The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 94 - Sejarah 14 Kerajaan Besar


__ADS_3

Pertama-tama, author minta maaf karena sudah tidak update selama dua minggu lebih, karena sedang ujian sekolah.


Dan juga Terima kasih untuk dukungannya! Kita sudah berhasil mencapai 600 Favorit!!! semoga tidak turun lagi, terima kasih juga yang sudah bersabar dengan author pemalas yang satu ini.


semoga novel ini bisa terus maju, agar lebih banyak di kenal oleh semua orang!


"Oh ya, aku membaca sesuatu yang lain dari ingatannya. Kalian berdua menyembunyikan sesuatu tentang Pengguna Busur Legendaris, 'kan?"


Shun dan Karin sangat terkejut mendengar Asterion sudah mengetahui tentang Putri Clara.


"Tenang saja, aku tidak akan mengatakannya pada Ibumu. Karena sejak awal kita sudah tidak butuh anggota lagi, termasuk kau." Kata Asterion sambil menunjuk ke arah Shun saat mengatakan kalimat terakhir.


"Kami saja sudah lebih dari cukup. Kalau begitu sampai jumpa, aku tidak akan lama di sini." Kata Asterion lalu pergi ke ruangan lain.


Karin membantu Shun berdiri dan menghembuskan nafas lega. "Huff... Untung saja informasi itu tidak bocor. Kau baik-baik saja?"


"Iya, aku tidak apa-apa." Jawab Shun.


"Tapi, apa benar yang dia katakan? Apa aku memang tidak di butuhkan?"


"Jangan bicara seperti itu! Semuanya tidak hebat dalam sekejap, mungkin kamu melihat Asterion seperti anak kecil. Tapi sebenarnya dia sudah memiliki Senjatanya lebih dari 5 tahun. Jadi jangan bandingkan dirimu yang baru terpilih beberapa minggu yang lalu." Ucap Karin menyemangati Shun.


"Begitu ya? Aku jadi ingin cepat berlatih! Andai saja guru yang Ibumu bilang lebih cepat datang." Kata Shun.


"Sayangnya Ibuku bilang guru itu akan sedikit terlambat datang, mungkin satu minggu lebih lama dari jadwal."


"Terlambat lagi?! Sudah berapa banyak dia bilang akan terlambat?" Tanya Shun seketika semangatnya hilang.


"Itu dia! Bagaimana jika kita minta orang terpilih lain?" Kata Karin.


Mereka segera pergi ke perpustakaan. Mereka berdiri di depan rak buku besar yang sangat rapi dan tersusun. Shun melihat ada satu tempat buku yang kosong di sana, ia lalu melihat sekeliling dan menemukan sebuah buku di atas meja di depan jendela kaca.


Shun berjalan ke sana. Buku itu sudah berdebu dan terlihat sudah lama tidak di baca, padahal hampir semua buku tersusun rapi di rak, tapi kenapa yang satu ini tidak? Shun mengambil buku itu dan melihat bagian belakangnya, tertulis judul "Dunia yang Indah".


"Hey, kenapa buku ini tidak berada di rak?" Tanya Shun pada Karin. Karin lalu berjalan mendekat.

__ADS_1


"Itu adalah buku yang sering di baca oleh Kakak ku. Ia selalu membacanya setiap saat di kursi itu sambil menghadap ke jendela, karena itu tidak ada satupun yang mengembalikannya ke rak. Tapi sejak ia pergi, tidak ada lagi yang membaca buku itu atau bahkan duduk di kursi itu." Jelas Karin.


Karin berjalan mendekat dan mengambil buku itu dari tangan Shun, ia lalu membukanya. Ada banyak halaman yang di lipat ujungnya, juga tulisan tangan Iona yang menceritakan tentang perasaannya di sebelah gambaran pemandangan.


"Ini...?" Karin terkejut melihat tulisan Iona di samping setiap gambar.


*****


Di dekat gambaran tangan pemandangan dari puncak pegunungan bersalju. Apa aku bisa mendaki sampai kepuncak? Kira-kira ada burung apa saja? Aku ingin tahu!


Di samping gambar sungai di tengah hutan. Sungai yang terlihat sangat segar, sepertinya kakiku akan membeku jika aku mencelupkannya dalam air."


Di bawah gambar pantai di saat matahari terbit. Putih seperti salju, tapi terlihat sangat hangat. Matahari juga tampak sangat cerah di sana. Apa aku bisa berenang bersama ikan di sana?"


*****


"Ini semua... Adalah isi hati Kak Iona? Jadi, ini alasan dia pergi?" Tanya Karin dalam hati sambil membaca semua tulisan tangan Iona.


"Ada apa di sana?" Tanya Shun mencoba mengintip.


"Tidak ada apa-apa!" Kata Karin langsung menutup buku itu. "Aku akan pergi ke kamar sebentar, kau di sini saja."


Karin mendekat dan mengintip judul buku yang sedang Shun baca. "Sejarah Kerajaan Besar."


"Apa kau tertarik dengan sejarah?" Tanya Karin.


"Entahlah, aku hanya penasaran seberapa luasnya dunia ini." Jawab Shun tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.


"Apa kau hilang ingatan atau semacamnya?"


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Shun agak terkejut.


"Maaf, setahuku keberadaan Kerajaan Besar adalah pengetahuan umum. Walaupun tidak sampai detail, tapi semua orang pasti tahu semua nama-nama kerajaan besar di Ardresil."


"Dan juga kamu tampak menggerakkan bibirmu seperti sedang mengucapkan nama yang tertulis di buku. Kau seperti asing dengan nama itu." Kata Karin.

__ADS_1


"Sebaiknya aku tidak mengatakan dari mana asal ku. Itu pasti akan sangat membingungkan untuk Karin." Batin Shun.


"Sepertinya kau benar, aku mungkin saja hilang ingatan. Aku hanya ingat bangun di sebuah desa dan kemudian mendapatkan pedang legendaris dari sebuah artefak." Kata Shun berbohong untuk menutupi semuanya.


"Kalau begitu bagaimana jika aku mengingatkanmu kembali tentang semua yang ada di negeri ini? Aku akan mulai dari 14 Kerajaan Besar." Kata Karin mengambil buku dari tangan Shun dan mulai menjelaskan banyak hal.


Kita sedang berada di Negeri Ardresil, atau tepatnya adalah Benua Ardresil. Negeri ini dihuni oleh berbagai macam ras, walaupun sudah tidak banyak peperangan. Bukan berarti semua ras bisa menerima satu sama lain, persaingan tetap ada dan juga orang-orang yang menolak keberadaan beberapa ras.


Kerajaan besar terdiri dari 1 Kerajaan Ras manusia, 2 Kerajaan Ras setengah hewan/beast, 1 Kerajaan Ras Iblis, 1 Kerajaan Ras Angel/Malaikat, 1 Kerajaan Ras Necromancer, 2 Kerajaan Ras Elf, dan 2 Kerajaan Ras Siren. Sementara itu Kerajaan Ras Naga dan yang lainnya sudah hancur atau hilang, dan juga ada sebuah catatan yang mengatakan bahwa lokasi Kerajaan Angel tidak pernah pasti.


Karin juga menceritakan tentang 12 Senjata Legendaris, hanya beberapa penggunanya yang sudah ditemukan. Yaitu Pedang, Belati, Tongkat Sihir, Claw, Busur, dan Armor. (Yang terakhir mungkin bukan senjata, tapi siapa peduli). Lalu senjata yang lain adalah Buku sihir, Tombak, Tameng, Kapak, Palu, dan Sabit.


"Kau bisa membacanya sendiri jika ingin tahu lebih banyak." Kata Karin selesai menjelaskan semuanya secara singkat dan padat.


"Jadi sudah ada 6 orang yang terpilih sebum diriku. Aku baru bertemu dengan 2 orang, pengguna Busur dan Belati. Lalu di mana yang lain?" Tanya Shun.


"Mereka ada di rumah yang lain, karena mereka sudah bisa menerima permintaan sendiri, jadi sudah tidak memerlukan pendamping." Jawab Karin.


"Kalau begitu, apa suatu saat nanti. Aku akan pergi dari sini?"


"Tentu saja, saat kau sudah bisa mengendalikan seluruh kekuatan Pedang Legendaris itu. Maka kau akan berjuang bersama mereka untuk menjaga kedamaian!"


Shun tampak sedikit sedih mendengar bahwa suatu saat mereka akan berpisah, walaupun itu masih sangat lama.


"Oh ya! Bagaimana jika kita minta bantuan Kakakku?" Kata Karin.


"Kakakmu? Maksudmu Iona?" Tanya Shun.


"Bukan, aku punya kakak perempuan lagi dan dia yang tertua. Migaki Zergaken, Dia adalah pemilik Tongkat Sihir Legendaris!"


Bersambung...


Daftar Pemilik Senjata Legendaris :


Pedang : Shun

__ADS_1


Belati : Asterion


Tongkat : Migaki Zergaken


__ADS_2