar kau berteman dengan Crgoshiro kan? Kau pasti bisa membujuknya agar kembali ke sini." Kata Destra.
"Benar juga. Izuru, kau bisa bicara dengan Crgoshiro." Kata Nona Reshieka.
"Tapi, aku sudah pernah bicara dengannya dan itu tidak berhasil."
"Jika tidak berhasil, kalian gunakan cara kekerasan! Karena nasib kota ini bergantung pada kalian." Kata Nona Reshieka.
__ADS_1
"Kekerasan!? Bagaimana mungkin aku bisa melakukannya? Lagi pula dia terdengar sangat kuat di cerita Destra." Kata Izuru.
"Ayolah dia sudah tidak punya senjata, dia tidak akan punya peluang untuk mengalahkan mu." Kata Destra.
"Itu benar, Crgoshiro sudah tidak memiliki keberanian untuk menyentuh pedang setelah kejadian itu." Kata Nona Reshieka.
"Baiklah kalau memang demi kebaikan semua warga." Kata Izuru.
"Sekarang kalian cepat berangkat! Ajak teman pemanah mu itu, Iona akan tinggal di sini, berjaga-jaga jika ada sesuatu terjadi. Waktu kalian hanya tiga hari, mulai dari besok." Kata Nona Reshieka memberi perintah.
"Ok kami pergi, ayo Meiro!" Kata Destra memanggil Meiro sambil berjalan keluar dari kamar itu.
Meiro langsung membereskan barang-barangnya dan segera mengikuti Destra, lalu Izuru juga ikut keluar.
...*****...
Malam di sebuah kota yang ramai, seseorang pria tua berjalan sendirian di gang, pria itu membawa sebuah kantong kertas berisi makanan. Di tengah perjalanan ia melihat seseorang yang duduk di pinggir, orang itu memakai jubah dan tudung hitam yang menutupi matanya.
Pria itu melihat ke arah orang yang duduk itu, dia melihat bahwa orang itu adalah seorang gelandangan.
"Ini." Kata Pria itu memberikan makanan pada gelandangan itu.
Gelandangan itu mengangkat wajahnya dan terlihat bahwa dia adalah Crgoshiro. Ia perlahan mengambil makanan itu dari tangan pria itu.
"Terima kasih." Kata Gorden.
"Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya, kau dari mana?" Tanya Pria tua itu duduk di samping Gorden.
"Aku hanya berhenti sebentar." Jawab Gorden sambil memakan makanannya.
"Ke mana tujuanmu?" Tanya pria tua itu.
"Aku tidak tahu, apakah masih ada tempat untukku di dunia ini?" Jawab Gorden.
"Kenapa kau bicara seperti itu? Apakah yang kau lakukan seburuk itu?"
"Sangat buruk, bahkan seharusnya aku sudah tidak hidup lagi karena apa yang kulakukan. Jika... Jika saja aku memberitahunya padamu, kau pasti juga akan langsung membenciku."
"Kalau begitu jangan katakan padaku, lebih baik seperti itu. Aku sudah sibuk mengurus cucuku di rumah, dia di tinggal kedua orang tuanya saat masih kecil."
"Anakku dulu adalah seorang prajurit di Kerajaan Hyron, tapi ia meninggal saat kejadian GoldWar. Dan sekarang cucuku kehilangan ayah satu-satunya." Sambung Pria tua itu.
Seketika wajah Gorden menjadi wajah ketakutan dan penuh dengan rasa bersalah.
Bersambung...
__ADS_1