The Fake Legend

The Fake Legend
Arc 2 End - Chapter 61 - Kembali ke Rumah


__ADS_3

Siang hari dengan awan gelap yang menyelimuti langit, dan perlahan mulai menurunkan butiran-butiran air. Puing-puing bangunan istana di basahi oleh air hujan, debu yang memenuhi tempat itu perlahan hilang di sapu hujan.


"Kenapa...? Kenapa kalian hanya diam di sana?" Tanya Shiori dengan lemah.


Izuru dan Putri Clara hanya diam di depannya. Melihat Shiori terbaring lemas dengan bekas tangan terpotong yang terus mengeluarkan darah.


"Kenapa kalian tidak mengakhiri ku?" Tanya Shiori.


"Aku tidak memiliki hak untuk menentukan nasibmu. Jika kau mau berubah, mungkin kehidupanmu akan menjadi lebih baik." Jawab Izuru.


"Tidak ada yang akan berubah... Seluruh dunia ini hanya akan berputar sesuai takdir mereka, dan aku hanya sedang menjalani takdir yang kudapat."


"Sepertinya tidak ada gunanya aku bicara denganmu. Ayo pergi!" Kata Izuru pergi meninggalkan Shiori di sana. Putri Clara masih di sana beberapa saat, lalu ia pergi mengikuti Izuru.


Saat Izuru keluar dari puing-puing istana, mereka di sambut oleh semua warga. Di sisi lain reruntuhan, muncul Asura dengan membawa pedang legendaris milik Shun.


"Jadi, ini rasanya menjadi pahlawan?" Tanya Izuru berjalan ke arah kerumunan warga bersama Putri Clara.


Mereka sampai dan Ratu segera memeluk Putrinya dengan erat. Izuru juga di sambut semua teman-temannya dan warga di sana. Karin dan Shun hanya melihat dari belakang.


"Pada akhirnya aku tidak membatu apapun." Kata Shun.


"Tidak kok, Tuan Shun sudah banyak membantu!" Kata Karin menghibur Shun.


Asura datang dan menancapkan pedang itu di depan mereka, setelah itu ia langsung pergi ke arah Izuru. Shun memandangi pedangnya sesaat, lalu ia menariknya keluar.


"Apa, pedang ini salah memilih? Sepertinya bukan aku yang seharusnya menggunakan kekuatan ini." Kata Shun sambil memandangi pedangnya.


"Jangan bicara seperti itu! Tuan Shun hanya butuh sedikit latihan, itu saja." Kata Karin.


...*****...


Asura datang ke arah kerumunan yang tengah menyoraki Izuru. Asura lalu ikut di soraki oleh semua orang di sana.


"Hebat sekali kamu, Asura! Kamu bisa mengalahkan orang itu sendirian." Kata Izuru.


"Itu bukan apa-apa, aku seharusnya minta maaf karena telah menghancurkan istana. Sepertinya aku terlalu berlebihan." Kata Asura.


Semuanya gembira merayakan hari kebebasan mereka dari Raja palsu. Di saat langit sudah berwarna kuning ke merahan, semua warga berhadapan dengan kelompok Izuru di luar gerbang kota.


"Terima kasih semuanya, terutama pada Tuan Izuru dan Nona Asura. Kami sangat berterima kasih telah melindungi putriku, dan juga membebaskan kami." Kata Ratu berada di depan semua warga yang tersisa.


"Sama-sama. Jadi, kalian semua akan membangun Kerajaan Claric kembali?" Tanya Izuru.

__ADS_1


"Benar, tapi ini tidak akan menjadi kerajaan lagi. Kami sepakat untuk menjadikannya sebagai desa saja, kami tidak mau mendapat masalah seperti yang sebelumnya, apalagi Raja sudah wafat. Aku tidak mungkin bisa memerintah lebih baik dari pada suamiku."


"Begitu, jadi bagaimana denganmu, Putri Clara?" Tanya Izuru mendekat pada Putri Clara yang tengah bersama Ratu.


"Aku akan menggunakan kekuatanku untuk melindungi semua orang di sini! Dan satu lagi, aku sudah bukan lagi Putri, jadi kakak bisa memanggilku Clara saja!"


"Iya, aku lupa itu. Kalau begitu lindungi desa ini dengan segenap hatimu!" Kata Izuru memberikan semangat.


"Itu sudah pasti!" Kata Clara.


"Kalau begitu kami akan pergi." Kata Izuru lalu mereka semua pergi menjauh dari gerbang.


"Hati-hati kalian semua!"


"Kakak! Mampir ke sini lagi ya...!" Teriak Clara sambil melambaikan kedua tangannya.


"Iya, pasti..! Kami pasti akan mampir lagi!" Teriak Izuru.


Semuanya sudah selesai, Izuru dan teman-temannya kembali ke kota, para warga Kerajaan Claric juga bahagia walaupun banyak orang yang telah meninggalkan mereka.


Bekas puing-pungi istana, tempat Shiori tergeletak tak berdaya. Kini hanya ada bekas seseorang berbaring dengan garis darah yang menuju ke suatu tempat.


"Hah... Hah... Hah... Aku tidak percaya bisa kalah dari seorang naga! Padahal aku sudah mendapatkan pedang itu." Kata Dramist berjalan di hutan dengan tubuh penuh luka.


"Arrggghhh...! Hentikan itu!" Dramist seperti tengah berbicara dengan dirinya sendiri.


...*****...


"Kami beruntung kau datang Asura." Kata Rin berjalan saat matahari terbenam.


"Iya, kita harus merayakannya nanti!" Kata Izuru.


"Hey ingat, kita tidak dapat imbalan apapun kali ini." Kata Iona.


"Benar juga. Lalu bagaimana dengan rumah kita..!?" Tanya Izuru.


"Kita harus menginap ke suatu tempat dulu." Kata Iona.


"Benar! Ayo kita ke rumahmu!" Kata Izuru.


"Rumahku!? Apa kau bercanda?" Tanya Iona terkejut.


"Lalu ke mana lagi? Bagaimana kalau ke rumahmu, Rin?" Tanya Izuru

__ADS_1


"Rumahku...? Sebenarnya aku sudah tidak punya rumah lagi." Jawab Rin.


"Aku bisa minta izin pada Nona Reshieka untuk menginap jika kalian mau." Kata Asura.


"Sepertinya hanya itu pilihan yang bisa di ambil. Tolong ya, Asura" kata Izuru.


"Iya! Serahkan saja padaku!" Kata Asura.


Shun dan Karin berjalan di belakang mereka tanpa bicara sepatah kata pun. Mereka berdua hanya diam sambil menundukkan wajahnya.


"Aku yang mendapatkan kekuatan besar secara instan, kalah melawan Izuru yang tidak memiliki apapun di awalnya. Tapi, ini belum berakhir! Aku akan buktikan kalau aku lebih hebat di bandingkan dengannya!" Batin Shun.


"Karin, aku ingin bertemu Ibumu." Kata Shun.


"Eh? Sekarang? Untuk apa?" Tanya Karin.


"Aku ingin berlatih menggunakan pedang legendaris ini, pasti Ibumu kenal dengan orang yang ahli dengan senjata legendaris kan?"


"Sepertinya begitu. Baiklah, jika Tuan Shun memintanya. Ayo, kita harus pergi ke jalan lain." Kata Karin berbelok ke arah lain. Sementara Izuru dan yang lain pergi ke arah hutan. Shun lalu mengikuti Karin.


"Umm? Hey kalian mau ke mana?" Tanya Izuru melihat Shun dan Karin pergi ke arah lain.


"Kami akan ke tempat lain! Izuru, saat kita bertemu lagi, aku pasti sudah lebih kuat darimu!" Kata Shun.


"Oh ya, kalau begitu aku juga akan jadi lebih kuat lagi!" Kata Izuru.


Shun dan Karin lalu pergi. Sekarang hanya tersisa Izuru, Iona, Rin, dan Asura.


"Hey, Asura! Apa kamu bisa membawa kami terbang?" Tanya Iona.


"Hah...!? Kenapa aku harus mengijinkanmu menaiki ku!?" Tanya Asura.


"Benar juga, pasti akan lama jika kita jalan kaki." Kata Izuru.


"Tapi, itu tergantung dengan sayapku. Apa sudah sembuh atau belum." Kata Asura.


"Baiklah semuanya mundur!" Kata Asura berhenti berjalan dan yang lain menjauh dari Asura.


Tiba-tiba sebuah asap muncul di sekitar Asura, kemudian api menyelimuti seluruh tubuh Asura. Api itu menjadi semakin besar dan besar, lalu keluarlah sebuah naga dari dalam api itu.


"Woah...!" Semuanya tercengang melihat perubahan Asura.


"Ayo naik!" Kata Asura. Semuanya lalu berusaha naik ke punggung Asura. Setelah semuanya naik, Asura langsung terbang ke angkasa di tengah cahaya sore yang indah dan angin dingin yang menyejukkan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2